cover
Contact Name
Bangkit Ary Pratama
Contact Email
ijms@poltekkesbhaktimulia.ac.id
Phone
+6285326333050
Journal Mail Official
ijms@poltekkesbhaktimulia.ac.id
Editorial Address
Kompleks Perkantoran Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia Jalan Raya Solo-Sukoharjo Km.09 Dukuh Ngepeng, Desa Sidorejo, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah Kode Pos 57527
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal on Medical Science (IJMS)
ISSN : -     EISSN : 26230038     DOI : https://doi.org/10.55181/ijms
Core Subject : Health, Engineering,
Indonesian Journal on Medical Science (IJMS) (https://doi.org/10.55181/ijms) terbit pertama Vol. 1 No.1 Januari 2014. Setiap edisi terdiri dari kurang lebih 100 halaman, yang artikelnya disajikan dalam bahasa Indonesia, kecuali judul dan abstrak disertai dengan bahasa inggris. Mekanisme peer-reviewer dilakukan dengan cara setiap artikel yang diajukan harus direview oleh dua reviewer yang ditunjuk oleh editor. Fokus dan Lingkup : IJMS adalah jurnal terbitan berkala nasional yang memuat artikel penelitian (research article) dibidang kesehatan. IJMS : Jurnal kesehatan diharapkan dapat menjadi media untuk menyampaikan temuan dan inovas ilmiah dibidang kesehatan kepada para praktisi dan akademisi di bidang kesehatan. IJMS merupakan jurnal peer reveiwer dan open acces journal yang berfokus pada kesehatan. Fokus ini meliputi daerah dan ruang lingkup yang terkait Keperawatan Kebidanan Fisioterapi Farmasi Gizi Masyarakat Kesehatan Masyarakat
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 2 (2014): IJMS - 2014" : 15 Documents clear
Pengaruh Ukuran Partikel Zeolit Terhadap Peningkatan Kadar Bioetanol Rinda Wulandari; Cipto Priyono
Indonesian Journal on Medical Science Vol 1 No 2 (2014): IJMS - 2014
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.313 KB)

Abstract

ABSTRACT: Background : The development of the world energy needs are increasing and limitations of fossil energy causes the current attention devoted to search for sources of environmentally friendly renewable energy such as solar energy, hydro energy, geothermal energy, and biomass energy. Global issues of climate change also encourage the use of biomass as a replacement fuel or as an additive.Objective : To determine the effect of particle size on the provision of natural zeolite and to merease levels of Bioethanol and To make bhioethanol with grading more pure than the levels of the previous samples with the addition of natural zeolite as an adsorbent of water.Methods : This study was a kind of experimental research, data analysis methods used in this study was the SPSS statistical one-way analysis of variance ( Oneway Analysis of variance = Oneway ANOVA ).Results : From the results of this study were obtained from the addition of bioethanol increased levels of zeolites with different particle size measurement, with a No. 20 sieve size levels increased by 18 %, sieve size No. 50 levels increased by 20.4 %, while there was an increase in coarse mixture levels by 7.2 %. The result the results of ANOVA test should significant any different about particle size with increasing levels of bioetanol.Conclusion : Based on the results obtained, it can be concluded that the smaller the particle size, will be produced of greater levels of bioethanol.Keywords : Elevated levels, particle size zeolite, Bioethanol . ABSTRAKSI: Latar Belakang: Perkembangan kebutuhan energi dunia yang semakin meningkat dan keterbatasan energi fosil menyebabkan perhatian saat ini ditujukan untuk mencari sumber-sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan seperti energi surya, energi hidro, energi geotermal, dan energi biomassa. Isu global tentang perubahan iklim juga mendorong penggunaan energi biomasa sebagai pengganti bahan bakar atau sebagai bahan aditif.  Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh ukuran partikel pemberian Zeolit alam terhadap peningkatan kadar Bioetanol dan untuk membuat Bioetanol dengan kadar yang lebih murni dari kadar sampel sebelumnya dengan penambahan zeolit alam sebagai adsorbent air.Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimental, metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah data statistik SPSS analisis ragam satu arah (Oneway Analysis of variance = Oneway ANOVA)Hasil: Dari penelitian ini diperoleh hasil peningkatan kadar bioetanol dari penambahan zeolit dengan ukuran ukuran partikel yang berbeda, dengan ukuran ayakan No 20 terjadi peningkatan kadar sebesar 18 %, ukuran ayakan No 50 terjadi peningkatan kadar sebesar 20,4 % sedangkan pada campuran kasar terjadi peningkatan kadar sebesar 7,2 %. Dari hasil uji ANOVA diperoleh hasil yang signifikan.Kesimpulan: Berdasarkan hasil yang diperoleh, maka dapat disimpulkan bahwa semakin kecil ukuran partikelnya maka semakin besar kadar bioetanol yang di hasilkanKata Kunci: Peningkatan kadar, Ukuran partikel Zeolit, Bioetanol.
Pengaruh Infusa Umbi Rumput Teki (Cyperus Rotundus L) Terhadap Efek Sedasi Pada Mencit Septia Ningsih; Nova Rahma W
Indonesian Journal on Medical Science Vol 1 No 2 (2014): IJMS - 2014
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.697 KB)

