cover
Contact Name
Ida Bagus Alit Arta Wiguna
Contact Email
gusarta@iahn-gdepudja.ac.id
Phone
+6285739444989
Journal Mail Official
gusarta@iahn-gdepudja.ac.id
Editorial Address
Jln.Pancaka No. 7B Mataram, Nusa Tenggara Barat, Indonesia Telp. (0370) 628382 Fax. (0370) 631725
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Sophia Dharma: Jurnal Filsafat Agama Hindu dan Masyarakat
ISSN : 28296958     EISSN : 23388390     DOI : https://doi.org/10.53977/sd.v5i1
Weda: Aktualisasi Weda sehari-hari yang dilakukan oleh masyarakat Hindu tertentu, Hindu dan kearifan lokal: hubungan Hindu dan budaya, praktik pengajaran Hindu di masyarakat Hindu, dan budaya lokal lainnya yang dipraktikkan oleh masyarakat Hindu tertentu Hindu dan Politik: Radikalisme, aktivisme / gerakan Hindu, hubungan negara dan agama, dan dinamika partai politik Hindu Dialog antar-agama: interaksi dan hubungan antara masyarakat Hindu dan non- Hindu dalam kehidupan sehari-hari, kerukunan beragama, dan kebijakan tentang hubungan agama di masyarakat atau negara tertentu Filsafat: kajian pemikiran filsuf yang mengontekstualisasikan dengan kehidupan masyarakat; dan Isu-isu lain yang secara sosial, budaya, dan politik berkorelasi dengan filsafat ataupun ajaran agama Hindu.
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 1 (2020): SOPHIA DHARMA" : 4 Documents clear
COVID-19: KEBIJAKAN STRATEGIS DALAM MENANGANI DAMPAK SOSIAL EKONOMI DARI SISI BIAYA TIDAK LANGSUNG DI INDONESIA Ni Putu Ari Aryawati; Indah Suprabawati Kusuma Negara
Sophia Dharma: Jurnal Filsafat, Agama Hindu, dan Masyarakat Vol 3 No 1 (2020): SOPHIA DHARMA
Publisher : Program Studi Filsafat Agama Hindu IAHN Gde Pudja Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.514 KB)

Abstract

Biaya tidak langsung yang ditimbulkan dari Covid-19 sangat berdampak pada masalah sosial ekonomi di Indonesia. Sehingga, pemerintah harus menentukan kebijakan strategis dalam menangani masalah ini. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan dan mengetahui konsep kebijakan strategis dalam menangani dampak biaya tidak langsung yang timbul dari pandemi Covid 19 di Indonesia dari sisi sosial ekonomi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode yang bersifat deskriptif, dengan fokus kajian pada biaya tidak langsung yang timbul akibat dampak sosial ekonomi dari Covid-19 dan kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan melakukan pemetaan terhadap isu, kebijakan dan strategi. Hasil penelitian ditemukan bahwa untuk menangani dampak biaya tidak langsung yang timbul akibat Covid-19 maka pemerintah harus melaksanakan tiga kebijakan strategis yaitu kebijakan alokasi, kebijakan distribusi, dan kebijakan stabilisasi sebagai kebijakan sistematis dalam menangani dampak ekonomi dari pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia.
IMPLIKASI PANDEMI COVID-19 TERHADAP FLEKSIBILITAS PEMAHAMAN DAN PELAKSANAAN AJARAN HINDU Putu Sabda Jayendra
Sophia Dharma: Jurnal Filsafat, Agama Hindu, dan Masyarakat Vol 3 No 1 (2020): SOPHIA DHARMA
Publisher : Program Studi Filsafat Agama Hindu IAHN Gde Pudja Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (785.9 KB)

