cover
Contact Name
Sugi Widyastuti
Contact Email
wmmj.unwar@gmail.com
Phone
+6287861861172
Journal Mail Official
wmmj.unwar@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa Gedung F2 Lantai 3 Jalan Terompong No. 24, Tanjung Bungkak, Sumerta, Denpasar Timur, Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Warmadewa Minesterium Medical Journal
Published by Universitas Warmadewa
ISSN : 28290127     EISSN : 28286138     DOI : https://doi.org/10.22225
WMMJ (Warmadewa Minesterium Medical Journal) is a peer-reviewed medical journal that published research articles and theoretical articles in medical science. This journal provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports a greater global exchange of knowledge. It aims is to provide a place for academics and practitioners to publish original research articles, review articles, and book reviews. The scope of this journal area any topics concerning medical studies in all aspects. WMMJ (Warmadewa Minesterium Medical Journal) published by Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa 3 times a year. WMMJ (Warmadewa Minesterium Medical Journal) is available in print and online version. WMMJ (Warmadewa Minesterium Medical Journal) is Available online at https://www.ejournal.warmadewa.ac.id/index.php/wmmj/index, since Volume 1 No 1 January, 2022.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2023): Mei 2023" : 10 Documents clear
Program Kemitraan Masyarakat Kelompok Pekerja di Rumah Sakit Umum Prima Medika Made Indra Wijaya; Luh Gede Pradnyawati; I Made Aditya Mantara Putra
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 2 No. 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sepanjang tahun 2022, kasus COVID-19 masih dilaporkan terjadi di Bali, tetapi jumlah kasus dan tingkat keparahannya sudah tidak mengkhawatirkan lagi seperti tahun-tahun sebelumnya. Bali sudah terbuka untuk wisatawan, baik wisatawan domestik maupun wisatawan internasional. Pariwisata mulai bangkit dan perekonomian pun berangsur-angsur pulih. Berbagai kegiatan, yang dikenal dengan sebutan MICE (meeting, incentive, conference, and exhibition), marak diselenggarakan di Bali. MICE akan terus berlangsung hingga puncaknya pada pertemuan G20. Ubud, sebagai salah satu destinasi wisata di Bali, mulai bangkit. Tujuan program kemitraan masyarakat ini adalah mempersiapkan Rumah Sakit Umum Prima Medika untuk membuka klinik wisata (travel clinic), yaitu dengan memberdayakan kelompok pekerja sesuai dengan latar belakang mereka. Mitra pengabdiam masyarakat adalah kelompok pekerja, yang meliputi kelompok klinis dan non klinis. Kelompok klinis meliputi dokter umum, perawat, dan apoteker; sedangkan kelompok non klinis terdiri dari staf administrasi dan pemasaran. Mula-mula dilakukan telusur lapangan, telusur dokumen, dan wawancara kelompok pekerja untuk mendapatkan gambaran umum tentang pelayanan terhadap wisatawan yang sedang berjalan, sehingga masukan atau saran yang diberikan sesuai dengan keadaan di lapangan. Dari analisis situasi tersebut didapatkan bahwa praktik kedokteran pariwisata belum mengacu pada standar internasional. Selain itu, kelompok pekerja juga belum paham tentang kode etik rumah sakit sebagaimana yang ditetapkan oleh Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (KODERSI). Berdasarkan hasil analisis tersebut, selanjutnya dilakukan bimbingan teknis kesehatan pariwisata dengan mengacu pada kerangka keilmuan yang dipublikasikan oleh The National Travel Health Network and Centre (NaTHNaC) bagi kelompok pekerja klinis dan KODERSI bagi kelompok pekerja non klinis.
