Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PEMAKAIAN ABU AMPAS TEBU DENGAN VARIASI SUHU SEBAGAI SUBSTITUSI PARSIAL SEMEN DALAM CAMPURAN BETON Karimah, Rofikotul; Wahyudi, Yusuf
Media Teknik Sipil Vol 13, No 2 (2015): Agustus
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.621 KB) | DOI: 10.22219/jmts.v13i2.2563

Abstract

PEMAKAIAN ABU AMPAS TEBU DENGAN VARIASI SUHUSEBAGAI SUBSTITUSI PARSIAL SEMEN DALAM CAMPURAN BETONThe Use Of Bagasse Ash With Temperature VariationsAs A Partial Substitution Of Cement In The Concrete MixRofikotul Karimah1& Yusuf Wahyudi21&2Jurusan Teknik Sipil – Fakultas Teknik Univ. Muhammadiyah MalangJl. Raya Tlogomas No. 246 Malang 65144Email: roikatulkarimah@gmail.comAbstractBagasse is natural resource that has not been maximally used. The bagasse cinders, waste of burning was taken from Kebon Agung sugar mill, Malang, contains 38,09% amount of silica. The research toward bagasse cinder is done by reburning it from temperature 400ºC, 500ºC, 600ºC, 700ºC and 800ºC with silica amount 49,60%, 52,59%, 53,92%, 54,46% and 54,96%. Based on the research result was obtained the best press power in 28 days old is bagasse cinder which is burnt in 400ºC of temperature by 5% precentage is 24,616 Mpa. The more high burning temperature, the lower of streng that is produced. The maximum water absorption value is in a mixed-bagasse cinder that is burnt in 800ºC of temperature is 1,061%. The proportion of correlation between streng and water disorption toward mixed bagasse cinder concrete is reverse. It is because of compound establisthhment of Ca(OH)2 with SiO2 is not happened yet perfectly, portlandid fase is still exist. Consequently, the expected cinder did not exist as changer role for repairing cement feature, on the contrary, it had filler role the same as sand.Keywords: bagasse cinder, strength, absorption.AbstrakAmpas tebu merupakan sumber daya alam yang masih belum maksimal pemanfaatannya. Limbah abu ampas tebu hasil sisa pembakaran yang didapat dari pabrik gula Kebon Agung, Malang memiliki kandungan silika sebesar 38,09%. Penelitian terhadap abu ampas tebu dilakukan dengan melakukan pembakaran ulang dari suhu 4000C, 5000C, 6000C, 7000C, dan 8000C dengan nilai silika yang didapat sebesar 49,60%, 52,59%, 53,92%, 54,46%, dan 54,96%. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kekuatan tekan yang paling baik pada umur 28 hari adalah abu ampas tebu yang dibakar pada suhu 4000C dengan persentase 5% sebesar 24,616 Mpa. Semakin tinggi suhu pembakaran kuat tekan yang dihasilkan semakin menurun. Nilai penyerapan air maksimum terdapat pada campuran abu ampas tebu yang di bakar pada suhu 8000C yakni sebesar 1,061%. Hubungan antara kuat tekan dan penyerapan air pada campuran beton abu ampas tebu berbanding terbalik. Hal tersebut terjadi karena pembentukan senyawa Ca(OH)2 dengan SiO2 belum terjadi secara sempurna, fase portlandidnya masih ada. Akhirnya abu yang dikehendaki tidak bertindak sebagai pengganti untuk memperbaiki sifat semen melainkan bertindak sebagai filler sama seperti pasir.Kata Kunci : abu ampas tebu, kuat tekan, absorbsi.
TINJAUAN PERMEABILITAS DAN ABSORBSI BETON DENGAN MENGGUNAKAN BAHAN FLY ASHSEBAGAI CEMENTITIOUS Rommel, Erwin; Wahyudi, Yusuf; Dharmawan, Rozy
Media Teknik Sipil Vol 13, No 2 (2015): Agustus
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.483 KB) | DOI: 10.22219/jmts.v13i2.2559

