cover
Contact Name
Sjafruddin
Contact Email
sjafruddin@unimal.ac.id
Phone
+6285221306275
Journal Mail Official
negotium@unimal.ac.id
Editorial Address
Program Studi Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Malikussaleh, Jln. Sumatera No. 41, Kampus Bukit Indah Blang Pulo, Lhokseumawe 24351, Aceh Indonesia
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Negotium: Jurnal Ilmu Administrasi Bisnis
ISSN : -     EISSN : 27770192     DOI : https://doi.org/10.29103/njiab.v4i2
Core Subject : Economy, Social,
Negotium: Jurnal Ilmu Administrasi Bisnis publishedby Program Studi Administrasi Bisnis Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe Aceh Indonesia. This journal is based on the peer-review process and is published twice a year. Negotium: Jurnal Ilmu Administrasi Bisnis receives research articles and literature reviews according to the predetermined focus and scope of the journal. Negotium: The Journal of Business Administration invites lecturers, researchers, academics, and practitioners to submit their study results to this journal without any fees. The scope of this journal include: • Introduction to Administration • Basic Organization • Corporate Governance • Business Statistics • Business Operations Research • Business Ethics • Business Law • Introduction to Business • Creativity and Innovation • Entrepreneurship • Strategic Management • Leadership • Industrial Sociology • Change management • International Business • Indonesian Political System • Business Economics • Business communication • Business Research Methods • Taxation • Human Resource Management • Basic Financial Accounting • Managerial Accounting • Business Finance • Marketing Management • Operation management • Management information System
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2019)" : 5 Documents clear
STRATEGI PENGEMBANGAN BISNIS PADA BUDIDAYA BIBIT IKAN LELE DI GRUGOK KABUPATEN ACEH UTARA Lisa Iryani
Negotium: Jurnal Ilmu Administrasi Bisnis Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Administrasi Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/njiab.v2i2.3029

Abstract

Strategi bisnis secara fungsional berorientasi pada fungsi-fungsi kegiatan manajemen, misalnya strategi pemasaran, strategi produksi, strategi distribusi, strategi organisasi, strategi-strategi yang berhubungan dengan keuangan. Budidaya ikan lele merupakan pemasok bibit ikan lele yang berlokasi di Grugok Kabupaten Aceh Utara. Usaha yang telah dilakukan oleh peternak ikan lele ini sudah berjalan selama 10 tahun. Sehingga dirasa perlu untuk menganalisa bagaimana strategi pengembangan bisnis yang diterapkan pada peternakan bibit ikan lele yang berlokasi di Grugok Kabupaten Aceh Utara. Tujuan penelitian yang dilakukan adalah untuk mengetahui bagaimana strategi pengembangan bisnis yang diterapkan pada peternakan bibit ikan lele di grugok kabupaten aceh utara.Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah kualitatif. Data penelitian diperoleh dari observasi, wawancara dan studi kepustakaan. Informan dalam penelitian ini dibagi dalam dua kelompok, yaitu informan kunci yaitu pengusaha bibit ikan lele sebanyak 1 orang dan informan utama yaitu konsumen dan pelanggan yang membeli bibit ikan lele. Penentuan informan utama dilakukan secara aksidental yaitu penentuan informan secara kebetulan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di lapangan menunjukkan bahwa faktor internal yang menjadi kekuatan peternakan bibit ikan lele adalah produk berkualitas, variasi produk, promosi yang modern, adanya potongan harga, karyawan yang rajin, dan peralatan yang memadai. Sedangkan yang menjadi kelemahan adalah lokasi kurang strategis, jumlah karyawan kurang. Faktor eksternal yang menjadi peluang peternak ikan lele adalah tidak ada usaha sejenis di sekitar lokasi usaha, penawaran sesuai dengan keinginan pelanggan, sedangkan faktor eksternal yang merupakan ancaman peternakan bibit ikan lele adalah persaingan dengan pembisnis baru maupun yang sudah ada, banyak pesaing menawarkan harga yang lebih murah, harga pakan yang relatif tinggi. Strategi yang dapat dijalankan peternakan bibit ikan lele untuk mengembangkan bisnisnya adalah meningkatkan kenyamanan pelanggan, Meningkatkan kualitas produk, menciptakan produk yang menghasilkan ikan lele pejantan lebih tinggi persentasenya dibanding betina, menambah jumlah karyawan agar karyawan dapat bekerja secara maksimal, meningkatkan dan menambah kegiatan promosi.
STRATEGI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT NELAYAN DI PESISIR GAMPONG KEUDE BUNGKHAI KECAMATAN MUARA BATU ACEH UTARA Sufi Sufi
Negotium: Jurnal Ilmu Administrasi Bisnis Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Administrasi Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/njiab.v2i2.3030

