cover
Contact Name
Anwar Dani
Contact Email
a.anwar.d@gmail.com
Phone
+6281935136228
Journal Mail Official
a.anwar.d@gmail.com
Editorial Address
LPPM UIN Raden Mas Said Surakarta Jl. Pandawa Pucangan Kartasura Sukoharjo Jawa Tengah
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
BUANA GENDER : Jurnal Studi Gender dan Anak
ISSN : 25278096     EISSN : 2527810X     DOI : https://doi.org/10.22515/
Core Subject : Humanities, Social,
BUANA GENDER: Jurnal Studi Gender dan Anak aims to serve any academic writing on gender and children issues. Gender and children have global issues because of geographical regions, disciplines, and social and cultural contexts. Buana Gender publishes theoretical and empirical articles, reviews and scholarly notes on social and culture towards gender and children, with a focus on their right and generational position in global society. Even though this journal held by Islamic Institute, the article published would not only refer to Islamic perspective but also to various topic about gender and children. The detail of published articles in Buana Gender has specific criteria that will be elaborated below: Gender: empowering woman, LGBTQ issues, behaviorism, etc. Children: childhood issues, child education, child abuse, etc. Buana Gender openly welcomes researcher, lecturer, students, and practitioners to submit the best academic writing that correspond to above topics.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2016)" : 7 Documents clear
Khitan Anak Perempuan, Tradisi, dan Paham Keagamaan Islam: Analisa Teks Hermeneutika Fazlur Rahman Masthuriyah Sa’dan
BUANA GENDER : Jurnal Studi Gender dan Anak Vol. 1 No. 2 (2016)
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.82 KB) | DOI: 10.22515/bg.v1i2.225

Abstract

The practice of girls circumcision in Indonesian still exists these days. Though it is not as severe as the practice of circumcision in Africa and Middle East, the practice of circumcision in Indonesia is still classified as very unsophisticated: utilizing a small knife and turmeric cut at the tip of the newborn baby clitoris. This practice has been performed hereditary. Merely, in various ways, the construction of gender often cause detriment on female, since there are assumptions and beliefs on female sanctity myth. Yet this practice is very detrimental for female if it is reviewed from the medical, humanity, and social aspects. Ironically, such practice often utilized teological legitimation theorem to strengthen the root of violence against female. Employing Fazlur Rahman’s hermeneutic analysis on double movement theory, this article studied the practice of female circumcision along with tradition and religious interpretation. The result of this study is that the moral ideal aspect of the female circumcision tradition has caused detriment on female whether in medical side or woman’s rights. Subsequently, by legal aspect, the practice of circumcision is only for boys and not for girls.Praktik khitan bagi anak perempuan di daerah Nusantara masih eksis hingga sekarang, meski tidak separah seperti praktik khitan di daerah Afrika dan Timur tengah, praktik khitan di Indonesia masih tergolong sangat sederhana. Dengan menggunakan pisau kecil dan kunyit yang disayat di bibir klitoris bayi yang baru dilahirkan. Praktik tersebut telah berjalan secara turun temurun. Secara sederhana, dalam beberapa bentuk, seringkali konstruksi gender merugikan banyak kaum perempuan, karena adanya asumsi dan kepercayaan tentang mitos kesucian perempuan. Padahal praktik tersebut sangat merugikan perempuan jika ditinjau dari aspek medis, kemanusiaan dan sosial humaniora. Ironisnya, praktik yang demikian seringkali menggunakan dalil legitimasi teologis untuk menguatkan akar kekerasan terhadap perempuan. Dengan menggunakan pisau analisa hermeneutika Fazlur Rahman tentang teori gerak ganda, tulisan ini mengkaji praktik khitan perempuan dengan tradisi dan tafsir keagamaan. Adapun hasil kajian dari tulisan ini adalah bahwa aspek ideal moral dari tradisi khitan perempuan telah merugikan pihak perempuan baik dari segi medis maupun hak asasi perempuan. Kemudian secara aspek legal, praktik khitan adalah untuk anak laki-laki dan bukan kepada anak perempuan.
Peran Penerimaan Sosial terhadap Psikopatologi Perkembangan Sindrom Tourette Pada Anak Ellen Prima
BUANA GENDER : Jurnal Studi Gender dan Anak Vol. 1 No. 2 (2016)
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.535 KB) | DOI: 10.22515/bg.v1i2.234

