cover
Contact Name
Aulina Adamy
Contact Email
aulinaadamy@gmail.com
Phone
+6281298061066
Journal Mail Official
jurnal.rumoh@unmuha.ac.id
Editorial Address
Prodi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Aceh, Jl. Muhammadiyah No. 91 Bathoh, Kecamatan Lueng Bata, Banda Aceh
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Rumoh: Journal of Architecture
ISSN : 20889399     EISSN : 27984648     DOI : https://doi.org/10.37598/rumoh
Core Subject : Engineering,
Jurnal ini memuat artikel-artikel ilmiah pada lingkup ilmu: arsitektur, lanskap, interior, perancangan kota dan permukiman serta arsitektur lingkungan. Rumoh menerima artikel ilmiah, studi kasus, studi literatur, laporan serta artikel untuk edisi khusus. Artikel ilmiah ini diterima dalam Bahasa Indonesia dan Inggris.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 18 (2019): Desember" : 6 Documents clear
ARSITEKTUR POST-MODERN Qurratul Aini; Hayatullah Hayatullah
Rumoh Vol. 9 No. 18 (2019): Desember
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.728 KB) | DOI: 10.37598/rumoh.v9i18.79

Abstract

Kebangkitan revolusi industry yang dimulai pada awal abad XIX telah menyebabkan terjadinya perubahan dalam skala besar pada pola hidup dan pola pikir masyarakat pada saat itu. Perubahan ini turut memberikan pengaruh besar dalam perkembangan arsitektur dan membawa perubahan tersendiri pada beberapa karya arsitektur. Dipelopori oleh Le Corbusier, arsitektur modern dengan tiga tahap perkembangannya mulai ditinggalkan pada tahun 1960-an. Sebagai penyempurnaan, lahirlah arsitektur post modern yang digagas oleh Charles Jencks. Beberapa bangunan yang mengaplikasikan design arsitektur post modern diantaranya adalah gedung bank nasional Georgia yang terletak di Tbilisi,Bangunan Hotel Asia yang terletak di Surakarta serta Museum Tsunami Aceh yang terletak di Banda Aceh. Arsitektur post modern selalu berusaha mempertahankan bangunan lama yang memiliki nilai sejarah tinggi dengan cara membuatnya berdampingan dengan bangunan baru sehinga keduanya akan saling mendukung. Meskipun tidak sepopuler gaya arsitektur lainnya, arsitektur post modern masih terus berkembang dan digunakan hingga saat ini.
GELANGGANG OLAHRAGA PIDIE JAYA: Arsitektur Hi-Tech Taufiq Hidayah; Muhammad Joni
Rumoh Vol. 9 No. 18 (2019): Desember
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (785.232 KB) | DOI: 10.37598/rumoh.v9i18.80

Abstract

Di Kabupaten Pidie Jaya banyak melahirkan atlit-atlit yang berprestasi dan pernah beberapa kali ikut dalam ajang POPDA dan PORDA sehingga perlu direncanakan sebuah Gelanggang Olahraga yang memenuhi standar tingkat Nasional dan dapat menjadi pusat kegiatan olahraga bagi remaja dan dewasa dengan kapasitas penonton 3.000 orang. Gelanggang Olahraga Pidie Jaya tergolong tipe B dengan fasilitas lapangan bola basket, bola volly, bulutangkis, futsal, tenis, dan sepaktakraw. Luas area bebas 40 meter x 25 meter dengan tinggi 12.5 meter. Penggunaan tema Arsitektur High-Tech pada bangunan direncanakan dengan penggunaan struktur bangunan yang didominasi oleh material baja dan material-material fabrikasi lainnya. Sehingga dapat menyelaraskan dengan perancangan bangunan bentang lebar. Analisa yang dilakukan ialah lingkungan, fungsional dan bangunan yang dikaitkan dengan Arsitektur High-Tech, sehingga menghasilkan konsep desain yang seimbang antara standar dan tema yang diharapkan. Luas lahan perancangan Gelanggang Olahraga Pidie Jaya yaitu 23.000 m² dengan KDB sebesar 60% (13.800 m²), KLB sebesar 2,4 (55.200 m²), dan GSB) 6 m. Massa bangunan menggunakan pola massa tunggal. Dengan difasilitasi lapangan olahraga in door, ruang tribun penonton, ruang fitness center, ruang tamu VIP, mushalla, kios souvenir, café/resto, dan area lapangan olahraga out door. sehingga bangunan ini nantinya dapat mewadahi fasilitas olahraga yang berstandar nasional.
ARSITEKTUR PERILAKU Henny Marlina; Devi Ariska
Rumoh Vol. 9 No. 18 (2019): Desember
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.236 KB) | DOI: 10.37598/rumoh.v9i18.81

