cover
Contact Name
Achmad Chusnun Ni'am
Contact Email
ach.niam@itats.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
lingkungan.dept@itats.ac.id
Editorial Address
Jl. Arief Rahman Hakim 100 Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Environmental Engineering Journal ITATS
ISSN : -     EISSN : 28082052     DOI : -
Jurnal Teknik Lingkungan ITATS (ENVITATS) adalah artikel ilmiah yang didedikasikan untuk menyediakan platform dalam teknik lingkungan dan masalah lingkungan. ENVITATS bertujuan untuk mempublikasikan karya-karya yang tepat dalam implementasi teori, eksperimen, studi kasus, simulasi, aplikasi, dan ulasan studi sebelumnya terkait lingkungan. Jurnal ini terbit dua kali dalam setahun. Beberapa ruang lingkup dari Jurnal meliputi sebagai berikut : Pengelolaan air minum Pengelolaan limbah cair Sampah dan B3 Pengelolaan kualitas udara Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Teknik remediasi Sanitasi lingkungan Pengelolaan dan monitoring lingkungan Penerapan Reuse, reduce, recycle, recovery, refuse
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2022): Environmental Engineering Journal ITATS" : 6 Documents clear
Cover dan Kelengkapan Jurnal Envitats, Redaksi
Environmental Engineering Journal ITATS Vol 2, No 1 (2022): Environmental Engineering Journal ITATS
Publisher : Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.envitats.2022.v2i1.2895

Abstract

Cover, Tim Redaksi, dan Daftar Isi
Evaluasi Sistem Instalasi Pengolahan Air Minum Di Perusahaan Umum Daerah Air Minum Maja Tirta Kota Mojokerto Reynaldi, Bagus; Radityaningrum, Arlini Dyah
Environmental Engineering Journal ITATS Vol 2, No 1 (2022): Environmental Engineering Journal ITATS
Publisher : Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.envitats.2022.v2i1.2900

Abstract

Wilayah pelayanan Perusahaan Umum Derah Air Minum (Perumdam) Maja Tirta mencakup Kecamatan Kranggan, Magersari, dan Prajurit Kulon, serta sebagian wilayah pada Kecamatan Puri. Panjang total jaringan perpipaan mencapai 235.484 m. Instalasi Pengolahan Air (IPA) Perumdam Maja Tirta menggunakan Sungai Brantas sebagai sumber air baku. Kapasitas produksi IPA Perumdam Maja Tirta mencapai 110 L/detik dan kapasitas distribusi mencapai 70 – 80 L/detik.Penelitian ini dilakukan dengan observasi lapangan. mengetahui bagaimana kualitas air hasil produksi dan efektivitas / efisisensi dalam proses Instalasi Pengolahan Air (IPA) Perumdam Maja Tirta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya operasional pada unit koagulasi yang belum memenuhi kriteria. Gradien kecepatan pada unit koagulasi adalah 543,5/detik, dimana nilai ini di bawah minimum gradien kecepatan dalam unit koagulasi (750/detik). Unit sedimentasi memiliki sudut kemiringan settler 60°, tinggi 1 m, luas 72 m2 dan jarak settler 0.055 m. Beban permukaan 0.0063 cm/detik, kecepatan horizontal 0.0807 cm/detik dan waktu detensi (td) 1,54 menit, Namun belum mencukupi nilai standar minimum sesuai SNI 6774-2008. Filtrasi IPA Perumdam Maja Tirta menggunakan media antrasit dengan tebal 40 cm dan pasir dengan tebal 30 cm, serta lapisan penyangga kerikil dengan tebal 60 cm dengan kecepatan penyaringan 0.0083 m/detik masih belum sesuai dengan SNI 6774-2008 tentang tata cara perencanaan unit paket instalasi pengolahan air. Unit desinfeksi menggunakan gas klor dengan dosis rata-rata yang digunakan sebanyak 0,67 mg/l. Sedangkan unit reservoir telah sesuai dan memenuhi standar SNI 6774:2008.
Manajemen Industri Dalam Penerapan Kedaruratan B3 Dan Limbah B3 Di PT. X Alala, Pratama Sandi; Rifaldin, Handy; Subroto, Gatot
Environmental Engineering Journal ITATS Vol 2, No 1 (2022): Environmental Engineering Journal ITATS
Publisher : Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.envitats.2022.v2i1.2896