Abstract

Pemahaman tentang hakikat Ida Sang Hyang Widhi Wasa beserta ritual upacara (yadnya) yang dilakukan umat Hindu memiliki dinamika yang berbeda antara sebelum pandemi Covid-19 dengan saat pandemi. Sebelum pandemi, pemahaman umat Hindu mayoritas terpaku pada aspek Personal God (Saguna Brahman), serta dalam praktik pemujaannya sangat tergantung pada nyasa rupa. Sebaliknya pemahaman Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam tataran Impersonal God sangat jarang dipahami dan dipelajari. Begitu pula dalam pelaksanaan yadnya, tidak jarang tingkatan uttama selalu menjadi pilihan, meskipun taraf ekonomi kurang mendukung karena orientasinya justru adalah hasrat sosial. Hal inilah yang menyebabkan ajaran Hindu terkesan kaku bagi sebagian kalangan. Selain itu komodifikasi dan profanisasi juga kerap mengiringi perjalanan kehidupan religi dan sosio-kultural umat Hindu, terutama di daerah pariwisata. Adanya pandemi Covid-19 dapat dimaknai secara positif untuk merefleksi kembali sekaligus introspeksi diri terhadap pergeseran dan distorsi pemaknaan yang telah terjadi. Pndemi Covid-19 juga dapat menjadi momentum untuk meninjau kembali fleksibilitas pemahaman akan Ida Sang Hyang Widhi Wasa serta pelaksanaan yadnya agar selaras dengan standar protokol pencegahan Covid-19. Untuk jangka panjang, hal ini penting dalam mewujudkan tatanan baru yang mencerminkan wajah Hindu yang fleksibel, baik dalam pemahaman maupun pelaksanaannya secara berkesinambungan pasca pandemi.
MENJAGA KESEHATAN MELALUI ASUPAN MAKANAN BERKUALITAS MENURUT AJARAN HINDU I Ketut Sumada
Sophia Dharma: Jurnal Filsafat, Agama Hindu, dan Masyarakat Vol 3 No 1 (2020): SOPHIA DHARMA
Publisher : Program Studi Filsafat Agama Hindu IAHN Gde Pudja Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (745.288 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian terhadap Perawatan Kesehatan melalui Asupan Anna Dātā. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan penyajian data berupa teks narasi. Penelitian ini menemukan tiga hasil penting sesuai dengan fokus permasalahan. Pertama, pemeliharaan kesehatan menurut sumber-sumber ajaran agama Hindu dapat ditemukan dalam kitab suci Veda, baik di dalam Ṛg Veda, Atharva Veda, Bhagavadgita, Sarasamuccaya, Ayurveda, dan sumber-sumber ajaran agama Hindu lainnya. Kitab-kitab tersebut secara eksplisit mengungkapkan ajaran yang berkaitan dengan pentingnya asupan Anna Dātā atau makanan yang dikonsumsi sebagai upaya untuk memelihara kesehatan tubuh. Kedua, esensi asupan Anna Dātā atau makanan dalam pemeliharaan kesehatan manusia menurut ajaran agama Hindu adalah memberikan tuntunan untuk mengkonsumsi makanan yang dapat meningkatkan kesehatan tubuh. Ketiga, cara untuk mewujudkan pemeliharaan kesehatan melalui kualitas asupan Anna Dātā menurut ajaran agama Hindu adalah dengan mengkonsumsi makanan-makanan yang digolongkan dalam makanan satwika sehingga dapat meningkatkan kualitas kesehatan. Di samping dengan memilih makanan yang berkualitas satwika juga harus diperhatikan cara untuk mengkonsumsi makanan tersebut yang tidak boleh berlebihan atau kekurangan dan dikonsumsi pada saat yang tepat, sehingga memberikan dampak yang baik bagi kesehatan.
PREVENTIF WABAH COVID-19 SAAT NYEPI DI BALI: KAJIAN PERSPEKTIF AGAMA HINDU I Wayan Watra
Sophia Dharma: Jurnal Filsafat, Agama Hindu, dan Masyarakat Vol 3 No 1 (2020): SOPHIA DHARMA
Publisher : Program Studi Filsafat Agama Hindu IAHN Gde Pudja Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1523.982 KB)

Abstract

Sungguh amat luar biasa wabah Virus Corona Covid 19, yang melanda dunia, termasuk bangsa Indonesia. Virus gumpalan infeksi kecil yang terbuat dari DNA atau RNA, dan terbungkus dalam mantel protein. Dengan penyebarannya sangat dahsyat, dengan korban terus bertambah. Akibat dari mewabahnya virus Corona (Covid 19) bertepatan dengan hari Nyepi 25 Maret 2020, yang dikutip tangal 26 Maret 2020 di Indonesia mengalami kasus 790, Meninggal 58 kasus, dan sembuh 31 kasus. Khususnya di Bali terdapat 9 kasus, dan dua orang asing yang meninggal. Kemudian secara internasioanal per tanggal, 25 Maret 2020, di Dunia 467.090 Kasus, 2.283 meninggal, 46.316 Sembuh Sepanjang sejarah belum yang saya tahu tidak pernah ada virus yang hebat seperti ini. Tulisan ini mengkaji lebih dalam lagi, khususnya di Bali terkait dengan wabah ini yang ada persamaannya dengan Grubug gering, dan bagaimana cara pencehahannya. Setelah dikaji ternyata kasus wabah ini pernah ada pada jaman kerajaan di Bali Utara dan juga di Bali selatan, yang disebut dengan grubug gering, yaitu meninggalnya manusia dalam jumlah banyak tanpa sebab yang jelas. Cara pencegahanannya dapat dilakukan secara sekala (ilmiah), mengikuti petunjuk pemerintah. Kemudian dipadukan dengan prepentif yang bersifat niskala (non ilmiah) melalui budaya tradisional Bali seperti penanganan wabah Grubug gering, berdoa dengan sarana sederhana berupa bumbu dapur, untuk memperoleh keselmatan bagi umat manusia.

Page 1 of 1 | Total Record : 4