cover
Contact Name
Rizki Amalia Tri Cahyani
Contact Email
rizkiatcahyani@gmail.com
Phone
+6285233000052
Journal Mail Official
media.teknik.sipil@umm.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Tlogomas 246 Malang, East Java, Indonesia, Postal Code: 65144
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Media Teknik Sipil
ISSN : 16933095     EISSN : 25977660     DOI : 10.2229.
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 21 No. 1 (2023): Februari 2023" : 5 Documents clear
Metode Hidrograf Satuan Sintetis (HSS) Laksono-Erub untuk Banjir Rancangan pada Sungai Plumbon Laksono Djoko Nugroho; Moh Abduh
Media Teknik Sipil Vol. 21 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jmts.v21i1.14618

Abstract

Sungai Plumbon adalah sungai utama dalam DAS Plumbon yang terletak di Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah. DAS Plumbon memiliki luas ± 32 km2 dan panjang sungai utamanya ± 20 km. Pada sungai ini, sering terjadi banjir dan air melimpas di atas tanggul hingga menyebabkan tanggul jebol. Dengan kondisi yang ada, diperlukan metode analisis debit banjir rancangan terbaik pada Sungai Plumbon, sehingga perencanaan bangunan pada Sungai Plumbon sesuai dengan kondisi aktual dilapangan. Adapun metode Hidrograf Satuan Sintetik (HSS) yang digunakan adalah metode HSS Nakayasu, Synder, Gama I, Laksono-Erub dan perhitungan Debit banjir Rancangan dengan debit yang tercatat pada Bendung Plumbon. Dari hasil perhitungan dan analisa debit banjir rancangan pada DAS Plumbon, didapatkan metode HSS Laksono-Erub sebagai metode yang terbaik berdasarkan penyimpangan yang terkecil dari data debit yang tercatat pada Bendung Plumbon selama 10 tahun.
Implementation Guideline to Solve Obstacles in Construction Delay Analysis: An Empirical Study of Indonesia: Pedoman Pelaksanaan Untuk Mengatasi Kendala dalam Analisis Keterlambatan Proyek Konstruksi: Studi Empiris di Indonesia Zetta Rasullia Kamandang; Jyh-Bin Yang
Media Teknik Sipil Vol. 21 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jmts.v21i1.20823

Abstract

Construction project commonly suffers schedule delays and consequent claims. To overcome schedule delay difficulties, certain schedule delay analysis methodologies have been developed, but project practitioners are habitually not familiar with conducting required data collation and delay analysis. This research aims to provide an implementation guideline of using schedule delay analysis approaches to solve the obstacles of the analysis and uses Indonesia construction practitioners as an example to examine the proposed guideline. Interviews were performed with domain experts in Indonesia to collect existing obstacles, suggestions, and opinions to create an implementation guideline. The proposed guideline with the required documents is suitable for solving the obstacles identified in Indonesia. The proposed guideline covers three implementation phases; before, during, and during/after construction. Before construction, the guideline helps to identify key issues in a contract. During construction, identifying and categorizing schedule delay types are strongly suggested. Besides that, arranging the schedules (as-planned and as-built) and delaying time types to one comparison table is necessary during or after the construction. The proposed guideline with required documents is expected to be a reference for project practitioners in performing delay analysis systemically.
Analisis Kinerja Campuran Perkerasan Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC) Menggunakan Bahan Tambah Asbuton B 50/30 Terhadap Parameter Marshall Ilvernia Wasiatur Rohma; Bambang Supriyanto; Boedi Rahardjo
Media Teknik Sipil Vol. 21 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jmts.v21i1.23836