Pendidikan Gizi dengan Metode Tutor Sebaya (Peer Teaching) Sebagai Upaya untuk Mengatasi Obesitas Sa'bania Hari Raharjeng; Farah Nuriannisa; Rizki Nurmalya Kardina; Pratiwi Hariyani Putri; Evi Sylvia Awwalya
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 2 No. 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang. Angka kejadian obesita di Indonesia terus mengalami peningkatan dan diikuti pula dengan meningkatya prevalensi penyakit tidak menular. Peran serta masyarakat untuk ikut berperan dalam menurunkan angka obesitas sangat diperlukan. Pendidikan gizi melalui pemanfaatan potensi masyarakat yang peduli dengan permasalaan obesitas menjadi upaya yang dapat dilakukan untuk membantu mengatasi permasalahan obesitas. Tujuan. Mengetahui pengaruh pendidikan gizi melalui pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan pemahaman dalam mencegah obesitas. Metode. Program Pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan di RT 01 RW 02 Kelurahan Dukuh Menanggal dengan memberikan pendidikan gizi terkait obesitas melalui metode peer teaching (tutor sebaya) menggunakan media informasi booklet dan flipchart. Kegiatan ini diikuti oleh 18 warga yang terdiri dari 3 tutor dan 15 peserta tutoring. Efektivitas kegiatan diukur dari hasil peningkatan pemahaman yang dilihat dari skor pre-pos test dan kepuasan peserta tutoring yang diukur dengan kuesioner kepuasan. Hasil dan pembahasan. Rata-rata pemahaman peserta tutoring mengalami peningkatan sebesar 29,7% dan 80% peserta merasa puas serta 20% merasa cukup puas dengan pelaksanaan pendidikan gizi melalui metode tutor sebaya. Kesimpulan. Metode peer teaching atau tutor sebaya tidak hanya memiliki peluang untuk dapat diterapkan di sistem pembelajaran peserta didik, namun juga memiliki peluang diterapkan dalam kegiatan pendidikan gizi. Peran masyarakat sekitar yang peduli terhadap masalah gizi dan kesehatan juga dapat dioptimalkan dengan melibatkan masyarakat tersebut untuk dapat memberikan paparan informasi gizi dan kesehatan kepada masyarakat sekitar tempat tinggalnya.
Edukasi Bahaya Penyalahgunaan Antibiotik dan Pemaanfaatan Tanaman Herbal untuk Pengobatan Endah Prayekti; Nathalya Dwi Kartika Sari; Ary Andini; Renny Novi Puspitasari; Yauwan Tobing Lukiyono; Khiliah Navis
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 2 No. 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antibiotics are generally known in the community as a medicine for disease. The use of antibiotics in society is often not matched by knowledge of the consequences of misuse of antibiotics. One of the most dangerous effects of uncontrolled use of antibiotics in humans, animals, or animal products is the presence of bacterial resistance to antibiotics. The existence of bacterial resistance to antibiotics causes infected patients to take longer to recover. The purpose of this community service activity is to provide education to Tanjung Gresik Village Health cadres on the correct use of antibiotics and provide insight into the use of herbal plants as natural medicines. The method of implementing community service is carried out using the seminar method and followed by the distribution of booklets and flyers for reading material for village cadres. After implementation, village cadres are required to fill out an understanding evaluation form for the material that has been provided. The results of the initial measurement indicated that 33 village cadres had knowledge regarding antibiotics, but only an average of 13 participants were able to answer the initial questions correctly. Initial measurements related to herbal plants for treatment, of the 15 herbal plants that were informed, 10 herbal plants had known benefits. While the other 5 herbal plants have not been widely known for their benefits for treatment. After the activity, the understanding of cadres has increased. Increased understanding of the use of antibiotics reached 25% for 16 participants, 50% for 3 participants, and 75% for 1 participant. While the use of herbal plants increased by 5-30% for 9 participants, > 20-30% for 5 participants and > 50% for 5 participants. Based on the results obtained from this activity, village cadres can use the information obtained to be conveyed to residents.