Abstract

ABSTRACT: Background: The usesof herbs wider in society. One of herbs assumpted has sedative effect is nut grass root (Cyperus rotundus L) .Objective: This research has goal to prove the sedative effect from the nut grass root infusa to mice. This research also has goal to know the effective doses from the nut grass root infusa potension if compared with fenobarbital as positive control.Method: This study was the experimental research. The population for this study were male mice and the nut grass root (Cyperus rotundus L) and the sample for this study were nut grass infusa with using infundation method and thirdty three mices swiss rases, which have weight about 20-40 gram, male and addolescent and the mices swiss race grouping into 5 group treatment positive control group (fenobarbital),  negative control group (CMC Na 1%), and the nut grass root group with increase dose 4,55; 9,1; and 18,2 mg/gBB. The sedation effect that appear was observed as onset and duration. First, the data was analysis by descriptive test to know average from the each data. Continued with normality test with Shapiro wilk, the data distribution was normal if P>0,05. Then continued with homogeneity test (Levene test), data distribution was homogeny if P>0,05. Continued with one way Anova test , data showed the difference inter group treatment with LSD test.Result: Nut grass root infusa resulted rendement about 72,8% , the most high of average onset is negative control group (mean=108,00) and the most high of average duration was positive control group (mean=170,00). In one way anova test and post hoc test analysis with LSD test showed that the difference inter group treatment.Conclusion: nut grass root can give sedative effect but lower than fenobarbital.Keywords: sedation effect, nut grass root, infusa ABSTRAK “  Latar Belakang:Penggunaan tanaman obat semakin berkembang luas di masyarakat.  alah satu tanaman yang diduga memiliki efek sedatif adalah tanaman umbi rumput teki (Cyperus rotundus L). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan efek sedatif dari infusa umbi rumput teki terhadap mencit. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui dosis efektif dan potensi infusaumbi rumput teki  jika dibandingkan dengan fenobarbital.Metode: Penelitian ini adalah penelitian eksperimental. Populasi pada penelitian ini adalah mencit dan umbi rumput teki, sedangkan sampelnya yaitu umbi rumput teki dibuat infusa dengan metode infundasi dan mencit jantan ras Swiss sebanyak 33 ekor yang dikelompokkan menjadi 5 kelompok perlakuan kelompok kontrol positif (fenobarbital), kontrol negatif (CMC Na 1%), kelompok infusa umbi rumput teki dengan dosis bertingkat 4,55; 9,1 dan 18,2mg/gBB. Efek sedasi yang timbul diamati sebagai onset dan durasi. Analisis data yang pertama dengan uji deskriptif untuk mengetahui rata-rata dari masing-masing data. Dilanjutkan dengan uji normalitas dengan Shapiro Wilk, distribusi data normal jika P>0,05. Lalu dilanjutkan uji homogenitas (Levene Test), distribusi data homogen jika P>0,05. Kemudian dilanjutkan dengan uji One Way Anova, data menunjukkan perbedaan yang bermakna jika P=0,00 atau tidak ada perbedaan jika P>0,00. Dilanjutkan dengan Post Hoc Test untuk mengetahui secara rinci apakah ada perbedaan yang bermakna antar kelompok perlakuan dengan uji LSD.Hasil: Hasil rendemen infusa umbi rumput teki  Rerata onset paling tinggi  adalah kelompok kontrol negatif (mean=108,00) dan rerata durasi paling tinggi adalah kelompok kontrol positif (mean=170,00). Pada uli One way Anova dan pada analisis post hoc tests dengan uji LSD menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna antar kelompok perlakuanKesimpulan: Umbi rumput teki mampu memberikan efek sedasi namun lebih rendah dibanding fenobarbital.Kata kunci: efek sedasi, umbi rumput teki, infusa
Pengaruh Ekstrak Etanol Dan Dekokta Kulit Manggis (Garcinia Mangostana L.) Sebagai Pewarna Terhadap Kualitas Sabun Organik Transparan Berbasis Minyak Jelantah Yang Dimurnikan Dengan Ekstrak Mengkudu Dengan Pengaroma Minyak Atsiri Kulit Jeruk Purut (Citr Wiji Sri Kusumaningsih; Siwi Hastuti
Indonesian Journal on Medical Science Vol 1 No 2 (2014): IJMS - 2014
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.442 KB)

