cover
Contact Name
Dewi Rokhanawati
Contact Email
dewirokhanawati@unisayogya.ac.id
Phone
+6281236093816
Journal Mail Official
aipkemajrki@gmail.com
Editorial Address
Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, Jl. Siliwangi (Ring Road Barat) No. 63, Nogotirto, Gamping, Sleman, Yogyakarta 55292. Telp (0274) 4469199
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia
ISSN : 24074985     EISSN : 26155621     DOI : http://dx.doi.org/10.32536/jrki
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia (JRKI) mempublikasikan artikel ilmiah dari hasil penelitian yang memuat data primer ataupun sekunder, literature review dan sistematik review, penelitian kuantitatif, kualitatif maupun mixed methods. Ruang lingkup JRKI adalah penelitian kebidanan yang bisa membahas aspek kultural, klinis, psikososial, sosiologikal, epidemiologikal, pendidikan, manajerial, pekerjaan, organisasi dan teknologi pada masa pre konsepsi, praktik dan sistem pelayanan ibu, bayi dan balita, dan juga sistem pelayanan kesehatan yang lain.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2019): Desember" : 7 Documents clear
Rancang bangun aplikasi Stimulasi Deteksi Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak (SDIDTK) bagi bidan di posyandu Winda Windiyani; Sri Wahyuni Sundari; Dewi Nurdianti
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 3, No 2 (2019): Desember
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (976.515 KB) | DOI: 10.32536/jrki.v3i2.59

Abstract

Latar belakang: Semakin berkembang dan bertambahnya jumlah penduduk di Indonesia yang sebagian besar merupakan anak – anak dengan usia di bawah 5 tahun menimbulkan masalah bagaimana cara agar anak anak di Indonesia dapat mengalami tahapan perkembangan yang sesuai dengan usianya. Kota Tasikmalaya menjadi salah satu Kota yang mempunyai masalah dalam pelaksanaan Stimulasi Deteksi Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak. Data dari penelitian sebelumnya menyatakan pengetahuan dan sikap bidan sangat baik namun untuk pelaksaanaan SDIDTK sangat kurang hal ini disebabkan banyak bidan yang memang tidak menggunakan instumen pada saat pemeriksaan SDIDTK di Posyandu. Tujuan penelitian: Membuat sebuah software aplikasi yang dapat di install pada Hand Phone supaya digunakan oleh bidan untuk pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak. Metode: Penelitian ini dimulai dengan pengambilan data dari hasil penelitian sebelumnya yang dijadikan sebagai data primer dan kemudian meriview beberapa journal terkait yang berhubungan dengan perkembangan anak. Hasil: Hasil dari penelitian ini berupa data pada aplikasi (Nama Balita, Nama Ibu, Jenis Kelamin, Berat Badan, Tinggi Badan, Lingkar Kepala, Tanggal Lahir, Tanggal Periksa). Simpulan: Berdasarkan dari hasil penelitian bahwa suatu aplikasi SDIDTK dapat dijadikan bahan sarana elektronik dalam upaya melakukan pemeriksaan SDIDTK dalam upaya pencegahan keterlambatan perkembangan.
Pengaruh pelatihan kader posyandu dengan modul terintegrasi terhadap peningkatan pengetahuan, sikap dan keikutsertaan kader posyandu Sri Wahyuni; Johanes C. Mose; Udin Sabarudin
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 3, No 2 (2019): Desember
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.468 KB) | DOI: 10.32536/jrki.v3i2.60

Abstract

Latar belakang: Jumlah Posyandu di Indonesia semakin bertambah setiap tahunnya, tetapi tidak sebanding dengan penambahan kader posyandu, hal ini terbukti dari data yang menunjukan bahwa rata-rata jumlah kader aktif adalah 3-4 orang pada setiap Posyandu. Sedikitnya jumlah kader aktif menggambarkan peran serta masyarakat yang masih rendah, maka perlu diupayakan penambahan jumlah kader posyandu melalui pelatihan. Tujuan penelitian : Untuk mengukur pengaruh pelatihan kader posyandu dengan modul terintegrasi terhadap peningkatan pengetahuan, sikap dan keikutsertaan kader posyandu. Metode : Menggunakan desain penelitian Quasy experiment pre-test and post-test with control group. Penelitian ini dilakukan di Manonjaya, menggunakan data primer terhadap ibu yang tidak bekerja dan mempunyai waktu luang sebanyak 30 orang pada setiap kelompok. Data kemudian dianalisis secara univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil : Data menunjukan sebelum diberikan pelatihan pada kedua kelompok pengetahuan sebesar 80,4 dan 81,2, serta sikap sebesar 69,7 dan 71,9, kemudian setelah pelatihan pengetahuan menjadi 88,1 dan 87, sikap menjadi 85,5 dan 75. Keikutsertaaan responden berturut-turut pada post-test 1 dan post-test 2 antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol sebanyak 25 orang dan 22 orang. Simpulan : Pelatihan kader Posyandu dengan modul terintegrasi terbukti lebih meningkatkan pengetahuan dan sikap responden, tetapi tidak lebih baik dalam meningkatkan keikutsertaan kader.
Pengalaman ibu dengan riwayat preeklamsia dalam kehamilan: scooping review Antika Maulida Rahayu; Andari Wuri Astuti; Fitria Siswi Utami
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 3, No 2 (2019): Desember
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.221 KB) | DOI: 10.32536/jrki.v3i2.55

