cover
Contact Name
Shofiyulloh
Contact Email
eljizya@uinsaizu.ac.id
Phone
+6285726179644
Journal Mail Official
eljizya@uinsaizu.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto Jl. Jend. A. Yani No. 40A Purwokerto 53126 Jawa Tengah - Indonesia
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
el-Jizya: Jurnal Ekonomi Islam
ISSN : 2354905X     EISSN : 25796208     DOI : https://doi.org/10.24090/ej
Core Subject : Economy,
el-Jizya: Jurnal Ekonomi Islam is a scientific journal published by Faculty of Economic and Islamic Bussiness UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto. First printed edition was published in 2013, and since 2017 it has been published in online version. El-Jizya focuses on the study of Islamic Economics from various perspectives. It is published twice a year (June & December).
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 1 (2016)" : 8 Documents clear
ANALISIS SEKTOR EKONOMI UNGGULAN KABUPATEN KERINCI PROVINSI JAMBI Bambang Kurniawan
el-Jizya : Jurnal Ekonomi Islam Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.949 KB) | DOI: 10.24090/ej.v4i1.2016.pp1-26

Abstract

Untuk melaksanakan pembangunan dengan sumber daya yang terbatas sebagai konsekuensinya harus difokuskan kepada pembangunan sektorsektor yang memberikan dampak pengganda (multiplier effects) yang besar terhadap sektor-sektor lainnya atau perekonomian secara keseluruhan. Hasil pengujian DLQ menunjukan bahwa sektor pengangkutan dan komunikasi, sektor gas, listrik dan air bersih, keuangan, persewaan dan jasa perusahaan, sektor pertambangan dan penggalian, sektor perdagangan hotel dan restoran, serta sektor jasa-jasa yang meiliki nilai DLQ > 1 maka sektor tersebut merupakan sektor yang prospektif untuk dikembangkan lebih lanjut dalam upaya meningkatkan dan mendorong perekonomian daerah, sektor ini juga mampu bersaing dengan sektor perekonomian yang sama di luar Kabupaten Kerinci. Running the development with limited resources needs to focus on developmental sectors having multiple effects to the other sectors or to the entire economy. The result of DLQ shows that sectors such as transportation and communication, gas, electricity, clean water, finance, leasing and business services, mining and quarrying, trade, hotels and restaurants, as well as the service sectors that has DLQ value > 1 are are prospective to drive development as an effort to promote and encourage the regional economy. These sectors are also capable in competing with the same economic sector outside the Regency of Kerinci.
Retracted: INTEGRASI PAJAK DAN ZAKAT DI INDONESIA PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN HUKUM POSITIF Moh. Abdur Rohman Wahid
el-Jizya : Jurnal Ekonomi Islam Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.834 KB) | DOI: 10.24090/ej.v4i1.2016.pp27-58

Abstract

This paper was retracted by Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam as Publisher on August 8, 2019. This paper was published due to a technical error and was not intended to be included in this journal. This article is the property of Masnun Tahir & Zasiana Elly Triantini, which has been published in the journal Al-Adalah Faculty of Sharia UIN Raden Intan Lampung volume 12 number 1 in 2015 at http://ejournal.radenintan.ac.id/index.php/adalah/article/view/204/374. Thus the article belongs to Moh. Abdur Rohman Wahid was not published by us. Retractions are published on August 8, 2019. Tulisan ini menawarkan konsep integrasi pajak dan zakat sebagai bentuk semangat baru dalam meningkatkan zakat dan pajak di Indonesia. Integrasi zakat dan pajak penting untuk diupayakan karena pertumbuhan zakat semakin meningkat dari waktu ke waktu yang ditandai dengan makin meningkatnya jumlah Badan Amil Zakat dan nomor akuisisi sedekah dari tahun ke tahun. Selain dari itu, perkembangan kekayaan serta kualitas pelayanan pengembangan distribusi zakat wajib, termasuk pemanfaatannya, menunjukkan trend yang terus meningkat secara progresif. Dengan pertumbuhan yang signifikan ini, zakat dapat menjadi alat kesejahteraan ekonomi dan sosial bagi umat dan kedudukannya sama penting dengan pajak penghasilan negara. Pajak dan zakat, bilamana diintegrasikan dalam suatu konsep dan aturan hukum yang jelas, diyakini dapat memajukan perekonomian Indonesia. This paper propose the concept of integration between taxes and zakat to accelerate the achievement of social welfare in Indonesia. The integration is important as the growth of zakat steadily increases from time to time which is marked by the increasing number of Amil Zakat and alms acquisition from year to year. At the same time, the development of wealth and the service quality of obligatory zakat distributions, including utilization, is also increases progressively. Undoubtly, with this significant growth, charity, like the tax, can be utilized as a tool to achieve social walfare as well as to improve the economy of Indonesia.
STRATEGI PENYELAMATAN PEMBIAYAAN BERMASALAH PADA PEMBIAYAAN MURABAHAH DI BANK SYARIAH MANDIRI CABANG PURWOKERTO Nurjanah Nurjanah; Dewi Laela Hilyatin
el-Jizya : Jurnal Ekonomi Islam Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.729 KB) | DOI: 10.24090/ej.v4i1.2016.pp59-96