Abstract

Sebagai Perusahaan atau Industri yang besar dan berkejutan memerlukan sistem manajemen yang baik. Sistem manajemen yang dimaksud disini adalah pengelolaan sumber daya manusia, perawatan sekaligus pengoperasionalan alat/mesin, pemenuhan dokumen perizinan dan administrasi. Manajemen adalah inti dari administrasi dikarenakan manajemen merupakan alat pelaksana administrasi dan memiliki peran atau kemampuan sebagai alat untuk mencapai hasil melalui aktivitas orang lain. PT. X adalah pemimpin global dalam solusi pengemasan yang bertanggung jawab, melayani pelanggan terkemuka pasar di beberapa benua, dengan strategi pertumbuhan yang pasti. PT. X mengutamakan keamanan, keselamatan kerja dan kesejahteraan pegawai dengan berbagai protokol keamanan dan kesehatan. Tujuan dalam manajemen kedaruratan B3 dan LB3 adalah untuk menganalisa kesiapsiagaan dan tanggap darurat terhadap B3 dan LB3 serta prosedur kedaruratan pada PT. X. Terdapat alasan dalam penerapan kedaruratan B3 dan LB3 yaitu untuk menaati peraturan yang diberlakukan, peraturan tersebut adalah Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah B3 mengenai Sistem Tanggap Darurat B3, serta diperkuat dengan PERMEN LH 74 Tahun 2019 tentang pencegahan, kesiapsiagaan, dan penanggulangan kedaruratan serta pemulihan kualitas lingkungan hidup akibat kejadian Kedaruratan Pengelolaan Limbah B3 merupakan upaya pemerintah dalam penanganan limbah bahan beracun dan berbahaya (LB3) serta bahan beracun dan berbahaya (B3) yang dapat terjadi di Industri. Upaya dalam memanajemen kondisi kedaruratan yang berkemungkinan untuk dapat terjadi di PT. X memanfaatkan SDM yang dimiliki untuk menjadi tim khusus darurat, Tim tanggap darurat akan menanggapi dan menentukan jika perlu bantuan tambahan dan memperingatkan pihak lain yang bisa membantu. Koordinator kedaruratan menjadi orang pertama yang dihubungi untuk memperoleh informasi tentang prosedur kedaruratan dan prosedur aksi tanggap darurat. Dalam menerapkan peraturan dan meminimalisir potensi kedaruratan B3/LB3 dan kondisi darurat PT. X telah mengoptimalkan kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat yang telah di manajemen secara baik dan optimal.
Monitoring Kualitas Udara Ambien Melalui Stasiun Pemantau Kualitas Udara Wonorejo, Kebonsari Dan Tandes Kota Surabaya Damayanti, Tamara Via; Handriyono, Rachmanu Eko
Environmental Engineering Journal ITATS Vol 2, No 1 (2022): Environmental Engineering Journal ITATS
Publisher : Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.envitats.2022.v2i1.2897

Abstract

Aktivitas masyarakat Kota Surabaya masih banyak menghasilkan polusi udara yang dapat berbahaya terhadap lingkungan sendiri dan kesehatan makhluk hidup. Pemantauan kualitas udara ambien Kota Surabaya dilaksanakan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya yang dimana merupakan langkah tepat untuk melakukan pemantauan kualitas udara ambien Kota Surabaya melalui Stasiun Pemantau Kualitas Udara Wonorejo, Kebonsari dan Tandes. Kegiatan pemantauan dan pengendalian kualitas udara ambien memiliki arti penting untuk mengetahui kualitas udara sebagai kebutuhan bagi semua makhluk hidup dan sebagai informasi bagi masyarakat di Kota Surabaya tentang kualitas udara yang ada di lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami operasional pemantauan kualitas udara ambien Kota Surabaya melalui Stasiun Pemantau Kualitas Udara Wonorejo, Kebonsari dan Tandes yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya sebagai pemberian informasi peringatan pencemaran dan atau kerusakan lingkungan hidup pada masyarakat serta mengetahui kualitas udara ambien Kota Surabaya pada bulan Agustus 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu melalui observasi lapangan pada Stasiun Pemantau Kualitas Udara Wonorejo, Kebonsari dan Tandes untuk mengetahui operasional sistem nya serta analisis data setiap hari melalui server. Hasil penelitian ini adalah melalui Stasiun Pemantau Kualitas Udara Wonorejo, Kebonsari dan Tandes memiliki hasil nilai kualitas udara Kota Surabaya dalam kategori ISPUbaik dan parameter pencemar udara tidak melebihi baku mutu (PP RI Nomor.22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup) dimana berarti tidak memberikan efek negatif terhadap manusia, hewan dan tumbuhan (PERMEN LHK RI Nomor P.14/MENLHK/SETJEN/KUM.1/7/2020).
Studi Pengelolaan Bank Sampah Desa Randegan Kec. Tanggulangin Kab. Sidoarjo Rahmayanti, Ardhana; Hamidah, Laily Noer; Zakariyah, M. Anang
Environmental Engineering Journal ITATS Vol 2, No 1 (2022): Environmental Engineering Journal ITATS
Publisher : Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.envitats.2022.v2i1.2898

