cover
Contact Name
Aulina Adamy
Contact Email
aulinaadamy@gmail.com
Phone
+6281298061066
Journal Mail Official
jurnal.rumoh@unmuha.ac.id
Editorial Address
Prodi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Aceh, Jl. Muhammadiyah No. 91 Bathoh, Kecamatan Lueng Bata, Banda Aceh
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Rumoh: Journal of Architecture
ISSN : 20889399     EISSN : 27984648     DOI : https://doi.org/10.37598/rumoh
Core Subject : Engineering,
Jurnal ini memuat artikel-artikel ilmiah pada lingkup ilmu: arsitektur, lanskap, interior, perancangan kota dan permukiman serta arsitektur lingkungan. Rumoh menerima artikel ilmiah, studi kasus, studi literatur, laporan serta artikel untuk edisi khusus. Artikel ilmiah ini diterima dalam Bahasa Indonesia dan Inggris.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 11 No. 1 (2021): Juni" : 5 Documents clear
THE ENVIRONMENTAL DRIVERS BEHIND THE DEVELOPMENT OF THE VICTORIAN TEXTILE FACTORY Suci Farahdilla
Rumoh Vol. 11 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (669.275 KB) | DOI: 10.37598/rumoh.v11i1.130

Abstract

Textile industry in the nineteenth century of the British empire was one of the milestone industries which center around cotton mills. The development of this industry attracted many people who wished to increase their life’ standard to migrate to area near the factories located in order to work there. As much as giving revenue for the country, these factories also gave impact to the environment as well as people living and working in it. There were three things behind the environmental impact during the Victorian era of textile industry, fire hazard, mills’ poor conditions and factory bill. Flammable materials, like raw cotton which mainly used in this industry, and high temperature room caused the factories engulfed in fire. The lacked protection from fire of the factories’ construction then led to a new building method being introduced and applied called the “Fireproof Construction”. Poor health condition of the workers who worked in high humidity and temperature of cotton mills brought a creation of factory bill (Factory Act) being passed.  However, the act that was supposed to act as a regulation for factories owners to offer their worker a much more suitable place to work was hardly fully implied during this time. The writer used literature review method in collecting data. This article therefore intended to deliver the reader about the environment situation in the cotton factories while also giving the idea on how hardly an ideal comfort was achieved.
REVITALISASI TAMAN KOTA SIGLI SEBAGAI RUANG PUBLIK YANG BERNUANSA ISLAMI Desi Safriana
Rumoh Vol. 11 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2739.667 KB) | DOI: 10.37598/rumoh.v11i1.134

Abstract

Keberadaan taman kota merupakan hal yang sangat penting dalam perancangan kota. Selain berfungsi sebagai fasilitas publik, taman kota juga sangat penting keberadaannya jika ditinjau dari berbagai aspek. Berdasarkan Rencana Tata Ruang Provinsi Aceh, setiap Kabupaten/Kota harus memiliki kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebanyak 30%. Penelitian ini mengambil tempat di Kota Sigli yang merupakan salah satu kecamatan yang berada di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, Indonesia. Pemerintah Kota Sigli saat sekarang ini sedang melakukan pembangunan di berbagai sisi, salah satunya adalah pembangunan taman kota sebagai fasilitas ruang terbuka hijau dan ruang publik. Taman Kota yang berada di jalan Merdeka, tepatnya di tepian sungai Sigli ini sangat berpotensi untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat terhadap kebutuhan akan ruang terbuka atau sarana publik. Namun berdasarkan pengamatan penulis di lokasi, taman kota ini terlihat sepi dari pengunjung, kurang terawat dan disalahgunakan sebagai tempat pembuangan sampah. Hal ini tentunya sangat merugikan bagi masyarakat dan lingkungan, mengingat taman kota ini merupakan fasilitas publik yang harus dioptimalkan dengan baik. Untuk meningkatkan kunjungan dan pemanfaatan Taman Kota Sigli ini maka di perlukan tindakan untuk perubahan atau melakukan revitalisasi. Untuk mengetahui tindakan apa yang mesti dilakukan, maka diperlukan identifikasi persepsi masyarakat kota Sigli mengenai taman tersebut. Untuk itu maka dilakukan penelitian ini guna terciptanya taman pusat kota yang representative bernuansa Islami sebagai bagian ruang publik pusat Kota Sigli. Berdasarkan temuan penelitian, telah direncanakan penataan ulang Taman Kota Sigli yang representative dan bernuansa Islami. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan kontribusi bagi Pemerintah dan masyarakat Kota Sigli.
REDESAIN ASRAMA HAJI ACEH, TEMA: GREEN ARCHITECTURE Ahmadi Ahmadi; Faiza Aidina
Rumoh Vol. 11 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3147.974 KB) | DOI: 10.37598/rumoh.v11i1.136

