cover
Contact Name
Mi'rojul Huda
Contact Email
mirojuhuda@unesa.ac.id
Phone
+6281332207020
Journal Mail Official
mayamustika@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Unesa Ketintang Jl. Ketintang, Gedung I1.01.04, Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Civics and Moral Studies
ISSN : -     EISSN : 26150808     DOI : -
Core Subject : Social,
Journal of Civics and Moral Studies (JCMS) memuat hasil penelitian tentang isu-isu moral dan kewarganegaraan yang mencakup kajian tentang negara, warganegara, hubungan antara negara dan warganegara, moral, serta pendidikan kewarganegaraan dalam mendorong national character building.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 2 (2021)" : 6 Documents clear
PENDIDIKAN KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN DI SMP 26 SURABAYA NL Bimo Setyo Utomo; Oksiana Jatiningsih
Journal of Civics and Moral Studies Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.925 KB) | DOI: 10.26740/jcms.v6n2.p17-31

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan cara sekolah (SMPN 26 Surabaya) melakukan pendidikan karakter peduli lingkungan kepada siswa. Dengan berfokuskan kepada usaha sekolah menerapkan program pembiasaan kepedulian lingkungan serta mengatasi hambatan yang timbul sehingga terciptanya kebiasaan positif. Dengan asumsi bahwa proses belajar merupakan proses pembangunan pembiasaan perilaku seseorang datanya melalui pemikiran Skinner tentang pembiasaan anak sejak dini melalui stimulus serta penguatan yang diberikan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan study kasus. Informan penelitian terdiri dari wakil kepala sekolah bidang kurikulum, penanggung jawab kantin, guru pembimbing, serta perwakilan siswa. Melalui informan data dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi sekolah. Data yang telah didapat diolah dan dianalisis menggunakan cara Miles dan Huberman. Sesuai dengan hasil analisis ditemukan beberapa program sekolah tentang peduli lingkungan yaitu Mata pelajaran Lingkungan Hidup, Kantin Sehat, Lomba Kelas, dan ekstrakurikuler Tim Hijau. Program tersebut menjadi metode pembiasaan melalui stimulus di dalamnya dikuatkan oleh hadiah dan stimulus lanjutan. Dengan metode pelaksanaan pembiasaan program dilakukan secara berkelanjutan selama tiga tahun dari pertama siswa masuk hingga lulus. Pelaksanaan program menghasilkan kebiasaan peduli lingkungan pada siswa tercermin dari perilaku siswa. Sekaligus membuktikan bahwa stimulus dan penguatan dalam teori Skinner menjadi faktor pembentuk perilaku seseorang dalam proses belajar.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBENTUKAN AKHLAK RELIGIUS SISWA DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 1 MAGETAN Eryka Tri Nopitasari; Raden Roro Nanik Setyowati
Journal of Civics and Moral Studies Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (853.054 KB) | DOI: 10.26740/jcms.v6n2.p1-16

Abstract

Penelitian ini mengungkapkan tentang implementasi pendidikan karakter dalam membentuk akhlak religius siswa di MAN 1 Magetan yang merupakan salah satu lembaga pendidikan formal berbasis agama Islam di Kabupaten Magetan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan karakter dalam membentuk akhlak religius siswa di MAN 1 Magetan beserta kendala yang terjadi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori pendidikan karakter Thomas Lickona. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan karakter dalam membentuk akhlak religius siswa di MAN 1 Magetan dilaksanakan berdasarkan pada visi misi sekolah yang terlaksana dalam budaya sekolah. Dimana budaya sekolah di MAN 1 Magetan tergolong menjadi dua yaitu, (1) budaya sekolah yang berasal dari kegiatan rutin di Pondok Pesantren Sabilil Muttaqien, (2) budaya sekolah yang berasal dari peraturan pihak sekolah. Berbagai budaya sekolah MAN 1 Magetan tersebut sesuai dengan tiga komponen pokok pendidikan karakter yang dikemukakan oleh Thomas Lickona. Dimana budaya sekolah berupa kultum, ta’lim, dan muqadarah sesuai dengan dengan unsur moral knowing. Sedangkan kegiatan dzikir Al-Ma’surat, pelaksanaan zakat fitrah, dan penyaluran hewan qurban sesuai dengan unsur moral feeling. Kemudian kegiatan mujahadah, sholat dhuha dan dhuhur berjamaah, tadarus dan tartil Al-Qur’an sesuai dengan unsur moral action. Adapun kendala yang terjadi dalam mengimplementasikan pendidikan karakter dalam membentuk akhlak mulia religius siswa berasal dari siswa yaitu perbedaaan karakter seperti sifat malas dan tidak patuh siswa terhadap budaya sekolah disamping berasal dari pihak sekolah yaitu kurangnya sarana dan prasarana yang mendukung.
PERSEPSI MASYARAKAT DESA GUMENG KECAMATAN GONDANG KABUPATEN MOJOKERTO TERHADAP PENDIDIKAN TINGGI BAGI PEREMPUAN Maf'ula Wijayanti; Oksiana Jatiningsih
Journal of Civics and Moral Studies Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.279 KB) | DOI: 10.26740/jcms.v6n2.p47-63

