cover
Contact Name
Luqman Agung Wicaksono
Contact Email
luqmanagungw@gmail.com
Phone
+6287870205238
Journal Mail Official
jtp@upnjatim.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Rungkut Madya, Gunung Anyar Surabaya, 60294
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pangan
ISSN : 19784163     EISSN : 26545292     DOI : https://doi.org/10.33005/jtp
Jurnal Teknologi Pangan is one of Food Technology Journal in Indonesia managed by Department of Food Technology at Universitas Pembangunan Nasional "Veteran", East Java, Indonesia. This journal has been published since 2007 and registered with ISSN 1978-4163 and E-ISSN 2654-5292 (Online). Jurnal Teknologi Pangan is published twice a year in June and December. This journal encompasses original research articles, review articles, and short communications, including: Food Microbiology,Food Processing and Food Chemistry.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 2 : DESEMBER 2021" : 10 Documents clear
APLIKASI BERBAGAI JENIS EDIBLE COATING TERHADAP SIFAT KIMIA DAN UJI ORGANOLEPTIK BUAH BELIMBING (Averrhoa carambola L.)
Jurnal Teknologi Pangan Vol 15, No 2 : DESEMBER 2021
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v15i2.2944

Abstract

Edible coating termasuk kemasan biodegradable yang merupakan teknologi baru yang diperkenalkan dalam pengolahan pangan yang berperan untuk memperoleh produk dengan masa simpan lebih lama. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) faktorial yaitu faktor pertama adalah bahan edible coating (C), terdiri dari lilin lebah/ beeswax 6 % (C1); kitosan 2 % (C2); dan karagenan 2.5 % + gliserol 2% (C3). Faktor kedua adalah tingkat kematangan belimbing (M), terdiri dari Indeks 3 yaitu buah berwarna hijau kekuningan dan buah matang (M1); Indeks 4 yaitu buah berwarna kuning hijau dan buah hampir masak (M2). Setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Parameter yang diukur adalah padatan terlarut total, asam tertitrasi total, dan uji sensoris. Tujuan dari penelitian ini adalah guna mengetahui pengaruh pemberian pelapis edible coating terhadap sifat kimia dan organoleptik dari buah belimbing. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pemberian berbagai edible coating pada buah belimbing memberikan pengaruh yang nyata terhadap nilai padatan terlarut total, asam tertitrasi total dan organoleptik DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v15i2.2944
FORMULASI PEMBUATAN TABLET EFFERVESCENT MENGGUNAKAN EKSTRAK KUNYIT DENGAN PENAMBAHAN VITAMIN C
Jurnal Teknologi Pangan Vol 15, No 2 : DESEMBER 2021
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v15i2.2945

Abstract

Pandemi covid-19 masih menjadi permasalahan serius. Diperlukan kesadaran untuk menjaga imunitas tubuh. Kunyit menjadi jenis rimpang yang memiliki kandungan antioksidan tinggi yang berpotensi meningkatkan imunitas tubuh. Kunyit umum dikonsumsi dalam bentuk jamu dapat di rubah menjadi sediaan berupa tablet effervescent dengan keunggulan lebih praktis. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh penambahan konsentrasi ekstrak kunyit dan vitamin C terhadap nilai antioksidan, karakteristik fisik, dan organoleptik. Rancangan percobaan menggunakan rancangan faktorial dengan dua faktor yaitu konsentrasi ekstrak kunyit (30% dan 40%) dan konsentrasi vitamin C (5, 10, dan 15%). Tahapan penelitian meliputi proses pembuatan ekstrak kemudian dilakukan pembuatan tablet effervescent. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas antioksidan dinyatakan dalam IC50 tertinggi pada sampel C15K40 dengan nilai 0,88. Keseragaman bobot tablet telah memenuhi standar farmakope Indonesia. Waktu larut tablet effervescent semua perlakuan berbeda nyata dengan nilai tercepat 190 detik, hasil pengujian warna menunjukkan warna dipengaruhi oleh penambahan ekstrak kunyit. Pengujian organoleptik menunjukkan tidak berbeda nyata, namun secara keseluruhan sampel C10K30 lebih disukai oleh panelis. DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v15i2.2945
KARAKTERISTIK NORI ANALOG DARI SAYUR PAKIS DAN IKAN TERI DAN PENAMBAHAN GLISEROL
Jurnal Teknologi Pangan Vol 15, No 2 : DESEMBER 2021
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v15i2.2946