Abstract

TINJAUAN PERMEABILITAS DAN ABSORBSI BETON DENGAN MENGGUNAKAN BAHAN FLY ASHSEBAGAI CEMENTITIOUSReview The Use of Fly-ash as a Cementitious to Concrete Absorbtion and PermeabilityErwin Rommel1, Yusuf Wahyudi2, Rozy Dharmawan31,2Jurusan Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Malang Jl. Raya Tlogomas 246 Malang 65144 Telp. (0341) 464318-319 Pes. 130 Fax. (0341)4604353Alumni Jurusan Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah MalangEmail: erwin67pro@yahoo.comAbstractFly-ash material improvement efforts through the process of synthesis of silicawith the activator NaOH 5M solution has been done to improve the properties of reactivity. Repair of concrete permeability resistance trying to do with fly-ash as cementitious 10%, 20%, 30%, 40%. Concrete permeabilitytesting done by making 30 specimen (20x20x12) cm. Beside that alsocarried out testing on the absorption testing by making cylinder concrete (15x30) cm as much as 30 specimen. The comparison is done as the creation of concrete using fly-ash in a conventional fly-ash on concrete. The result of absorption obtained that the use of fly ash tend to be able to reduce the absorption on the concrete, both the conventionalfly-ash or fly-ash treatment. Even the usage of fly-ash  above20% is not contrastive in the absorption of concrete given the fly-ash treatment or conventional fly-ash. The capability of  concrete permeability looksbetter onconcrete using fly-ash treatment comparedto conventional fly-ash.Keywords : fly ash , permeability , absorptionAbstrakUpaya perbaikan material fly-ash melalui proses sintesis silika dengan aktivator NaOH 5M telah dilakukan guna memperbaiki sifat reaktifitasnya. Perbaikan ketahanan permeabilitas beton coba dilakukan dengan mengganti 10%, 20%, 30%, 40% berat semen dengan bahan fly-ash hasil rekayasa. Pengujian permeabilitas beton dilakukan dengan membuat 30 benda uji berukuran (20x20x12) cm. Disamping itu dilakukan juga pengujian pada ketahanan absorbsi beton dengan membuat benda uji silinder diameter 15 cm tinggi 30 cm sebanyak 30 benda uji. Sebagai pembanding dilakukan pembuatan beton dengan menggunakan bahan fly-ash konvensional (tanpa perbaikan) pada campuran beton. Hasil pengujian absorbsi diperoleh bahwa penggunaan fly ashcenderung dapat mengurangi nilai absorbsi pada beton, baik pemakaian fly-ash konvensional maupun fly-ash yang telah melalui hasil rekayasa. Bahkan pemakaian fly-ash diatas 20% tidak memperlihatkan perbedaan nilai absorbsi pada beton yang diberi fly-ash hasil rekayasa maupun fly-ash konvensional. Untuk kemampuan permebilitas terlihat lebih baik pada beton yang memakai fly-ash rekayasa dibandingkan dengan fly-ash konvensional.Kata Kunci : fly ash, permeabilitas, absorbsi
PERBANDINGAN MORTAR BERPASIR PANTAI DAN SUNGAI Wahyudi, Yusuf
Media Teknik Sipil Vol 10, No 1 (2012): Februari
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1377.678 KB) | DOI: 10.22219/jmts.v10i1.1218

Abstract

The use of sand beach as building material is very rarely used because considering the possibledamage toward the other building materials that caused by salt content in it. This research is aimedto provide an overview comparison of mortar with sand beach and Brantas River, and also the useof cement type Ordinary Portland Cement (PC) and Portland Pozzoland Cement (PPC).The result of this research showed that the average weight of sand beach is 1.7739 ton/m3,the average of dry density: 2.55, the avarege of SSD density: 2.63, the average of appearancedensity: 2.83, the average of absorption: 2.16%. The value of sand silt in Sendang Biru beach is1.452%, while for Brantas River is 1.424%. The best compressive strength of mortar was showedby the mixing of 20% of pp Sendang Biru and 80% of ps Brantas River, that is 318,479 kg/cm2, orabout 28.5% bigger than mortar control (1pc cement: 3ps Brantas) that is 247,706 kg/cm2.Furthermore, the compressive strength of pc mortar cement substituted by sand beach is decreaseto 68%, 25%, and 22%, while for the mixing of pp Sendang Biru compared with ps Brantas60%:40%, 80%:20%, and 100%:0%. The average compressive strength of pc cement mortar ishigher than the average compressive strength of ppc cement mortar in 28 days. The compressivestrength of mortar 1pc: 3 sand in the mix of 100% ps Brantas pc cement is 373.2 kg/cm2. Furthermore,the compressive strength of mortar subtitued with sand beach 20%, 40%, 60%, 80%, and 100%each is decreased to be 97.4%, 74.5%, 58.2%, 31.5%, and 22.8% from value control.Keyword: characteristic, compressive strength, mortar, sand beach, Portland cement, pozzolancement.
Daktilitas Kolom Beton Bertulang Dengan Pengekangan Di Daerah Sendi Plastis Dan Beban Aksial Konstan Karimah, Rofikotul; Wahyudi, Yusuf
Jurnal Teknik Industri Vol 11, No 2 (2010): Agustus
Publisher : Department Industrial Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.072 KB) | DOI: 10.22219/JTIUMM.Vol11.No2.143-149