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengungkap persepsi masyarakat Desa Gumeng terhadap pendidikan tinggi bagi perempuan. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif deskriptif. Informan dalam penelitian ini berjumlah delapan orang yang dipilih secara purposive sampling, dengan kriteria orang tua yang mempunyai anak perempuan yang melanjutkan pendidikan tinggi dan tidak melanjutkan pendidikan tinggi dengan perbedaan latar belakang antar informan dan bersedia untuk menyampaikan persepsinya terkait pendidikan tinggi bagi perempuan. Fokus penelitian yaitu persepsi orang tua terkait pendidikan tinggi bagi perempuan di Desa Gumeng. Pengumpulan data dilaksanakan selama satu bulan dengan menggunakan wawancara mendalam dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis data kualitatif interaktif menurut Miles dan Huberman yang mencakup pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, verifikasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan beberapa persepsi terhadap pendidikan tinggi bagi perempuan. Keluarga kaya berpersepsi positif pada pendidikan tinggi bagi perempuan yaitu perempuan berpendidikan tinggi dapat meningkatkan derajat orang tua dan ibu yang berkualitas melahirkan anak yang berkualitas. Keluarga miskin berpersepsi negatif terhadap pendidikan tinggi bagi perempuan yaitu pendidikan tinggi adalah pemborosan bagi perempuan, risiko perawan tua bagi perempuan berpendidikan tinggi dan perempuan berpendidikan tinggi cenderung fokus pada pekerjaan. 
PENGUATAN MODAL SOSIAL UMKM BATIK JETIS SIDOARJO DALAM MEMPERTAHANKAN USAHA DI ERA PANDEMI COVID-19 Dania Dyah Fitrawan; Maya Mustika Kartika Sari
Journal of Civics and Moral Studies Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.429 KB) | DOI: 10.26740/jcms.v6n2.p32-46

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penguatan modal sosial yang terjadi pada UMKM Batik Jetis Sidoarjo dalam mempertahankan usaha di era pandemi Covid-19. Fokus penelitian terletak pada aspek modal sosial yang ditinjau berdasarkan teori modal sosial Putnam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengambilan sumber data penelitian menggunakan teknik snowball sampling, Sumber data berasal dari enam informan pengrajin batik Jetis. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis secara kualitatif dengan menggunakan analisis interaktif Miles dan Huberman melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bonding social capital yang terwujud dalam memaksimalkan ikatan kekeluargaan dan kekerabatan. Sementara bridging social capial ditemukan dengan munculnya hubungan kemitraan dengan pemasok dan tengkulak. Pengrajin batik Jetis juga mengembangkan relasi dalam Paguyuban Batik Sidoarjo. Beberapa upaya yang dilakukan oleh pengrajin batik Jetis yaitu: memanfaatan bantuan saudara dan pemerintah dalam mengatasi masalah permodalan, mendapat dukungan anggota keluarga dalam pembagian kerja, mengurangi jumlah karyawan dan hasil produksi, menjalin kerjasama dengan pemasok untuk dapat melakukan pinjaman bahan baku dan memberi pinjaman stok hasil produksi kepada tengkulak, saling bertukar informasi antar anggota PBS, melakukan pemasaran produk batik melalui toko dan secara online, dan aktif bekerjasama dengan pemerintah dalam mempromosikan hasil produk batik khas Sidoarjo melalui acara kepemudaan.
PENDAMPINGAN PEREMPUAN KORBAN KEKERASAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI WOMEN CRISIS CENTER “YAYASAN HARMONI” JOMBANG Diany Catur Nandasari; Oksiana Jatiningsih
Journal of Civics and Moral Studies Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.712 KB) | DOI: 10.26740/jcms.v6n2.p64-79