Abstract

One of the developmental psychopathology types that often occur in childhood is Tourette's syndrome which begins with mild symptoms such as mild tic movements on the face, head or hands. Tic will often arise when the children feel under pressure (stress) and their emotion is unstable. It increases simultaneously with one’s age including legs and other body parts. Tourette's syndrome may infect every one of all ethnic groups. The aim of this study was to identify and describe the role of social acceptance towards the developmental psychopathology of Tourette's syndrome in children. Therefore, this study uses a descriptive qualitative method. The results of this study indicate that the social acceptance (environment) helps a person to adapt well and be able to use his full potential, especially for the person suffering from developmental psychopathology of Tourette’s syndrome.Salah satu jenis psikopatologi perkembangan yang sering terjadi pada masa kanak-kanak yaitu sindrom tourette yang diawali dengan gejala ringan seperti gerakan tik ringan pada wajah, kepala atau tangan. Tik sering muncul jika anak merasa tertekan (stres) dan adanya ketidakstabilan emosi. Hal itu semakin meningkat seiring dengan bertambahnya usia seseorang yang mencakup beberapa bagian tubuh lain seperti kaki dan anggota tubuh yang lain. Sindrom tourette dapat terjadi pada setiap orang dari semua kelompok etnis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan peran penerimaan sosial terhadap psikopatologi perkembangan sindrom Tourette pada anak. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan metode kualitatif jenis deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerimaan secara sosial (lingkungan) sangat membantu seseorang dalam beradaptasi dengan baik dan dapat menggunakan potensinya secara maksimal terutama bagi orang yang mengalami penyimpangan perkembangan salah satunya adalah sindrom tourette. 
Pendidikan Keluarga dalam Pemikiran Sahal Mahfudh M. Sofyan al-Nashr
BUANA GENDER : Jurnal Studi Gender dan Anak Vol. 1 No. 2 (2016)
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.727 KB) | DOI: 10.22515/bg.v1i2.384

Abstract

This paper aims to reveal Sahal Mahfudh’s thought on family education. This study used an interpretative method, that is a method that uses the work of a public figure then being examined in order to grasp the meaning of the distinctively embedded notion. According to Kiai Sahal, the hope to embody benefit for other people can be achieved through the benefit of the family as the smallest unit of the society. The Maslahah family is the family whose members are able to understand their rights and obligations as equivalent as their understanding of the rights and obligations of others. A good family education has a great potential to produce a qualified generation that will provide a positive impact on the society. Family education initiated by Kiai Sahal aims at providing ‘maslahah’ to the society. One of the family education output is a child who has a noble character and manner, a ‘shalih’ and ‘akram’ individual, also a productive human.Tulisan ini bertujuan untuk mengungkap pemikiran Sahal Mahfudh tentang pendidikan keluarga. Untuk menguak pemikiran Kiai Sahal digunakan metode interpretatif, yakni metode yang menggunakan karya tokoh kemudian diselami untuk menangkap arti dari nuansa yang dimaksudkan tokoh secara khas. Menurut Kiai Sahal, cita-cita mewujudkan kemaslahatan umat dapat tercapai melalui maslahatnya unit terkecil dari masyarakat, yaitu keluarga. Keluarga maslahah yaitu keluarga yang setiap anggota keluarganya mampu memahami hak dan kewajibannya setara dengan pemahamannya atas hak dan kewajiban orang lain. Pendidikan keluarga yang baik berpotensi besar menghasilkan generasi berkualitas yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat. Pendidikan keluarga yang digagas Kiai Sahal ditujukan untuk memberikan maslahah kepada masyarakat umum. Salah satu output dari pendidikan keluarga ialah anak dengan watak dan perilaku mulia, insan shalih dan akram, serta manusia yang produktif. 
Pendidikan Keluarga melalui Keterampilan Mendengar: Studi Kasus di Wedung, Demak Hasan Bastomi
BUANA GENDER : Jurnal Studi Gender dan Anak Vol. 1 No. 2 (2016)
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.705 KB) | DOI: 10.22515/bg.v1i2.403

