cover
Contact Name
Budi Hariono
Contact Email
jofe@polije.ac.id
Phone
+6281907755024
Journal Mail Official
jofe@polije.ac.id
Editorial Address
Kelompok Riset Food Engineering, Politeknik Negeri Jember Jl. Mastrip PO BOX 164, Jember, Jawa Timur
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Food Engineering
ISSN : -     EISSN : 28100824     DOI : https://doi.org/10.25047/jofe
The journal publishes original research and review papers on any subject at the interface between food and engineering, particularly those of relevance to industry, including: Engineering properties of foods, food physics and physical chemistry; processing, measurement, control, packaging, storage and distribution; engineering aspects of the design and production of novel foods and of food service and catering; design and operation of food processes, plant and equipment; economics of food engineering, including the economics of alternative processes.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2025): January" : 5 Documents clear
Pengaruh Substitusi Jamur Champignon Dan Tepung Kedelai Terhadap Sifat Fisik Dan Kimia Dalam Pembuatan Bakso Analog: The Effect Of Champignon Mushroom And Soybean Flour Substitution On Physical And Chemical Properties In The Making Of Analogue Meats Hartono, Ananda Christian Dwi; Kurniawati, Elly
JOFE : Journal of Food Engineering Vol. 4 No. 1 (2025): January
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jofe.v4i1.3461

Abstract

Bakso analog adalah produk yang terbuat dari bahan nabati yang dibuat dari bahan bukan daging. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui interaksi jamur champignon dan kedelai berpengaruh terhadap sifat fisik, dan kimia. Bahan baku yang digunakan adalah jamur champignon, tepung kedelai, tapioka dan bumbu-bumbu lainnya. Penelitian inn dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan R1 (75:25), R2 (68:32), R3 (63:37), R4 (56:44) dan R5 (50:50) dengan 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa perbandingan konsentrasi jamur champignon dan tepung kedelai memberikan pengaruh nyata terhadap tekstur, kadar air, dan kadar protein. Berdasarkan penelitian diperoleh hasil tekstur 4,7 (N), kadar air 57,41% dan kadar protein 20,17%.
Pengaruh Konsentrasi Pektin dan Sari Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) Terhadap Sifat Fisik, dan Kimia: The Comparison of Pectin Concentration and Extract of Belimbing Wuluh (Avverhoa bilimbi L.) on the Physical, Chemical, and Organoleptic Properties of Carrot Jam (Daucus carota L.) Maulidia, Sofiyani Riski; Kurniawati, Elly
JOFE : Journal of Food Engineering Vol. 4 No. 1 (2025): January
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jofe.v4i1.3522

Abstract

Salah satu titik kritis dalam pembuatan selai, yaitu proporsi antara bubur buah, pektin, asam sitrat, dan gula. Penambahan pektin jika terlalu banyak menghasilkan selai dengan tekstur yang lebih padat. Sedangkan asam sitrat ditambahkan untuk menciptakan pH asam yang membantu pembentukan gel. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh konsentrasi pektin dan sari belimbing wuluh terhadap sifat fisik, kimia dan organoleptik selai wortel, mengetahui konsentrasi pektin dan sari belimbing wuluh terhadap sifat organoleptik serta menentukan produk terbaik. Metode penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAL) dengan 2 faktor dan dilakukan 3 kali pengulangan. Konsentrasi perbandingan sari belimbing wuluh (P) dan pektin (S) antara lain P1S1 = (15% : 1%), P1S2 = (15% : 1,5%), P1S3 = (15% : 2%), P2S1 = (20% : 1%), P2S2 = (20% : 1,5%), P2S3 = (20% : 2%), P3S1 = (25% : 1%), P3S2 = (25% : 1,5%), P3S3 = (25% : 2%). Hasil penelitian memberikan pengaruh signifikan terhadap daya oles, kadar air, vitamin C, dan pH bertutur-turut sebesar 2,9 cm – 6,5 cm, 29,66%bb – 35,51%bb, 28,62 mg/100g – 39,57 mg/100g, dan 3,57 – 4,59, serta mutu hedonik selai. Namun tidak berpengaruh terhadap kadar abu dan total padatan terlarut.
Perhitungan Neraca Massa Dan Energi Proses Pengolahan Tepung Pisang Kepok: Calculation of Mass and Energy Balance of Kepok Banana Flour Process zefanya yusuf, yudea; Hermanuadi, Didiek
JOFE : Journal of Food Engineering Vol. 4 No. 1 (2025): January
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jofe.v4i1.5033