Abstract

Latar belakang: Preeklamsia merupakan komplikasi kehamilan yang meningkatkan risiko 3-8% dari semua morbiditas ibu. Berdasarkan data World Health Organisation (WHO), angka kejadian preeklamsia di seluruh dunia berkisar 0,51%-38,4%, kejadian preeklamsia 7 kali lebih tinggi di negara berkembang. Frekuensi kejadian preeklampsia di Indonesia adalah 3-10% dari seluruh kehamilan. Tujuan Penelitian: untuk memberikan bukti terkini tentang pengalaman ibu dengan riwayat preeklamsia dalam kehamilan. Metode: Metode yang digunakan adalah scooping review yang terdiri dari tahapan-tahapan, yaitu: melakukan fokusing review dengan framework PEOS (Population, Exposure, Outcome dan Study Design), melakukan literature searching menggunakan databases yang relevan. Menyeleksi studi yang relevan menggunakan kriteria inklusi dan ekslusi; melakukan critical appraisal untuk menilai kualitas literature, melakukan data ekstraksi, menganalisis dan melaporkan hasil. PRISMA Flowchart (Preferred Reporting Items for Systematic reviews and Meta-Analyses), digunakan untuk menggambarkan alur pencarian literature. Hasil: sebanyak 7 artikel masuk dalam kriteria inklusi dan kemudian dengan Grade A dan B di lanjutkan proses review. Analisis tematik digunakan untuk mengidentifikasi konsep-konsep kunci yang menghasilkan 4 tema yaitu: faktor penyebab preeklamsia, dampak preeklamsia, budaya masyarakat terkait preeklamsia, dan respon ibu yang mengalami preeklamsia. Simpulan: kelainan dalam kehamilan seperti preeklamsia yang sering terjadi di negara maju maupun di negara berkembang, di dalam penelitian di sebutkan bahwa mayoritas ibu dengan riwayat preeklamsia cenderung beresiko alami kelahiran prematur hingga perdarahan pasca melahirkan dan dapat menyebabkan kematian apabila terlambat penanganan pelayanan kesehatan.
Hubungan anemia dalam kehamilan dengan kejadian perdarahan postpartum di RSU PKU Muhammadiyah Bantul tahun 2018 Nova Liana Fasha; Dewi Rokhanawati
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 3, No 2 (2019): Desember
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.201 KB) | DOI: 10.32536/jrki.v3i2.63

Abstract

Latar belakang: Perdarahan postpartum masih merupakan salah satu penyebab kematian ibu yaitu sebesar 28%. Perdarahan postpartum yang tidak ditangani dapat mengakibatkan syok Haemorrhage, infeksi nifas, dan anemia masa nifas. Salah satu faktor predisposisi dari perdarahan postpartum adalah anemia pada kehamilan. Tujuan penelitian: Mengetahui hubungan anemia dalam kehamilan dengan kejadian perdarahan postpartum di RSU PKU Muhammadiyah Bantul. Metode: Penelitian kuantitatif dengan survey analitik ini menggukanan pendekatan casecontrol dengan jumlah responden 104 yang terdiri 52 sampel kasus dan 52 sampel kontrol. Pengambilan data menggunakan data sekunder, dan analisa data menggunakan korelasi Chi Square Hasil: Analisis data menggunakan chi-squre dengan nilai p-value menunjukan hasil 0,000 (p 0,05), nilai OR 5,078 dengan CI 95% (2,205-11,694). Terdapat hubungan anemia dalam kehamilan dengan kejadian perdarahan postpartum di RSU PKU Muhammadiyah Bantul. Simpulan: ibu hamil dengan anemia mempunyai resiko 5x lebih besar mengalami perdarahan postpartum dibandingkan dengan ibu hamil yang tidak mengalami anemia.
Faktor yang berhubungan dengan stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Air Bangis kabupaten Pasaman Barat Yuliza Anggraini; Pagdya Haninda Nusantri Rusdi
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 3, No 2 (2019): Desember
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.705 KB) | DOI: 10.32536/jrki.v3i2.56

