cover
Contact Name
Martini Dwi Endah Susanti
Contact Email
jinacs@unesa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jinacs@unesa.ac.id
Editorial Address
Gedung A10 Teknik Informatika, Kampus Unesa Ketintang Surabaya, Jawa Timur 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Informatics and Computer Science (JINACS)
ISSN : -     EISSN : 26862220     DOI : https://doi.org/10.26740/jinacs.v3n02
Core Subject : Science,
JINACS (Journal of Informatics and Computer Science) diterbitkan oleh Program Studi S1 Teknik Informatika Universitas Negeri Surabaya dalam empat kali setahun dengan No ISSN Online : 2686-2220 JINACS merupakan jurnal ilmiah dalam bidang Teknik Informatika dan Computer Science. Jurnal ini mencakup bidang ilmu Rekayasa Perangkat Lunak, Jaringan dan Arsitektur Komputer, Komputasi Bergerak, Sistem Temu Kembali Informasi, Kecerdasan Buatan, Pengolahan Citra Digital, Data Mining dll. JINACS terbit 4 (empat) nomor dalam setahun, yaitu bulan September, Desember, Maret dan Juni. Artikel yang telah dinyatakan diterima akan diterbitkan dalam nomor In-Press sebelum nomor regular terbit.
Articles 55 Documents
Search results for , issue "article in press" : 55 Documents clear
Penerapan Generative AI Pada Augmentasi Data Citra Bunga Menggunakan Stable Diffusion 3.5 Naufal Farras Pratama; Ricky Eka Putra
Journal of Informatics and Computer Science (JINACS) Article In Press(1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Klasifikasi citra fine-grained seperti identifikasi spesies bunga sangat bergantung pada ketersediaan dataset yang besar dan beragam, namun pengumpulan data dunia nyata seringkali menghadapi kendala kelangkaan spesies dan biaya anotasi yang tinggi. Penelitian ini menerapkan Generative AI menggunakan Stable Diffusion 3.5 untuk augmentasi data citra bunga pada dataset Oxford 102 Flowers. Proses diawali dengan image captioning menggunakan BLIP2, kemudian dilakukan generasi data sintetis melalui dua pendekatan: text-guided image-to-image (img2img) dan text-to-image (text2img). Model klasifikasi ResNet18 dilatih pada empat skenario: baseline tanpa augmentasi, augmentasi konvensional, augmentasi dengan data sintetis img2img, dan augmentasi dengan data sintetis text2img. Hasil pengujian menunjukkan bahwa augmentasi menggunakan data sintetis img2img mencapai akurasi tertinggi sebesar 84,67%, melampaui baseline (83,78%) dan augmentasi konvensional (79,33%). Skenario text2img juga berhasil melampaui baseline dengan akurasi 84,33%. Analisis CLIP Score menunjukkan bahwa keselarasan teks-gambar pada data sintetis tidak berkorelasi langsung dengan performa klasifikasi. Penelitian ini membuktikan bahwa Stable Diffusion 3.5 efektif sebagai metode augmentasi data untuk meningkatkan akurasi klasifikasi citra bunga. Kata Kunci— Generative AI, Augmentasi Data, Stable Diffusion 3.5, Klasifikasi Citra, Fine-Grained Visual Categorization
Pengembangan Chatbot Telegram Berbasis NLP untuk Layanan Informasi Akademik dan Administrasi Mahasiswa Menggunakan Metode TF-IDF dan Cosine Similarity Rizka Dewi Puspita; Paramitha Nerisafitra
Journal of Informatics and Computer Science (JINACS) Article In Press(1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Perkembangan teknologi informasi mendorong perguruan tinggi untuk menyediakan layanan akademik yang lebih efektif melalui akses informasi yang cepat, akurat, dan mudah digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan chatbot Telegram berbasis Natural Language Processing (NLP) sebagai media layanan informasi akademik dan administrasi mahasiswa serta mengevaluasi kemampuan sistem dalam mengenali dan memberikan respons terhadap pertanyaan pengguna. Metode pengembangan sistem dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu identifikasi masalah, studi literatur, pengumpulan data, preprocessing, pembobotan menggunakan Term Frequency-Inverse Document Frequency (TF-IDF), pengukuran kemiripan menggunakan Cosine Similarity, serta evaluasi menggunakan Confusion Matrix. Data yang digunakan berupa pasangan pertanyaan dan jawaban terkait layanan akademik Jurusan Teknik Informatika Universitas Negeri Surabaya yang diperoleh dari bagian akademik, kemahasiswaan, dan sumber informasi resmi universitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa chatbot berhasil diimplementasikan pada platform Telegram dan mampu memberikan respons otomatis terhadap pertanyaan mahasiswa. Berdasarkan pengujian, sistem memperoleh nilai akurasi sebesar 80%, presisi sebesar 77,78%, recall sebesar 100%, dan F1-score sebesar 87,5%. Berdasarkan hasil tersebut, chatbot dapat menjadi alternatif layanan informasi akademik yang fleksibel dan efisien dalam mendukung kebutuhan mahasiswa.   Kata Kunci— Chatbot, Telegram, Natural Language Processing, TF-IDF, Cosine Similarity, layanan akademik.