Abstract

Pisang merupakan salah satu tanaman yang memiliki produksi cukup banyak di Indonesia. Salah satu karakteristik pisang adalah buahnya yang mudah rusak. Upaya agar dapat memperpanjang umur simpan pisang adalah dengan melakukan pengolahan buah pisang menjadi tepung. Tujuan penelitian ini memperoleh desain unit pengolahan dan kelayakan pendirian usaha tepung pisang. Pendirian unit tepung pengolahan tepung pisang berlokasi di Kabupaten Malang, Jawa Timur dengan kebutuhan ruang seluas 1.095m2. Kapasitas produksi tepung pisang yang akan dibangun adalah 20.000 kg pisang per siklus dan menghasilkan tepung pisang sebanyak 5.997 kg. Didapati hasil akhir pada neraca massa proses pengemasan adalah 5.997 kg dan nilai neraca energinya 527.764 kJ.
Multigrain Rice Instan Sebagai Sumber Protein dan Karbohidrat: Instant Multigrain Rice as a Source Of Protein And Carbohydrates Gemilang, Galuh; Kurniawati, Elly
JOFE : Journal of Food Engineering Vol. 4 No. 1 (2025): January
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jofe.v4i1.5127

Abstract

Multigrain rice adalah makanan pokok siap saji yang terbuat dari pencampuran kacang-kacangan dan sereal, yang kaya akan serat pangan dan protein nabati. Penelitian ini bertujuan menghasilkan formulasi multigrain rice instan dengan kandungan protein dan karbohidrat tertinggi. multigrain rice instan merupakan kombinasi biji-bijian dan kacang-kacangan, seperti sorgum, jagung, kedelai, dan edamame, yang kaya akan nutrisi. Formulasi yang diuji adalah F1 (20% sorgum, 30% jagung, 0% kedelai, 50% edamame), F2 (20% sorgum, 30% jagung, 10% kedelai, 40% edamame), F3 (20% sorgum, 30% jagung, 20% kedelai, 30% edamame), F4 (20% sorgum, 30% jagung, 30% kedelai, 20% edamame), F5 (20% sorgum, 30% jagung, 40% kedelai, 10% edamame), dan F6 (20% sorgum, 30% jagung, 50% kedelai, 0% edamame). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial dengan tiga kali pengulangan. Analisis kandungan protein dan karbohidrat dilakukan sesuai SNI 01-2891-1992. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi F1 memiliki kandungan protein tertinggi sebesar 18,45%, sedangkan formulasi F6 memiliki kandungan karbohidrat tertinggi sebesar 69,41%. Kombinasi serealia dan kacang-kacangan seperti sorgum, jagung, kedelai, dan edamame berperan sebagai sumber serat, protein nabati, dan karbohidrat. Multigrain rice instan ini dapat menjadi alternatif pangan fungsional yang praktis, memenuhi kebutuhan gizi, dan mendukung keanekaragaman pangan. Penelitian ini dapat menjadi dasar pengembangan produk pangan sehat berbasis multigrain.
Uji Efek Sitotoksisitas Pada Daun Tanaman Herbal Terhadap Sel Vero.: Cytotoxicity Effect Test and Sensory Characteristics of Herbal Plant Leaves on Normal Cells Afianda, Gabrielle Dwi; Budiati, Titik
JOFE : Journal of Food Engineering Vol. 4 No. 1 (2025): January
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jofe.v4i1.5308

Abstract

Secara umum daun tanaman herbal dapat dimanfaatkan dengan berbagai cara, baik untuk kesehatan, kecantikan, hingga kebutuhan sehari-hari. Daun tanaman herbal juga dapat dimanfaatkan dalam pembuatan teh. Pusat Penelitian farmasi dan makanan mengembangkan metode berbasis sel normal (sel Vero) sebagai alat prediksi keberadaan senyawa toksik yang telah melalui uji toksisitas. Salah satu metode dalam penentuan derajat sitotoksisitas fitokimia yaitu uji MTT (methylthiazol-2-yl-2,5-diphenyltetrazolium bromide). Tujuan penentuan sitotoksisitas adalah untuk memperoleh informasi awal mengenai potensi toksisitas suatu senyawa. analisis data diperoleh dari perhitungan viabilitas sel (%) terhadap daun tanaman herbal. Penelitian yang dilakukan menggunakan variasi viabilitas sel daun tanaman herbal dengan variasi konsentrasi 15,625; 31,25; 62,5; 125; 250; 500; 1000 µg/ml. Semakin tinggi konsentrasi maka semakin banyak bahan aktif yang terkandung dalam sampel dan semakin besar kemampuannya dalam membunuh sel. Viabilitas sel tertinggi pada konsentrasi 15,625 µg/mL pada uji sitotoksisitas yang disebabkan oleh kombinasi faktor yang mendukung viabilitas sel. Sampel uji ditemukan tidak toksik bagi sel normal.

Page 1 of 1 | Total Record : 5