Abstract

A family is the smallest comunity in society. It is the first environment (milleu) for the children in having interaction. This correlation pattern is embodied by the attitude and behavior of parents towards their children, one of them is through listening culture. This research employed a field research method with descriptive qualitative analisys technique. The research data collected subsequently analyzed by using deductive and inductive approaches related with listening skill of parents in Desa Mutih Wetan Wedung Demak. The result of the research shows that listening skill is important in the family especially the awareness for parents in entrusting their children to express any idea or opinion.Keluarga merupakan komunitas terkecil dalam masyarakat. Ia merupakan lingkungan pertama bagi anak dalam berinteraksi. Pola hubungan ini diwujudkan dengan sikap dan perilaku orang tua terhadap anak, salah satunya dengan budaya mendengar. Penelitian ini mengunakan metode riset lapangan dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Data penelitian yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan pendekatan deduktif dan pendekatan induktif yang berkenaan dengan ketrampilan mendengar orang tua di Desa Mutih Wetan Wedung Demak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketrampilan mendengar penting dalam keluarga terutama kesadaran bagi orang tua dalam memberikan kepercayaan kepada anak untuk mengeluarkan segala ide ataupun gagasan yang dimilikinya. 
Revitalisasi Peran Keluarga dalam Mengatasi Mental Hectic pada Anak Usia Dini Lukman Harahap
BUANA GENDER : Jurnal Studi Gender dan Anak Vol. 1 No. 2 (2016)
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.125 KB) | DOI: 10.22515/bg.v1i2.407

Abstract

Children character and personality building is conducted by their closest person. They have a meaningful contribution towards the children development. Children growth and development includes physical growth and psichological development. The right guidance and direction is necessary in every stage of children development. Children growth can be conducted by the school environment or educational institution as well. The lack of understanding from the parents or teachers in school and also the burden they feel generates children personality problems. They becomes a less-directional, ill-tempered, and rebellious person. These personality is called Mental Hectic. The emergence of Mental Hectic contains some factors. It consists of the learning method or technique which is less in take sides on the children growth and development especially at their early age. The consequence is learning becomes a heavy task, not a fun and delighted area for children who still keen on their own world, that is, playing. Therefore, this role can be played especially the family as the closest person who could guide and direct them to be a healthy and independent personality.Pembentukan karakter dan kepribadian anak dilakukan oleh orang terdekatnya, mereka memiliki kontribusi yang berarti bagi perkembangan anak itu sendiri. Pertumbuhan dan perkembangan anak meliputi pertumbuhan fisik dan perkembangan psikis. Bimbingan dan arahan yang tepat diperlukan pada setiap  tahapan perkembangan anak. Pertumbuhan anak juga dapat dilakukan dari lingkungan sekolah ataupun lembaga pendidikan. Kurangnya pemahaman orang tua maupun guru di sekolah ditambah beban berat yang dirasakan oleh anak menjadikan problem pada kepribadiannya. Kepribadian anak menjadi pribadi yang kurang terarah, pemarah dan pembangkang. Kepribadian inilah yang disebut Mental Hectic. Tumbuhnya Mental Hectic ini diantaranya beberapa factor, diataranya berasal dari metode atau teknik belajar yang kurang berpihak pada pertumbuhan dan perkembangan anak terlebih pada anak usia dini. Akibatnya pembelajaran menjadi beban berat, bukan merupakan area yang menyenangkan dan mengasyikkan bagi anak yang masih senang dengan dunia mereka yaitu bermain. Oleh karena itu peran ini bisa dilakukan terutama keluarga sebagai orang terdekat yang dapat mengarahkan serta membimbing anak supaya nantinya anak memiliki pribadi yang sehat dan mandiri. 
Teologi Penciptaan Perempuan: Rekonstruksi Penafsiran Menuju Kesetaraan Gender H. Hanafi
BUANA GENDER : Jurnal Studi Gender dan Anak Vol. 1 No. 2 (2016)
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (992.013 KB) | DOI: 10.22515/bg.v1i2.408