Abstract

Daktilitas merupakan merupakan faktor penting pada  perencanaan kolom beton bertulang, daktilitas ini berfungsi mencegah terjadinya keruntuhan mendadak akibat getaran gempa. Untuk menunda proses keruntuhan dan memberikan waktu yang lebih lama bagi penghuni bangunan menyelamatkan diri maka dilakukan metode untuk meningkatkan daktilitas dan kapasitas beban lateral pada kolom dengan memberi pengekangan di daerah sendi plastis. Daerah sendi plastis merupakan daerah kritis dimana terjadinya keruntuhan (failure) berada didaerah tersebut. 27 Benda uji berupa kolom persegi berukuran 150 x 150 x 900 mm dengan tulangan longitudinal 8 Ø8 mm dan tulangan sengkang Ø6 mm. Jarak (spasi) bervariasi, mulai 100 mm ; 50 mm dan 25 mm, yang dibebani dengan kombinasi beban lateral siklis dan beban aksial konstan sebesar 0,1 fc’ Ag, 0,2 fc’ Ag dan 0,3 fc’ Ag. Mutu beton yang digunakan fc’ = 20,48 Mpa, mutu baja tulangan longitudinal fy = 387 Mpa dan tulangan sengkang fy = 539 Mpa. Pengujian dilakukan dalam dua tahap yaitu load controlled dan displacement controlled. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan kapasitas beban lateral, deformasi serta tingkat daktilitas pada kolom yang mempunyai jarak spasi lebih rapat dibandingkan dengan kolom yang mempunyai jarak spasi lebih renggang. Efek beban aksial yang diberikan kepada kolom sangat  berpengaruh bagi jarak spasi sengkang karena jarak spasi yang lebih renggang dengan beban aksial melebihi 0,20 fc’ Ag akan terjadi penurunan daktilitas dan energi disipasi kolom beton bertulang.
PERBANDINGAN MORTAR BERPASIR PANTAI DAN SUNGAI Yusuf Wahyudi
Media Teknik Sipil Vol. 10 No. 1 (2012): Februari
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jmts.v10i1.1218

Abstract

The use of sand beach as building material is very rarely used because considering the possibledamage toward the other building materials that caused by salt content in it. This research is aimedto provide an overview comparison of mortar with sand beach and Brantas River, and also the useof cement type Ordinary Portland Cement (PC) and Portland Pozzoland Cement (PPC).The result of this research showed that the average weight of sand beach is 1.7739 ton/m3,the average of dry density: 2.55, the avarege of SSD density: 2.63, the average of appearancedensity: 2.83, the average of absorption: 2.16%. The value of sand silt in Sendang Biru beach is1.452%, while for Brantas River is 1.424%. The best compressive strength of mortar was showedby the mixing of 20% of pp Sendang Biru and 80% of ps Brantas River, that is 318,479 kg/cm2, orabout 28.5% bigger than mortar control (1pc cement: 3ps Brantas) that is 247,706 kg/cm2.Furthermore, the compressive strength of pc mortar cement substituted by sand beach is decreaseto 68%, 25%, and 22%, while for the mixing of pp Sendang Biru compared with ps Brantas60%:40%, 80%:20%, and 100%:0%. The average compressive strength of pc cement mortar ishigher than the average compressive strength of ppc cement mortar in 28 days. The compressivestrength of mortar 1pc: 3 sand in the mix of 100% ps Brantas pc cement is 373.2 kg/cm2. Furthermore,the compressive strength of mortar subtitued with sand beach 20%, 40%, 60%, 80%, and 100%each is decreased to be 97.4%, 74.5%, 58.2%, 31.5%, and 22.8% from value control.Keyword: characteristic, compressive strength, mortar, sand beach, Portland cement, pozzolancement.
TINJAUAN PERMEABILITAS DAN ABSORBSI BETON DENGAN MENGGUNAKAN BAHAN FLY ASHSEBAGAI CEMENTITIOUS Erwin Rommel; Yusuf Wahyudi; Rozy Dharmawan
Media Teknik Sipil Vol. 13 No. 2 (2015): Agustus
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jmts.v13i2.2559

