cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan
ISSN : 23018267     EISSN : 25408291     DOI : -
Core Subject : Social,
JIPT (Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan) publishes a scientific papers on the results of the study/research and review of the literature in the sphere of psychology.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 1 (2013): January" : 15 Documents clear
KONSEP DIRI DENGAN KONFROMITAS PADA KOMUNITAS HIJABERS Mutia Andriani dan Ni’matuzahroh
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 1 No. 1 (2013): January
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (772.945 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v1i1.1362

Abstract

Komunitas Hijabers merupakan komunitas muslim hijaber pertama di Indonesia. Komunitas ini menginspirasi berbagai style berbusana muslim yang modis ala hijabers yang banyak digemari wanita. Hal ini dapat dilihat dari semakin banyaknya jumlah anggota yang bergabung dan secara tidak langsung meningkatnya jumlah perempuan muslim yang menggunakan jilbab. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan konsep diri dengan konformitas pada komunitas Hijabers. Jumlah sampel penelitian 50 orang yaitu minimal 3 bulan bergabung dengan komunitas Hijabers Banjarmasin dan berusia 16-25 tahun. Teknik analisa data menggunakan uji korelasi product moment dari Karl Person dengan menggunakan dua variabel, yaitu konsep diri serta konformitas pada komunitas Hijabers. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koefisien korelasi (r) = -0,469 dan probabilitas kesalahan (p) = 0,001. Derminan korelasi (r2) = 0,220. Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan negatif yang sangat signifikan antara konsep diri dengan konformitas pada komunitas Hijabers, dengan sumbangan efektif sebesar 22%.Kata kunci: Konsep Diri, Konformitas, Komunitas HijabersHijabers community is the first Muslim Hijabers community in Indonesia. This community inspiret the wearing stylish muslimah dress that attracted women to join in this kind of style. It can be seen from the increasing amount of members who join and indirectly increasing amount of Muslim women who wear veils. The research aimed to know the relationship of self concept and the conformity of Hijabers community. The amount of the research sample were 50 people with the criteria were at least 3 months joining the Hijabers community in Banjarmasin and 16-25 years old. Data analysis techniques used the product moment correlation test of Karl Person. The results showed that the correlation coefficient (r) = -0,469 and error probability (p) = 0,001. This means that there are very significant negative relationship between self-concept and the conformity of Hijabers community, with effective contribution as 22%.Keywords: Self-Concept, Conformity, Hijabers Community
STRATEGI SELF PRESENTATION PADA KARYAWAN BANK BAGIAN CUSTOMER SERVICE Stefi Rizki Widya dan Tri Muji Ingarianti
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 1 No. 1 (2013): January
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (805.31 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v1i1.1363

Abstract

Customer service merupakan jembatan penghubung bank dengan nasabah yang dituntut untuk memberikan pelayanan dengan mutu terbaik dengan memperlihatkan performa diri yang positif agar terkesan sebagai seseorang yang bersahabat, ahli, serta berpengalaman dalam menawarkan jasa bank. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi self presentation pada karyawan bank bagian customer service. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian sebanyak 60 customer service bank dengan teknik Incidental Sampling. Metode pengumpulan data menggunakan angket dengan metode analisa data menggunakan prosentase. Hasil penelitian ini menunjukkan 14 customer service (23,33%) menggunakan strategi ingratiation ketika melayani nasabah, 13 (21,67%) strategi self promotion, 11(18,33%) strategi supplification, 9 (15%) strategi aligning actions, 6 (10%) strategi exemplification, 4 (6,67%) strategi self handicapping, 3 (5%) strategi altercasting, serta 0% strategi intimidation.Kata kunci: Strategi Self Presentation, Customer Service BankCustomer service is a bridge for bank to the customer so they are required to provide the highest quality service in order to maintain the relationship and the bank remains a good image in the eyes of the customer. The purpose of this study was to determine self-presentation strategies on the bank's customer service employees. This type of research is descriptive quantitative approach. The sample of 60 customer service bank. Sampling technique used is incidental sampling. Instruments used to collect the data was questionnaires and data analysis methods are percentages.These results indicated that 14 customer service (23.33%) used the strategy of ingratiation when serving customers, 13 (21.67%) strategy of self promotion, 11(18.33%) supplification strategies, 9 (15%) strategy of aligning actions, 6 (10%) strategy of exemplification, 4 (6.67%) selfhandicapping strategies, 3 (5%) altercasting strategies, and 0% onintimidation strategies.Keywords: Self-Presentation Strategies, Bank Customer Service
SELF-REGULATED LEARNING (SRL) DALAM MENINGKATKAN PRESTASI AKADEMIK PADA MAHASISWA Siti Suminarti Fasikhah dan Siti Fatimah
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 1 No. 1 (2013): January
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.137 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v1i1.1364