Abstract

Nori analog merupakan nori tiruan yang terbuat dari sayur-sayuran hijau yang memiliki sifat fisikokimia dan organoleptik hampir sama dengan nori yang terbuat dari rumput laut. Pada penelitian ini dilakukan pembuatan nori analog dari sayur pakis. Penambahan ikan teri bertujuan untuk meningkatkan kandungan protein dan kalsium nori analog. Sedangkan penambahan gliserol bertujuan untuk memperbaiki tekstur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kombinasi perlakuan terbaik dari proporsi sayur pakis : ikan teri dan konsentrasi gliserol terhadap karakteristik nori analog. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 2 faktor yaitu proporsi sayur pakis : ikan teri (91,5:8,5 ; 95:5 ; 98,5:1,5) dan konsentrasi gliserol (5%; 7,5%; 10%) dengan 2 kali ulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analisis Ragam dan jika terdapat perbedaan yang nyata dilanjutkan dengan uji DMRT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan terbaik adalah proporsi sayur pakis : ikan teri (95:5) dan konsentrasi gliserol 5% yang menghasilkan nori analog dengan kadar air 8,12%, kadar abu 7,20%, kadar protein 18,72%, kadar serat kasar 3,03%, kadar lemak 0,29%, aktivitas antioksidan 14,84%, kuat tarik 0,88 N dan ketebalan 0,285 mm; kadar kalsium sebesar 715,09 mg/kg dan aw 0,435. DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v15i2.2946
EVALUASI BAKTERI PATOGEN PADA BERBAGAI KONDISI KEMASAN PEMPEK
Jurnal Teknologi Pangan Vol 15, No 2 : DESEMBER 2021
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v15i2.2947

Abstract

Pempek adalah  makanan khas Sumatera selatan yang berbahan baku daging ikan giling dan tepung tapioka. Pempek mengandung kadar air dan protein yang tinggi sehingga mudah mengalami kerusakan. Kerusakan pempak ditandai dengan adanya perubahan aroma, tekstur, rasa dan warna pempek. Kerusakan pempek dapat disebabkan oleh adanya pertumbuhan mikroorganisme. Mikroorganisme berbahaya atau patogen yang tidak diperbolehkan terdapat di dalam pempek adalah E.coli, Salmonella dan Staphylococcus aureus, sehingga perlu dilakukan identifikasi dan pengujian. Pempek disimpan pada dua kondisi kemasan yaitu vakum dan tidak vakum, dan disimpan pada suhu dingin dan suhu ruang. Pengujian bakteri patogen pada pempek dilakukan menggunakan SNI 01-2331.1-2006, SNI 01-2332.2-2006, dan SNI 2332.9-2011. Berdasarkan hasil uji, diperoleh bahwa bakteri yang menkontaminasi dan mudah tumbuh pada pempek adalah bakteri Staphylococcus aureus. Bakteri Staphylococcus aureus dapat tumbuh pada pempek dalam berbagai kondisi kemasan baik vakum dan tidak vakum DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v15i2.2947
VARIASI PENCAMPURAN TEPUNG OKRA DAN TEPUNG GARUT TERHADAP SIFAT FISIK, AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN KANDUNGAN MAKRONUTRIEN KUE CUBIT
Jurnal Teknologi Pangan Vol 15, No 2 : DESEMBER 2021
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v15i2.2948

Abstract

Resiko penyakit degeneratif dapat dikurangi dengan konsumsi makanan tinggi antioksidan. Bahan makanan kaya antioksidan diantaranya adalah okra dan garut. Alternatif pengolahan okra dan garut adalah diolah menjadi tepung, untuk dimanfaatkan sebagai pengganti tepung terigu dalam pembuatan kue cubit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi pencampuran tepung okra dan tepung garut terhadap sifat fisik, aktivitas antioksidan, dan kandungan makronutrien kue cubit. Metode pada Penelitian eksperimen ini menerapkan tiga variasi perlakuan pencampuran tepung terigu, tepung okra, dan tepung garut, yaitu 70%: 15%: 15% (kue cubit B), 50%: 25%: 25% (kue cubit C), 30%: 35%: 35% (kue cubit D). Variabel bebasnya variasi pencampuran tepung okra dan tepung garut, variabel terikatnya sifat fisik, aktivitas antioksidan, dan kandungan makronutrien. Data dianalisis dengan One Way ANOVA. Dari hasil penelitian didapatkan kue cubit B dengan proporsi pencampuran tepung terigu, tepung okra, tepung garut 70%: 15%: 15% memiliki sifat fisik yang terbaik dibandingkan kedua variasi perlakuan yang lainnya. Hasil analisis pengaruh variasi pencampuran tepung okra dan tepung garut terhadap aktivitas antioksidan kue cubit menunjukkan p-value=0,000; kandungan protein p-value=0,773; kandungan lemak p-value=0,918; kandungan karbohidrat p-value=0,983. Variasi pencampuran tepung okra dan tepung garut berpengaruh signifikan terhadap sifat fisik dan aktivitas antioksidan, namun tidak mempengaruhi kandungan makronutrien kue cubit. DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v15i2.2948
KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK DAN FISIK YOGURT DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK HERBAL
Jurnal Teknologi Pangan Vol 15, No 2 : DESEMBER 2021
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v15i2.2949