Abstract

Dalam lembaga perbankan syariah, istilah pembiayaan bermasalah bukan sesuatu hal yang asing untuk didengar. Hampir semua lembaga perbankan baik konvensional maupun syariah mengalami hal tersebut, karena tidak sedikit lembaga perbankan yang terhambat laju pertumbuhannya bahkan harus terhenti kegiatan operasionalnya karena tidak dapat mengatasi masalah ini. Pihak perbankan syariah dituntut untuk memiliki strategi dalam menangani pembiayaan bermasalah. Merujuk pada data NPF Bank Syariah Mandiri Cabang Purwokerto pada tahun 2013 (4,2%), 2014 (3,2%), dan 2015 ((3,8%), diketahui bahwa nilai NPFnya mengalami penurunan (dinilai baik). Walaupun pada tahun 2015 meningkat sebesar 0,6%, tetapi hal ini masih dinilai baik karena masih di bawah standar maksimal nilai NPF yang ditetapkan oleh BI (5%). Penyaluran pembiayaan untuk tahun 2015 meningkat 50% dari tahun sebelumnya, dan pembiayaan yang mendominasi adalah pembiayaan murabahah Untuk mencapai nilai NPF yang baik, Bank Syariah Mandiri CabangPurwokerto menggunakan strategi dalam mengatasi pembiayaan bermasalah yaitu stay strategy dan exit strategy. Namun untuk tahapan penyelamatan pembiayaan bermasalah strategi yang digunakan adalah stay strategy melalui upaya restrukturisasi pembiayaan.
PRINSIP-PRINSIP FUNDAMENTAL EKONOMI ISLAM Slamet Akhmadi; Abu Kholish
el-Jizya : Jurnal Ekonomi Islam Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.439 KB) | DOI: 10.24090/ej.v4i1.2016.pp97-118

Abstract

Dalam kegiatan ekonomi Islam dikenal ada tiga falsafah, yaitu pertama semua yang ada di alam semesta ini adalah milik Allah SWT. Kedua Allah menciptakan manusia sebagai khalifah di bumi dengan kelengkapan yang sempurna agar mampu melaksanakan tugas dan mengurus serta memanfaatkan alam semesta ini untuk keberlangsungan hidup dan lingkungannya. Ketiga adalah beriman kepada hari akhir. Keyakinan ini merupakan asas yang paling penting dalam kegiatan ekonomi Islam, karena dengan keyakinan itu, tingkah laku manusia dapat terkendali, sebab ia sadar bahwa semua aktifitas ekonominya dan harta kekayaan yang didapat akan dimintai pertanggung jawabannya oleh Allah SWT. Kemudian dari ketiga falsafah tersebut melahirkan nilai-nilai dasar yang menjadi Sistem Hukum Ekonomi Islam yang di dalamnya ada prinsip yang sangat fundamental yang harus diterapkan dalam kehidupan sosial yaitu, kepemilikan, keseimbangan dan keadilan. Instrumen-instrumenya adalah zakat, larangan riba (sistem bunga), kerjasama ekonomi, jaminan sosial dan peran negara. Islam known in economic activity, there are three philosophies: first of all that there is in this universe belongs to God Almighty. Both God created man as a vicegerent on earth with a perfect completeness be able to perform tasks and take care of as well as take advantage of this universe for the survival and the environment. The third is faithful to the end. This belief is the most important principle in Islamic economic activity, because of the belief that human behavior can be controlled, because he realized that all economic activities and assets acquired will be held accountable by Allah SWT. Then from the third philosophy gave birth to the basic values that become Islamic Economic Law System in which there is a very fundamental principle that must be applied in social life, namely, ownership, balance and justice. The instruments are zakat, the prohibition of riba (interest rate system), economic cooperation, social security and the role of the state.
MANAJEMEN KEUANGAN MASJID BERBASIS PEMBERDAYAAN EKONOMI UMAT Sochimin Sochimin
el-Jizya : Jurnal Ekonomi Islam Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.5 KB) | DOI: 10.24090/ej.v4i1.2016.pp119-150