Abstract

ABSTRACT: Background : Soap is a main requirement to keep cleaning. The dye used are usually synthetic dyes which have side effects. Mangos teen peel contains anthocyanins which can  be used for colouring. Lime skin contain of oil that can be used as perfume .Objective:To examine the effect of mangosteen peel extracts were isolated with water and ethanol 96 % to the transparent quality organic soap based cooking oil with odour lime peel essential oil.Methods: Refine cooking oil, mangos teen  peel is isolated by maceration and dekokta,  the lime skin is  isolated by distillation. Later made into a soap formulation and evaluation test then observed the effect of mangos teen peel extract against the results of an evaluation test that determines the quality of the soap . This research is an experimental study conducted in the laboratory by the method of saponification. The data analysis use SPSS 18 to the formality test(Kolmogorov Smirnov test) followed by a test of independent samples test.Results : Quality soap dekokta and ethanol extract of mangos teen peel has a value of p>0.05 (Ho is accepted, there is no difference).except of rendemen and the length of the soap foam.soapdekokta and ethanol extract of mangoes teen peel,compared with ISO soap standar has a value p> 0,05 ( Ho is accepted, thereis no difference)exceptt of dekokta soap rendemen.Conclusion : There is no significant difference etanol extract soap and dekokta mangoes teen peel except rendemen and the length of soap foam.Ethanol extract and dekokta mangoes teen peel has an effect on the yield parameters of soap. Ethanol extract soap and dekokta mangoes teen peel reach the standards of ISO 06-3532 1994 in randemen and organoleptic parameters, pH, length of foam, stability test, a test of homogeneity, transparency test, inhibition against Staphylococcus aureus and determination of the saponification numbering except of dekokta soap mangoes teen peel.Keywords : The quality of transparant organic soap , cooking oil , extracts ethanol of mangos teen peel , dekokta of mangoes teen peel, lime peel , ISO standard 06-3532 1994 ABSTRAK: Latar belakang : Sabun merupakan kebutuhan pokok untuk menjaga kebersihan. Pewarna yang digunakan biasanya adalah pewarna sintetis yang mempunyai efek samping. Kulit manggis mengandung antosianin yang bisa digunakan untuk pewarna. Kulit jeruk purut memiliki kandungan minyak atsiri yang bisa dijadikan untuk parfum.Tujuan : Untuk meneliti pengaruh ekstrak kulit manggis yang diisolasi dengan air dan etanol 96% terhadap kualitas sabun organik transparan berbasis minyak jelantah dengan pengaroma minyak atsiri kulit jeruk purut.Metode : Minyak jelantah dimurnikan dengan ekstrak mengkudu, kulit manggis diekstraksi dengan maserasi dan dekok, kulit jeruk purut diisolasi dengan destilasi. Kemudian dibuat formulasi menjadi sabun  dan dilakukan uji evaluasi kemudian diamati pengaruh ekstrak kulit manggis terhadap hasil uji evaluasi sabun yang menentukan kualitas sabun. Jenis penelitian ini adalah penelitian  eksperimental yang dilakukan di laboratorium dengan metode saponifikasi.  Analisa data menggunakan SPSS 18 dengan uji normalitas (kolmogorov Smirnov) dilanjutkan dengan uji independent samples test.Hasil:  Parameter  sabun ekstrak etanol dan dekokta kulit manggis dengan sabun standar SNI  memiliki nilai P>0,05(Ho diterima, tidak ada beda) kecuali rendemen dan panjang busa sabun. Sabun ekstrak etanol dan dekokta kulit manggis dengan sabun standar SNI memiliki nilai P>0,05 (Ho diterima, tidak ada beda) kecuali pada rendemen sabun dekokta.Kesimpulan: Tidak ada perbedaan yang signifikan sabun ekstrak etanol dan dekokta kulit manggis kecuali rendemen dan panjang busa sabun. Ekstrak etanol dan dekokta kulit manggis mempunyai pengaruh terhadap rendemen dan parameter sabun. Sabun ekstrak etanol dan dekokta kulit manggis memenuhi standar SNI dalam rendemen dan parameter organoleptis, pH, panjang busa, uji stabilitas, uji homogenitas, uji transparansi, daya hambat terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan angka penyabunan kecuali pada rendemen sabun dekokta kulit manggis.Kata Kunci : Sabun organik transparan, minyak jelantah, ekstrak etanol, dekokta, kulit manggis, kulit jeruk purut, standar SNI 06-35321994.
Uji Aktivitas Ekstrak Etanol Daun Pepaya (Carica Papaya L) Sebagai Analgetik Yanuar Prasditya; Sri Rejeki
Indonesian Journal on Medical Science Vol 1 No 2 (2014): IJMS - 2014
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.316 KB)