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan ekstrak herball yang berbeda diantaranya kayu manis, lidah buaya, dan biji klabet terhadap karakteristik organoleptik dan fisik yogurt probiotik. Formulasi yogurt terdiri atas susu sapi, starter yogurt (Streptococcus thermophillus ENCC 0040, Lactobacillus bulgaricus ENCC 0041, Lactobacillus casei FNCC 0090, dan Bifidobacterium longum ATCC 15707) dan ekstrak kayu manis, lidah buaya dan biji klabet. Karakterisrik organoleptik yang diuji diantaranya warna, rasa, ketajaman aroma herbal, ketajaman rasa herbal, dan kekentalan, sedangkan sifat fisik yang diuji yaitu viskositas dan aktivitas air. Data organoleptik dianalisis menggunakan uji Kruskal Wallis dilanjutkan dengan Uji Mann-Whitney, sedangkan data sifat fisik menggunakan analisis ragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan jenis ekstrak herbal pada yogurt probiotik memberikan pengaruh yang nyata (P<0.05) terhadap warna, ketajaman aroma herbal, dan ketajaman rasa herbal, tetapi tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap, rasa, kekentalan, viskositas, dan aktivitas air DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v15i2.2949
SIFAT FISIKO-KIMIA KEMASAN BERBASIS GELATIN DENGAN VARIASI PENAMBAHAN GLISEROL DAN EKSTRAK DAUN KERSEN (Muntingia calabura)
Jurnal Teknologi Pangan Vol 15, No 2 : DESEMBER 2021
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v15i2.2940

Abstract

Kemasan yang dapat hancur terurai oleh aktivitas mikoorganisme setelah digunakan dan dibuang pada lingkungan yaitu kemasan yang terbuat dari bahan alam. Kemasan tersebut dapat terbuat dari lipid, hidrokoloid terdiri dari bahan yang bersumber dari protein dan polisakarida dan komposit kombinasi antara kelompok bahan tersebut. Gelatin merupakan salah satu golongan protein yang bersifat hidrokoloid yang larut dalam air mampu membentuk gel, membentuk lapisan tipis yang elastis dan membentuk kemasan menjadi transparan serta kuat. Gliserol merupakan salah satu komponen yang sangat besar dalam pembuatan kemasan dapat mengurangi gaya inter molekuler sepanjang rantai polimer sehingga mampu meningkatkan gaya, mudah digunakan untuk mengembangkan lebih lanjut sifat plastisnya, mempunyai sifat peningkatan penyerapan air dan meningkatkan fleksibelitas pada kemasan. Daun kersen (Muntingia calabura) mengandung kumpulan senyawa kimia antioksidan seperti flavonoid, tanin, triterpen, saponin, polifenol, dan senyawa lignin lainnya. Flavonoid bekerja sebagai antimikroba, antioksidan, antivirus, antihipertensi, menghidupkan perkembangan estrogen, dan mengobati fungsi hati. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sifat fisiko-kimia kemasan berbasis gelatin dengan variasi penambahan gliserol dan ekstrak daun kersen. Kemasan berbasis gelatin dibuat dengan variasi penambahan gliserol 10%;20%;30% dan ekstrak daun kersen yang berbeda yaitu 5%;10%;15%. Parameter yang dianalisis adalah uji ketebalan, kuat tarik, persen pemanjangan, kelarutan, kadar air dan aktivitas antioksidan. Perlakuan variasi penambahan gliserol dan ekstrak daun kersen terhadap sifat fisiko-kimia menghasilkan meningkatkan nilai ketebalan, menurunkan nilai kuat tarik (tensile strength), meningkatkan nilai persen pemanjangan (elongasi) dan meningkatkan nilai persen kelarutan, meningkatkan nilai kadar air, dan meningkatkan nilai aktivitas antioksidan pada kemasan. DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v15i2.2940
PENGARUH KOMPOSISI PATI JEWAWUT (Setaria italica L.) DAN LILIN LEBAH SERTA KONSENTRASI SORBITOL TERHADAP KARAKTERISTIK EDIBLE FILM
Jurnal Teknologi Pangan Vol 15, No 2 : DESEMBER 2021
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v15i2.2941

