cover
Contact Name
Rizki Amalia Tri Cahyani
Contact Email
rizkiatcahyani@gmail.com
Phone
+6285233000052
Journal Mail Official
media.teknik.sipil@umm.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Tlogomas 246 Malang, East Java, Indonesia, Postal Code: 65144
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Media Teknik Sipil
ISSN : 16933095     EISSN : 25977660     DOI : 10.2229.
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol. 13 No. 2 (2015): Agustus" : 14 Documents clear
KARAKTERISTIK HUBUNGAN BALOK-KOLOM PADA STRUKTUR BALOK TINGGI DENGAN PENGEKANGAN Ninik Catur EY; Agus Subiyanto
Media Teknik Sipil Vol. 13 No. 2 (2015): Agustus
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jmts.v13i2.2562

Abstract

KARAKTERISTIK HUBUNGAN BALOK-KOLOM PADA STRUKTUR BALOK TINGGI DENGAN PENGEKANGANCharacteristics ofBeam – Column Connectian on Deep beam Constructian with ConfinementNinik Catur EY1 & Agus Subiyanto21,2Jurusan Teknik Sipil Universitas Merdeka Malang Alamat korespondensi : Jl. Terusan Raya Dieng No. 62-64 Telp. (0341) 567617 Fax. (0341)567617Email : nien_cey@yahoo.comAbstractThe main problem which is the basis of this research is the frequent occurrence of collapse in the construction of deep beam and deep beam-column connection. This collapse affected by retrofitting reinforcement models. The use of less reinforcement and construction of behavior change can lead to failure due to the imposition of the construction. Tests carried out on beam-column connections with variations without restraints and restraint areas pedestal and press the path of the beam. Based on the analysis and data processing, it is known that the model of restraint with spasing 65 mm and 32.5 mm made to beam does not significantly affect the increase in the capacity of a flexible but highly influential on shear strength and ductility (indicated by a moment of curvature) and beam connection column. This condition applies both to restraints imposed in the staging area, and curbs on the press beam path. The most obvious influence is shown in spasing restraint with a distance of 32.5 mm mounted on the path of the beam press. Improved performance connection beams and columns are also shown on the deflection at the same load intensity, deflection occurs is smaller compared to the ones without restraint. Steel strain that occurs also decreased so that at peak load and load initial crack strain melting occurs at the load value P is greater. Based on the observation of the pattern of crack propagation, the beams were wearing restraints, pattern collapse is the kind of collapse that happened so the pliable nature of the collapse is happening is more ductileKeywords : fly ash , permeability , absorptionAbstrakPermasalahan utama yang menjadi dasar penelitian ini adalah sering terjadinya keruntuhan pada konstruksi balok tinggi dan hubungan balok tinggi-kolom. Keruntuhan ini dipengaruhi oleh model perkuatan tulangannya. Pemakaian tulangan yang kurang dan perubahan perilaku konstruksi akibat pembebanan dapat mengakibatkan kegagalan konstruksi. Pengujian dilakukan terhadap sambungan balok-kolom dengan variasi tanpa pengekangan dan pengekangan di daerah tumpuan dan jalur tekan balok. Berdasarkan hasil analisis dan pengolahan data, diketahui bahwa model pengekangan dengan spasing 65 mm dan 32,5 mm yang dilakukan terhadap balok tidak berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan kapasitas lentur namun sangat berpengaruh terhadap kuat geser dan daktilitas (yang ditunjukkan oleh momen kurvatur) sambungan balok dan kolom. Kondisi ini berlaku baik untuk pengekangan yang dilakukan di daerah tumpuan, maupun pengekangan pada bagian jalur tekan balok. Pengaruh paling nyata ditunjukkan pada spasing pengekangan dengan jarak 32,5 mm yang dipasang pada jalur tekan balok. Peningkatan kinerja sambungan balok dan kolom juga ditunjukkan dari defleksi pada intensitas beban yang sama, defleksi yang terjadi lebih kecil jika dibandingkan dengan yang tanpa pengekang. Regangan baja yang terjadi juga mengalami penurunan sehingga pada beban puncak dan beban retak awal regangan leleh terjadi pada nilai beban P yang lebih besar. Berdasarkan pengamatan terhadap pola rambatan retak, pada balok yang memakai pengekang, pola keruntuhan yang terjadi adalah jenis keruntuhan lentur sehingga sifat keruntuhan yang terjadi lebih bersifat daktail.Kata Kunci : hubungan balok tinggi-kolom, pengekangan, perilaku 
PEMAKAIAN ABU AMPAS TEBU DENGAN VARIASI SUHU SEBAGAI SUBSTITUSI PARSIAL SEMEN DALAM CAMPURAN BETON Rofikotul Karimah; Yusuf Wahyudi
Media Teknik Sipil Vol. 13 No. 2 (2015): Agustus
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jmts.v13i2.2563