Perbandingan Grayscale Adapter dan RGB ConvNeXt pada Transfer Learning ConvNeXt Tiny FER2013 Alifian Erga Iswardhana; Yuni Yamasari
Journal of Informatics and Computer Science (JINACS) Article In Press(1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak—Emosi berperan penting dalam interaksi manusia-mesin, se-hingga Facial Emotion Recognition (FER) menjadi topik penelitian yang relevan. FER2013, sebagai salah satu benchmark FER yang umum digunakan, terdiri atas citra grayscale beresolusi rendah, sedan-gkan arsitektur modern seperti ConvNeXt Tiny dilatih pada ImageNet dengan citra RGB beresolusi tinggi, sehingga muncul kesenjangan do-main saat keduanya diadaptasi satu sama lain. Penelitian ini mem-bandingkan dua strategi adaptasi input untuk menjembatani kesen-jangan tersebut, yaitu Grayscale Adapter (proyeksi kanal yang dapat dipelajari) dan RGB ConvNeXt (duplikasi kanal deterministik), dalam mentransfer ConvNeXt Tiny pretrained ImageNet ke FER2013. Ke-dua strategi diuji dengan backbone dan protokol evaluasi yang iden-tik, dievaluasi menggunakan akurasi, F1-Score, dan AUC pada 7.178 citra data uji. Hasil menunjukkan bahwa RGB ConvNeXt menca-pai Test Accuracy 58,71% dan F1-Score (macro) 0,5649, mengung-guli Grayscale Adapter yang hanya mencapai 34,15% dan F1-Score (macro) 0,2564, pada seluruh metrik agregat maupun pada F1-Score setiap kelas emosi. Analisis performa per kelas menunjukkan pola peningkatan yang tidak seragam antar kelas, mengindikasikan kon-tribusi gabungan dari penyelarasan normalisasi input dan pembob-otan kelas terhadap kesenjangan performa. Temuan ini menegaskan bahwa strategi adaptasi kanal input bukan keputusan teknis yang ne-tral, melainkan berdampak signifikan terhadap efektivitas transfer learning pada dataset grayscale beresolusi rendah. Kata Kunci—ConvNeXt Tiny, FER2013, Grayscale Adapter, RGB ConvNeXt, ImageNet Pretrained, Transfer Learning.