Abstract

This article aims to reconstruct religious doctrine which states that the first woman (Hawa) was created from the rib of a man (Adam). It is an important issue as for the feminist, if the reconstruction of the interpretation is not conducted, the stereotypes against women will appear, i.e., they are the second creature, a hierarchical system between men and women in society. This stereotype should be changed by reconstructing current religious conception by employing different approach to the religious texts conveying this topic. That is why this issue is important. The method of this research is reading primary sources such as quranic exegeses in the initial, mid, and contemporary period. By comparing their methodologies, it is expected that the more refreshing interpretation models will be found.Artikel ini bertujuan untuk merekontruksi doktrin agama yang mengatakan bahwa perempuan pertama (Hawa) diciptakan dari tulang rusuk laki-laki (Adam). Isu ini penting sebab menurut kaum feminis, jika rekontruksi penafsiran tidak dilakukan, maka muncul stereotif terhadap perempuan bahwa perempuan itu makhluk kedua, sistem hirarki antara laki-laki dan perempuan, dan stereotif yang ini harus diubah dengan cara merekonstruksi pemahaman keagamaan selama ini yang mengatakan bahwa perempuan itu diciptakan dari tulang rusuk laki-laki dengan cara melakukan pendekatan yang berbeda terhadap teks-teks agama yang membahas tentang tema ini. Rekonsturksi penafsiran dalam pembahasan ini adalah melihat bagaimana metodologi yang digunakan oleh pakar tafsir generasi awal, pertengahan, dan kontemporer. Dengan cara perbandingan ini, akan ditemukan model penafsiran yang lebih menyegarkan.
Konstruksi Mutu Penyelenggaraan Pendidikan Raudhatul Athfal di Kartasura Fetty Ernawati
BUANA GENDER : Jurnal Studi Gender dan Anak Vol. 1 No. 2 (2016)
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.774 KB) | DOI: 10.22515/bg.v1i2.467

Abstract

The main problem in this study was the increased number of students who enrolled education in Raudhatul Athfal (RA) was not corresponded to the improved quality of institution management. This study aims to obtain the description of education management quality in RA and to construct its management quality. The quality is perceived from the stakeholder’s perception, needs, and wants. This study is a quantitative one. The data collection used questionnaire which is developed based on the standard of early childhood education, known as PAUD, in the Regulation of Minister of Education and Culture No. 137 of 2014 and was performed on 7 RA/BA in Kartasura, Sukoharjo, which have the establishments operating licenses. The research result showed that, 1) the implemented RA management referred to PAUD standard in the regulation. The quality problem was found in the quality of educators and educational staff, as well as facilities and infrastructures; 2) the construction of RA management quality was consistent with PAUD standard in the regulation and it was inseparable from the institutions ability to perform strategic and quality management.Problem utama dalam penelitian ini adalah peningkatan jumlah siswa yang mengikuti pendidikan di Raudhatul Athfal kurang diimbangi peningkatan mutu pengelolaan lembaga Raudhatul Athfal. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mutu penyelenggaraan pendidikan Raudhatul Athfal dan mengkonstruksi mutu penyelenggaraan Raudhatul Athfal. Mutu dilihat dari persepsi stakeholder, dan kebutuhan serta kemauan stakeholder. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Pengambilan data menggunakan angket yang dikembangkan berdasarkan standar PAUD yang tercantum dalam Permendikbud Nomer 137 tahun 2014 dan dilakukan pada 7 RA/BA di wilayah Kartasura, Sukoharjo yang telah memiliki ijin operasional pendirian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, 1) penyelenggaraan RA yang telah  dilakukan mengacu pada standar PAUD dalam Permendikbud Nomer 137 Tahun 2014. Permasalahan mutu terletak pada mutu pendidik dan tenaga kependidikan serta sarana prasarana; 2) konstruksi mutu penyelenggaraan RA adalah penyelenggaraan RA sesuai dengan standar PAUD dalam Permendikbud Nomer 137 Tahun 2014 dan mutu penyelenggaraan RA tidak terlepas dari kemampuan lembaga melakukan manajemen strategik dan manajemen mutu. 

Page 1 of 1 | Total Record : 7