Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan
The Jurnal Keguruan dan Ilmu pendidikan (JKIP) publishes original research papers, case reports, and review articles. The publication includes the following topics: Early childhood education. Adult education Mathematics and science education. Guidance and counseling education. Educational technology. Character education. Special needs education. Global issues in education Technical and vocational education. Language education. Social science education Educational management Sport science and physical education Other areas in education.
Articles
9 Documents
Search results for
, issue
"Vol 8 No 2 (2019)"
:
9 Documents
clear
Analisis Kepribadian Guru Bahasa Inggris Terhadap Motivasi Siswa SMK SPP St. Paulus Makale Dalam Pembelajaran Bahasa Inggris
Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol 8 No 2 (2019)
Publisher : LPPM UKI Toraja
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (142.798 KB)
|
DOI: 10.0901/jkip.v8i2.790
Penelitian ini bertujuan untuk menemukan jenis kepribadian guru Bahasa Inggris memotivasi siswa dalam belajar Bahasa Inggris juga untuk menemukan jenis kepribadian guru yang paling dominan mempengaruhi siswa belajar Bahasa Inggris pada SMK SPP St. Paulus Makale. Partisipan dari penelitian ini adalah siswa kelas X SMK SPP St. Paulus Makale. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 15 siswa yang dipilih denganmenggunakan teknik random sampling. Untuk mengumpulkan data dari peneltian ini peneliti menggunakan angket. Hasil dari penelitian ini setelah menganalis data yang telah dikumpulkan dengan menggunakan angket peneliti menemukan 5 jenis kepribadian guru Bahasa Inggris di SMK SPP St. Paulus Makale yaitu antusiasme, kehangatan dan humor, kredibilitas, berpengetahuan, dorongan dan dukungan. Dari lima kepribadian guru Bahasa Inggris pada SMK SPP St. Paulus Makale penulis menemukan 3 jenis kepribadian guru yang paling dominan memotivasi siswa dalam belajar Bahasa Inggris yaitu 1) Antusias, 2) Dorongan dan dukungan dan, 3) Kredibilitas.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keahlian Komunikasi Bagi Guru: Sebuah Studi pada Guru SMP Sekecamatan Rembon dalam Proses Belajar Mengajar
Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol 8 No 2 (2019)
Publisher : LPPM UKI Toraja
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (160.292 KB)
|
DOI: 10.0901/jkip.v8i2.791
Penelitian ini bertujuan untuk menemukan faktor-faktor yang mempengaruhi keahlian komunikasi guru dalam proses belajar mengajar dan dalam berinteraksi dengan siswa Hasil dari penelitian ini diharapkan bisa bermanfaat sebagai masukan bagi guru-guru sehingga bisa menciptakan komunikasi yang baik dengan para siswa dan siswi khususnya dalam proses belajar-mengajar dan dalam berinteraksi dengan siswa-siswi pada tingkat SMP sekecamatan Rembon, Kabupaten Tana Toraja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif untuk menemukan faktor-faktor yang mempeengaruhi keahlian komunikasi guru di SMP sekecamatan Rembon, Kabupaten Tana Toraja. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi keahlian komunikasi guru di SMP sekecamatan Rembon, Tana Toraja adalah: 1) kurangnya wawasan guru tentang kompetensi diri, kompetensi social dan wawasan pedagogic, 2) kurangnya keyakinan dan kesadaran akan profesi yang digelutinya, 3) banyaknya rutinitas diluar sekolah yang menyita waktu guru, 4) minimnya program-program pengembangan wawasan dan keterampilan yang diikuti oleh guru, 5) penerapan tata tertib dan peraturan yang kurang tegas di sekolah. Diasamping faktor-faktor yang sifatnya menghambat di atas, ada juga faktor-faktor yang mendukung yaitu: 1) sifat guru yang terbuka untuk meperoleh pengetahuan dan pelatihan, 2) kemauan guru untuk mengenali, mempelajari gaya belajar siswa serta karakter siswa, 3) kedisiplinan, kesadaran dan keyakinan guru terhadap tugas dan profesinya.