Abstract

ABSTRACT: Background: Indonesian Society reaching healthy lifestyle often can’t separate with traditional medicine who given by ancestor hereditarily. The one is papaya who used to be a traditional medicine as increase the temperature when fever and disappearing menstruation siclus sickness.Objective: This research has aim to determine the analgesic activity of extract papaya leaf and compare the analgesic power of the ethanol extract of papaya leaf with asetosal.Methods:This research used an experimental research method .The sample used was old papaya leaf, leaf that have been captured green and perfectly open and located at the branch or stem that receives the perfect light, use a population of mice as test animals, and using maceration method to sum up the active compound. The subject of this research in was mice were divided into 5 groups, they were the positive control, negative control, and the ethanol extract of papaya leaf at a dose of 50 mg, 100 mg, and 200 mg, with acetic acid to cause pain in mice.Results: The results of this research were mentioned there are differences of analgesic power with asetosal, they are power ethanol extract of papaya leaf below asetosal analgesics at doses of 50 mg, 100 mg, and 200 mg and obtained best analgesic power at a dose of 200 mg.Conclusion: Based on the results of this research concluded that ethanol extract of papaya leaf has analgesic activity, and there was no significant difference between the analgesic activity of ethanol extract of papaya leaf at a dose of 200 mg aetosal given intravenously at a dose of 0.22 g / 100 ml.Keywords: mice, the amount of stretching, Extract ethanol of Papaya Leaf. ABSTRAK: Latar belakang : Masyarakat Indonesia mencapai hidup sehat seringkali tidak dapat dipisahkan dengan obat tradisional yang diwariskan nenek moyang secara turun temurun. Salah satunya daun pepaya yang memiliki manfaat sebagai obat tradisional yaitu sebagai penurun panas,mengurangi nyeri saat haid dan menghilangkan sakit.Tujuan :Penelitiaan ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui aktifitas analgetik ekstak daun pepaya dan membandingkan daya analgetik ekstrak etanol daun pepaya dengan asetosal.Metode : Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimental. Sampel yang digunakan daun pepaya yang sudah tua,daun yang diambil dipilih yang telah membuka sempurna berwarna hijau dan terletak dibagian cabang atau batang yang menerima sinar sempurna, menggunakan populasi mencit sebagai hewan uji, dan menggunakan metode maserasi untuk menyari senyawa aktifnya.Subjek penelitian berupa mencit yang dibagi dalam 5 kelompok perlakuan yaitu kontrol positif, kontrol negatif, dan ekstrak etanol daun pepaya dengan dosis 50 mg, 100 mg, dan 200 mg. Dengan asam asetat untuk menimbulkan rasa nyeri pada mencit.Hasil :Hasil dari penelitian ini adalah menyebutkan ada perbedaan daya analgetik ekstrak etanol dengan asetosal.yaitu daya analgetik daun pepaya dibawah asetosal pada dosis 50 mg,100 mg, dan 200 mg,dan didapat daya analgetik paling baik pada dosis 200 mg.Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, ekstrak etanol daun pepaya mempunyai aktivitas analgetik,dan tidak ada perbedaan yang signifikan aktivitas analgetik antara ekstrak etanol daun pepaya pada dosis 200 mg dengan asetosal yang diberikan secara intravenous dengan dosis 0,22 g /100 ml.Kata kunci :Mencit, jumlah geliat ,Ekstrak Etanol Daun Pepaya
Perbandingan Efek Tonikum Ekstrak Etanol Jahe Merah (Zingiber Officinale Var.Rubrum) Dan Jahe Putih (Zingiber Officinale Var.Album) Pada Mencit Jantan (Mus Musculus L.) Ras Swiss Yunita Dyah Retnani; Anom Parmadi
Indonesian Journal on Medical Science Vol 1 No 2 (2014): IJMS - 2014
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.674 KB)