Abstract

Desa Randegan merupakan salah satu Desa di Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo dengan jumlah penduduk sebesar 4.680 jiwa dan menghasilkan 1908,5 kg/minggu sampah. Pengelolaan sampah di Desa Randegan khususnya 5 RT dan 2 RW dari total 9 RT dan 2 RW, dimana saat ini mampu melayani 813 KK dengan total masyarakat per orang 145 dari total 209 orang yang ada pada bank sampah Desa Randegan, 55 orang diantaranya tidak terlayani. Kondisi saat ini di bank sampah Desa Randegan masih minimnya jumlah armada atau prasarana pengangkutan sampah yang mengakibatkan sampah terlambat untuk diangkut. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi sejauh mana efektifitas sistem pengelolaan sampah yang dilakukan oleh bank sampah Desa Randegan, dengan membandingkan jumlah timbulan sampah dengan jumlah sampah yang terangkut menggunakan analisis berdasarkan perhitungan rumus komposisi sampah dan analisis perhitungan rumus pengangkutan sampah. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah melakukan observasi kepada masyarakat sehingga hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata timbulan sampah perhari pada setiap RT di Desa Randegan sebesar 30,7 kg/hr untuk RT 02, sebesar 28,57 kg/hr untuk RT 04, sebesar 34,7 kg/hr untuk RT 06, sebesar 22,9 kg/hr untuk RT 07 dan sebesar 56,29 kg/hr untuk RT 08. Untuk kapasitas pengangkutan di Desa Randegan sebesar 1680 kg/minggu dengan dua kali ritasi. Komposisi sampah yang dihasilkan berupa jenis sampah kertas sebesar 2632,5 kg/bln, plastic sebesar 1998,5 kg/bln dan besi logam sebesar 224,5 kg/bln sehingga total keseluruhan sampah yang ada pada Desa Randegan sebesar 4855,5 kg/bln.
Teknologi Biofilter Sebagai Pengolahan Air Limbah Rumah Sakit Fardian, Erdi
Environmental Engineering Journal ITATS Vol 2, No 1 (2022): Environmental Engineering Journal ITATS
Publisher : Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.envitats.2022.v2i1.2899

Abstract

Hasil kegiatan rumah sakit adalah limbah cair, limbah padat dan limbah radioaktif. Limbah cair rumah sakit umumnya mengandung mikroorganisme, bahan kimia, racun, dan zat radioaktif yang berbahaya bagi kesehatan manusia dan lingkungan (Depkes RI, 1993). Dalam Peraturan Gubernur Jawa Timur Tahun 2013 Nomor 72 tentang Baku Mutu Air Limbah Industri dan Kegiatan Lainnya, persyaratan parameter ambang batas BOD adalah 30 mg/l, COD 80 mg/l, TSS 30 mg/l. saya katakan. Pengolahan air limbah dengan proses biofiltrasi anaerobik aerobik merupakan proses pengolahan air limbah yang menggabungkan proses biofiltrasi anaerobik dan proses biofiltrasi anaerobik. Menggunakan proses biofilter anaerobik, polutan alami dalam air limbah didekomposisi menjadi karbon dioksida dan metana bahan bakar tanpa menggunakan energi (blower). ), Tapi bahan bakar amonia dan hidrogen sulfida (H2S) tidak hilang. Oleh karena itu, proses biofilter anaerobik hanya dapat mereduksi polutan organik (BOD, COD) dan padatan tersuspensi (TSS). Agar air olahan memenuhi baku mutu, maka air olahan dari proses biofilter anaerobik kemudian diolah dengan biofilter aerob. Dalam proses biofiltrasi aerobik, sisa kontaminan organik dipecah menjadi gas karbon dioksida (CO2) dan air (H2O), amonia dioksidasi dari nitrit menjadi nitrat, dan gas H2S diubah menjadi sulfat. Keunggulan proses pengolahan air limbah dengan menggunakan biofilter anaerobik adalah sangat mudah diolah, tidak memerlukan lahan yang luas, memiliki biaya operasional yang lebih rendah dibandingkan dengan proses lumpur aktif dan dapat mengakibatkan eutrofikasi. adalah. Ada relatif sedikit lumpur yang dapat menghilangkan nitrogen dan fosfor, dan hampir tidak ada pasokan udara. Dapat digunakan untuk mengaerasi air limbah dengan beban BOD yang cukup tinggi dan cukup untuk menghilangkan padatan tersuspensi (SS).

Page 1 of 1 | Total Record : 6