cover
Contact Name
Siska Narulita
Contact Email
siska.narulita@itbsemarang.ac.id
Phone
+6281228202122
Journal Mail Official
jci@itbsemarang.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Teknologi dan Bisnis Semarang Jl. Jenderal Sudirman No. 346, Kec. Gisikdrono, Kota Semarang Jawa Tengah
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Cakrawala Informasi (JCI)
ISSN : 28306562     EISSN : 28306252     DOI : https://doi.org/10.54066/jci.v2i1
Jurnal Cakrawala Informasi (JCI) Sesuai dengan filosofinya, Jurnal Cakrawala Informasi (JCI) bertujuan untuk memberikan sumbangsih pengetahuan di berbagai disiplin ilmu pengetahuan yang relevan dengan sistem atau teknologi informasi serta mendorong para akademisi, ilmuwan atau praktisi untuk mempublikasikan hasil penelitian yang dilakukan. Fokus & Ruang Lingkup Jurnal atau karya ilmiah yang dipublikasikan Jurnal Cakrawala Informasi (JCI) meliputi jurnal atau karya ilmiah dari berbagai disiplin ilmu yang masih berkaitan (berhubungan atau relevan) dengan sistem atau teknologi informasi, misalnya: 1. Sistem/Teknologi Informasi – Politik 2. Sistem/Teknologi Informasi – Hukum 3. Sistem/Teknologi Informasi – Ekonomi 4. Sistem/Teknologi Informasi – Sosial 5. Sistem/Teknologi Informasi – Budaya 6. Sistem/Teknologi Informasi – Bahasa 7. Sistem/Teknologi Informasi – Infrastruktur 8. Sistem/Teknologi Informasi – Sains 9. Disiplin ilmu lainnya yang relevan
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 1 (2022): Juni 2022" : 11 Documents clear
Tobacco Carrier with HuskyLens AI Luwih Widiyanto; Margi Utami; Cristeddy Asa Bakti
Jurnal Cakrawala Informasi Vol 2 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) - Institut Teknologi dan Bisnis Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (806.423 KB) | DOI: 10.54066/jci.v2i1.156

Abstract

Dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang elektronika dan komunikasi dewasa ini banyak sekali manfaat yang dapat dirasakan oleh lapisan masyarakat salah satunya adalah untuk mempermudah segala macam pekerjaan di bidang industri, pendidikan, pemerintahan dan berbagai bidang lain. Dengan semakin meningkatnya kebutuhan masyarakat dan semakin canggihnya teknologi, maka dibuatlah sebuah sistem kendali robot yang dapat Ada dua kendali pada HuskyLens yang dapat digunakan dalam mode stand-alone. Penggunaan HuskyLens juga telah dilakukan pada penelitian terdahulu, yaitu penelitian yang dilakukan oleh Dandanell, Josefin dan Henriksson, Agnes (2021), Mike Hin-Leung Chui, et al (2020), dan V. Lakshmi Lalitha, et al (2021). Dalam penelitiannya, mereka menggunakan HuskyLens untuk pengenalan suatu objek. Dalam penelitian yang dilakukan juga menggunakan HuskyLens sebagai sistem kendali robot pemindah barang. Perangkat juga dapat dikontrol secara terprogram menggunakan mikrokontroler atau komputer mikro yang terpasang untuk memindahkan barang secara otomatis sehingga mempermudah dan meringankan tugas berat pekerjaan manusia atau yang mempunyai resiko tinggi seperti mengangkat barang sehingga dapat meminimalisir terjadinya kecelakaan. Kontrol terhadap barang bisa dikendalikan dari jarak jauh sesuai yang kita inginkan menggunakan media WiFi. Perancangan dan pembuatan sistem ini berbasis mikrokontroler (Arduino, HuskyLens AI) dan menggunakan x Geared DC Motors & Wheels sebagai aktuatornya.
Fenomena Flexing di Media Sosial dalam Aspek Hukum Pidana Jawade Hafidz Arsyad
Jurnal Cakrawala Informasi Vol 2 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) - Institut Teknologi dan Bisnis Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (782.536 KB) | DOI: 10.54066/jci.v2i1.158

