cover
Contact Name
Bangkit Ary Pratama
Contact Email
ijms@poltekkesbhaktimulia.ac.id
Phone
+6285326333050
Journal Mail Official
ijms@poltekkesbhaktimulia.ac.id
Editorial Address
Kompleks Perkantoran Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia Jalan Raya Solo-Sukoharjo Km.09 Dukuh Ngepeng, Desa Sidorejo, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah Kode Pos 57527
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal on Medical Science (IJMS)
ISSN : -     EISSN : 26230038     DOI : https://doi.org/10.55181/ijms
Core Subject : Health, Engineering,
Indonesian Journal on Medical Science (IJMS) (https://doi.org/10.55181/ijms) terbit pertama Vol. 1 No.1 Januari 2014. Setiap edisi terdiri dari kurang lebih 100 halaman, yang artikelnya disajikan dalam bahasa Indonesia, kecuali judul dan abstrak disertai dengan bahasa inggris. Mekanisme peer-reviewer dilakukan dengan cara setiap artikel yang diajukan harus direview oleh dua reviewer yang ditunjuk oleh editor. Fokus dan Lingkup : IJMS adalah jurnal terbitan berkala nasional yang memuat artikel penelitian (research article) dibidang kesehatan. IJMS : Jurnal kesehatan diharapkan dapat menjadi media untuk menyampaikan temuan dan inovas ilmiah dibidang kesehatan kepada para praktisi dan akademisi di bidang kesehatan. IJMS merupakan jurnal peer reveiwer dan open acces journal yang berfokus pada kesehatan. Fokus ini meliputi daerah dan ruang lingkup yang terkait Keperawatan Kebidanan Fisioterapi Farmasi Gizi Masyarakat Kesehatan Masyarakat
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 2 (2019): IJMS 2019" : 15 Documents clear
Pengaruh Konsentrasi Cocamide Dea Sebagai Surfaktan Pada Pembuatan Sampo Ekstrak Daun Alamanda Agnes Berta Nasmety; Kharisma Ardea Pramest; Ira Zahara Septiani - Politeknik Katolik Mangunwijaya
Indonesian Journal on Medical Science Vol 6 No 2 (2019): IJMS 2019
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.367 KB)

