cover
Contact Name
Nadia
Contact Email
nadia@iainpalu.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
tadayun@iainpalu.ac.id
Editorial Address
Program Studi Hukum Ekonomi Syariah Gedung Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu Jalan Diponegoro Nomor 23 Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah Kode Pos: 94221
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Tadayun: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah
ISSN : 29618436     EISSN : 27744914     DOI : https://doi.org/10.24239/tadayun.v3i1.28
Tadayun merupakan jurnal Hukum Ekonomi Syariah yang dikelola oleh Jurusan Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah, Institut Agama Islam Negeri Palu. Jurnal Ilmiah ini dapat diakses secara terbuka sebagai upaya untuk menyebarluaskan hasil penelitian yang berfokus pada kajian Hukum Ekonomi baik dalam tinjauan hukum Islam maupun hukum positif. Tadayun diterbitkan secara berkala 2 (dua) kali dalam setahun, tepatnya pada bulan Juni dan Desember.
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2021)" : 5 Documents clear
TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PRAKTIK “DEREP PARI” DI DESA TINOMBALA BARAT Yaumil Qodriyah; Sapruddin Sapruddin; Abidin Abidin
Tadayun: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.344 KB) | DOI: 10.24239/tadayun.v2i1.12

Abstract

Abstract The discussion of this research is focused on the description of Islamic law related to the practice of Derep Pari in West Tinombala Village, Ongka Malino District, Parigi Mutong Regency, so that the formulation of questions that must be answered are (1) What is the description of the practice of Derep Pari in West Tinombala? (2) What is the law of derep pari in the village of West Tinombala in Islamic teachings?. The results showed that (1) In the practice of Derep-Pari in Tinombala Barat Village, the wage system was determined based on the results of the agreement. (2) From the perspective of Islamic law, the wage system in Tinombala Barat Village is in accordance with Islamic law, where the operational principles and provisions already include aspects of justice because the wages paid to workers are given immediately after the work is completed and in the provision of wages in accordance with the agreement or in accordance with by agreement.
TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP MANAJEMEN PENGELOLAAN DANA PADA BAITUL MAAL WAT TAMWIL (BMT) AL-MUHAJIRIN KECAMATAN TOILI KABUPATEN BANGGAI Abdul Malik Firdaus; Muhammad Akbar; Sitti Nurkhaerah; Ahmad Arief
Tadayun: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.903 KB) | DOI: 10.24239/tadayun.v2i1.13

Abstract

Abstract Islamic financial institutions are increasingly showing their existence, which encourages us to be more selective in choosing one of these institutions to use their services. We need to pay attention to the compatibility of applying the principles of Islamic law in its activity. The question of how the process of managing funds is managed, as well as whether the process is in accordance with Islamic law is something that must be answered. The results of the study indicate that the fund management process at BMT Al-Muhajirin Toili has been systemized quite well in the welfare of its members both in savings and financing products. According to Islamic law perspective regarding the process of fund management, there is still confusion, especially in the implementation of murabahah and mudharabah contracts, this happens because the human resources used at BMT Al-Muhajirin Toili are not fully qualified, so it often causes gharar in the contract. In addition, in the transaction process there is still usury due to the use of conventional interest-based accounts. Abstrak Semakin banyaknya lembaga keuangan syariah, maka kita akan semakin selektif dalam memilih. Sehingga kita perlu memperhatikan tentang kesesuaian penerapan prinsip-prinsip hukum Islam di dalam operasionalnya. Pertanyaan mengenai bagaimana proses manajemen pengelolaan dana, serta apakah proses tersebut telah sesuai dengan hukum Islam menjadi hal yang harus terjawab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses manajemen pengelolaan dana di BMT Al-Muhajirin Toili telah tersistem dengan cukup baik dalam mensejahterakan anggotanya baik pada produk simpanan maupun pembiayaan. Adapun tinjauan hukum Islam mengenai proses manajemen pengelolaan dananya masih terdapat kebingungan, khususnya dalam penggunaan akad murabahah dan mudharabah, hal ini terjadi karena sumber daya yang digunakan di BMT Al-Muhajirin Toili belum sepenuhnya sesuai dengan bidang keilmuan, sehingga sering menimbulkan gharar dalam berakad. Selain itu, dalam dalam proses transaksi masih terdapat riba karena penggunaan rekening konvensional yang berbasis bunga.
ASPEK HUKUM TERHADAP TRANSAKSI PINJAMAN ONLINE Wahyuni Wahyuni
Tadayun: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.487 KB) | DOI: 10.24239/tadayun.v2i1.14