Abstract

ABSTRACT: Background: Ginger rhizome have often been used for traditional medication, for example to give a fresh effect especially giving stimulation effect.Objective: To know the result extract maceration of red ginger (Zingiber officinale var.rubrum) and white ginger (Zingiber officinale var.album). And to know which extract have the higher tonicum effect.Method: This study is an experimental research. The population is 36 male mices (Mus musculus L.) Swiss race which grouping into 4 group. Animal test treatment to do with same dose of red ginger etanol extract (Zingiber officinale var.rubrum), white ginger etanol extract (Zingiber officinale var.album), and possitive control (caffeine). Tonicum effect data is increased endure power data got from the difference exhausted time after and before treatment. First data analysis with descriptive test to know mean from each data. Continued with normality test with Kolmogorov-Smirnov test and Shapiro Wilk, data distribution is normal if P>0,05. Then continued with homogenity test (Levene Test), data distribution is homogen if P>0,05. Continued with One Way Anova test, data showed difference if P=0,00 or no difference if P>0,00. Continued with Post Hoc Test to know in detail the difference inter-group treatment with LSD test.Result: The result extract maceration of red ginger (Zingiber officinale var.rubrum) is 3,538%  and white ginger (Zingiber officinale var.album) is 3,994% . Showed that red ginger etanol extract (Zingiber officinale var.rubrum) has higher tonicum effect with mean 5,6711 minutes and mean of  tonic effect of white ginger etanol extract (Zingiber officinale var.album) is 4,0300 minutes.Conclusion: Red ginger etanol extract (Zingiber officinale var.rubrum) has a higher tonicum effect better than white ginger etanol extract (Zingiber officinale var.album).Keywords: ginger, red ginger, tonic, comparation, tonic effect, male mice ABSTRAK: Latar Belakang: Rimpang jahe (Zingiber officinale) merupakan tanaman yang sering dimanfaatkan untuk pengobatan tradisional, salah satunya untuk memberikan efek segar terutama untuk memberikan efek stimulan.Tujuan: Mengetahui hasil rendemen dari ekstrak jahe merah (Zingiber officinale var.rubrum) dan jahe putih (Zingiber officinale var.album). Dan juga untuk mengetahui manakah yang memiliki efek tonikum yang lebih tinggi.Metode: Penelitian ini adalah penelitian eksperimental. Populasi pada penelitian ini adalah mencit jantan (Mus musculus L.) ras Swiss, sedangkan sampelnya yaitu mencit jantan (Mus musculus L.) ras Swiss sebanyak 36 ekor yang dikelompokkan menjadi 4 kelompok. Perlakuan pada hewan uji dilakukan dengan perlakuan dosis yang sama pada ekstrak etanol jahe merah (Zingiber officinale var.rubrum), ekstrak etanol jahe putih (Zingiber officinale var.album), dan kontrol positif (kafein). Data efek tonikum adalah data penambahan daya tahan diperoleh dari selisih waktu lelah sesudah dan sebelum perlakuan. Analisis data yang pertama dengan uji deskriptif untuk mengetahui rata-rata dari masing-masing data. Dilanjutkan dengan uji normalitas dengan uji Kolmogorov-Smirnov dan Shapiro Wilk, distribusi data normal jika P>0,05. Lalu dilanjutkan uji homogenitas (Levene Test), distribusi data homogen jika P>0,05. Kemudian dilanjutkan dengan uji One Way Anova, data menunjukkan perbedaan yang bermakna jika P=0,00 atau tidak ada perbedaan jika P>0,00. Dilanjutkan dengan Post Hoc Test untuk mengetahui secara rinci apakah ada perbedaan yang bermakna antar kelompok perlakuan dengan uji LSD.Hasil: Hasil rendemen maserasi ekstrak etanol jahe merah  dan ekstrak etanol jahe putih . Menunjukkan bahwa ekstrak etanol jahe merah (Zingiber officinale var.rubrum) memiliki efek tonikum yang lebih tinggi dengan rata-rata efek tonik sebesar 5,6711 menit sedangkan rata-rata efek tonik ekstrak etanol jahe putih (Zingiber officinale var.album) 4,0300 menit.Kesimpulan: Ekstrak etanol jahe merah (Zingiber officinale var.rubrum) memiliki efek tonikum yang lebih tinggi dari pada ekstrak etanolik jahe putih (Zingiber officinale var.album).Kata kunci: jahe, jahe merah, tonik, perbandingan, efek tonik, mencit jantan

Page 2 of 2 | Total Record : 15