Pelatihan Pembuatan Yogurt Pada Kelompok Guru Program Keahlian Asisten Keperawatan di SMKN 1 Tembuku Bangli Anak Agung Gede Indraningrat; Made Dharmesti Wijaya; Ida Ayu Agung Idawati; Wahyu Antari Wijaya
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 2 No. 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Keahlian Asisten Keperawatan adalah salah jurusan pada bidang kesehatan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 1 Tembuku Bangli. Berdasarkan pemaparan mitra yang diwakilkan oleh ketua program studi program keahlian asisten keperawatan diketahui bahwa para guru yang mengajar di bidang ini diwajibkan untuk mengembangkan produk kesehatan yang berpotensi menghasilkan profit. Hasil diskusi mengerucut pada keinginan dari mitra untuk diberikan pelatihan dalam membuat produk olahan susu berupa yoghurt dan diberikan pelatihan tentang metode pengemasan produk dan pemasaran. Pemilihan yoghurt sebagai produk yang akan dibuat dikarenakan harganya murah dan mudah dibuat dan memiliki kandungan gizi yang tinggi. Metode yang digunakan dalam PKM ini adalah focus group discussion melalui pemaparan tentang konsep yoghurt yang disertai dengan pelatihan pembuatan yoghurt secara langsung. Mitra juga mendapatkan penyuluhan dari sisi ekonomi tentang cara membuat kemasan, menentukan ongkos produksi dan memasarkan produk untuk menarik minat pembeli. Hasil PKM menunjukkan mitra secara umum memiliki pemahaman yang baik tentang konsep gizi seimbang, yoghurt dan konsep pemasaran. Evaluasi pre dan post-test menunjukkan peningkatan persentase pemahaman mitra sebesar 30%. Pendampingan terhadap mitra mengindikasikan bahwa mitra sudah mampu secara mandiri membuat produk yoghurt dibuktikan dengan kreasi yoghurt yang sudah dibuat oleh mitra. Kegiatan PKM ini dapat disimpulkan berjalan dengan lancar dan tepat sasaran.
Aromaterapi Lavender Dan Pijat Relaksasi Kepala Pereda Dyspareunia Yunik Windarti; Fitria Dwi Anggraini; Hinda Novianti; Diah Retno Kusumawati
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 2 No. 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dyspareunia sering dialami oleh ibu saat berhubungan seksual pascabersalin. Nyeri yang dirasakan mengganggu kenyamanan ibu, bahkan banyak yang takut dan membutuhkan waktu yang lama sampai berbulan – bulan baru bersedia melakukan hubungan seksual dengan suami. Pemberian aromaterapi lavender dan pijat relaksasi kepala dapat meredakan atau mengurangi nyeri saat berhubungan seksual. Tujuan kegiatan ini untuk mensosialisasikan aromaterapi lavender dan memberi pelatihan tentang pijat relaksasi kepala sebagai upaya mengurangi terjadinya dyspareunia. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di RW IV Kelurahan Wonokromo Surabaya Jawa Timur pada bulan Juni 2022. Peserta yang hadir sebanyak 24 orang yang terdiri dari kader dan ibu pascamelahirkan. Kegiatan diawali dengan pemberian pre test dengan questioner, kemudian sosialisasi aromaterapi lavender dan dilanjutkan dengan pelatihan pijat relaksasi kepala. Kegiatan diakhiri dengan post test menggunakan questioner. Hasil dari 16 peserta yang bersedia mengisi penuh dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat yaitu pemahaman tentang aromaterapi lavender dari 25% meningkat menjadi 81,2%. Pemahaman keterampilan tentang pijat relaksasi kepala dari 50% meningkat menjadi 93,75%. Aromaterapi lavender dapat memberi ketenangan, mengurangi rasa nyeri (sakit kepala, dysminorhea, dyspareunia), mengendorkan sitem kerja urat syarat dan otot yang tegang, membantu mengurangi insomnia, memperbaiki suasana hati, dan mengurangi tingkat kecemasan. Pijat relaksasi kepala dapat mengurangi ketegangan atau stress, membuat nyaman, dan merupakan salah satu stimulus hormone kebahagiaan. Penggunaan aromaterapi lavender pada ibu pasca melahirkan sebelum melakukan aktifitas seksual dapat mengurangi nyeri saat berhubungan seksual. Pijat relaksasi kepala yang dilakukan pada ibu nifas dapat memberi kenyamanan pada ibu.