Abstract

Masjid merupakan pusat atau sentral kegiatan kaum muslimin, baik dalam urusan ibadah, ekonomi maupun sosial. Oleh karenanya dibutuhkan pengelolaan atau manajemen yang baik. Mengelola masjid juga memiliki peran yang sangat penting sebagai sarana memakmurkan masjid. Apalagi masjid memang sebuah ikon yang mempunyai kaitan erat dengan keimanan dan pembinaan umat bagi kaum muslimin agar dapat memberikan peranan yang dominan dalam pembangunan negara. Kekuatan iman inilah yang menentukan persatuan umat yang akan memberikan kekuatan lahir batin dalam memperjuangkan nasib masyarakat Islam. Namun sangat disayangkan banyak masjid-masjid di masa sekarang yang telah mengalami pergeseran fungsi yang sesungguhnya, ia tak ubahnya sebuah tempat khusus yang hanya dipakai untuk shalat saja dan terkunci untuk kegiatan lain. Ini barangkali yang menjadi sebab pengelolaan masjid kurang maksimal dan tidak akuntabel. Pada sisi lain sumber pemasukan keuangan masjid cukup fantastis, namun tidak didukung dengan manajemen keuangan yang layak. Dalam tulisan ini dipaparkan potret pengelolaan keuangan masjid di kota Purwokerto, dan ternyata hanya beberapa masjid saja yang memenuhi standar pengelolaan yang baik. Corak penyesuaian fungsi masjid sesuai dengan tuntutan zaman mutlak dibutuhkan. Organisasi masjid merupakanorganisasi nirlaba yang berarti kumpulan beberapa individu yang memiliki tujuan tertentu dan bekerja sama untuk mencapai tujuan tersebut, dalam pelaksanaannya kegiatan yang mereka lakukan tidak berorientasi pada pemupukan laba atau kekayaan semata. Oleh karenanya perlu upaya pengembalian fungsi masjid sebagaimana mestinya, sehingga masjid juga dapat berfungsi sebagai pusat pemberdayaan ekonomi bagi umat islam.  Mosque is the center of muslim’s activities, either of worship, economic, and social activities. For that reason, there should be a good mosque managementsince it will be very important in improving muslims’ prosperity. In addition, a mosque also plays a significant role in improving muslims’ faith and guiding them to give a contribution to state development. It is Muslims’ strong faith that will lead to the unity of muslims and give the power to struggle for the improvement of muslim society. However, there have been many mosques nowadays that have changed their real function as the center of muslims’ activities to merely a place of worship. This condition causes mosque management to be not optimal and not accountable. In contrast, the financial income of mosques is fantastic. This paper portrays mosque financial management in Purwokerto, and it was found that there were only few mosques that perform good financial management. The style of mosque management should meet the need of present condition. The mosque organization is non-profit, which means that the individuals dealing with organization have certain purposes to be reached and their activities are not oriented to gain financial profit. For that reason, it is necessary to turn the function of a mosque back to its real function as the center of economic and social activities.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PROFITABILITAS BANK SYARIAH DI INDONESIA Ubaidillah Ubaidillah
el-Jizya : Jurnal Ekonomi Islam Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.078 KB) | DOI: 10.24090/ej.v4i1.2016.pp1510188