Abstract

Flexing merupakan salah satu fenomena yang terjadi di media sosial, berupa tindakan memamerkan kekayaan. Tujuan flexing adalah untuk memperoleh pengakuan kemampuan finansial atau status. Akan tetapi, flexing juga dapat dijadikan sarana atau modus untuk melakukan suatu tindak pidana, seperti pada kasus aplikasi binary option Binomo dan Quotex. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif, dengan spesifikasi penelitian bersifat deskriptif analitis. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan, yang kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fenomena flexing dalam media sosial dapat berujung pada penindakan hukum (dalam hal ini hukum pidana), bilamana disalahgunakan sebagai sarana atau modus dalam melakukan tindak pidana, seperti pada kasus aplikasi binary option Binomo dan Quotex. Flexing sebagai modus tindak pidana penipuan dilakukan untuk menjerat followers atau konsumen dengan umpan menggunakan kekayaan. Flexing yang dilakukan secara sengaja sebagai sarana untuk melakukan tindak pidana penipuan, sebagaimana halnya pada kasus Binomo dan binary option lainnya telah memenuhi unsur-unsur tindak pidana. Tidak hanya tindak pidana penipuan investasi, tetapi juga penyebaran berita bohong (hoax) serta tindak pidana pencucian uang. Pelaku dapat dijerat pasal berlapis, sebagaimana diatur dalam ketentuan Pasal 378 jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, Pasal 45 ayat (2) jo. Pasal 27 ayat (2) dan Pasal 45A ayat (1) jo. Pasal 28 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016, serta Pasal 3 dan/atau Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010. Flexing pada dasarnya bukanlah merupakan suatu tindak pidana, selama hal itu dilakukan tidak dengan cara yang melanggar hukum dan merugikan orang lain. Dalam hukum Islam sendiri, flexing atau pamer adalah sikap riya’ (sombong), yang merupakan perbuatan syirik kecil dan berdosa besar, dan neraka menjadi tempat orang-orang yang sombong.
Perlindungan Hukum dalam Kontrak Elektronik pada e-Commerce Kamaluddin Kamaluddin
Jurnal Cakrawala Informasi Vol 2 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) - Institut Teknologi dan Bisnis Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (767.578 KB) | DOI: 10.54066/jci.v2i1.160

Abstract

Kontrak elektronik merupakan dokumen hukum yang sangat penting dalam e-commerce, oleh karena di dalamnya ditentukan secara jelas hak dan kewajiban para pihak. Pada e-commerce, seperti dalam hal jual-beli online, tidak lepas dari adanya wanprestasi yang dapat merugikan salah satu pihak, sehingga bagi pihak yang dirugikan memerlukan perlindungan hukum. Penelitian ini merupakan penelitian hukum dengan pendekatan yuridis normatif, yang bersifat deskriptif analitis. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan, yang kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlindungan hukum dalam kontrak elektronik pada e-commerce belum sepenuhnya dapat dilakukan, terutama bagi barang yang nilainya tidak begitu besar, sehingga pembeli harus merelakan dan mau menerima kerugian sebagai risiko dalam transaksi elektronik. Perlu adanya itikad baik dari para pihak untuk melaksanakan kontrak dalam e-commerce. Selain itu, pelaku usaha juga perlu untuk mencantumkan ketentuan yang dapat memperkuat hak-hak konsumen, sehingga kedudukan antara pelaku usaha dan konsumen seimbang. Apabila telah terjadi wanprestasi, maka pihak yang dirugikan dapat mengajukan somasi kepada pihak yang merugikan, sebelum ditempuh melalui jalur hukum. Untuk mencegah wanprestasi dan memberikan keadilan serta kepastian hukum kepada para pihak, hukum menyediakan sanksi berupa ganti rugi, pembatalan perjanjian, dan peralihan risiko.
Perancangan e-Commerce untuk Mempermudah Proses Pemasaran Produk Masyarakat Studi Kasus pada Dusun Keji Stanislaus Wahyu Eka; Mechael Anwar; Saka Satria; Priyo Nugroho Adi; Hesti Ristanto
Jurnal Cakrawala Informasi Vol 2 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) - Institut Teknologi dan Bisnis Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1466.905 KB) | DOI: 10.54066/jci.v2i1.172