Abstract

Redesain Asrama Haji Aceh dilatar belakangi oleh beberapa masalah yang terjadi baik dari segi penataan ruang luar maupun sarana dan prasarana yang sudah tidak nyaman karena bangunan antar massa terlalu jauh, penataan parkir yang tidak teratur dan sirkulasi jalur masuk dan keluar yang tidak terarah sehingga membuat kemacetan pada saat musim haji. Perencanaan Redesain Asrama Haji Aceh berlokasi di jalan T. Nyak Arif, Lingke, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh. Maksud dari perencanaan ini adalah dapat memberikan kenyamanan bagi jamaah dan menyediakan fasilitas yang memadai untuk jamaah yang sesuai dengan kebutuhan dan fungsinya. Klasifikasi Redesain Asrama Haji Aceh merupakan Type Asrama Haji Embarkasi, yaitu Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah. Perencanaan ini menerapkan tema Green Architecture dengan memanfaatkan kondisi dan sumber energy alami, menaggapi keadaan tapak pada bangunan dan memperhatikan pengguna bangunan. Analisis  yang  dipakai  dalam  bangunan  ini  yaitu  analisis fungsional, analisis tapak dan analisis bangunan. Redesain Asrama Haji Aceh menerapkan pemanfaatan air hujan dan penerapan vertical garden. Luas Lahan 25.300 m2. Bangunan bermassa banyak dan bertingkat rendah, Koefesien Dasar Bangunan (KDB) 151.800 m2 dan luas keseluruhan bangunan 50.600 m2. Redesain Asrama Haji Aceh memiliki 84 kamar dengan kapisitas satu kamar 4 orang. Fasilitas  penunjang Redesain Asrama Haji Aceh yaitu kantin, masjid dan pos satpam.
ISLAMIC CENTRE DI ACEH SELATAN (INTANGIBLE METAPHOR) Mitra Ariansyah; Muhammad Joni
Rumoh Vol. 11 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (761.023 KB) | DOI: 10.37598/rumoh.v11i1.138

Abstract

Aceh Selatan termasuk sebagai daerah yang memiliki nilai Keislaman yang tinggi, hampir disetiap kampung memiliki masjid dan hampir di setiap desa/kelurahan ada Majelis Taklim dan Pondok Pesantren, Untuk saat ini jumlah pesantren di Kabupaten Aceh Selatan terdapat Enam puluh lima Pondok Pesantren dan masjid berjumlah Dua ratus tujuh puluh masjid. Maka dari itu perlu hadirnya sebuah pusat kegiatan umat Islam di Aceh Selatan. Islamic Center di Aceh Selatan terletak di Kota Fajar Kecamatan Kluet Utara, maksud dari  bangunan ini yaitu memberikan pelayanan kepada masyarakat, pemberdayaan dan peningkatan lembaga keagamaan, meningkatkan pengetahuan dan keimanan, bertujuan yaitu, mewujudkan wadah pusat pengembangan kegiatan Islam di Aceh Selatan yang dapat menunjang kegiatan dalam bidang dakwah, sosial pendidikan, dan kebudayaan. Islamic Center tingkat kabupaten yaitu Islamic Center yang berada di wilayah lokal Kabupaten dan mempunyai masjid bertaraf kabupaten, yaitu masjid agung, yang dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas seperti Peribadatan/ibadah, fasilitas mu’amalah dan fasilitas tarbiyah. lebih banyak berorientasi pada operasional pembangunan dakwah secara langsung. Penerapan tema Intangible Metaphora pada bangunan Islamic Center ini tranformasi dari bentuk tangan ketika berdo’a hingga membentuk block-block bangunan yang berjumlah 10 sesuai dengan jumlah jemari tangan. Tema Intangible Metaphor ini diharapkan bahwa sesuai fungsinya bangunan ini sendiri dapat menjadi media penyedia dan informasi tentang Islamic Center Aceh Selatan. Luas lahan 40.000m², luas lantai dasar 9.505m², luas lantai keseluruhan 38.020 m², massa tunggal, dengan kapasitas di dalam bangunan menampung 3000 jamaah, serta di luar bangunan menampung 1000 jamaah. Fasilitas kegiatan utama adalah ruang Ruang Shalat, Kantor Pengelola, Kantor Baziz, Ruang Kelas, Perpustakaan, Mess dan Radio dakwah. Sedangkan penunjang ada Auditorium, Restoran dan pos penjagaan.
KARAKTER ARSITEKTUR RUMAH ULU DI TEPIAN SUNGAI KOMERING Ina Indah Rahmadani; Wahyu Heny K. Sapardir; Ully Amrina
Rumoh Vol. 11 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1928.485 KB) | DOI: 10.37598/rumoh.v11i1.139

Abstract

Rumah Ulu merupakan model rumah panggung yang khas dari pedalaman Sumatera Selatan yang masih dapat dijumpai di desa-desa di sepanjang Sungai Komering. Rumah-rumah Ulu di Desa Kangkung saat ini dalam kondisi memprihatinkan. Beberapa mengalami modifikasi, rusak bahkan ambruk. Rumah menjadi saksi sejarah perkembangan arsitektur saat itu. Ini tercermin dari tampilan bangunan dan ruang-ruang yg ada di dalamnya. Sayangnya Upaya pelestarian Rumah Ulu tradisional di pedesaan juga dirasa belum maksimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pola ruang rumah Ulu berbentuk sederhana dan sangat fungsional. Ruang-ruang yang ada menggambarkan kebutuhan dasar ruang di dalam rumah. Pola ini juga tampaknya diterapkan pada pembangunan perumahan masa kini pada umumnya.

Page 1 of 1 | Total Record : 5