Abstract

Abstract: Alamanda leaf (Allamanda cathartica) in the form of extract with a concentration of 30% has been investigated to inhibit the growth of fungal causes of dandruff that Candida albicans. Alamanda leaves extracted using maceration methods are known to contain antifungal compounds that is alkaloids, flavonoids, saponins, and tannins. The preparation that can be used as a cleanser for dandruff is shampoo. One of the important compositions in making shampoo is the surfactant. One example of a surfactant that can be used in a shampoo preparation is Cocamide DEA which has the effect of emmolient (moisturizing) and foam stabilizer (stabilizing). This research is an experimental study of one factorial Completely Randomized Design (CRD), that is Cocamide DEA concentration. The concentration of Cocamide DEA used is 4%, 6% and 8%. The physical characteristics of the tested dosage included organoleptic, pH, viscosity, and foam height measurements and anticombe activity test using Candida albicans. The test results were analyzed theoretically and statistically using the ANOVA test and the Kruskall-Wallis test which had a 95% confidence level. The results of the research on the organoleptic test of the three formula preparations for the extract of alamanda leaf extract were liquid and no sediment, brown and distinctive smell. The pH value of the formula shampoo I, II, and III in a row 5.06; 5.5 and 5.86. The viscosity test results of formulas I, II, and III were 400 cP, 1849 cP and 2844 cP. Foam height for formulas I, II and III is 4 cm, 5 cm and 6.5 cm. The antifungal activity test results showed inhibition diameters for all three formulas of 1.5 cm.Key words: alamanda leaves, shampoo, cocamide DEA, anti-dandruff Abstrak: Daun alamanda (Allamanda cathartica) dalam bentuk ekstrak dengan konsentrasi 30% telah diteliti dapat menghambat pertumbuhan jamur penyebab ketombe yaitu Candida albicans. Daun alamanda yang diektraksi menggunakan metode maserasi diketahui mengandung senyawa antijamur yaitu, alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin. Sediaan yang dapat digunakan sebagai pembersih ketombe adalah sampo. Salah satu komposisi penting dalam pembuatan sampo adalah surfaktan. Salah satu contoh surfaktan yang dapat digunakan dalam sediaan sampo adalah Cocamide DEA yang memiliki efek emmolient (melembabkan) dan foam stabilizer (menstabilkan). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktorial yaitu konsentrasi Cocamide DEA. Konsentrasi Cocamide DEA yang digunakan sebesar 4%, 6% dan 8%. Karakteristik fisik sediaan yang diuji meliputi organoleptis, pH, viskositas, dan pengukuran tinggi busa serta uji aktivitas antiketombe menggunakan jamur Candida albicans. Hasil pengujian di analisis secara teoritis dan statistik menggunakan uji Anova dan uji Kruskall-Wallis yang memiliki taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian pada uji organoleptis ketiga formula sediaan sampo ekstrak daun alamanda berbentuk cairan dan tidak ada endapan, berwarna coklat serta berbau khas. Nilai pH sediaan sampo formula I, II, dan III berturut-turut 5,06; 5,5 dan 5,86. Hasil uji viskositas formula I, II, dan III yaitu sebesar 400 cP, 1849 cP dan 2844 cP. Tinggi busa untuk formula I, II dan III yaitu 4 cm, 5 cm dan 6,5 cm. Hasil uji aktivitas antijamur menunjukkan diameter penghambatan untuk ketiga formula sebesar 1,5 cm.Kata kunci: daun alamanda, sampo, cocamide DEA, antiketombe
Formulasi Nanomouthwash Ekstrak Kulit Nanas (Ananas comosus L) Inovasi Pengobatan Karies Gigi Yasmine Savira Rahmadhani; Rina Ayu Krismonikawati; Risza Widi Octaviana - Politeknik Katolik Mangunwijaya
Indonesian Journal on Medical Science Vol 6 No 2 (2019): IJMS 2019
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.944 KB)