Pengembangan Bahan Ajar Botani Berbasis Kontekstual Dan Pendekatan SAVI (Somatis, Auditori, Visual, Intelektual) Untuk Meningkatkan Motivasi Dan Hasil Belajar Mahasiswa
Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol 8 No 2 (2019)
Publisher : LPPM UKI Toraja
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (181.229 KB)
|
DOI: 10.0901/jkip.v8i2.796
Students tend to interpret that the knowledge given will certainly have benefits for increasing their abilities and profession in the future, so of course students should be able to learn not only from lecturers but also from their experience and environment. In the lecture process, lecturers are often faced with problems when directing students to learn because each student has different learning styles. Therefore, to overcome the problem of diverse student learning styles, the researcher develops teaching materials that integrate contextual approaches with SAVI approaches (somatic, auditory, visual, and intellectual). The research aims to develop teaching materials that can improve student learning success. Development begins with a preliminary study, the design phase of teaching materials, the stage of development of teaching materials, and the validation phase of teaching materials. The results of the validation of teaching materials by the expert team showed a percentage value of 79%, which means the teaching material developed was included in the valid criteria and was suitable for use.
Ukiran Toraja Sebagai Alat Peraga Untuk Memperkenalkan Bangun Datar
Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol 8 No 2 (2019)
Publisher : LPPM UKI Toraja
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (143.248 KB)
|
DOI: 10.0901/jkip.v8i2.858
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan alat peraga ukiran toraja dan untuk mengetahui hasil belajar siswa dalam mengenal bangun-bangun datar dengan menggunakan gambar ukiran-ukiran toraja.Penelitian ini menggunakan penelitian eksperiman, dengna menggunakan 1 kelas penelitian.Dalam mengumpulkan data, peneliti menggunakan instrumen penelitian yakni: lembar observasi aktivitas siswa dan lembar tes hasil belajar. Sampel peneletian adalah siswa SDN 9 Buntupepasan, kelas IV dengan jumlah siswa 25. Untuk melihat aktivitas siswa menggunakan 5 siswa.Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas siswa berada pada kategori aktif. Siswa sangat antusias dalam menggunakan alat peraga ukiran Toraja. Adapun aspek-aspek yang diamati dalam aktivitas siswa adalah siswa merespon apersepsi/motivasi yang diberikan oleh guru, Siswa mendengar saat tujuan pembelajaran disampaikan, siswa memusatkan perhatian pad materi pembelajaran yang dipelajari, Siswa antusias ketika diperkenalkan dan dijelaskan oleh guru tentang bangun datar dengan menggunakan alat peraga ukiran toraja, siswa melakukan pekerjaan mengindentifikasikan bangun-bangun datar pada ukiran toraja, Siswa mengerjakan dengan tertib soal latihan, Siswa menjawab soal dipapan tulis, Siswa memberikan tanggapan saat guru mengecek pemahaman, Siswa mengerjakan dengan tertib saat dilaksanakan tes evaluasi tertulis perorangan oleh guru, Siswa merespon kesimpulan materi pembelajaran yang disampaikan guru. Berdasarkan hasil penelitian mengenai aktivitas siswa, siswa lebih antusias saat mengindentifikasi bangun-bangun datar. Berdasarkan hasil observasi siswa lebih bersemangat saat menggunakan alat peraga dengan ukiran toraja. Hasil penelitian juga menunjukkan bawah hasil belajar siswa mengalami peningkatan. Berdasarkan hasil penelitian terjadi peningkatan dari pre-test ke post-test yakni dari 48,52 menjadai 83,6.