Perbandingan Performa SVM dan LSTM dengan Sampling pada Analisis Sentimen Kesehatan Mental Herlangga Fitdia Saputra; Yuni Yamasari
Journal of Informatics and Computer Science (JINACS) Article In Press(1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Kesehatan mental adalah hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia dan bisa terlihat dari apa yang kita ungkapkan di media sosial. Dengan menganalisis apa yang kita tulis, kita bisa mendeteksi jika seseorang mengalami masalah psikologis lebih awal. Namun, seringkali data yang kita gunakan untuk menganalisis ini tidak seimbang, sehingga membuat hasilnya tidak akurat. Penelitian ini ingin melihat bagaimana dua algoritma, yaitu Support Vector Machine dan Long Short-Term Memory, bekerja dalam mengenali tujuh kondisi kesehatan mental, seperti Normal, Depresi, Suicidal, Kecemasan, Stres, Bipolar, dan Gangguan Kepribadian. Data yang digunakan sebanyak 53.044 teks dan diperoleh dari Kaggle. Sebelum dianalisis, data ini dibersihkan dengan mengubah huruf, menghapus tautan, angka, dan tanda, serta menghilangkan kata-kata yang tidak penting. Kemudian, data ini diseimbangkan dengan menggunakan metode Synthetic Minority Over-sampling Technique untuk model Support Vector Machine, sedangkan model Long Short-Term Memory menggunakan class weight saat pelatihan. Hasilnya menunjukkan bahwa model Long Short-Term Memory bekerja lebih baik daripada model Support Vector Machine dalam semua skenario. Model Long Short-Term Memory mencapai akurasi tertinggi sebesar 74,38% dengan precision 76,18%, recall 74,38%, dan F1-score 74,93% saat data dibagi 80:20. Sementara itu, model Support Vector Machine mencapai akurasi tertinggi sebesar 72,80% dalam skenario yang sama. Jika kita tidak membersihkan data terlebih dahulu, hasilnya menunjukkan bahwa akurasi kedua model meningkat, yang berarti bahwa struktur teks asli masih menyimpan informasi penting tentang kondisi psikologis seseorang.   Kata Kunci—Analisis Sentimen, Kesehatan Mental, Support Vector Machine, Long Short-Term Memory, SMOTE, Machine Learning.
Strategi Isolasi Data dalam Arsitektur Multi-Tenant pada Software as a Service menggunakan Pendekatan Shared Schema Asgarindo Dwiki Ibrahim Adji; Agus Prihanto
Journal of Informatics and Computer Science (JINACS) Article In Press(1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Perkembangan layanan berbasis cloud telah mendorong adopsi model Software as a Service (SaaS) dengan arsitektur multi-tenant, yang memungkinkan banyak tenant menggunakan satu instansi aplikasi secara bersamaan. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan strategi isolasi data pada arsitektur multi-tenant menggunakan pendekatan shared schema. Implementasi dilakukan menggunakan Next.js dan Supabase dengan menerapkan lima mekanisme, yaitu Tenant Resolver, Autentikasi dan Role-Based Access Control (RBAC), Tenant Filtering, Row Level Security (RLS), serta Tenant Level Encryption berbasis AES-256-GCM dan RSA-OAEP. Pengujian dilakukan melalui Black Box Testing, White Box Testing, dan pengujian performa menggunakan k6 dengan beban 10, 100, dan 1000 data. Hasil menunjukkan seluruh fitur berjalan sesuai kebutuhan serta seluruh mekanisme berhasil mencegah akses lintas tenant, termasuk manipulasi subdomain, pemalsuan header, penyalahgunaan hak akses, dan dekripsi menggunakan kunci tenant lain. Penerapan Tenant Level Encryption meningkatkan latensi dan menurunkan throughput, namun seluruh pengujian menghasilkan error rate 0%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kombinasi mekanisme tersebut mampu menjamin isolasi data secara logis pada pendekatan shared schema dengan konsekuensi trade-off performa sistem akibat penerapan Tenant Level Encryption. Kata Kunci— SaaS, Multi-tenant, Isolasi Data, Shared Schema, Tenant Level Encryption.
Pengaruh Undervolting Terhadap Daya, Temperatur dan Performa AMD Radeon RX 9070 Randu Gantara Wisnu; Aditya Prapanca
Journal of Informatics and Computer Science (JINACS) Article In Press(1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Undervolting digunakan untuk menekan kebutuhan daya dan temperatur GPU dengan mengurangi tegangan operasi, tetapi pengaturan yang terlalu agresif dapat menurunkan performa. Penelitian ini menganalisis pengaruh tiga tingkat undervolting terhadap AMD Radeon RX 9070 berbasis RDNA 4 pada Windows 11. Metode yang digunakan adalah eksperimen kuantitatif dengan empat konfigurasi: C0 stock, C1 ringan (-115 mV, power limit +10%), C2 sedang (-135 mV, power limit -15%), dan C3 agresif (-150 mV, power limit -30%). Performa diukur menggunakan 3DMark Steel Nomad DirectX 12 sebanyak dua kali pada setiap konfigurasi, sedangkan daya dan temperatur diamati melalui FurMark 2 selama 10 menit pada resolusi 1920 × 1080 dengan HWiNFO sebagai pemantau sensor. C1 menghasilkan skor tertinggi, yaitu 6.856,5 atau naik 9,30%, tetapi konsumsi dayanya meningkat dari 244 W menjadi 269 W dan temperatur hotspot naik 3°C. C2 menurunkan daya menjadi 208 W (-14,75%) dan hotspot menjadi 65°C (-6°C) dengan penurunan skor hanya 3,59%. C3 mencapai daya 171 W (-29,92%) dan hotspot 59°C (-12°C), tetapi skornya turun 18,60%. Hasil menunjukkan bahwa penurunan tegangan tidak bekerja secara terpisah dari batas daya dan frekuensi. C2 menjadi konfigurasi paling seimbang karena memberikan pengurangan daya dan temperatur yang terukur dengan kompromi performa yang relatif kecil. Kata Kunci— AMD Radeon RX 9070, benchmarking, konsumsi daya, performa GPU, temperatur GPU, undervolting .