Abstract

PEMAKAIAN ABU AMPAS TEBU DENGAN VARIASI SUHUSEBAGAI SUBSTITUSI PARSIAL SEMEN DALAM CAMPURAN BETONThe Use Of Bagasse Ash With Temperature VariationsAs A Partial Substitution Of Cement In The Concrete MixRofikotul Karimah1& Yusuf Wahyudi21&2Jurusan Teknik Sipil – Fakultas Teknik Univ. Muhammadiyah MalangJl. Raya Tlogomas No. 246 Malang 65144Email: roikatulkarimah@gmail.comAbstractBagasse is natural resource that has not been maximally used. The bagasse cinders, waste of burning was taken from Kebon Agung sugar mill, Malang, contains 38,09% amount of silica. The research toward bagasse cinder is done by reburning it from temperature 400ºC, 500ºC, 600ºC, 700ºC and 800ºC with silica amount 49,60%, 52,59%, 53,92%, 54,46% and 54,96%. Based on the research result was obtained the best press power in 28 days old is bagasse cinder which is burnt in 400ºC of temperature by 5% precentage is 24,616 Mpa. The more high burning temperature, the lower of streng that is produced. The maximum water absorption value is in a mixed-bagasse cinder that is burnt in 800ºC of temperature is 1,061%. The proportion of correlation between streng and water disorption toward mixed bagasse cinder concrete is reverse. It is because of compound establisthhment of Ca(OH)2 with SiO2 is not happened yet perfectly, portlandid fase is still exist. Consequently, the expected cinder did not exist as changer role for repairing cement feature, on the contrary, it had filler role the same as sand.Keywords: bagasse cinder, strength, absorption.AbstrakAmpas tebu merupakan sumber daya alam yang masih belum maksimal pemanfaatannya. Limbah abu ampas tebu hasil sisa pembakaran yang didapat dari pabrik gula Kebon Agung, Malang memiliki kandungan silika sebesar 38,09%. Penelitian terhadap abu ampas tebu dilakukan dengan melakukan pembakaran ulang dari suhu 4000C, 5000C, 6000C, 7000C, dan 8000C dengan nilai silika yang didapat sebesar 49,60%, 52,59%, 53,92%, 54,46%, dan 54,96%. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kekuatan tekan yang paling baik pada umur 28 hari adalah abu ampas tebu yang dibakar pada suhu 4000C dengan persentase 5% sebesar 24,616 Mpa. Semakin tinggi suhu pembakaran kuat tekan yang dihasilkan semakin menurun. Nilai penyerapan air maksimum terdapat pada campuran abu ampas tebu yang di bakar pada suhu 8000C yakni sebesar 1,061%. Hubungan antara kuat tekan dan penyerapan air pada campuran beton abu ampas tebu berbanding terbalik. Hal tersebut terjadi karena pembentukan senyawa Ca(OH)2 dengan SiO2 belum terjadi secara sempurna, fase portlandidnya masih ada. Akhirnya abu yang dikehendaki tidak bertindak sebagai pengganti untuk memperbaiki sifat semen melainkan bertindak sebagai filler sama seperti pasir.Kata Kunci : abu ampas tebu, kuat tekan, absorbsi.
KAJIAN POTENSI HIDROLOGI EMBUNG IRIGASI WAE ROBANG DI KABUPATEN ROTE NDAO Siti Nurasiyah
Media Teknik Sipil Vol. 13 No. 2 (2015): Agustus
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jmts.v13i2.2564

Abstract

KAJIAN POTENSI HIDROLOGI EMBUNG IRIGASI WAE ROBANG DI KABUPATEN ROTE NDAOStudy The Potential Of Hidrology Wae Robang Irrigation Retention Basin In Rote Ndao DisrtrictSiti NurasiyahDepartemen Pendidikan Teknik Sipil, Universitas Pendidikan Indonesiaemail: iisnurasiyah82@yahoo.comAbstractRote Ndao District is one of the districts in the province of NTT, which has a fairly extensive irrigation areas and potential but less discharge to irrigate the irrigation area. Rote Ndao District has topography is hilly and much of the basin area can hold water, so one way to solve this problem is to build retention basin to hold excess water during the rainy season. Wae Robang retention basin is one of the retention basin will be built in Rote Ndao District. One aspect that must be examined in the planning of retention basin is hydrological analysis. The purpose of the analysis of hydrology at the location of Robang Wae retention basin is to assess the potential of existing hydrological includes inflows fill retention basin, retention basin reservoirs, and flood discharge plan. From the results of the hydrological analysis showed that the volume of water that can fill an Wae Robang retention basin during the rainy season amounted to 1,774,029 m3, retention basin reservoir design capacity Wae Robang retention basin amounted to 1,348,859 m3, and the flood discharge plan with a return period of 50 years for the spillway Wae Robang retention basin amounted to 21.71 m3/ sec.Keywords: Wae Robang, retention basin, hydrologi AbstrakKabupaten Rote Ndao merupakan salah satu kabupaten di provinsi NTT yang memiliki areal irigasi yang cukup luas dan cukup potensial tetapi kekurangan debit air untuk mengairi areal irigasi tersebut. Kabupaten Rote Ndao ini memiliki kondisi topografi yang berbukit-bukit dan banyak daerah cekungan yang dapat menampung air, maka salah satu cara untuk menanggulangi masalah ini adalah dengan membangun embung yang berguna untuk menampung air yang berlebihan pada waktu musim hujan. Embung Wae Robang merupakan salah satu embung yang akan dibangun di Kabupaten Rote Ndao. Salah satu aspek yang harus ditelaah dalam perencanaan embung adalah analisis hidrologi. Tujuan dari analisis hidrologi di lokasi embung Wae Robang ini adalah untuk mengkaji potensi hidrologi yang ada meliputi aliran masuk yang mengisi embung, tampungan embung, dan debit banjir rencana. Dari hasil analisis hidrologi didapatkan bahwa volume air yang dapat mengisi kolam Embung Wae Robang selama musim hujan adalah sebesar 1.774.029 m3, kapasitas tampung desain embung Wae Robang adalah sebesar 1.348.859 m3, dan debit banjir rencana dengan kala ulang 50 tahun untuk pelimpah embung Wae Robang adalah sebesar 21,71 m3/det.Kata kunci : Wae Robang, embung, hidrologi
EVALUASI DAN POTENSI PENGOPERASIAN BUS SEKOLAH (STUDI KASUS : BUS HALOKES KOTA MALANG) Tony Prasetyo; Ludfi Djakfar; Sobri Abusini
Media Teknik Sipil Vol. 13 No. 2 (2015): Agustus
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jmts.v13i2.2565