Abstract

Karakteristik edible film dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti komposisi bahan film, jenis dan konsentrasi aditif, serta kondisi pembuatan. Film dapat dibuat dari semua jenis pati yang mengandung amilosa karena sifat liniernya yang dominan. Pati dari jewawut (Setaria italica L.) berpotensi untuk digunakan sebagai matriks film karena mengandung amilosa yang tinggi. Edible film berbahan pati menunjukkan permeabilitas tinggi yang mengakibatkan laju transmisi uap air tinggi, penambahan lilin-lebah mampu menurunkan laju transmisi uap air karena sifatnya yang hidrofobik. Selain itu, untuk meningkatkan elastisitas film, sorbitol yang berfungsi sebagai aditif plasticizer ditambahkan ke dalam campuran pati jewawut dan lilin-lebah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi optimal pati jewawut dan lilin-lebah serta konsentrasi sorbitol untuk pembuatan edible film yang berkualitas. Untuk mencapai tujuan tersebut, pembuatan edible film dilakukan dalam dua tahap: tahap pertama adalah variasi komposisi pati jewawut dan lilin-lebah, 4:1%; 4.2:0.8% dan 4.4:0.6%. Tahap kedua adalah variasi konsentrasi sorbitol, 5%; 5,5% dan 6%. Data yang diperoleh dianalisis dengan Analysis of Variance (ANOVA), dan uji DMRT dilakukan jika pengaruhnya signifikan. Tahap pertama menghasilkan rendemen 12,025%, kadar air 11,68%, kadar pati 85,98%, kadar amilosa 25,795% dan kadar amilopektin 60,185%. Tahap kedua menunjukkan bahwa komposisi optimum pati jewawut dan lilin-lebah adalah 4:1%, dengan konsentrasi sorbitol 5% yang menghasilkan rendemen 11,77%, kadar air 15.896%, persen elongasi 10,791%, kuat tarik 0,915 N/mm2 dan 3.222 g/m2/hari laju transmisi uap air film. DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v15i2.2941
PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG TERIGU DENGAN TEPUNG BERAS UNGU TERHADAP MUTU DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN BROWNIES KUKUS
Jurnal Teknologi Pangan Vol 15, No 2 : DESEMBER 2021
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v15i2.2942

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung terigu dengan tepung beras ungu terhadap mutu, sifat organoleptik dan aktivitas antioksidan dari produk brownies kukus. Rancangan penelitian yang digunakan ialah Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan perlakuan 6 taraf dan 3 kali ulangan. Hasil memperlihatkan bahwa substitusi tepung terigu dengan tepung beras ungu memberikan pengaruh terhadap kadar air, abu, lemak, protein, serat pangan dan aktivitas antioksidan brownies kukus. Berdasarkan uji organoleptik, brownies kukus dengan perlakuan F (perbandingan tepung terigu : tepung beras ungu = 0 : 100) paling disukai oleh panelis dan memenuhi syarat mutu SNI 01-3840-1995 dengan komposisi kadar air (25,15 %), kadar abu (2,36 %), kadar lemak (5,87 %), kadar protein (1,11 %), kadar serat pangan (12,27 %) dan aktivitas antioksidan (64,34 %). DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v15i2.2942
KAJIAN PENAMBAHAN CRUDE BROMELIN DAN LAMA PERENDAMAN PADA PEMBUATAN NUGGET DAGING AYAM PETELUR AFKIR
Jurnal Teknologi Pangan Vol 15, No 2 : DESEMBER 2021
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v15i2.2943

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan konsentarasi enzim bromelin kasar dan lama perendaman terhadap kualitas daging ayam petelur afkir dan menentukan perlakuan terbaik antara penambahan konsentrasi enzim bromelin dan lama perendaman sehingga nugget yang dihasilkan dapat disukai oleh konsumen. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancang Acak Lengkap (RAL) faktorial 2 faktor yaitu konsentrasi bromelin (0.5%, 1%, 1.5%) dan lama perendaman (15, 30, 45 menit) dengan 3 kali ulangan. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan jika terdapat perbedaan nyata maka dilanjutkan dengan uji DNMRT. Pengamatan yang dilakukan untuk daging ayam petelur setelah direndam dalam crude bromelin adalah kadar air, kadar lemak, kadar protein, keempukan/tekstur, Water Holding Capacity (WHC). Kemudian pengamatan produk nugget berbahan ayam petelur afkir adalah keempukan/tekstur, rendemen, dan uji organoleptik. Produk nugget yang terbaik diperoleh berdasarkan kesukaan panelis melalui uji sensori yaitu perlakuan crude bromelin 1% dan lama perendaman 30 menit dengan nilai rangking sensori tertinggi yaitu tekstur 118, rasa 117, aroma 121, dan warna 119, tekstur produk nugget terukur 0.270 mm/g.dt, dan rendemen 84.49%. Produk nugget terbaik didukung oleh hasil pengujian awal daging yang telah direndam crude bromelin yaitu kadar air 72.36%, kadar lemak 1.39%, kadar protein 0.58%, keempukan 2.533 mm/g.dt, water holding capacity (WHC) 22.186. DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v15i2.2943

Page 1 of 1 | Total Record : 10