cover
Contact Name
Rachmat
Contact Email
rachmat@unm.ac.id
Phone
+6281244440017
Journal Mail Official
botinglangi@gmail.com
Editorial Address
Gedung DE Lantai 2 Kampus FSD UNM Parangtambung Jl. Daeng Tata Makassar 90224
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan
ISSN : -     EISSN : 28299280     DOI : http://dx.doi.org/10.26858/
Core Subject : Education, Art,
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan diterbitkan oleh Jurusan Seni Pertunjukan Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar. Boting Langi menerbitkan karya ilmiah hasil penelitian seni dan pendidikan seni. Redaksi menerima artikel belum pernah dipublikasikan di media lain dengan format penulisan sebagaimana tercantum pada halaman pedoman penulisan naskah. Jurnal ini terbit empat kali dalam setahun.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 3 (2025): Juli- Septermber" : 5 Documents clear
SIMBOL DAN REPRESENTASI VISUAL DRAMATURGI: KAJIAN SEMIOTIKA PADA FOTOGRAFI MODEL TOKOH PERTUNJUKAN PANGGUNG FANTASI Oktaviani, Danissa Dyah; Subagya, Timbul; Saputra, Andi Taslim
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 4, No 3 (2025): Juli- Septermber
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/bl.v4i3.74963

Abstract

Penelitian ini membahas bagaimana simbol dan sistem tanda bekerja dalam fotografi tokoh-tokoh pertunjukan panggung fantasi melalui pendekatan semiotika visual. Fokus kajian terletak pada konstruksi visual tokoh melalui elemen tata rias, kostum, pose tubuh, ekspresi wajah, serta latar artistik dalam foto, yang secara kolektif membentuk narasi visual dan makna konotatif. Dengan menggunakan teori semiotika Roland Barthes, penelitian ini menganalisis proses penandaan dalam citra fotografi model tokoh, khususnya bagaimana unsur visual ditransformasikan menjadi simbol identitas, emosi, dan nilai budaya. Tokoh-tokoh yang dikaji—termasuk representasi fantasi dari Drupadi, Dewi Swaraswati, dan Ratu Serabi—mengungkap bahwa fotografi pertunjukan bukan sekadar dokumentasi, tetapi juga media dramaturgi visual yang menyampaikan makna mendalam tentang peran, budaya, dan pesan simbolik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa visualisasi fotografis dapat membangun persepsi tokoh secara intens melalui strategi estetika dan tanda-tanda visual yang saling berkelindan. Dengan demikian, karya foto tokoh pertunjukan dapat diposisikan sebagai teks budaya yang merekam, mengonstruksi, dan mengartikulasikan identitas serta nilai-nilai yang terkandung dalam seni panggung fantasi kontemporer.
METODE ROYAL ACADEMY OF DANCE (RAD) PADA PEMBELAJARAN TARI PRE BALLET MARLUPI DANCE ACADEMY Agusti Sidik, Melia Cahya; Lestari, Dwi Junianti; Septiyan, Dadang Dwi
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 4, No 3 (2025): Juli- Septermber
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/bl.v4i3.74603

Abstract

This study aims to examine the application of the Royal Academy of Dance (RAD) method in learning pre ballet dance at Marlupi Dance Academy (MDA) as an effort to develop character, creativity, and motor skills in early childhood. Marlupi Dance Academy is a dance education institution that has been established since 1956 and consistently applies the RAD method as an international approach in its curriculum. The RAD method, which originated in the UK, is designed to provide a systematic, progressive, and developmentally appropriate structure for ballet learning. The research approach used was qualitative with descriptive methods, through direct observation, semi-structured interviews with trainers, students, and parents, as well as documentation in the form of photos and videos. The results show that the RAD method is applied through several stages of learning, including the provision of basic movement materials, introduction to music and expression, as well as the development of creativity and imagination. The learning process is conducted in three age-based pre ballet class categories, namely Pre School (2.5-4 years old), Pre Primary (5 years old and above), and Primary. Each category is designed to foster motor skills, musicality, and body awareness through a fun, educational, and interactive approach. The factors that influence the implementation of this method are divided into two, namely internal and external factors. Internal factors include student motivation and interest, self-confidence, physical and motor condition, as well as discipline and consistency. Meanwhile, external factors include the role of RAD-certified trainers, the quality of learning facilities and media, developmentally appropriate teaching methods, a positive learning environment, and parental support. The integration of both factors supports the effectiveness of learning, and contributes to children's character building, discipline and creativity from an early age
TEKNIK RIAS PENGANTIN DENGAN COMPLEXION TAHAN LAMA: STUDI KASUS OLEH MUA RASILIABRUSHES SERANG Sabrina, Nanda; Lestari, Dwi Juliyanti; Hadiyatno, Hadiyatno
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 4, No 3 (2025): Juli- Septermber
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/bl.v4i3.74630