Abstract

Saat ini, semua bidang kehidupan tidak terlepas dari adanya teknologi informasi. Sebagai contoh dalam bidang bisnis, pemanfaatan teknologi informasi juga sudah sangat banyak, yaitu salah satunya dengan semakin meroketnya model bisnis e-Commerce di tahun 2020 [1]. Aplikasi e-Commerce digunakan untuk mendukung kegiatan pembelian, penjualan, pemasaran produk atau jasa, serta informasi melalui jaringan internet [2]. Banyak aplikasi e-Commerce berskala nasional yang sudah tersedia, antara lain Shopee, Tokopedia, Lazada, Bukalapak, Blibli, dan lain sebagainya. Mengingat pandemi Covid-19 belum reda sepenuhnya, keberadaan aplikasi e-Commerce sangat membantu perekonomian masyarakat yang terkena dampak pandemi Covid-19, termasuk warga masyarakat Dusun Keji. Pandemi Covid-19 ini membawa dampak terhadap hasil penjualan produk-produk yang dihasilkan oleh masyarakat Dusun Keji. Ditambah adanya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang membuat ruang gerak masyarakat Dusun Keji untuk memasarkan produk-produknya menjadi lebih sempit. Masyarakat Dusun Keji tidak leluasa untuk melakukan proses pemasaran ke daerah lain, sehingga mempengaruhi pendapatan masyarakat. Untuk membantu mengatasi permasalahan tersebut, penulis bertujuan membangun sebuah sistem atau aplikasi e-Commerce berbasis web. Aplikasi e-Commerce yang dibangun akan membantu masyarakat Dusun Keji dalam melakukan proses pemasaran produk maupun proses transaksi, sehingga dapat membantu meningkatkan pendapatan masyarakat, mengurangi kemiskinan, mengurangi kesenjangan sosial, dan melindungi lingkungan khususnya di Dusun Keji.
Perancangan Sistem Informasi Wisata Kopeng Berbasis Web dengan Metode Waterfall Aji Priyambodo; Prihati Prihati; Kristiawan Nurdianto
Jurnal Cakrawala Informasi Vol 2 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) - Institut Teknologi dan Bisnis Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1403.806 KB) | DOI: 10.54066/jci.v2i1.176

Abstract

Kopeng merupakan salah satu tempat wisata yang sangat diminati masyarakat. Tempat wisata yang ada terus bertambah dari waktu ke waktu. Sistem informasi Wisata Kopeng berbasis web dibuat dengan tujuan memberi kemudahan bagi masyarakat untuk memperoleh informasi tentang tempat-tempat wisata yang ada di Kopeng dan sekitarnya sesuai dengan kategori yang diinginkan oleh masyarakat dan untuk mengelola file-file tempat wisata, toko oleh-oleh, atau penginapan yang sudah bergabung dengan sistem. Pemakai dari sistem ini terdiri dari masyarakat umum, toko oleh-oleh, penginapan dan tempat wisata. Masyarakat dapat melakukan pencarian tempat wisata yang diinginkan, mengisi buku tamu dan kontak dengan administrator. Tempat wisata, penginapan, dan toko oleh-oleh yang sudah bergabung dalam sistem dapat melakukan hal yang sama dengan masyarakat umum, selain itu juga dapat melakukan login anggota, upload file, dan membuat direktori. Administrator dapat melakukan pengaktifan dan menonaktifkan anggota sistem. Sistem informasi dalam penelitian ini diimplementasikan dengan bahasa pemrograman web PHP dan basis data MySQL yang dalam pengembangannya digunakan pendekatan system development life cycle yang meliputi analisa, desain, implementasi, dan pengujian.
Perancangan Stasiun Kerja Guna Menunjang Kinerja Operator Susana Ayu Handayani; Enty Nur Hayati
Jurnal Cakrawala Informasi Vol 2 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) - Institut Teknologi dan Bisnis Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1155.35 KB) | DOI: 10.54066/jci.v2i1.202

Abstract

Stasiun kerja (work station) adalah area, tempat, atau lokasi dimana aktivitas produksi akan diselenggarakan untuk mengubah bahan baku menjadi sebuah produk yang memiliki nilai tambah. Perancangan stasiun kerja yang benar akan dapat memberikan keselamatan dan kenyamanan kerja bagi operator yang selanjutnya akan berpengaruh secara signifikan dalam menentukan kinerjanya. Melihat begitu pentingnya perancangan stasiun kerja bagi operator dalam menunjang kinerjanya, maka dalam hal ini didesainlah stasiun kerja yang optimal bagi operator sehingga operator tersebut dapat melakukan pekerjaan sehari-hari dengan lebih nyaman. Upaya yang dapat dilakukan antara lain adalah dengan menyesuaikan ukuran tempat kerja dengan dimensi tubuh agar tidak melelahkan, pengaturan suhu, cahaya dan kelembaban sesuai kebutuhan tubuh manusia.
Tobacco Carrier with HuskyLens AI Luwih Widiyanto; Margi Utami; Cristeddy Asa Bakti
Jurnal Cakrawala Informasi Vol 2 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) - Institut Teknologi dan Bisnis Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54066/jci.v2i1.156