Abstract

Perkerasan merupakan adalah elemen penting dalam konstruksi jalan raya untuk memastikan kelancaran lalu lintas. Indonesia membutuhkan sekitar 1,6 juta ton aspal setiap tahun karena tingginya kerusakan jalan yang memerlukan perbaikan berulang. PT Pertamina hanya mampu memenuhi sekitar 30% dari kebutuhan aspal, sehingga sebagian besar harus diimpor. Asbuton, dengan kandungannya yang lebih unggul, dapat menjadi alternatif yang potensial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kinerja campuran AC-WC dengan Asbuton B 50/30 (Lawele Granular Asphalt, LGA) dan menentukan kadar optimum penggunaannya. Pada penelitian ini, Kadar Aspal Optimum (KAO) ditentukan terlebih dahulu menggunakan metode eksperimen. Kemudian, dibuat benda uji dengan Asbuton B 50/30 sebagai bahan tambah aspal dengan variasi 5%, 6,5%, 8%, 9,5%, dan 11% berdasarkan nilai KAO. Campuran diuji dengan metode Marshall untuk mendapatkan karakteristik Marshall berdasarkan spesifikasi Bina Marga Tahun 2018 Revisi 2. Hasil analisis menunjukkan bahwa kadar optimum Asbuton B 50/30 adalah 5,75% dengan karakteristik Marshall Test yang memenuhi standar yang ditetapkan.
Sistem Teknologi Ramah Lingkungan Batako Komposit Tahan Api Sebagai Material Dinding Bangunan Dessy Triana; Meassa Monikha Sari
Media Teknik Sipil Vol. 21 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jmts.v21i1.28901

Abstract

Teknologi ramah lingkungan adalah pemanfaatan limbah sebagai bahan pengganti sumber daya alam. Salah satunya dapat dicapai dengan mengganti agregat penyusun batako dengan material limbah. Pada penelitian ini, penggunaan agregat halus berupa pasir digantikan dengan limbah fly ash yang berasal dari PLTU Banten 3 Lontar Omu untuk pembuatan batako komposit tahan api. Benda uji yang digunakan berupa batako sebanyak 40 buah dengan perbandingan normal 1PC:6PS, sedangkan batako komposit 1PC:5.5PS:0.5FA, 1PC:5PS:1FA, 1PC:4.5PS:1.5FA. 1PC:4PS:2FA. Setelah batako berumur 28 hari, dilakukan pembakaran selama 60 menit dengan pengukuran suhu setiap 10 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada batako campuran normal, terjadi perubahan warna pada menit ke-60 untuk bagian yang terpapar api, sedangkan bagian yang tidak terpapar api mulai mengeluarkan asap. Sementara itu, batako komposit fly ash menunjukkan ketahanan yang lebih baik, dengan bagian yang terpapar api mengalami sedikit perubahan warna dan bagian yang tidak terpapar api tidak mengeluarkan asap. Dengan demikian, batako komposit fly ash dengan pembakaran selama 60 menit masih dapat dikategorikan sebagai batako tahan api.
Studi Stabilitas Bangunan Pengendali Longsor STA 0+080 ROW 22 Bukit Melia, Citra Indah City Bogor Leica Nurlailita; Moh Abduh; Ernawan Setyono
Media Teknik Sipil Vol. 21 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jmts.v21i1.36030

Abstract

Peristiwa tanah longsor atau dikenal sebagai gerakan massa tanah, batuan atau kombinasi keduanya, sering terjadi pada lereng-lereng alam atau buatan, merupakan fenomena alam untuk mencari keseimbangan baru akibat adanya gangguan atau faktor yang mempengaruhi dan menyebabkan  terjadinya pengurangan kuat geser serta peningkatan tegangan geser tanah. Longsor terjadi karena adanya gerakan tanah. Peristiwa longsor pada ROW 22 Bukit Melia Citra Indah City Bogor dengan tinggi lereng 8,5 m memerlukan studi tentang bangunan pengendali longsor. Perhitungan perencanaan ditentukan dengan nilai stabilitas lereng. Dengan adanya perencanaan bangunan pengendali longsor dengan alternatif pilihan berupa penggunaan geotekstile atau pemasangan mikropile. Kebutuhan geotekstile tipe STABILENKA 1000/100 menggunakan 6 lapis dengan lebar 2 m (3 lapis) bentang 8 m, 1 m (2 lapis) bentang 7,75 m, dan 0,5 m (1 lapis) bentang 7,5 sesuai ketinggian lereng yaitu 8,5 m dan panjang bidang longsor 22 m. Sedangkan alternatif penggunaan mikropile dengan jumlah 5 pile dan jarak bentang 2 m, spesifikasi yang digunakan adalah mikropile 30 x 30 cm. Penggunaan geotekstil dan formasi mikropile dapat memberikan nilai keamanan yang memenuhi terutama formasi mikropile terhadap arah melintang sangat menentukan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5