Abstract

TINJAUAN PERMEABILITAS DAN ABSORBSI BETON DENGAN MENGGUNAKAN BAHAN FLY ASHSEBAGAI CEMENTITIOUSReview The Use of Fly-ash as a Cementitious to Concrete Absorbtion and PermeabilityErwin Rommel1, Yusuf Wahyudi2, Rozy Dharmawan31,2Jurusan Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Malang Jl. Raya Tlogomas 246 Malang 65144 Telp. (0341) 464318-319 Pes. 130 Fax. (0341)4604353Alumni Jurusan Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah MalangEmail: erwin67pro@yahoo.comAbstractFly-ash material improvement efforts through the process of synthesis of silicawith the activator NaOH 5M solution has been done to improve the properties of reactivity. Repair of concrete permeability resistance trying to do with fly-ash as cementitious 10%, 20%, 30%, 40%. Concrete permeabilitytesting done by making 30 specimen (20x20x12) cm. Beside that alsocarried out testing on the absorption testing by making cylinder concrete (15x30) cm as much as 30 specimen. The comparison is done as the creation of concrete using fly-ash in a conventional fly-ash on concrete. The result of absorption obtained that the use of fly ash tend to be able to reduce the absorption on the concrete, both the conventionalfly-ash or fly-ash treatment. Even the usage of fly-ash  above20% is not contrastive in the absorption of concrete given the fly-ash treatment or conventional fly-ash. The capability of  concrete permeability looksbetter onconcrete using fly-ash treatment comparedto conventional fly-ash.Keywords : fly ash , permeability , absorptionAbstrakUpaya perbaikan material fly-ash melalui proses sintesis silika dengan aktivator NaOH 5M telah dilakukan guna memperbaiki sifat reaktifitasnya. Perbaikan ketahanan permeabilitas beton coba dilakukan dengan mengganti 10%, 20%, 30%, 40% berat semen dengan bahan fly-ash hasil rekayasa. Pengujian permeabilitas beton dilakukan dengan membuat 30 benda uji berukuran (20x20x12) cm. Disamping itu dilakukan juga pengujian pada ketahanan absorbsi beton dengan membuat benda uji silinder diameter 15 cm tinggi 30 cm sebanyak 30 benda uji. Sebagai pembanding dilakukan pembuatan beton dengan menggunakan bahan fly-ash konvensional (tanpa perbaikan) pada campuran beton. Hasil pengujian absorbsi diperoleh bahwa penggunaan fly ashcenderung dapat mengurangi nilai absorbsi pada beton, baik pemakaian fly-ash konvensional maupun fly-ash yang telah melalui hasil rekayasa. Bahkan pemakaian fly-ash diatas 20% tidak memperlihatkan perbedaan nilai absorbsi pada beton yang diberi fly-ash hasil rekayasa maupun fly-ash konvensional. Untuk kemampuan permebilitas terlihat lebih baik pada beton yang memakai fly-ash rekayasa dibandingkan dengan fly-ash konvensional.Kata Kunci : fly ash, permeabilitas, absorbsi
PEMAKAIAN ABU AMPAS TEBU DENGAN VARIASI SUHU SEBAGAI SUBSTITUSI PARSIAL SEMEN DALAM CAMPURAN BETON Rofikotul Karimah; Yusuf Wahyudi
Media Teknik Sipil Vol. 13 No. 2 (2015): Agustus
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jmts.v13i2.2563