Pengembangan Aplikasi Sistem Parkir dan Pencarian Tempat Parkir Berbasis Website (Parkuy) Khoiru Miftakhul Falah; Yuni Yamasari
Journal of Informatics and Computer Science (JINACS) Article In Press(1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Pengelolaan lahan parkir di tepi jalan umum di berbagai kota Indonesia, termasuk Balikpapan, masih banyak dilakukan secara manual sehingga menimbulkan berbagai persoalan, mulai dari sulitnya pengendara menemukan lokasi parkir yang tersedia, minimnya transparansi transaksi antara petugas parkir dan pemerintah daerah, hingga potensi kebocoran retribusi yang seharusnya menjadi bagian dari Pendapatan Asli Daerah (PAD). Penelitian ini bertujuan merancang, membangun, dan menguji aplikasi berbasis website bernama Parkuy yang berfungsi sebagai sistem digitalisasi pengelolaan parkir sekaligus alat bantu pencarian lokasi parkir terdekat bagi pengendara. Aplikasi dikembangkan menggunakan React JS berbasis TypeScript dengan pendekatan Client Side Rendering (CSR) pada sisi antarmuka, NestJS pada sisi backend, MySQL sebagai basis data, Leaflet JS untuk visualisasi peta interaktif, serta Socket.io untuk notifikasi ketersediaan tempat parkir secara real-time. Metode penelitian meliputi identifikasi masalah, pengumpulan data melalui wawancara dan konsultasi, perancangan sistem dengan flowchart, use case diagram, class diagram, dan desain basis data, implementasi sistem, serta pengujian performa menggunakan GT-Metrix. Hasil pengujian menunjukkan aplikasi Parkuy memperoleh GT-Metrix Grade C dengan skor Performance 59% dan Structure 90%, First Contentful Paint 4,2 detik, Largest Contentful Paint 4,2 detik, Speed Index 4,4 detik, Time to Interactive 4,3 detik, Total Blocking Time 4 ms, dan Cumulative Layout Shift 0. Nilai Total Blocking Time yang sangat rendah dan Cumulative Layout Shift yang stabil mengindikasikan bahwa penerapan CSR memberikan interaksi antarmuka yang responsif dan tata letak yang konsisten, meskipun kecepatan pemuatan awal halaman masih memiliki ruang optimasi. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa bukti empiris mengenai kelayakan penerapan arsitektur CSR pada React JS untuk aplikasi dengan kebutuhan data dinamis, sekaligus menjadi rujukan bagi pengembang maupun pemerintah daerah dalam merancang solusi digital pengelolaan retribusi parkir yang lebih transparan dan akuntabel.   Kata Kunci— Sistem Parkir, Aplikasi Berbasis Website, Client Side Rendering, React JS, NestJS, GT-Metrix.
Penerapan Metode Content-Based Filtering dalam Sistem Rekomendasi Parfum Online untuk Menyediakan Rekomendasi Produk yang Disesuaikan dengan Preferensi Setiap Pengguna Selina Dita Cahyani; Paramitha Nerisafitra
Journal of Informatics and Computer Science (JINACS) Article In Press(1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Parfum merupakan salah satu produk yang banyak diperjual belikan secara digital. Banyaknya pilihan parfum yang tersedia pada platform digital menyebabkan pengguna mengalami kesulitan dalam menentukan parfum yang sesuai dengan preferensi pengguna. Oleh karena itu, untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem rekomendasi produk parfum berbasis website dengan memanfaatkan metode Content-Based Filtering, dengan memanfaatkan beberapa atribut parfum yaitu gender, main accords, top notes, middle notes, base notes, longevity, sillage, season, time, harga, dan deskripsi produk. Proses pengembangan sistem meliputi, pengumpulan data parfum, text preprocessing, pembangunan model rekomendasi, serta evaluasi performa model, Evaluasi dilakukan menggunakan Mean Average Precision (MAP) berdasarkan rating eksplisit yang diberikan dari 10 pengguna sistem. Kata Kunci— Sistem Rekomendasi, Content-Based Filtering, Parfum, Mean Average Precision (MAP), Website.