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Financing to Deposit Ratio (FDR), Non Performing Financing (NPF), Penyusunan Penghapusan Aktiva Produktif (PPAP), Biaya Operasional per Pendapatan Operasional (BOPO), Pangsa Pembiayaan, Sertifikat Bank Indonesia Syariah (SBIS).Selama periode pengamatan menunjukkan bahwa data penelitian berdistribusi normal. Berdasarkan uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, dan uji autokorelasi tidak ditemukan variabel yang menyimpang dari asumsi klasik. Hal ini menunjukkan data yang tersedia telah memenuhi syarat menggunakan model persamaan regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel NPF, PPAP, dan SBIS tidak meunjukkan pengaruh yang signfikan terhadap Profitabilitas. Variabel FDR menunjukkan pengaruhyang positif signifikan terhadap Profitabilitas, sedangkan variabel CAR, BOPO, dan Pangsa Pembiayaan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Profitabilitas. Kemampuan prediksi dari ketujuh variabeltersebut terhadap profitabilitas (ROA) dalam penelitian ini sebesar 78,40%, sedangkan sisanya 11,60% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dimasukkan ke dalam model penelitian. This research was aimed at examining the influence of Capital Adequacy Ratio (CAR), Financing to Deposit Ratio (FDR), Non Performing Financing (NPF), Allowance for Earning Assets (PPAP), Operating Expenses per Operating Income (BOPO), and Share Financing, Sharia Certificates of Bank Indonesia (SBIS) to profitability. During the period of observation, data were normally distributed. Based on normality, multicollinearity, heteroscedasticity and autocorrelation tests, deviation of classical assumptions of variables were not found. It shows that the available data were qualified to be examined with multiple linear regression model. The results of this study show that the NPL, PPAP, and SBIS variables did not indicate significant impact on profitability. FDR variable showed a significant positive effect on profitability, while variable CAR, BOPO, and the share of financing had a significant negative effect on profitability. The predictive ability of these variables on profitability (ROA) in this study was 78.40%, while the remaining 11.60% was influenced by other factors not included in the study.
PENGARUH KUALITAS PRODUK DAN RELIGIUSITAS TERHADAP KEPUTUSAN NASABAH PRODUK SIMPANAN PADA BSM CABANG PURWOKERTO Yoiz Shofwa Shafrani
el-Jizya : Jurnal Ekonomi Islam Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.825 KB) | DOI: 10.24090/ej.v4i1.2016.pp189-215

Abstract

Perkembangan dunia perbankan syariah tidak lepas dari peran para nasabah yang memberikan kepercayaan terhadap pihak perbankan untuk penyimpanan asset keuangannya. Faktanya banyak kelompok nasabah yang memutuskan untuk menjadi nasabah di perbankan syariah karena faktor religiusitasnya. Faktor lain yang dapat ikut mempengaruhi keputusan nasabah adalah kualitas produk. Di mana kualitas produk merupakan karakteristik yang melekat dari suatu produk. Kemungkinan yang terjadi bahwa kebanyakan nasabah pada perbankan syariah juga masih merupakan nasabah perbankan konvensional.Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kualitas produk dan tingkat religiusitas nasabah terhadap keputusan nasabah untuk menyimpan dananya atau tidak di BSM Cabang Purwokerto. Alat analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda, dengan jumlah sampel 100 nasabah. Diperoleh hasil Y = 5,046 + 0,101X1 + 0,218X2. Berdasarkan uji F yang sudah dilakukan maka dapat diketahui bahwa variabel kualitas produk dan religiusitas secara bersama – sama berpengaruh terhadap keputusan nasabah untuk menyimpan dananya di BSM Cabang Purwokerto. Berdasarkan uji t yang sudah dilakukan dapat diketahui bahwa secara partial baik variabel kualitas produk maupun variabel religiusitas berpengaruh terhadap keputusan nasabah untuk menyimpan dananya di BSM Cabang Purwokerto. The progress of the Islamic bank cannot be separated from the role of its customers who give trust to the bank to deposit their financial assets. It is a fact many groups of customers decide to be the customers of the Islamic bank because of their religiosity. The other influences factor of a customer’s decision is the quality of the product. The aim of this research was to determine the effect of product quality and level of customers’ religiosity towards customers’ decision whether to keep their funds in Syariah Mandiri Bank, Branch of Purwokerto, or not. The analytical tool used was multiple linear regression analysis, with a sample of 100 customers. The results indicate Y = 5,046 + 0,101X1 + 0,218X2. Based on F, it can be seen that both variables of product quality and religiosity simultanously affect the customers’ decision to keep theirfunds in BSM Branch of Purwokerto. Based on t test, it can be seen that independently, either variable of product quality or variables of religiosityinfluences the customers’ decision to keep their funds in BSM Branch of Purwokerto.
Retracted: INTEGRASI PAJAK DAN ZAKAT DI INDONESIA PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN HUKUM POSITIF Editor El-Jizya
el-Jizya : Jurnal Ekonomi Islam Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.834 KB) | DOI: 10.24090/ej.v4i1.2945

Abstract

This paper was retracted by Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam as Publisher on August 8, 2019. This paper was published due to a technical error and was not intended to be included in this journal. This article is the property of Masnun Tahir & Zasiana Elly Triantini, which has been published in the journal Al-Adalah Faculty of Sharia UIN Raden Intan Lampung volume 12 number 1 in 2015 at http://ejournal.radenintan.ac.id/index.php/adalah/article/view/204/374. Thus the article belongs to Moh. Abdur Rohman Wahid was not published by us. Retractions are published on August 8, 2019.

Page 1 of 1 | Total Record : 8