Abstract

Pendefenisian wilayah pesisir dilakukan atas tiga pendekatan, yaitu pendekatan ekologis, pendekatan administratif, dan pendekatan perencanaan. Dilihat dari aspek ekologis, wilayah pesisir adalah wilayah yang masih dipengaruhi oleh proses-proses kelautan, dimana ke arah laut mencakup wilayah yang masih dipengaruhi oleh prosesproses daratan seperti sedimentasi. Dilihat dari aspek administratif, wilayah pesisir adalah wilayah yanag secara administrasi pemerintahan mempunyai batas terluar sebelah hulu dari Kecamatan atau Kabupaten atau kota yang mempunyai hulu, dan kearah laut sejauh 12 mil dari garis pantai untuk Provinsi atau 1/3 dari 12 mil untuk Kabupaten/Kota. Sedangkan dilihat dari aspek perencanaan, wilayah pesisir adalah wilayah perencanaan pengelolaan dan difokuskan pada penanganan isu yang akan ditangani secara bertanggung jawab (Naskah Akademik Pengelolaan Wilayah Pesisir, 2000). Pemberdayaan adalah sebuah proses dan tujuan. Proses pemberdayaan adalah pembangunan, yaitu sebagai collective action yang berdampak pada individual welfare. Dengan demikian membangun adalah memberdayakan individu dalam masyarakat yang berarti bahwa keseluruhan personalitas lahir dan batin seseorang ditingkatkan. Jadi pemberdayaan masyarakat berarti membangun collective personality of a society. Suatu pembangunan yang tidak berdampak pada individu bukanlah pembangunan (Pomeroy, et al., 1997). Konsep pemberdayaan (empowerment) dalam wacana pembangunan masyarakat selalu dihubungkan dengan konsep mandiri, partisipasi, jaringan kerja dan keadilan. Pada dasarnya, pemberdayaan diletakkan pada kekuatan tingkat individu dan sosial. Pemberdayaan mengesankan arti adanya sikap mental yang tangguh dan kuat. Dari konsep pemberdayaan tersebut, dapat dikatakan bahwa pemberdayaan masyarakat pesisir dan lautan merupakan pemberdayaan masyarakat pesisir untuk memanfaatkan dan mengelola sumberdaya perikanan dan kelautan secara optimal dan lestari sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan khususnya masyarakat Nelayan di pesisir Gampong Keude Bungkhai Kecamatan Muara Batu Aceh Utara.
IMPLEMENTASI GERAKAN LITRASI SEKOLAH BERKARAKTER ISLAMI BERBASIS KEARIFAN LOKAL Syamsuddin Syamsuddin
Negotium: Jurnal Ilmu Administrasi Bisnis Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Administrasi Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/njiab.v2i2.3027

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi program literasi berkarakter islami berbasis kearifan local di kelas I (satu) Negeri 14 Meurah Mulia. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan peneliti sebagai human instrument. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah, guru kelas dan siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini meliputi reduksi data,display data, verifikasi data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yaitu sebagai berikut: Tujuan program literasi adalah mengembangkan kebiasaan membaca dan menulis sinergi dengan kemampuan meningkatkan kemampuan agama/islami.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN KONSUMEN DALAM MEMILIH BUS SIMPATI STAR SEBAGAI JASA TRANSPORTASI ANTAR MEDAN-BANDA ACEH Nanda Ameliany
Negotium: Jurnal Ilmu Administrasi Bisnis Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Administrasi Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/njiab.v2i2.3028