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan self-regulated learning terhadap peningkatan akademik (IP) pada mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan dua kelompok secara random. Subjek penelitian berjumlah 54 mahasiswa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah self-report dan dokumentasi. Analisa data menggunakan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, kelompok yang diberi pelatihan SRL memiliki prestasi akademik lebih tinggi dibandingkan kelompok yang tidak diberi pelatihan SRL dengan nilai p< 0,003. Dimana kelompok yang diberi pelatihan memiliki nilai rata-rata indeks prestasi (IP) lebih tinggi dengan mean = 2,78 dibandingkan kelompok yang tidak diberi pelatihan dengannilai mean = 2,47.Kata kunci: Self-Regulated Learning, Prestasi AkademikThis study aimed to know the effect of SRL training on developing students' academic achievement. The subject were 54 students. The methods of collecting data were self report and documentation. The data analysed by Independent sample t-test. The findings showed that the group who trained SRL have higher academic achievement than those who were not given SRL training with p<0.003. The group who were given training of SRL have higher grade point average by mean=2,78 if it's compared to the group who were not given training of SRL by mean=2,47.Keywords: Self-Regulated Learning, Academic Achievement
STUDI EKSPLORATIF PERILAKU KOPING PADA INDIVIDU DENGAN CEREBRAL PALSY Siti Maimunah
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 1 No. 1 (2013): January
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (771.427 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v1i1.1365

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji lebih dalam bagaimana strategi koping, bentuk perilaku koping dan sumber koping yang dilakukan oleh individu dengan cerebral palsy. Informan penelitian diperoleh dengan teknik purposif, dengan karakteristik informan: Individu dengan cerebral palsy, tidak disertai retardasi mental, dan tidak disertai kecacatan lain. Teknik pengumpulan data yang digunakan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan dari 6 informan terdapat 5 informan yang menggunakan strategi problem focused coping dan 1 informan menggunakan emotional focused coping. Perilaku koping yang dilakukan adalah berusaha santai atau tidak terbebani dengan kondisi fisiknya serta merasa dirinya normal seperti orang lain. Sumber koping yang paling banyak digunakan adalah keyakinan positif dan dukungan sosial. Temuan menarik dalam penelitian ini adalah semua informan selalu memiliki "rasa syukur" atas kehidupannya meskipun mereka mengalami keterbatasan fisik.Kata kunci: Perilaku Koping, Individu dengan Cerebral PalsyThis research aimed to investigated and examined deeply how the coping strategies, coping behavior and the source of coping conducted by individuals with cerebral palsy. Informants were obtained by purposive technique, with the characteristics of the informants: individuals suffer cerebral palsy without mental retardation, and other disabilities. Data collection techniques used in-depth interviews, observation and documentation.The results of this study indicated that 5 of 6 informants use problem focused coping strategies and one informant uses emotional focused coping. Coping behavior that used by informants are trying to relax or not being burdened by his physical condition and felt they are normal like everyone else. Source of the most widely coping uses by the sufferer is positive beliefs and social support. Interesting findings of the research revealed almost all the research informants always have a "sense of gratitude" for his life even though they have physical limitations due to cerebral palsy that they experienced.Keywords: Coping Behavior, Individual with Cerebral Palsy
PERILAKU ASERTIF DAN KECENDERUNGAN MENJADI KORBAN BULLYING Novalia dan Tri Dayakisni
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 1 No. 1 (2013): January
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.079 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v1i1.1366

Abstract

Bullying merupakan masalah penting yang perlu diperhatikan di lingkungan sekolah, biasanya dilakukan oleh kakak kelas terhadap adik kelas atau orang yang lebih kuat. Salah satu faktor yang menentukan intensitas kecenderungan menjadi korban bullying adalah perilaku asertif pada siswa. Penelitian menggunakan jenis penelitian kuantitatif korelasional, bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku asertif dengan kecenderungan menjadi korban bullying. Penelitian dilakukan terhadap 60 siswa MA NU Lekok Pasuruan. Pengambilan sampel yang digunakan adalah sampling populasi. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah skala perilaku asertif dan skala kecenderungan menjadi korban bullying. Analisis data menggunakan korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan negatif yang sangat signifikan antara perilaku asertif dengan kecenderungan menjadi korban bullying pada siswa MA NU Lekok Pasuruan. Nilai koefisien dengan (r) = (-0,430), koefisien determinasi (r2) = 0,185 dan probabilitas kesalahan (p) = 0,001. Hal ini berarti semakin tinggi perilaku asertif siswa maka semakin rendah kecenderungan menjadi korban bullying, demikian juga sebaliknya, semakin rendah perilaku asertif maka semakin tinggi kecenderungan menjadi korban bullying. Sumbangan efektif perilaku asertif terhadap kecenderungan menjadi korban bullying sebesar 18,5%, sisanya 81,5% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti.Kata kunci: Perilaku Asertif, Kecenderungan Menjadi Korban BullyingBullying is an important issue to be noticed in school environment. It commonly do by senior to junior or stronger person. One factor that determines the intensity of a tendency to be a victim is assertive attitude. The research used correlational research to examine correlation between assertive attitude and tendency to be a victim of bullying. Sixty students of MA NU Lekok High School of Pasuruan participated in this study. Sampling technique that used in this researh was population technique. Instrument used to collect the data were assertive attitude scale and tendency to be victim of bullying scale. Data analyzed by product moment correlation. The result revealed significant negative correlation between assertive attitude and tendency to be victim of bullying on participant with coefficient value (r) = (-0,430). Coefficient determinant (r2) = 0,185 and probability of error (p) = 0,001. It means that the higher assertive score, the lower tendency to be victim of bullying, and vice versa. While effective contribution of assertive attitude to tendency to be victim is 18,5%, the rest of 81,5% influenced by other variables which were not examined in this study.Keywords: Assertive Attitude, Tendency to be Victim of Bullying

Page 2 of 2 | Total Record : 15