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat sebagai Upaya Pencegahan Stunting di SDN 2 Kerta, Kabupaten Gianyar Komang Trisna Sumadewi; Saktivi Harkitasari; Luh Gede Evayanti; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; Ni Putu Diah Witari
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 2 No. 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan merupakan salah satu indikator untuk menentukan kesejahteraan suatu bangsa. Salah satu masalah kesehatan yang saat ini menjadi fokus pemerintah adalah stunting. Untuk menurunkan angka kejadian stunting diperlukan suatu upaya yang dapat meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan masyarakat akan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Usia sekolah dasar sangat baik dalam pemberian stimulus dan efektif untuk merubah perilaku yang lebih baik. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan wawasan dan pemahaman siswa mengenai PHBS serta melatih siswa mencuci tangan yang benar. Berdasarkan wawancara bersama Kelian Banjar Pilan didapatkan permasalahan antara lain kurangnya pengetahuan siswa mengenai PHBS dan penerapannya karena keterbatasan informasi yang didapatkan serta keterampilan siswa dalam mencuci tangan yang benar juga masih rendah. Dari permasalahan tersebut, maka ditetapkan solusi berupa sosialisasi mengenai PHBS, simulasi mencuci tangan yang benar dan pendampingan kepada siswa dalam mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Kegiatan ini dilaksanakan di SDN 2 Kerta dan diikuti oleh 35 orang siswa. Program pengabdian ini terlaksana dengan lancar dan seluruh siswa (100%) hadir saat kegiatan berlangsung. Seluruh siswa (100%) memiliki peningkatan pengetahuan setelah sosialisasi yang dilihat dari nilai pretest dan posttest. Rerata pretest sebesar 6,17 sedangkan untuk rerata posttest sebesar 9,66 (peningkatan pengetahuan sebesar 56,5%). Hasil observasi selama pendampingan menunjukkan peningkatan keterampilan siswa dalam mencuci tangan secara mandiri. Untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat serta penyebaran informasi yang lebih luas, hendaknya kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan dengan melibatkan peserta yang lebih luas.
Edukasi Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dan Pelatihan Pasar Modal pada Sekaa Teruna Widya Bhakti Banjar Pegok, Kelurahan Sesetan, Denpasar Selatan Made Dharmesti Wijaya; Anak Agung Gede Indraningrat; Ida Ayu Agung Idawati
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 2 No. 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekaa Teruna (ST) merupakan organisasi sosial masyarakat yang ada di tingkat banjar di Bali. Pada setiap banjar, ST dibentuk sebagai wahana bagi remaja untuk belajar berorganisasi dan menjalankan berbagai program kepemudaan baik dari segi sosial keagamaan maupun sosial kemasyarakatan. Mitra pada PKM ini adalah ST Widya Bhakti yang dibentuk di Banjar Pegok Sesetan dan aktif melakukan aktivitas kepemudaan di tingkat banjar dan desa. Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini difokuskan dalam mengatasi permasalahan mitra untuk memberikan pendampingan dan pengetahuan tentang tanaman obat keluarga (TOGA). Selain itu, mitra juga membutuhkan pelatihan tentang pasar modal khususnya tentang investasi saham. Dalam kegiatan ini, metode yang digunakan adalah focus group discussion, penyuluhan tentang konsep dan cara pemanfaatan TOGA secara tradisional, pelatihan tentang investasi pasar modal, serta pemberian bantuan berupa bibit TOGA dan set composting bag untuk mengolah sampah organik. Berdasarkan hasil pretest dan posttest, diketahui telah terjadi peningkatan pemahaman dan pengetahuan mitra terkait materi yang diberikan, dari nilai rata-rata 60/100 menjadi 88/100 setelah pemberian materi. Hasil monitoring dan evaluasi (monev) menunjukkan bahwa mitra sudah memanfaatkan bibit yang diberikan dengan menanamnya di pekarangan rumah. Mitra juga telah mencoba melakukan recycle sampah organik dengan composting. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa kegiatan PKM ini telah meningkatkan pengetahuan dan kemampuan mitra dalam pemanfaatan TOGA dan literasi pasar modal.