Abstract

Abstract: The skin of the pineapple (Ananas comosus L) in the form of extracts already researched can inhibit the growth of bacteria cause dental caries i.e. Streptococcus mutans. Pineapple-skin contains an enzyme bromelin that has easily degraded and lipofil, therefore required a system of delivering medicines that can increase the stability of the enzyme bromelin in pineapple-skin extract, so the activities antibacterial can be improved. The system transfers that can be developed is using nanoparticles with a form of material nanoemulsion. Nanoemulsion in nanomouthwash shape created by using spontaneous nanoemulsification method. Nanomouthwash tested physical characteristics include: determination of the particle size, polydispersity index, organoleptic, transmitan test, viscosity, and weight of type. Furthermore, nanomouthwash of pineapple-skin extract tested activity against Streptococcus mutans bacteria and computed the diameter zone of inhibition (DDH). The results the DDH were statistical analysis with Kruskall Wallis's method to see a meaningful difference. The results of the test of the physical characteristics of nanomouthwash of pineapple-skin extract has a particle size 86,16 nm, polydispersity index 0,29, tanned yellow liquid, the smell of oil typical sweets and have a sweet taste with mint sensation. Test results of viscosity 13,07 cp; weights types 1,11; and has a value of pH is 5. The antibacterial activity test of nanomouthwash of pineapple-skin extract shows the value of the diameter zone of inhibition to Streptococcus mutans of 8.6 mm smaller than pineapple-skin extract of 13.8 mm.Keywords : Pineapple-skin, nanoemulsion, mouthwash, physical characterictics, Streptococcus mutans Abstrak: Kulit nanas (Ananas comosus L) dalam bentuk ekstrak dengan konsentrasi 25% telah diteliti dapat menghambat pertumbuhan bakteri penyebab karies gigi yaitu Streptococcus mutans. Kulit nanas mengandung enzim bromelin yang memiliki sifat mudah terdegradasi dan bersifat lipofil, oleh karena itu diperlukan suatu sistem penghantaran obat yang dapat meningkatkan stabilitas enzim bromelin, sehingga aktivitas antibakteri dapat ditingkatkan. Sistem penghantaran yang dapat dikembangkan adalah nanopartikel dengan bentuk sediaan nanoemulsi. Sediaan nanoemulsi dalam bentuk nanomouthwash dibuat dengan menggunakan metode nanoemuslifikasi spontan. Nanomouthwash ekstrak kulit nanas diuji karakteristik fisiknya meliputi: ukuran partikel, indeks polidispersitas, organoleptis, pH, viskositas, dan bobot jenis. Selanjutnya, nanomouthwash ekstrak kulit nanas diuji aktivitasnya terhadap bakteri  Streptococcus mutans dan dihitung diameter daya hambatnya (DDH). Hasil DDH dianalisa statistika dengan metode Kruskall Wallis untuk melihat adanya perbedaan yang bermakna. Hasil pengujian karakteristik fisik sediaan nanomouthwash ekstrak kulit nanas memiliki ukuran partikel 86,16 nm, indeks polidispersitas 0,29, berbentuk cairan jernih berwarna jingga kecoklatan, berbau khas mint, dan memiliki rasa manis diikuti sensasi mint. Hasil uji viksositas sebesar 13,07 cp; bobot jenis 1,11; dan memiliki nilai pH 5. Pengujian aktivitas antibakteri nanomouthwash ekstrak kulit nanas menunjukkan nilai diameter daya hambat terhadap bakteri Streptococcus mutans sebesar 8,6 mm lebih kecil dibandingkan dengan ekstrak kulit nanas yaitu sebesar 13,8 mm.Kata kunci: Ekstrak kulit nanas, nanoemulsi, mouthwash, karakteristik fisik, Streptococcus mutans
Pengaruh Konsentrasi Tween 80 Sebagai Surfaktan Terhadap Karakteristik Fisik Sediaan Nanoemulgel Ibuprofen Joseph Baskoro Sanaji; Metty Sarah Krismala; Fitria Rosa Liananda - Politeknik Katolik Mangunwijaya
Indonesian Journal on Medical Science Vol 6 No 2 (2019): IJMS 2019
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.557 KB)