Abstract

Dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang elektronika dan komunikasi dewasa ini banyak sekali manfaat yang dapat dirasakan oleh lapisan masyarakat salah satunya adalah untuk mempermudah segala macam pekerjaan di bidang industri, pendidikan, pemerintahan dan berbagai bidang lain. Dengan semakin meningkatnya kebutuhan masyarakat dan semakin canggihnya teknologi, maka dibuatlah sebuah sistem kendali robot yang dapat Ada dua kendali pada HuskyLens yang dapat digunakan dalam mode stand-alone. Penggunaan HuskyLens juga telah dilakukan pada penelitian terdahulu, yaitu penelitian yang dilakukan oleh Dandanell, Josefin dan Henriksson, Agnes (2021), Mike Hin-Leung Chui, et al (2020), dan V. Lakshmi Lalitha, et al (2021). Dalam penelitiannya, mereka menggunakan HuskyLens untuk pengenalan suatu objek. Dalam penelitian yang dilakukan juga menggunakan HuskyLens sebagai sistem kendali robot pemindah barang. Perangkat juga dapat dikontrol secara terprogram menggunakan mikrokontroler atau komputer mikro yang terpasang untuk memindahkan barang secara otomatis sehingga mempermudah dan meringankan tugas berat pekerjaan manusia atau yang mempunyai resiko tinggi seperti mengangkat barang sehingga dapat meminimalisir terjadinya kecelakaan. Kontrol terhadap barang bisa dikendalikan dari jarak jauh sesuai yang kita inginkan menggunakan media WiFi. Perancangan dan pembuatan sistem ini berbasis mikrokontroler (Arduino, HuskyLens AI) dan menggunakan x Geared DC Motors & Wheels sebagai aktuatornya.
Fenomena Flexing di Media Sosial dalam Aspek Hukum Pidana Jawade Hafidz Arsyad
Jurnal Cakrawala Informasi Vol 2 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) - Institut Teknologi dan Bisnis Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54066/jci.v2i1.158

Abstract

Flexing merupakan salah satu fenomena yang terjadi di media sosial, berupa tindakan memamerkan kekayaan. Tujuan flexing adalah untuk memperoleh pengakuan kemampuan finansial atau status. Akan tetapi, flexing juga dapat dijadikan sarana atau modus untuk melakukan suatu tindak pidana, seperti pada kasus aplikasi binary option Binomo dan Quotex. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif, dengan spesifikasi penelitian bersifat deskriptif analitis. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan, yang kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fenomena flexing dalam media sosial dapat berujung pada penindakan hukum (dalam hal ini hukum pidana), bilamana disalahgunakan sebagai sarana atau modus dalam melakukan tindak pidana, seperti pada kasus aplikasi binary option Binomo dan Quotex. Flexing sebagai modus tindak pidana penipuan dilakukan untuk menjerat followers atau konsumen dengan umpan menggunakan kekayaan. Flexing yang dilakukan secara sengaja sebagai sarana untuk melakukan tindak pidana penipuan, sebagaimana halnya pada kasus Binomo dan binary option lainnya telah memenuhi unsur-unsur tindak pidana. Tidak hanya tindak pidana penipuan investasi, tetapi juga penyebaran berita bohong (hoax) serta tindak pidana pencucian uang. Pelaku dapat dijerat pasal berlapis, sebagaimana diatur dalam ketentuan Pasal 378 jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, Pasal 45 ayat (2) jo. Pasal 27 ayat (2) dan Pasal 45A ayat (1) jo. Pasal 28 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016, serta Pasal 3 dan/atau Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010. Flexing pada dasarnya bukanlah merupakan suatu tindak pidana, selama hal itu dilakukan tidak dengan cara yang melanggar hukum dan merugikan orang lain. Dalam hukum Islam sendiri, flexing atau pamer adalah sikap riya’ (sombong), yang merupakan perbuatan syirik kecil dan berdosa besar, dan neraka menjadi tempat orang-orang yang sombong.
Perlindungan Hukum dalam Kontrak Elektronik pada e-Commerce Kamaluddin Kamaluddin
Jurnal Cakrawala Informasi Vol 2 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) - Institut Teknologi dan Bisnis Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54066/jci.v2i1.160