Abstract

Arsitektur Perilaku merupakan hubungan manusia dengan lingkungannya serta perilakunya memiliki hubungan timbal balik, saling terkait dan saling mempengaruhi. Arsitektur perilaku merupakan arsitektur yang menerapkan pertimbangan-pertimbangan perilaku dalam perancangan. Dalam merancang sebuah bangunan pada arsitektur perilaku harus diperhatikan agar peran bangunan dapat berfungsi sebagai suatu pelayanan sosial dalam arti yang luas maka elemen-elemen yang harus dipertimbangkan. Prinsip-prinsip arsitektur perilaku yaitu mampu berkomunikasi dengan manusia dan lingkungan, mewadahi aktivitas penghuninya dengan nyaman secara fisik maupun psikis dan memperhatikan kondisi dan perilaku pemakai.
SABANG OCEANARIUM: Arsitektur Hi-Tech Teuku Reza Maulana
Rumoh Vol. 9 No. 18 (2019): Desember
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2003.433 KB) | DOI: 10.37598/rumoh.v9i18.83

Abstract

Sabang merupakan kepulauan yang terletak di Provinsi Aceh dan menjadi salah satu tujuan wisata yang diminati, salah satunya karena potensi keanekaragaman biota lautnya. Potensi tersebut selaindijadikan sebagai objek wisata bahari juga dapat dijadikan sebagai sumber ilmu pengetahuan serta sebagai media riset untuk perkembangan pendidikan. Oceanarium merupakan salah satu wadah yang mengakomodasi kegiatan rekreatif dan edukatif melalui perkenalan keanekaragaman biota bawah laut. Lokasi berada di jalan utama Kota Sabang menuju ke Nol Kilometer, Pantai Iboih, Sabang yang terletak 25 meter diatas permukaan laut, dengan kondisi lahan berkontur. Oceanarium termasuk dalam tipologi museum dalam kategori science berupa Aquarium, Marine Museum. Pendekatan tema arsitektur hi-tech bertujuan agar desain yang dihasilkan aman melalui penerapan sistem teknologi yang canggih serta nyaman. Analisis yang digunakan adalah analisis fungsional, analisis tapak dan analisis bangunan, sehingga dapat menghasilkan konsep desain yang simbang. Penerapan desain pada Sabang Oceanarium adalah menganalogikan bentuk biota laut, dengan menampilkan kekuatan struktur rangka bidang dan struktur kabel, pewarnaan yang cerah, transparan, dan didominasi penggunaan lempengan baja dan kaca. Luas lahan yaitu 33.055 m2. Terdiri dari 2 lantai. Luas lantai dasar bangunan adalah 9.219 m2 dan luas keseluruhan lantai bangunan adalah 14.347 m2. Kapasitas pengunjung pada waktu puncak adalah 260 orang dengan periode kunjungan sebanyak 3 (tiga) kali dalam sehari. Bangunan Bermassa Tunggal dengan menggabungkan area edukatif dan rekreatif, konservasi, pengelola dan maintanance. Adapun fasilitas yang tersedia adalah akuarium utama, akuarium laut dangkal, akuarium laut dalam, akuarium hiu, kolam sentuh, kolam atraksi, area pameran, audio visual, cafetaria, laboratorium, kantor pengelola dan area servis.
ARSITEKTUR KONTEMPORER PADA BANGUNAN Mufti Ali Nasution; Effendi Nurzal
Rumoh Vol. 9 No. 18 (2019): Desember
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.875 KB) | DOI: 10.37598/rumoh.v9i18.87