Abstract

Zaman modernisasi sekarang ini, kebutuhan akan sarana transportasi semakin berkembang dan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Pentingnya peranan transportasi dalam masyarakat terlihat dari usaha-usaha yang dilakukan manusia untuk senantiasa memperbaiki dan meningkatkan sistem serta kapasitas transportasi dari dulu hingga sekarang ini. Semakin bertambah baik sistem transportasi, maka semakin bertambah baik pula tingkat mobilitas manusia itu, baik secara individual, maupun secara sosial. Transportasi mempermudah manusia melakukan mobilisasi untuk aktivitasnya. Tingginya tingkat permintaan akan sarana transportasi membuat jasa transportasi menjadi bisnis yang menjanjikan, sehingga banyak jasa transportasi bermunculan dan membuat persaingan yang ketat. Perusahaan penyedia jasa Transportasi saling bersaing untuk mendapatkan konsumen. Untuk memenangkan pasar, perusahaan tentu harus memperhatikan faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian pelanggan dalam menggunakan jasa mereka. Hal ini sejalan dengan pernyataan Setiadi (2003:38) yang menyatakan keputusan pembelian adalah proses pengintegrasian yang mengkombinasi sikap pengetahuan untuk mengevaluasi dua atau lebih perilaku alternatif, dan memilih salah satu diantaranya. Seiring berkembangnya bisnis transportasi dewasa ini maka konsumen juga mempunyai banyak pilihan alternatif jasa transportasi yang akan digunakan dan konsumen akan memilih jasa transportasi sesuai dengan kebutuhan kebutuhannya. Konsumen membutuhkan jasa angkutan yang dapat memuaskan kebutuhannya, berkualitas, harga yang sesuai dengan fasilitas yang didapatkannya.
STRATEGI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT NELAYAN DALAM PENINGKATAN KESEJAHTERAAN NELAYAN (Studi di Kantor Camat Muara Batu Kabupaten Aceh Utara) Ayu Mentari Suryadi; Sufi Sufi
Negotium: Jurnal Ilmu Administrasi Bisnis Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Administrasi Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/njiab.v2i2.3062

Abstract

Masyarakat nelayan di desa keude bungkaih masih hidup dalam garis kemiskinan dimana masih banyak nelayan yang bergantung kepada para tengkulak dan masih banyak nelayan yang menggunakan alat tangkap yang tidak layak (tradisional) dan masih banyak juga nelayan yang perlu diberdayakan, hasil yang didapatkan juga tidak maksimal. Pihak pemerintah mengucurkan program pemberdayaan kepada masyarakat nelayan supaya bisa mandiri dan bisa menghasilkan tangkapan yang lebih baik sehingga dapat mensejahterakan nelayan. Penelitian ini berjudul Strategi Pemberdayaan Masyarakat nelayan dengan focus penelitian pada jenis bantuan peralatan nelayan dan difokuskan pada hambatan internal dan eksternal dalam memberdayakan masyarakat nelayan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui strategi dinas kelautan dan perikanan Aceh Utara dan mengetahui hambatan internal serta ekternal dalam pelaksanaan pemberdayaan masyarakat nelayan tersebut. Adapun pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan tipe deskriptif analisis. Hasil penelitian menunjukan bahwa Strategi yang digunakan oleh pemerintah adalah dengan cara memberikan alat tangkap dan boat, melakukan sosialisasi cara penggunaan alat tangkap dan mekanisme pemberian bantuan, dilihat dari strategi sudah baik akan tetapi terkendala dikarenakan kurangnya fasilitas bantuan yang diberikan, kurangnya Sumber daya manusia dan kurangnya pengawasan kepada para nelayan sehingga bantuan yang diberikan tidak merata dan tidak efisien. Sedangkan hambatan ekternalnya yaitu masih kurangnya kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan bantuan yang diberikan dengan baik. Melihat dari strategi pemberdayaan masyarakat nelayan yang diberikan oleh pemerintah masih kurangnya fasilitas bantuan, kurangnya Sumber daya manusia dan pengawasan yang diberikan kepada para nelayan sehingga bantuan yang diberikan tidak merata kepada semua kelompok nelayan, masih kurangnya kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan bantuan yang diberikan dengan baik. Adapun saran dari peneliti yaitu pemerintah dapat memberikan bantuan baik barang (peralatan nelayan) juga pemberian modal usaha

Page 1 of 1 | Total Record : 5