Pemberdayaan Pengurus Yayasan dan Guru Dalam Mencegah Penularan Infestasi Skabies di Yayasan Yappenatim Kabupaten Gianyar Made Sudarjana; Luh Made Budiani; Basuki Mahardika
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 2 No. 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit skabies merupakan salah satu penyakit kulit menular yang endemis di masyarakat. Kecepatan penyebarannya sangat tinggi terutama di tempat dengan penghuni padat penduduk seperti asrama, pesantren, dan panti asuhan. Pengetahuan tentang skabies para pengurus yayasan dan guru di satu asrama atau panti asuhan serta kondisi sarana asrama panti yang disediakan pengelolanya dapat berpengaruh pada kesehatan secara umum termasuk dalam penyebaran penyakit skabies. Tujuan dari program kemitraan masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan pengurus yayasan dan para guru dalam mencegah timbulnya infestasi kulit skabies. Peningkatkan pengetahuan para guru pengajar, berperan dalam memutus rantai penularan penyakit dengan menularkan ilmu ke anak didiknya. Kegiatan program ini dilaksanakan dengan memberikan penyuluhan kepada peserta pengurus yayasan serta para guru di yayasan Yappenatim Gianyar. Pemberian bantuan obat skabies dan obat antiseptik untuk membantu kebersihan atau meningkatkan sanitasi lingkungan akan diberikan setelah selesai penyuluhan. Pelaksanaan pengabdian ini dilakukan dengan penyuluhan kesehatan tentang skabies. Diawali dengan menghubungi ketua yayasan untuk sosialisasi, selanjutnya dibuat materi dan persiapan media yang dibutuhkan agar penyuluhan berjalan lancar. Pelaksanaan penyuluhan telah dilaksanakan pada hari Jumat, 17 Februari 2023. Diikuti 24 peserta 5 orang dari Yayasan, 19 orang guru dari tingkat SD sampai SMA, dokter muda dari FK Unwar sebagai pendamping dan menyiapkan sarana dan prasarana saat penyuluhan. Penyuluhan berjalan sesuai rencana dan diikuti peserta dengan antusias. Dari hasil pre dan post-test, didapat peningkatan pengetahuan peserta yang bermakna. Pemberian bantuan obat dan bahan lainnya dilakukan setelah kegiatan dilaksanakan.
PKM Kesehatan Pekerja Seks Perempuan dalam Penanggulangan IMS dan HIV/AIDS di Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung Luh Gede Pradnyawati; Dewa Ayu Putu Ratna Juwita; Made Indra Wijaya; Komang Triyani Kartinawati
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 2 No. 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bali adalah salah satu provinsi di Indonesia yang menjadi tujuan para traveler dari seluruh dunia, baik untuk berwisata, berbisnis, maupun bekerja yang rentan terhadap penyebaran dan penularan penyakit IMS dan HIV/AIDS. Lokalisasi Jalan Setia Budi adalah salah satu titik lokalisasi yang berada di Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung. Lokalisasi ini sudah ada sekitar 10 tahun dan beroperasi 24 jam dan rentan penularan IMS dan HIV/AIDS. Minimalnya pengetahuan mitra PSP (Pekerja Seks Perempuan) mengenai penanggulangan IMS dan HIV/AIDS tersebut. Mitra yang dalam hal ini sebagai perpanjangan tangan dari tenaga kesehatan tidak memiliki gambaran mengenai pelaksanaan program penanggulangan IMS dan HIV/AIDS tersebut. Mereka tidak mengetahui hal-hal yang berbahaya dari IMS dan HIV/AIDS, faktor risiko, cara penularannya serta cara pencegahannya salah satunya adalah program VCT. Dengan terjadinya pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung sejak 3 tahun lalu, membuat terjadinya penurunan pemasukan dari pelanggan yang berdampak pada perekonomian mereka. Sehingga mereka membutuhkan penghasilan tambahan selain dari memuaskan pelanggan. Dari permasalahan yang