Abstract

PEMAKAIAN ABU AMPAS TEBU DENGAN VARIASI SUHUSEBAGAI SUBSTITUSI PARSIAL SEMEN DALAM CAMPURAN BETONThe Use Of Bagasse Ash With Temperature VariationsAs A Partial Substitution Of Cement In The Concrete MixRofikotul Karimah1& Yusuf Wahyudi21&2Jurusan Teknik Sipil – Fakultas Teknik Univ. Muhammadiyah MalangJl. Raya Tlogomas No. 246 Malang 65144Email: roikatulkarimah@gmail.comAbstractBagasse is natural resource that has not been maximally used. The bagasse cinders, waste of burning was taken from Kebon Agung sugar mill, Malang, contains 38,09% amount of silica. The research toward bagasse cinder is done by reburning it from temperature 400ºC, 500ºC, 600ºC, 700ºC and 800ºC with silica amount 49,60%, 52,59%, 53,92%, 54,46% and 54,96%. Based on the research result was obtained the best press power in 28 days old is bagasse cinder which is burnt in 400ºC of temperature by 5% precentage is 24,616 Mpa. The more high burning temperature, the lower of streng that is produced. The maximum water absorption value is in a mixed-bagasse cinder that is burnt in 800ºC of temperature is 1,061%. The proportion of correlation between streng and water disorption toward mixed bagasse cinder concrete is reverse. It is because of compound establisthhment of Ca(OH)2 with SiO2 is not happened yet perfectly, portlandid fase is still exist. Consequently, the expected cinder did not exist as changer role for repairing cement feature, on the contrary, it had filler role the same as sand.Keywords: bagasse cinder, strength, absorption.AbstrakAmpas tebu merupakan sumber daya alam yang masih belum maksimal pemanfaatannya. Limbah abu ampas tebu hasil sisa pembakaran yang didapat dari pabrik gula Kebon Agung, Malang memiliki kandungan silika sebesar 38,09%. Penelitian terhadap abu ampas tebu dilakukan dengan melakukan pembakaran ulang dari suhu 4000C, 5000C, 6000C, 7000C, dan 8000C dengan nilai silika yang didapat sebesar 49,60%, 52,59%, 53,92%, 54,46%, dan 54,96%. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kekuatan tekan yang paling baik pada umur 28 hari adalah abu ampas tebu yang dibakar pada suhu 4000C dengan persentase 5% sebesar 24,616 Mpa. Semakin tinggi suhu pembakaran kuat tekan yang dihasilkan semakin menurun. Nilai penyerapan air maksimum terdapat pada campuran abu ampas tebu yang di bakar pada suhu 8000C yakni sebesar 1,061%. Hubungan antara kuat tekan dan penyerapan air pada campuran beton abu ampas tebu berbanding terbalik. Hal tersebut terjadi karena pembentukan senyawa Ca(OH)2 dengan SiO2 belum terjadi secara sempurna, fase portlandidnya masih ada. Akhirnya abu yang dikehendaki tidak bertindak sebagai pengganti untuk memperbaiki sifat semen melainkan bertindak sebagai filler sama seperti pasir.Kata Kunci : abu ampas tebu, kuat tekan, absorbsi.
Daktilitas Kolom Beton Bertulang Dengan Pengekangan Di Daerah Sendi Plastis Dan Beban Aksial Konstan Rofikotul Karimah; Yusuf Wahyudi
Jurnal Teknik Industri Vol. 11 No. 2 (2010): Agustus
Publisher : Department Industrial Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.072 KB) | DOI: 10.22219/JTIUMM.Vol11.No2.143-149