Abstract

Abstract: Ibuprofen is a simple derivative of phenylpropionic acid which is efficacious as an anti-inflammatory (anti-inflammatory), analgesic (pain reliever), and antipyretic (fever-lowering). Nanoemulgel is a development of nanoemulsion preparations. This study aims to determine the effect of concentration of tween 80 as a surfactant on the physical characteristics of ibuprofen nanoemulgel so that a nanoemulgel preparation that meets the requirements can be made. One important component in the nanoemulgel system is surfactant. Addition of surfactant can reduce surface tension in nanoemulgel. tween 80 is a surfactant that is widely used, because it has non-toxic and stable properties against the influence of pH. Based on this background it is necessary to do research on the effect of concentration of tween 80 as a surfactant on the physical characteristics of ibuprofen nanoemulgel. The physical characteristics of nanoemulgel that need to be known are organoleptic, homogeneity, pH, dispersion, adhesion, viscosity, protection power, particle size, and polydispersity index of surfactant concentrations used were 38%, 39% and 40%. The results of the evaluation of nanoemulgel characteristics were analyzed statistically using Anova test with a confidence level of 95%, based on the results of the study showed that differences in levels of surfactants affect the physical characteristics of nanoemulgel which includes. Viscosity, Adhesiveness, Spread, Protection Power, Washed Power, Particle Size and Polydispersity Index, and no effect on organoleptic testing, homogeneity, pH, and type of emulsion. The size of nanoemulgel particles in formulas I, II and III were 462.3 nm respectively; 132.7 nm; and 123.6 nm with polydispersity index of 0.566; 0.268, and 0.343.Keywords: ibuprofen, nanoemulgel, Tween 80, physical characteristics Abstrak: Ibuprofen merupakan turunan sederhana dari asam fenilpropionat yang berkhasiat sebagai antiinflamasi (anti peradangan), analgetik (pereda nyeri), dan antipiretik (penurun demam). Nanoemulgel merupakan pengembangan dari sediaan nanoemulsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi tween 80 sebagai surfaktan terhadap karakteristik fisik sediaan nanoemulgel ibuprofen sehingga dapat dibuat suatu sediaan nanoemulgel yang memenuhi persyaratan. Salah satu komponen penting dalam sistem nanoemulgel adalah surfaktan. Penambahan surfaktan dapat mengurangi tegangan permukaan pada nanoemulgel. Tween 80 merupakan surfaktan yang banyak digunakan, karena memiliki sifat tidak toksik dan stabil terhadap adanya pengaruh pH. Berdasarkan latar belakang tersebut perlu dilakukan penelitian tentang pengaruh konsentrasi tween 80 sebagai surfaktan terhadap karakteristik fisik sediaan nanoemulgel ibuprofen. Karakteristik fisik nanoemulgel yang perlu diketahui adalah organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, viskositas, daya proteksi, ukuran partikel, dan indeks polidispersitas. Konsentrasi surfaktan yang digunakan adalah 38%, 39% dan 40%. Hasil evaluasi karakteristik nanoemulgel dianalisis statistik menggunakan uji anova dengan taraf kepercayaan 95%. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa perbedaan kadar surfaktan berpengaruh terhadap karakteristik fisik nanoemulgel yang meliputi viskositas, daya lekat, daya sebar, daya proteksi, daya tercuci, ukuran partikel dan indeks polidispersitas, tetapi tidak berpengaruh terhadap pengujian organoleptis, homogenitas, pH, dan tipe emulsi. Ukuran partikel nanoemulgel formula I, II dan III berturut-turut sebesar 462,3 nm; 132,7 nm; dan 123,6 nm dengan indeks polidispersitas sebesar 0,566; 0,268, dan 0,343.Kata kunci : ibuprofen, nanoemulgel, tween 80, karakteristik fisik
Kajian Usia Pernikahan terhadap Pola Asuh Anak Di Gedongan, Sragen Isnani Nurhayati; Aris Widiyanto - STIKES Mamba’ul ‘Ulum Surakarta
Indonesian Journal on Medical Science Vol 6 No 2 (2019): IJMS 2019
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.086 KB)