Gaya-Gaya Belajar Dalam Pembelajaran Mata Kuliah Bahasa Inggris di Program Studi Matematika Mahasiswa UKI Toraja
Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol 8 No 2 (2019)
Publisher : LPPM UKI Toraja
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (171.219 KB)
|
DOI: 10.0901/jkip.v8i2.860
The objective of this research was to identify the learning styles used by the second year students of Math Education Department of FKIP UKI Toraja.The reasercher employed a quantitative design. The population of this research were the students of Math Education Department of FKIP UKI Toraja in academic year 2018/2019. This research used random sampling technique which involved 30 students. The data of this research were collected through SAS questionnaire adapted from Rebecca L. Oxford (1993) to find out the students’ learning styles. The research result showed that the learning styles of the second year students of Math Education Department of FKIP UKI Toraja were visual 18 students (60%). They always prefer to learn with video or TV rather than with other media. They also feel more comfortable when the walls where they study or work have posters and pictures. They like to underline or highlight the important parts what they read and use color-coding to help them as they learn or work. They need written directions for tasks and have to look at people to understand what they say but get distracted by background noises. Auditory 7 students (23,33%), they always listen to music when they study or work and learn by listening to a lecture or a tape, rather than by reading. They also remember things better if they discuss them out loud, prefer to learn by listening to a lecture or a tape, rather than by reading and need oral directions for tasks. They can easily understand what people say even they can’t see them, can remember better what people say than what they look like and easily remember jokes what they hear and can identify people by their voices. Kinesthetic 5 students (16,66%), they always like a lot of physical activities, think better when they can move around and also enjoy building or making things and never get nervous when they sit still too long and need frequent breaks when they work or study and move their lips when they read silently.
Konflik Batin Tokoh Utama Dalam Novel Dilan 1991 Karya Pidi Baiq: Tinjauan Psikologi Sastra
Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol 8 No 2 (2019)
Publisher : LPPM UKI Toraja
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (106.997 KB)
|
DOI: 10.0901/jkip.v8i2.861
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud konflik batin tokoh utama dalam novel Dilan 1991 karya Pidi Baiq.Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Dilan 1991 karya Pidi Baiq dengan jumlah halaman 343. Adapun manfaat dari penelitian ini (1)Menambah wawasan bagi peneliti maupun pembaca tentang konflik batin yang dialami tokoh utama yang terkandung dalam novel Dilan 1991 karya Pidi Baiq,(2)Mengasah kemampuan dan kreatifitas penulis dalam menganalisi karya sastra dengan menggunakan pendekatan psikologi sastra. (3)Sebagai bahan acuan bagi peneliti selanjutnya. Pengumpulan data ini dilakukan dengan menggunakan (1) teknik baca digunakan untuk membaca serta memahami isi dari apa yang ditulis dalam novel, (2) teknik catat ini digunakan untuk mencatat data yang mengambarkan konflik batin yang dialami oleh tokoh utama dalam Novel Dilan 1991. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa wujud konflik batin yang dialami oleh tokoh utama meliputi pertentangan antara pilihan yang tidak sesuai dengan keinginan, kebimbangan dalam menghadapi permasalahan, dan harapan tidak sesuai dengan kenyataan. Dari hasil penelitian ini menunjukan bahwa secara keseluruhan permasalahan yang dialami oleh tokoh utama didominasi oleh ego.
Simbolisasi Nyanyian Ritus Dondi’ Toraja Pada Upacara Adat Pemakaman
Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol 8 No 2 (2019)
Publisher : LPPM UKI Toraja
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (106.104 KB)
|
DOI: 10.0901/jkip.v8i2.862
Dondi’ berbentuk syair Toraja dilantunkan oleh sekelompok orang dalam upacara adat pemakaman. Nyanyian-nyanyian ritus seperti dondi’ sudah jarang dilakukan pada upacara pemakaman di Toraja. Berbagai makna simbolik tersirat pada setiap baitnya yang berisi kisahan-kisahan mendiang. Tulisan ini mendeskripsikan makna simbolik yang tersirat pada setiap bait-bait dondi’. Data penelitian dianalisis secara deskriptif dengan pendekatan semiotika. Perekaman, wawancara, dan pencatatan lapangan sebagai teknik dalam mengumpulkan dan menginterpretasikan data. Hasil penelitian menunjukkan adanya pemaknaan simbolik metafora pada setiap bait dondi’. Pemaknaan dondi’ menuangkan berbagai kisahan dan ratapan tentang mendiang, dan juga sebagai nyanyian penjagaan yang dilantunkan sebelum puncak acara pemakaman.