Analisis Pengaruh Sinkronisasi Gerakan Pemain Terhadap Kenyamanan Bermain Pada Permainan Multipemain Berbasis Photon PUN Muhammad Faizul Dhuha; Ronggo Alit
Journal of Informatics and Computer Science (JINACS) Article In Press(1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Permainan multipemain membutuhkan sinkronisasi gerakan yang baik agar pemain memperoleh pengalaman bermain yang nyaman. Salah satu parameter pada Photon Unity Networking (Photon PUN) yang memengaruhi sinkronisasi adalah Send Rate, yaitu frekuensi pengiriman data permainan melalui jaringan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi nilai Send Rate terhadap sinkronisasi gerakan pemain, mengukur kenyamanan bermain, serta menentukan konfigurasi Send Rate yang memberikan pengalaman bermain terbaik. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Pengujian dilakukan pada prototipe permainan First Person Shooter (FPS) berbasis Unity menggunakan Photon PUN dengan tiga variasi Send Rate, yaitu 10, 20, dan 30. Penelitian melibatkan 15 responden. Data dikumpulkan melalui observasi dan kuesioner skala Likert, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variasi Send Rate berada pada kategori Baik. Send Rate 10 memperoleh tingkat kenyamanan bermain tertinggi sebesar 77,17%, diikuti Send Rate 20 sebesar 76,83%, dan Send Rate 30 sebesar 73,67%. Selain itu, sebagian besar responden memilih Send Rate 10 sebagai konfigurasi terbaik dan menyatakan tidak mengalami gangguan sinkronisasi selama pengujian. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa variasi Send Rate memengaruhi kualitas sinkronisasi gerakan dan kenyamanan bermain. Pada prototipe permainan yang dikembangkan, Send Rate 10 memberikan pengalaman bermain terbaik. Penelitian selanjutnya disarankan menguji lebih banyak variasi Send Rate, jumlah pemain yang lebih banyak, dan kondisi jaringan yang berbeda. Kata kunci— Photon PUN, Send Rate, sinkronisasi gerakan, permainan multipemain, kenyamanan bermain.
Analisis Kinerja Jaringan Topologi Star Berdasarkan Jumlah Node Menggunakan Cisco Packet Tracer Antariksa Kusuma Putra; Aditya Prapanca
Journal of Informatics and Computer Science (JINACS) Article In Press(1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Peningkatan jumlah perangkat yang terhubung pada jaringan komputer menuntut evaluasi terhadap kinerja topologi jaringan yang banyak digunakan, salah satunya topologi star. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi jumlah node terhadap kinerja jaringan topologi star menggunakan Cisco Packet Tracer sebagai media simulasi. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan merancang beberapa skenario jaringan Local Area Network (LAN) menggunakan variasi jumlah node. Kinerja jaringan dievaluasi berdasarkan parameter delay, throughput, response time, dan packet delivery. Data hasil simulasi dianalisis secara deskriptif kuantitatif melalui perbandingan nilai setiap parameter pada masing-masing skenario pengujian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan jumlah node cenderung meningkatkan nilai delay serta menurunkan throughput jaringan. Bertambahnya jumlah perangkat menyebabkan beban lalu lintas data pada perangkat pusat (switch) meningkat sehingga memengaruhi stabilitas dan efisiensi komunikasi data. Temuan ini menunjukkan bahwa jumlah node merupakan faktor penting yang perlu dipertimbangkan dalam perancangan jaringan topologi star. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi referensi bagi mahasiswa, peneliti, dan praktisi dalam menentukan konfigurasi jaringan yang lebih efektif sebelum diterapkan pada lingkungan nyata. Kata kunci— topologi star; kinerja jaringan; jumlah node; Cisco Packet Tracer; simulasi jaringan.