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkap bentuk pendampingan dan faktor pendukung serta penghambat kegiatan pendampingan perempuan korban kekerasan pada masa pandemic covid-19 yang dilakukan oleh Women Crisis Center “Yayasan Harmoni” Jombang. Teori yang digunakan adalah teori strukturasi oleh Anthony Giddens. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif eksploratif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara mendalam. Teknik analisis yang digunakan data interaktif menurut Miles dan Huberman yang terdiri atas kegiatan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang didapatkan adalah Women Crisis Center “Yayasan Harmoni” Jombang memiliki prinsip dan bentuk kegiatan berupa pemberdayaan dan bantuan layanan hukum dan psikologis bagi perempuan korban kekerasan, selain itu dalam pelaksanaannya WCC Jombang juga mengalami beberapa hambatan selama pandemic berlangsung, beberapa di antaranya adalah (1) terbatasnya akses pendampingan korban, (2) merebaknya kasus KBGO, (3) Rendahnya komitmen pemerintah dalam menjamin hak perempuan korban kekerasan. Akan tetapi selain hambatan dalam kegiatan pendampingan, faktor pendukung utama yang membuat WCC Jombang tetap dapat berjalan adalah karena kualitas SDM yang mumpuni serta jaringan yang antar lembaga dengan organisasi masyarakat sipil maupun organisasi pemerintah sehingga layanan pendampingan dapat terus berjalan meskipun di era pandemic seperti saat ini. Dalam pelaksanaan pendampingan, agen sekaligus struktur WCC Jombang telah mengimplementasikan prinsip dari lembaga yakni pemberdayaan perempuan sehingga pola pikir yang dimiliki oleh para anggota lembaga maupun program kerjanya juga telah adil gender dan sesuai dengan nilai egalitarian meskipun pada praktiknya masih banyak korban memiliki pola pikir yang bertolak belakang yakni masih berpandangan patriarki sehingga menyulitkan proses pendampingan.
PERJUANGAN LEGISLATOR PEREMPUAN DALAM MELAWAN KETIDAKADILAN GENDER DI DPRD KABUPATEN LAMONGAN Yusriah Fajri Al Insani; Oksiana Jatiningsih
Journal of Civics and Moral Studies Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.783 KB) | DOI: 10.26740/jcms.v6n2.p80-97

Abstract

Problema ketidakadilan gender yang masih ada saat ini di Indonesia menyebabkan suatu ketimpangan dan kerugian pada salah satu pihak, mayoritasnya adalah perempuan. Hal tersebut menjadi suatu daya tarik  dalam melakukan penelitian tentang perjuangan legislator perempuan dalam melawan ketidakadilan gender dalam bidang politik yang terjadi di DPRD Kabupaten Lamongan. Belum termaksimalkannya jumlah 30% keterwakilan perempuan di lembaga legislatif serta memungkinkannya keterbatasan hak suara legislator perempuan dalam perumusan kebijakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan teknik pengambilan data melalui wawancara dengan subjek empat anggota legislator perempuan sebagai informan utama dan salah satu staf DPRD Kabupaten Lamongan sebagai informan tambahan. Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya legislator perempuan dalam memperjuangkan kesetaraan gender di DPRD Kabupaten Lamongan. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data kualitatif Miles dan Huberman yang terdiri atas reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Instrumen penelitian adalah Peneliti. Tujuan penelitian adalah: bentuk ketidakadilan gender di DPRD II Lamongan, upaya legislator perempuan dalam melawan ketidakadilan gender di DPRD Kabupaten Lamongan, dan hasil implementasinya.  Hasil penelitian mengungkap bahwa secara formal struktural kesetaraan gender telah diupayakan dan diimplementasikan di DPRD Kabupaten Lamongan yaitu terdapat jabatan pimpinan yang ditempati oleh legislator perempuan, namun demikian karena jumlahnya perempuan masih minoritas di DPRD Kabupaten Lamongan, hal tersebut merupakan dampak dari proses rekrutmen dalam partai politik masing-masing. Perjuangan legislator perempuan melalui peran aktifnya dalam beberapa kegiatan legislatif, perempuan  memiliki andil yang besar dalam mewujudkan kesejahteraan perempuan dalam upaya terwujudnya tujuan dari pengarusutamaan gender untuk kesetaraan gender di Kabupaten Lamongan.

Page 1 of 1 | Total Record : 6