Abstract

Abstract Online loans are currently being discussed a lot, especially regarding the legality underlying. Where there is no clarity regarding the transaction mechanism and the legal consequences of the achievements made by both parties, and also not a few who end it through criminal law. In this regard, the authors would like to emphasize several legal aspects of this online loan transaction by conducting a normative-empirical legal analysis, using several approaches, including the approach to related laws and regulations, a case study approach related to online loan cases and a comparative approach or comparison to compare loan transactions made online and loan transactions made offline. Because the transaction mechanism is carried out online, this agreement cannot be separated from the principles adopted in civil law as well as the conditions for the validity of an agreement, so that even though online loan transactions are carried out online, they must be subject to applicable laws and regulations. and carry out the process of validating data and information for each party so that in the event of a default by one of the parties it can be resolved without harming one of the parties in the transaction. Abstrak Pinjaman Online saat ini sedang banyak diperbincangan terutama mengenai payung hukum yang mendasarinya. Dimana belum ada kejelasan terkait bagaimana mekanisme transaksinya serta bagaimana akibat hukum dari prestasi yang dilakukan oleh kedua belah pihak, dan pula tidak sedikit yang mengakhirinya melalui jalur hukum pidana. Berkaitan dengan hal tersebut, maka penulis ingin menegaskan beberapa aspek hukum terhadap transaksi pinjaman online ini dengan melakukan analisis secara hukum normatif-empiris, dengan menggunakan beberapa pendekatan, antara lain pendekatan peraturan perundang-undangan terkait, pendekatan studi kasus yang berkaitan dengan kasus pinjaman online dan pendekatan komparasi atau perbandingan untuk membandingkan transaksi pinjaman yang dilakukan secara online dan transaksi pinjaman yang dilakukan secara offline. Oleh karena mekanisme transaksi yang dijalankan secara online, maka perjanjian ini tidak terlepas dari prinsip-prinsip yang dianut dalam hukum keperdataan serta yang menjadi syarat sahnya suatu perjanjian, sehingga transaksi pinjaman online tersebut sekalipun dilakukan secara online, namun harus tunduk pada perundang-undangan yang berlaku serta melakukan proses validasi data dan informasi masing-masing pihak sehingga ketika terjadi wanprestasi oleh salah satu pihak dapat diselesaikan tanpa merugikan salah satu pihak dalam transaksi tersebut.
PENYUSUNAN BUKU PERSYARATAN HAK INDIKASI GEOGRAFIS BAWANG MERAH LEMBAH PALU Maulana Amin Thahir
Tadayun: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1668.619 KB) | DOI: 10.24239/tadayun.v2i1.19

Abstract

The potential of diverse horticultural resources owned by Indonesia needs to be sought for legal protection of adequate geographical indications for these products, one of the horticultural products that has the potential to be registered as a product of geographical indications is the Palu Valley Onion. To be able to register the Palu valley onion as a geographical indication product, Book Requirements are needed. This study aims to identify, understand and analyze the urgency of the preparation of the requirements book as a prerequisite for registering Palu Valley Onion as a product of geographical indications. This study is an empirical legal research that is research conducted by researching and examining the facts in line with observations in the field. The collection of data is carried out through interviews method and collection of documents relating to the material discussed. The results of the study indicate that no one has made the book the intended requirements. Therefore, the preparation of the requirements book as a prerequisite for registration of geographical indications is considered very important to be compiled immediately. Abstrak Potensi sumber daya hortikultura yang beraneka ragam yang dimiliki Indonesia perlu diupayakan perlindungan hukum indikasi geografis yang memadai bagi produk-produk tersebut, salah satu produk hortikultura yang berpotensi didaftarkan sebagai produk indikasi geografis adalah bawang merah lembah Palu. Untuk dapat mendaftarkan bawang merah lembah Palu sebagai produk indikasi geografis dibutuhkan Buku Persyaratan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, memahami dan menganalisis urgensi penyusunan buku persyaratan sebagai prasyarat pendaftaran bawang merah Lembah Palu sebagai produk indikasi geografis. Penelitian ini adalah penelitian hukum yang bersifat empiris yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara meneliti dan menelaah fakta yang ada sejalan dengan pengamatan di lapangan. Penghimpunan data dilaksanakan menggunakan metode wawancara serta pengumpulan dokumen yang memiliki kaitan dengan pembahasan penelitian. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa belum ada satu pun pihak yang membuat buku persyaratan yang dimaksud. Oleh karena itu, penyusunan buku persyaratan sebagai prasyarat pendaftaran indikasi geografis dianggap sangat penting untuk segera disusun.
LABELISASI HALAL DAN HARAM Desy Kristiane
Tadayun: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.166 KB) | DOI: 10.24239/tadayun.v2i1.21

Abstract

Halal certification within the scope of modern society as it is today raises a bit of concern for some products that do not have a halal certificate. When reviewed in fiqh books, we will find al-tahrîm wal ihlâl haqqullâh wahdah. This is studied descriptively and qualitatively. There are three problems related to the issue of halal labeling which so far the rights are in the hands of the MUI. First, is the political problem caused by labeling itself. Second, is a religious issue. Third, related to economic matters. Abstrak Sertifikasi halal didalam lingkup masyarakat modern seperti sekarang ini menimbulkan sedikit kerisauan terhadap sejumlah produk yang tidak memiliki sertifikat halal. Apabila ditinjau dalam pustaka pustaka kitab fiqih, kita akan menemukan al-tahrîm wal ihlâl haqqullâh wahdah. Ini dikaji secara deskriptif dan bersifat kualitatif. Ada tiga masalah yang berkaitan dengan persoalan labelisasi halal yang dalam ini wilayah haknya ada di tangan MUI. Pertama, adalah masalah politis yang ditimbulkan soal labelisasi itu sendiri. Kedua, adalah masalah keagamaan. Ketiga, menyangkut soal ekonomi

Page 1 of 1 | Total Record : 5