Abstract

Latar belakang: Data Riskesdas menunjukkan prevalensi stunting di Indonesia meningkat dari 35,6% pada tahun 2010 menjadi 37,2% pada 2013. Provinsi Sumatera Barat menempati urutan ke 17 dari 34 provinsi stunting di Indonesia dengan prevalensi anak balita (usia 24-59 bulan) stunting 36,2% lebih tinggi daripada prevalensi nasional 35,3%. Prevalensi stunting di Pasaman Barat adalah 51,54% dan jumlah anak stunting adalah 23.435. Tujuan penelitian: Diketahui faktor penyebab terjadinya stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Air Bangis Kabupaten Pasaman Barat. Metode : Jenis penelitian adalah cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Populasi adalah seluruh balita yang datang ke Posyandu di wilayah kerja Puskesmas Air Bangis. Jumlah sampel adalah 200 balita dipilih secara purposive sampling. Data yang digunakan adalah data primer dengan metode wawancara dan observasi. Instrumen menggunakan lembar checklist. Hasil: Sebagian besar balita berjenis kelamin laki-laki (57,5%), sebagian besar ibu balita memiliki pendidikan sekolah menengah pertama (48,5%) dan bekerja sebagai IRT (95,5%) dengan jumlah anak 3-5 orang (67%), sebagian besar balita memiliki tinggi badan normal (66%) dengan status gizi baik ((55,5%). Sebagian besar responden memiliki pola asuh baik balita dengan tinggi badan tidak stunting (37,5%), sebagian besar responden yang memanfaatkan posyandu memiliki balita dengan tinggi badan tidak stunting (36,5%) namun sebagian besar responden memiliki sanitasi lingkungan dan memiliki balita stunting (23%). Simpulan: Sebagian besar responden memiliki pola asuh yang baik memiliki balita tidak stunting 37,5%, sebagian besar responden yang memanfaatkan Posyandu memiliki balita tidak stunting yaitu 36,5% dan sebagian besar responden dengan sanitasi lingkungan yang tidak baik dengan balita stunting 23%.
Faktor ibu, pola asuh anak, dan MPASI terhadap kejadian stunting di kabupaten Gorontalo Siti Surya Indah Nurdin; Dwi Nur Octaviani Katili; Zul Fikar Ahmad
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 3, No 2 (2019): Desember
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.718 KB) | DOI: 10.32536/jrki.v3i2.57

Abstract

Latar belakang: Stunting merupakan retardasi pertumbuhan linier kurang dari standar menurut usianya. Masalah stunting masih merupakan salah satu masalah terbesar di Kabupaten Gorontalo. Tujuan penelitian: Diketahuinya pengaruh faktor ibu, pola asuh, dan variasi MPASI terhadap kejadian stunting di Kabupaten Gorontalo. Metode: Desain penelitian menggunakan Case Control Study. Seluruh balita di Kabupaten Gorontalo menjadi Populasi studi. Sampel kasus merupakan balita yang menderita stunting, dan sampel kontrol adalah balita normal. Jumlah sampel sebanyak 118 balita. Sampel kasus dipilih dengan menggunakan purposive sampling dan sampel kontrol dipilih menggunakan random sampling. Data dianalisis dengan menggunakan uji Chi Square dan Logistic Regression. Hasil: pola asuh (OR = 3,901, 95% CI 1,692 – 8,994), variasi MPASI (OR = 3,260, 95% CI 1,371 – 7,750), riwayat KEK (OR = 2,482, 95% CI 1,013 – 6,081) dan pendidikan ibu (OR = 2,345, 95% CI 1,007 – 5,456). Umur ibu, pemberianASI Ekslusif, makanan pendamping ASI (MPASI), konsumsi snak hampir tiap hari, dan konsumsi mie instan 3 kali dalam seminggu bukan merupakan faktor risiko kejadian stunting. Simpulan: Faktor ibu yaitu pendidikan ibu, riwayat KEK, pola pemberian MPASI, dan pola asuh merupakan faktor risiko kejadian stunting.
Pengaruh pendidikan ibu terhadap pemilihan alat kontrasepsi Intra Uterine Device (IUD) Mita Meilani; Siti Nurhidayati
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 3, No 2 (2019): Desember
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.813 KB) | DOI: 10.32536/jrki.v3i2.58

Abstract

Latar belakang: Program KB (Keluarga Berencana) adalah bagian yang terpadu (integral) dalam program pembangunan nasional dan bertujuan untuk ikut serta menciptakan kesejahteraan penduduk Indonesia, untuk mencapai keseimbangan yang baik. Intra Uterine Device (IUD) merupakan alat kontrasepsi yang paling aman dalam metode pengendalian kelahiran, dan tahan lama. Tujuan penelitian: Mengetahui hubungan pendidikan terhadap pemilihan alat kontrasepsi Intra Uterine Device (IUD) pada pasangan usia subur di Puskesmas Sleman Yogyakarta. Metode: Penelitian kuantitatif dengan survey analitik ini menggukanan pendekatan cross sectional dengan jumlah responden 97 akseptor KB. Hasil: Analisis data menggunakan chi-squre dengan nilai p-value menunjukan hasil 0,008, sehingga dapat disimpulkan bahwa p-values 0,008 0,05 dan terdapat hubungan pendidikan dengan pemilihan alat kontrasepsi Intra Uterine Device (IUD). Simpulan: Berdasarkan analisis Health Technology Assesment (HTA), dapat direncanakan kelas keluarga berencana khusus pasangan usia subur, calon pengantin, serta pasangan beresiko agar dapat memahami tujuan dan manfaat penggunaan alat kontrasepsi. Sehingga dapat memilih alat kontrasepsi yang tepat.

Page 1 of 1 | Total Record : 7