Abstract

Abstract : In Indonesia ranges from 12-20% of early marriages performed by a new partner. Typically, early marriages performed at a young age couples average age between 16-20 years old. Nationally, early marriages by age of bride and groom under the age of 16 as much as 26.95%. This reserch aims to determine the relationship of age of marriage to parenting on children in the village of democratic Gedongan, Sragen Regency. Research methods a type of observational analytic study with cross sectional design, with a population of 220 pairs of sampling done by purposive sampling techniques that meet the criteria for inclusion of 70 pair. Results is There was a relationship of marriage age of democratic parenting style in children, found 39 people (55.7%) with 33 young married people (47.1%) who had a good upbringing of children and 6 men (8.6%) had a pattern foster child is not good, while 31 people (44.3%) were married sufficient age to have good parenting. The results of chi-square test with a confidence level of 95% or α = 0.05 obtained greater value X2 table (5.216> 3.841) and p-value = 0.022 (p <0.05), which means Ha Ho accepted and rejected, so no relationship to the pattern of the democratic age of marriage on child care. Conclusion there is a marriage age of democratic parenting style on children in the village of Gedongan, Sragen Regency.                                           Keyword : Age of Marriage, Parenting Democratic  Abstrak : Di Indonesia pernikahan diusia dini 12-20% yang dilakukan oleh pasangan baru. Pernikahan dini dilakukan pada pasangan usia muda usia rata-rata umurnya antara 16-20 tahun. Secara nasional pernikahan dini dengan usia pengantin di bawah usia 16 tahun sebanyak 26,95%. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan usia perkawinan terhadap pola asuh demokratis pada anak di Desa Gedongan, Kabupaten Sragen. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan cross sectional, dengan populasi 220 pasangan dilakukan pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 70 pasangan. Hasil penelitian ini adalah Ada hubungan usia perkawinan  terhadap pola asuh demokratis pada anak, didapatkan 39 orang (55,7%) menikah muda dengan 33 orang (47,1%)  yang mempunyai pola asuh anak baik  dan 6 orang (8,6%) mempunyai pola asuh anak tidak baik, sedangkan 31 orang (44,3%) menikah cukup usia yang mempunyai pola asuh baik. Hasil uji chi-square dengan tingkat kepercayaan sebesar 95% atau α = 0,05 didapatkan nilai X2 lebih besar  X2 tabel (5,216>3,841) dan nilai p=0,022 (p<0,05) yang artinya Ha diterima dan Ho ditolak, sehingga ada hubungan usia perkawinan terhadap pola demokratis pada asuh anak. Kesimpulannya adalah Ada hubungan usia perkawinan terhadap pola asuh demokratis pada anak di Desa Gedongan, Kabupaten Sragen.    Kata Kunci : Usia perkawinan, pola asuh demokratis
Faktor-Faktor yang Berkontribusi Terhadap Kepatuhan Pada Pasien yang Menjalani Hemodialisa Irma Mustika Sari; Eska Dwi Prajayanti - STIKES ‘Aisyiyah Surakarta
Indonesian Journal on Medical Science Vol 6 No 2 (2019): IJMS 2019
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.385 KB)

Abstract

Abstract: Management that can be done in patients with end-stage chronic renal failure is one of them with hemodialysis. The patient's disobedience in treatment and fluid management is a problem that often occurs in patients undergoing hemodialysis. Disobedience has a bad impact on the condition of patients undergoing hemodialysis. The aim of this study was to identify factors that contribute to adherence in patients undergoing hemodialysis in RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Kabupaten Wonogiri. This study uses descriptive analytic with cross sectional approach. The sample in the study were patients undergoing routine hemodialysis in RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso, Wonogiri Regency as many as 54 people with consecutive sampling. Analysis using multiple linear regression. The results showed that no significant relationship between age, sex, education level, duration of hemodialysis and knowledge with patient compliance in undergoing hemodialysis with p value> 0.05. There is a significant relationship between family support and patient compliance in undergoing hemodialysis with p value <0.05. In the results of this study the most associated factor with adherence in patients with chronic renal failure undergoing hemodialysis is family supportKeywords: hemodialysis, compliance, chronic renal failure Abstrak: Manajemen yang dapat dilakukan pada pasien gagal ginjal kronik tahap akhir yaitu salah satunya dengan hemodialisis. Ketidakpatuhan pasien dalam pengobatan dan manajemen cairan menjadi masalah yang sering terjadi pada pasien yang menjalani hemodialisis. Ketidakpatuhan memberikan dampak yang buruk pada kondisi pasien yang menjalani hemodialisa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kepatuhan pada pasien yang menjalani hemodialisa di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Kabupaten Wonogiri. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian adalah pasien yang menjalani hemodialisa rutin di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Kabupaten Wonogiri sebanyak 54 orang dengan consecutive sampling. Analisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, lama hemodialisa dan pengetahuan dengan kepatuhan pasien dalam menjalani hemodialisa dengan nilai p value > 0,05. Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan pasien dalam menjalani hemodialisa dengan nilai p value < 0,05. Pada hasil penelitian ini faktor yang paling berhubungan dengan kepatuhan pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa adalah dukungan keluargaKata Kunci :  hemodialisa, kepatuhan, gagal ginjal kronik

Page 2 of 2 | Total Record : 15