Abstract

Arsitektur kontemporer tidak muncul secara tiba-tiba, gaya arsitektur ini didasari oleh semangat perubahan yang berakar dari revolusi Industri di Inggris. Revolusi Industri mengakibatkan munculnya tipologi bangunan baru yang sebelumnya belum pernah ada, seperti tipologi pabrik, gudang, dan sebagainya. Revolusi industri juga mengakibatkan adanya material dan teknik baru dalam Arsitektur. Arsitektur Kontemporer adalah gaya aliran arsitektur yang muncul pada akhir abad 20 sampai dengan saat ini dan juga menampilkan sesuatu yang berbeda dengan menampilkan kualitas tertentu terutama dari segi penggunaan teknologi dan juga kebebasan dalam menampilkan suatu gaya arsitektur. ciri–ciri arsitektur kontemporer sebagai berikut Ideologi adalah suatu konsep yang memberikan arah,tuuan dan maksud agar pemahaman arsitektur kontemporer bisa lebih terencana dan sistematis, Style (ragam) adalah gaya – gaya dalam arsitektur kontemporer sehingga memberikan pengertian mengenai pemahaman bentuk, cara, rupa dan sebagainya yang khusus mengenai arsitektur kontemporer, Ide Desain merupakan gagasan awal dalam perancangan suatu karya. Pengertian ide-ide desain dalam Arsitektur Kontemporer ialah merupakan suatu gagasan perancangan yang mendasari atau menjai titik awal karakteristik Arsitektur Kontemporer.
PANTI JOMPO AL WASILAH DI BANDA ACEH : Tema: Arsitektur Perilaku Devi Ariska; Henny Marlina
Rumoh Vol. 9 No. 18 (2019): Desember
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (975.758 KB) | DOI: 10.37598/rumoh.v9i18.98

Abstract

Kondisi Panti Jompo Rumoh Sejahtera Geunaseh Sayang saat ini masih kurang memadai baik dari segi sarana maupun fasilitas yang ada seperti kurangnya pencahayaan dalam ruang, dimensi ruang yang tidak mencukupi, material yang tidak sesuai, tidak ramah terhadap difable serta kondisi yang kurang terawat. Permasalahan ini diselesaikan dengan cara merancang panti jompo sesuai dengan standar yang telah di tetapkan. Lokasi Panti Jompo Al Wasilah di Banda Aceh ini berada pada jalan Prof. Ali Hasyimi, Pango Raya, Kecamatan Ulee Kareng, Kota Banda. Panti Jompo Al Wasilah ini menerapkan tema Arsitektur Perilaku yang merupakan hubungan timbal balik antara arsitektur dan perilaku dimana desain-desain yang diciptakan harmonis antara bangunan, pengguna, lingkungan dan menjadi satu komposisi yang dipersatukan dan saling berhubungan. Penerapan tema ini dapat dilihat pada ukuran ramp yang sesuai standar khusus difable yaitu 9 meter dengan kemiringan ramp 5% dan dilengkapi dengan railing, material lantai yang digunakan bertekstur untuk mencegah lansia terjatuh, material dan warna di bedakan untuk mempermudah lansia dalam memahami kondisi jalan atau ruang serta sebagai petunjuk arah. Klasifikasi yang diterapkan antaranya Panti Jompo Al Wasilah di Banda Aceh termasuk kedalam bangunan gedung sosial budaya, batasan lansia ditinjau dari aspek umur yaitu 60 tahun keatas. Analisis yang dipakai dalam bangunan ini yaitu analisis fungsional, analisis tapak dan analisis bangunan. Luas lahan Panti Jompo Al Wasilah di Banda Aceh adalah 27.320 m², massa bangunan merupakan masa tunggal berlantai banyak dengan Koefisien Dasar Bangunan (KDB) 60% yaitu 16.392 m², dan Koefisien Lantai Bangunan (KLB) 32.784 m² dengan fasilitas yaitu hunian lanjut usia, klinik kesehatan, ruang ketrampilan, area rekreasi, ruang ibadah, serta hunian pengasuh.

Page 1 of 1 | Total Record : 6