Abstract

Daktilitas merupakan merupakan faktor penting pada  perencanaan kolom beton bertulang, daktilitas ini berfungsi mencegah terjadinya keruntuhan mendadak akibat getaran gempa. Untuk menunda proses keruntuhan dan memberikan waktu yang lebih lama bagi penghuni bangunan menyelamatkan diri maka dilakukan metode untuk meningkatkan daktilitas dan kapasitas beban lateral pada kolom dengan memberi pengekangan di daerah sendi plastis. Daerah sendi plastis merupakan daerah kritis dimana terjadinya keruntuhan (failure) berada didaerah tersebut. 27 Benda uji berupa kolom persegi berukuran 150 x 150 x 900 mm dengan tulangan longitudinal 8 Ø8 mm dan tulangan sengkang Ø6 mm. Jarak (spasi) bervariasi, mulai 100 mm ; 50 mm dan 25 mm, yang dibebani dengan kombinasi beban lateral siklis dan beban aksial konstan sebesar 0,1 fc’ Ag, 0,2 fc’ Ag dan 0,3 fc’ Ag. Mutu beton yang digunakan fc’ = 20,48 Mpa, mutu baja tulangan longitudinal fy = 387 Mpa dan tulangan sengkang fy = 539 Mpa. Pengujian dilakukan dalam dua tahap yaitu load controlled dan displacement controlled. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan kapasitas beban lateral, deformasi serta tingkat daktilitas pada kolom yang mempunyai jarak spasi lebih rapat dibandingkan dengan kolom yang mempunyai jarak spasi lebih renggang. Efek beban aksial yang diberikan kepada kolom sangat  berpengaruh bagi jarak spasi sengkang karena jarak spasi yang lebih renggang dengan beban aksial melebihi 0,20 fc’ Ag akan terjadi penurunan daktilitas dan energi disipasi kolom beton bertulang.
PAVING STONE BERBAHAN ABU SAMPAH TANAMAN Yusuf Wahyudi
Inersia : Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 3, No 1 (2007): Maret
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1676.052 KB) | DOI: 10.21831/inersia.v3i1.8319

Abstract

AbstractThis paper discusses about the advantage of organic disposal ashas an additive on paving stone mixture. The organic disposals such asleaves, wood stick, etc. were taken from garbage tank at the market,living area, and temporary tank. Then they were burnt in to an artificialfurnace at temperature of 28-500°C for about 195 minutes. The mixdesign were 1 portland cement: 3 sand: 3 stone ash: organic ash of0%, 10%, 11%, 12%, 13%, 14% and 15% of cement weight: 0,6 water.The result showed that organic disposal ash ratio was 0.05, and thegradation was observed in zone III. The weight of paving stonecontaining organic disposal ash was smaller than normally paving stone.The more organic disposal ash the lighter weight of paving stone. Thecompressive strength of paving stone containing 12% of plant ash wasthe strongest, it was 119% of the control.Key word: compressive strength, paving stone, organic disposal ash
Implementasi Algoritma Knuth Morris Pratt untuk Pencarian Data Rekam Medis pada Puskesmas Telaga Dewa Kota Bengkulu Soliger, Lipko; Jumadi, Juju; Zulfiandry, Ricky; Wahyudi, Yusuf; Lianda, Deri
Jurnal Teknik Informatika UNIKA Santo Thomas Vol 9 No. 1 : Tahun 2024
Publisher : LPPM UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rekam medis merupakan kumpulan informasi yang mencakup riwayat kesehatan pasien, termasuk diagnosa, pengobatan, dan catatan lainnya. Ketika seorang pasien datang untuk pemeriksaan, staf medis perlu mencari rekam medis pasien yang relevan untuk memberikan perawatan yang tepat dan efisien. Namun, dengan jumlah pasien yang terus meningkat dan jumlah data rekam medis yang besar, pencarian manual menjadi tidak efisien dan memakan waktu. Dalam situasi ini, penerapan algoritma String matching mampu melakukan proses pencarian sebuah string yang terdiri dari pattern terhadap karakter pada teks yang dicari. Salah satu algoritma String matching adalah Knuth-Morris-Pratt. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah exact string matching, karena pendekatan ini digunakan untuk mencocokkan kata dengan tepat yang melibatkan struktur karakter teks. Implementasi system menggunakan bahasa pemrograman PHP dengan database MySql dan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Waterfall. Kesimpulan dari hasil penelitian ini menerangkan bahwasanya Algoritma Knuth-Morris-Pratt berhasil diterapkan pada pencarian data rekam medik dengan pengecekan dari kiri ke kanan sehingga menemukan kecocokan string secara efektif dan efisien.