Abstract

Kontrak elektronik merupakan dokumen hukum yang sangat penting dalam e-commerce, oleh karena di dalamnya ditentukan secara jelas hak dan kewajiban para pihak. Pada e-commerce, seperti dalam hal jual-beli online, tidak lepas dari adanya wanprestasi yang dapat merugikan salah satu pihak, sehingga bagi pihak yang dirugikan memerlukan perlindungan hukum. Penelitian ini merupakan penelitian hukum dengan pendekatan yuridis normatif, yang bersifat deskriptif analitis. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan, yang kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlindungan hukum dalam kontrak elektronik pada e-commerce belum sepenuhnya dapat dilakukan, terutama bagi barang yang nilainya tidak begitu besar, sehingga pembeli harus merelakan dan mau menerima kerugian sebagai risiko dalam transaksi elektronik. Perlu adanya itikad baik dari para pihak untuk melaksanakan kontrak dalam e-commerce. Selain itu, pelaku usaha juga perlu untuk mencantumkan ketentuan yang dapat memperkuat hak-hak konsumen, sehingga kedudukan antara pelaku usaha dan konsumen seimbang. Apabila telah terjadi wanprestasi, maka pihak yang dirugikan dapat mengajukan somasi kepada pihak yang merugikan, sebelum ditempuh melalui jalur hukum. Untuk mencegah wanprestasi dan memberikan keadilan serta kepastian hukum kepada para pihak, hukum menyediakan sanksi berupa ganti rugi, pembatalan perjanjian, dan peralihan risiko.
Perancangan e-Commerce untuk Mempermudah Proses Pemasaran Produk Masyarakat Studi Kasus pada Dusun Keji Stanislaus Wahyu Eka; Mechael Anwar; Saka Satria; Priyo Nugroho Adi; Hesti Ristanto
Jurnal Cakrawala Informasi Vol 2 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) - Institut Teknologi dan Bisnis Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54066/jci.v2i1.172

Abstract

Saat ini, semua bidang kehidupan tidak terlepas dari adanya teknologi informasi. Sebagai contoh dalam bidang bisnis, pemanfaatan teknologi informasi juga sudah sangat banyak, yaitu salah satunya dengan semakin meroketnya model bisnis e-Commerce di tahun 2020 [1]. Aplikasi e-Commerce digunakan untuk mendukung kegiatan pembelian, penjualan, pemasaran produk atau jasa, serta informasi melalui jaringan internet [2]. Banyak aplikasi e-Commerce berskala nasional yang sudah tersedia, antara lain Shopee, Tokopedia, Lazada, Bukalapak, Blibli, dan lain sebagainya. Mengingat pandemi Covid-19 belum reda sepenuhnya, keberadaan aplikasi e-Commerce sangat membantu perekonomian masyarakat yang terkena dampak pandemi Covid-19, termasuk warga masyarakat Dusun Keji. Pandemi Covid-19 ini membawa dampak terhadap hasil penjualan produk-produk yang dihasilkan oleh masyarakat Dusun Keji. Ditambah adanya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang membuat ruang gerak masyarakat Dusun Keji untuk memasarkan produk-produknya menjadi lebih sempit. Masyarakat Dusun Keji tidak leluasa untuk melakukan proses pemasaran ke daerah lain, sehingga mempengaruhi pendapatan masyarakat. Untuk membantu mengatasi permasalahan tersebut, penulis bertujuan membangun sebuah sistem atau aplikasi e-Commerce berbasis web. Aplikasi e-Commerce yang dibangun akan membantu masyarakat Dusun Keji dalam melakukan proses pemasaran produk maupun proses transaksi, sehingga dapat membantu meningkatkan pendapatan masyarakat, mengurangi kemiskinan, mengurangi kesenjangan sosial, dan melindungi lingkungan khususnya di Dusun Keji.

Page 1 of 2 | Total Record : 11