Abstract

EVALUASI DAN POTENSI PENGOPERASIAN BUS SEKOLAH (STUDI KASUS : BUS HALOKES KOTA MALANG)Evaluation And Potential Operation Of School Bus(Case Study: Bus Halokes Poor Town)Tony Prasetyo1, Ludfi Djakfar2, Sobri Abusini31,2,3 Jurusan Teknik Sipil, Fakultas TeknikUniversitas BrawijayaAlamat korespondensi : Jln. MT. Haryono, Malang, Jatimemail: tony_ayu@yahoo.co.idAbstractMalang is a city with a high population density about 8129 people /km2. Malang city is known as a tourism and educational city. The high population and many activities causes a traffic jam in Malang. To reduce the traffic jam and help students reduce using private motorcycle, Malang goverment provide some free school bus for students. The method used in this research is descriptive quantitative analysis with the description of public transport operational performance analysis and analysis of vehicle operating costs. It also used SWOT method to determine the performance of the school bus, potential, problems and strategies used to develop a school bus. The results showed that operational performance is good with load factor value less than 1 every segment. The travel speed average is 40 km / hour about 40 until 60 minutes. The service time is about two times in every morning and afternoon and the waiting time of passengers between 5 to 10 minutes. The results of BOK calculation is Rp145.579,- a day which is subsidized by the government of Malang city. Based on the user’s perception of school buses, the most important factors considered are comfort, safety and reliability. Based on SWOT calculations, the development strategy contained in a space that is rapid growth strategy that harnesses the strength and the opportunities.Keyword : School buses, operational performance, BOK, SWOT, development strategyAbstrakKota Malang merupakan kota dengan kepadatan penduduk yang tinggi mencapai 8.129 jiwa/km2. Selain sebagai kota wisata, kota Malang juga dikenal sebagai kota pendidikan. Tingginya kepadatan penduduk Kota Malang sejalan dengan beragamnya aktifitas yang ada menyebabkan terjadinya kemacetan di Kota Malang. Untuk mengurangi kemacetan dan membantu pelajar mengurangi penggunaan kendraan pribadi, pemerintah Kota Malang menyediakan bus sekolah gratis bagi para pelajar. Penelitian ini bertujuan untuk Evaluasi kinerja bus sekolah menggunakan metode Analisis Deskriptif serta analisis biaya operasional kendaraan serta metode SWOT untuk mengetahui kinerja dan strategi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja operasional kendaraan cukup baik dengan nilai load factor kurang dari 1 per segmen dengan kecepatan perjalanan rata-rata 40 km/jam dan waktu tempuh 40-60 menit. Waktu pelayanan 2 kali yakni berangkat dan pulang sekolah dengan waktu tunggu penumpang antara 5 sampai 10 menit. Sementara itu hasil perhitungan BOK adalah Rp 145.579,- per hari yang disubsidi pemerintah. Berdasarkan persepsi pengguna bus sekolah kenyamanan, keamanan dan keandalan adalah faktor yang dirasa paling penting. Berdasarkan hasil perhitungan SWOT, strategi pegembangan terdapat pada ruang A yaitu rapid growth strategy yakni strategi pertumbuhan cepat dengan memanfaatkan kekuatan dan peluang yang ada.Kata Kunci : Bus sekolah, kinerja operasional, BOK, SWOT, strategi pengembangan

Page 2 of 2 | Total Record : 14