Abstract

This research aims to reveal the long-lasting complexion technique in bridal makeup applied by MUA Rasiliabrushes in Serang, Banten. The research uses a qualitative approach with a case study method, which allows researchers to deeply explore bridal makeup strategies from the aspect of practice and direct experience of the actors. Primary data was collected through interviews with MUAs, clients, photographers, and direct observation of the makeup process, while secondary data was obtained from literature and academic references. The results showed that the success of long-lasting complexion is highly influenced by three main aspects, skin-prep that is adjusted to the skin type, proper layering application techniques, and the selection of compatible products, especially oil-free foundation and silicone primer. Rasiliabrushes uses a systematic approach starting from cleansing, toner and serum application, to final lockdown with setting powder and spray. The layering technique is gradual and precise to create a flawless, long-lasting finish that suits the client's skin needs. In addition to technique, factors such as client comfort, room lighting, and cleanliness of makeup tools also influence makeup success. This study reinforces previous findings that emphasize the importance of personalizing makeup techniques according to skin and environmental conditions. This study contributes to the practice of bridal makeup, and can be used as a reference for MUAs and other researchers in developing long-lasting and effective complexion techniques.
TRANFORMASI CERITA RAKYAT GOA MAMPU MENJADI PERTUNJUKAN DRAMATARI AUD Imran, Fitrya Ali; Jannah, Miftahul
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 4, No 3 (2025): Juli- Septermber
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/bl.v4i3.76495

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan transformasi cerita rakyat Goa Mampu dijadikan pertunjukan dramatari bagi Anak Usia Dini (AUD) oleh mahasiswa PIAUD IAIN Bone angkatan 2023, sekaligus menemukan nilai-nilai pendidikan moral yang dapat diajarkan melalui seni gerak. Studi ini dilakukan karena masih terbatasnya model kreatif yang mengintegrasikan cerita rakyat lokal secara edukatif dalam pembelajaran seni tari untuk PAUD. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi partisipatif proses latihan dan pertunjukan, wawancara mendalam dengan mahasiswa, baik itu penari maupun penata gerak, serta dokumentasi (foto, video, catatan, naskah). Data dianalisis melalui teknik interaktif secara berurutan: reduksi, penyajian naratif, dan penarikan kesimpulan; validitas diperkuat dengan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi cerita rakyat Goa Mampu dilakukan melalui tiga tahapan sistematis: eksplorasi (memahami struktur naratif dan nilai budaya lokal), improvisasi (pengembangan gerak dan musik yang sinkron dengan karakter cerita), serta komposisi (integrasi visual, properti, musik, pola lantai, dan ritme menjadi dramatari yang utuh). Pertunjukan ini berhasil menginternalisasi nilai pendidikan karakter menurut Lickona: aspek moral knowing (kejujuran, tanggung jawab), moral feeling (empati, simpati, rasa bersalah, rasa hormat budaya), dan moral action (simbolisasi tindakan, pengambilan keputusan moral, kerja sama kolektif, serta teladan etis mahasiswa). Kesimpulannya, dramatari “Kutukan dari Goa Mampu” menawarkan model pembelajaran seni tari berbasis budaya lokal yang efektif untuk pendidikan karakter AUD. Karya ini tidak hanya estetis tetapi juga mendidik, dengan implikasi praktis bagi pengembangan kurikulum seni gerak di PAUD serta penguatan kompetensi pedagogis mahasiswa. Penelitian ini direkomendasikan untuk dieksplorasi lebih lanjut dalam konteks berbeda atau dengan audiens anak langsung untuk mengukur efek optimalisasi karakter.
KAJIAN TRANSIT, TRANSISI, DAN GLOBALISASI TARI SERE BISSU MAGGIRI (TARIAN BISSU) Hijrina, Andi Fauziyah
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 4, No 3 (2025): Juli- Septermber
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/bl.v4i3.77541

Abstract

Penelitian ini mengkaji fenomena perubahan budaya dalam Tari Sere Bissu Maggiri sebagai bagian dari tradisi sakral komunitas Bissu di Sulawesi Selatan, melalui pendekatan transit, transisi, dan globalisasi. Tari ini awalnya berfungsi sebagai ritus spiritual dalam upacara adat Bugis yang dipimpin oleh Bissu, sosok pendeta androgini yang dipercaya sebagai perantara antara manusia dan Dewata SeuwwaE. Namun seiring dengan masuknya Islam, tekanan politik, serta pengaruh pariwisata dan globalisasi, terjadi pergeseran fungsi, makna, dan bentuk penyajian tari tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif berbasis kajian pustaka, dengan pendekatan teoretis dari Maruska Svasek (transit dan transisi budaya) dan Jonathan Friedman (globalisasi dan identitas kultural). Temuan menunjukkan bahwa Tari Sere Bissu Maggiri telah mengalami proses transit secara geografis dari pusat kerajaan ke wilayah-wilayah pinggiran, serta mengalami transisi makna dari sakral menjadi profan. Globalisasi mempercepat komodifikasi tari ini dalam ranah industri pariwisata, menggeser praktik ritual menuju bentuk pertunjukan budaya yang terlepas dari akar-akar spiritualnya. Penelitian ini merefleksikan pentingnya pelestarian makna otentik dalam tradisi budaya minoritas agar tidak tereduksi menjadi sekadar tontonan folkloristik di tengah arus homogenisasi budaya global

Page 1 of 1 | Total Record : 5