Penerapan Konsep Stewart Dalam Membantu Tukang Bangunan Menentukan Panjang Balok Siku
Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol 8 No 2 (2019)
Publisher : LPPM UKI Toraja
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (308.56 KB)
|
DOI: 10.0901/jkip.v8i2.972
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara menerapkan konsep Stewart dalam membantu tukang bangunan menentukan panjang balok siku pada kuda-kuda atap rumah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Dalam penelitian ini sumber data yang digunakan yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dengan menggunakan metode wawancara dan observasi. Setiap subjek penelitian diwawancarai terkait hasil yang telah diperoleh oleh peneliti tentang penerapan konsep Stewart pada segitiga dalam membantu tukang bangunan menentukan panjang balok. Analisis data pada penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam menentukan panjang balok siku peneliti terlebih dahulu mengukur panjang balok nok, panjang balok tarik dan panjang kaki kuda-kuda dengan menggunakan alat ukur manual yaitu meter. Kemudian selanjutnya peneliti dapat menentukan panjang balok siku dengan menggunakan konsep Stewart pada segitiga. Pada bagian kuda-kuda atap rumah hasil pengukuran yang dilakukan pada balok nok yaitu 3,5m, balok tarik yaitu 5m dan kaki kuda-kuda yaitu 6,1m. Kemudian peneliti menentukan panjang balok siku dari garis yang di tarik dari salah satu sudut siku-siku dan membentuk dua segitiga yaitu segitiga I dan segitiga II dimana perbandingan dari segitiga yaitu 1 banding 2. Kemudian peneliti menentukan panjang dari segitiga pertaman yaitu 4,07m dan segitiga II yaitu 2,03m. Setelah dari ketiga sisi diketahui melalui alat ukur manual yaitu meter maka peneliti dapat menentukan panjang balok siku menggunakan rumus Stewart.
Analisis Kesalahan Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Sangalla Dalam Menyelesaikan Soal-Soal Penjumlahan Bilangan Pecahan
Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol 8 No 2 (2019)
Publisher : LPPM UKI Toraja
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (919.951 KB)
|
DOI: 10.0901/jkip.v8i2.987
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) kesalahan siswa kelas VII SMP Negeri 2 Sangalla dalam menyelesaikan soal penjumlahan pecahan biasa; (2) kesalahan siswa kelas VII SMP Negeri 2 Sangalla dalam menyelesaikan soal penjumlahan pecahan campuran; (3) kesalahan siswa kelas VII SMP Negeri 2 Sangalla dalam menyelesaikan soal penjumlahan pecahan desimal. Bentuk kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal penjumlahan bilangan pecahan yaitu: (1) Kesalahan konseptual yang disebabkan: (a) Siswa tidak mampu memahami konsep dalam menyelesaikan soal penjumlahan pecahan biasa dengan penyebut yang berbeda. (b) Siswa tidak mampu memahami konsep dalam menyelesaikan soal penjumlahan pecahan campuran. (c) Siswa tidak mampu memahami konsep dalam menyelesaikan soal penjumlahan pecahan desimal dengan jumlah angka dibelakang koma yang berbeda. (2) Kesalahan prosedural yang disebabkan: (a) siswa kurang teliti melakukan perhitungan dalam menjumlahkan pecahan biasa. (b) siswa kurang teliti melakukan perhitungan dalam mengubah mengubah pecahan campuran ke dalam pecahan biasa. (c) siswa kurang teliti melakukan perhitungan dalam menjumlahkan bilangan pecahan desimal dengan jumlah angkah di belakang koma yang berbeda. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa: (1) Bentuk kesalahan yang dilakukan siswa dalam menjumlahkan bilangan pecahan biasa yaitu kesalahan konseptual dimana siswa kurang memahami konsep dalam menjumlahkan dua bilangan pecahan dengan penyebut yang berbeda yang dikategorikan sangat tinggi. (2) Bentuk kesalahan yang dilakukan siswa dalam menjumlahkan bilangan pecahan campuran yaitu kesalahan prosedural dimana siswa kurang teliti dalam menyelesaikan langkah-langkah penyelesaian jawaban. Sedangkan kesalahan konseptual yang dilakukan siswa dikarenakan siswa tidak mengingat rumus, yang dikategorikan sangat tinggi. (3) Bentuk kesalahan yang dilakukan siswa dalam menjumlahkan bilangan pecahan desimal yaitu kesalahan konseptual dimana siswa kurang memahami konsep atau syarat dalam menjumlahkan dua bilangan pecahan desimal dengan jumlah angkah di belakang koma yang berbeda, yang dikategorikan sangat tinggi.