dihadapi, maka solusi yang dapat ditawarkan adalah melaksanakan focus group discussion mengenai pencegahan IMS dan HIV/AIDS dengan melibatkan mitra, mucikari dan PSP. Dari kegiatan ini telah meningkatkan pemahaman PSP serta orang-orang di sekitar lokalisasi mengenai pentingnya penanggulangan IMS dan HIV/AIDS. Peningkatan skill PSP melalui pelatihan bagi mitra dalam pembuatan APD seperti masker, handsanitizer, face shield. Pelatihan ini dilakukan untuk membantu PSP dalam mencari pemasukan tambahan selain bekerja di lokalisasi sehingga permasalahan perekonomian mereka terbantu di masa pandemi Covid-19. Kata Kunci : Pekerja seks perempuan, IMS, HIV/AIDS, Kecamatan Kuta
Pemberdayaan Kelompok PKK dalam Pembinaan Konsumsi Makanan B2SA dan Pengembangan Tanaman HATInya PKK di Desa Celuk, Sukawati, Gianyar Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; I Wayan Sudiarta; Luh Gede Evayanti
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 2 No. 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gizi adalah salah satu faktor yang menentukan dan terpenting dalam kualitas sumber daya manusia. Makanan yang merupakan sumber gizi dalam kehidupan sehari-hari harus sesuai dengan kebutuhan gizi bagi masyarakat, sehingga dapat menunjang kesehatan dan pertumbuhan yang optimal serta mencegah timbulnya berbagai penyakit. Pemenuhan kebutuhan pangan merupakan suatu kondisi pangan yang cukup tersedia bagi setiap anggota masyarakat, dan setiap anggota masyarakat memiliki akses untuk memperolehnya, baik fisik dan ekonomi. Pemenuhan kebutuhan pangan selain berfokus pada penyediaan pangan pada tingkat wilayah, namun juga pada ketersediaan serta konsumsi pangan pada tingkat daerah dan rumah tangga, serta individu dalam memenuhi kebutuhan gizinya. Pentingnya pemenuhan kebutuhan pangan hal ini mempengaruhi status gizi masyarakat secara langsung. Mitra pada pengabdian ini merupakan kelompok PKK Desa Celuk yang tergabung di dalam Tim Penggerak PKK yang memiliki tugas memberdayakan wanita untuk turut berpartisipasi dalam pembangunan Indonesia. Berdasarkan wawancara dengan Kepala Desa Celuk, pengetahuan dan keterampilan kelompok PKK dalam pembinaan kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi makanan yang beragam, bergizi, seimbang dan aman serta pengembangan tanaman HATInya PKK dalam Pemenuhan Kebutuhan Pangan Keluarga belum seragam dan kurang terlatih. Sarana yang digunakan untuk membina sangat terbatas, ditambah dengan pendanaan dari pemerintah yang minimal pada kondisi pandemik covid-19 untuk menunjang 10 program pokok PKK. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan dialog interaktif tentang pembinaan B2SA dan pengembangan tananam HATInya PKK dan pelatihan mitra tentang cara pembinaan B2SA dan pengembangan tananam HATInya PKK. Pelatihan serta pendampingan berkelanjutan dilakukan pada mitra, dilanjutkan dengan monitoring evaluasi berkala tiap bulan sesuai formulir yang telah disiapkan dan dilakukan oleh tim pengabdian. Data pengabdian dianalisis dengan uji paired sample t-test, menunjukkan terdapat peningkatan signifikan pada nilai pretest dan postest, yaitu peningkatan pengetahuan lebih dari ≥85% anggota kelompok PKK mengenai konsumsi makanan yang beragam, bergizi, seimbang dam aman dan pengembangan tanaman HATINYA PKK dalam pemenuhan kebutuhan pangan keluarga. Hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan Tim Penggerak PKK sudah mampu melakukan menerapkan B2SA dan mengembangkan tanaman HATI-nya PKK untuk dapat digunakan dalam pembinaan oleh PKK. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 1 Juli 2021.

Page 1 of 1 | Total Record : 10