Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

KAJIAN PEMBUATAN SUMUR RESAPAN UNTUK PENANGGULANGAN GENANGAN AIR DI KAWASAN KAMPUS Rizal, Nanang Saiful; ., Khairul Iqbal; ., Moh Abduh
HEXAGON Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/hgn.v2i2.1427

Abstract

Drainase adalah salah satu fasilitas yang digunakan untuk mengalirkan air agar tidak mengakibatkan genangan yang dapat mengganggu aktifitas penduduk, perekonomian. Di kawasan pemukiman kampus Kecamatan Sumbersari kabupaten Jember terdapat permasalahan banjir yang ditimbulkan oleh curah hujan yang tinggi serta perubahan peruntukan lahan cukup signifikan. Perubahan peruntukan lahan yang semula sawah atau lahan kosong menjadi permukiman. Adanya perubahan tata guna lahan tersebut mengakibatkan limpasan (runoff) akan bertambah besar. Disamping itu adanya pengendapan sedimen sehingga mengurangi luas penampang basah, akibatnya dimensi saluran drainase yang ada tidak dapat menampung debit banjir maksimum. Untuk mengantisipasi masalah-masalah yang terjadi karena, maka perlu suatu perencanaan sumur resapan. Setelah dilakukan analisa dan kajian diperoleh beberapa kesimpulan diantaranya : pada perhitungan debit banjir rencana, hampir semua dimensi saluran drainase existing sudah tidak dapat melewatkan debit banjir rencana kecuali pada saluran Jalan Kalimantan F1, Jalam Kalimantan F2 dan Jalan Mastrip H1. Jika dilakukan peresapan air, maka diperlukan sumur resapan pada masing-masing ruas dengan total sebanyak 4146 Buah. Kata Kunci : Drainase, sumur, resapan, banjir
KAJIAN PEMBUATAN SUMUR RESAPAN UNTUK PENANGGULANGAN GENANGAN AIR DI KAWASAN KAMPUS Nanang Saiful Rizal; Khairul Iqbal .; Moh Abduh .
HEXAGON Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/hgn.v2i2.1427

Abstract

Drainase adalah salah satu fasilitas yang digunakan untuk mengalirkan air agar tidak mengakibatkan genangan yang dapat mengganggu aktifitas penduduk, perekonomian. Di kawasan pemukiman kampus Kecamatan Sumbersari kabupaten Jember terdapat permasalahan banjir yang ditimbulkan oleh curah hujan yang tinggi serta perubahan peruntukan lahan cukup signifikan. Perubahan peruntukan lahan yang semula sawah atau lahan kosong menjadi permukiman. Adanya perubahan tata guna lahan tersebut mengakibatkan limpasan (runoff) akan bertambah besar. Disamping itu adanya pengendapan sedimen sehingga mengurangi luas penampang basah, akibatnya dimensi saluran drainase yang ada tidak dapat menampung debit banjir maksimum. Untuk mengantisipasi masalah-masalah yang terjadi karena, maka perlu suatu perencanaan sumur resapan. Setelah dilakukan analisa dan kajian diperoleh beberapa kesimpulan diantaranya : pada perhitungan debit banjir rencana, hampir semua dimensi saluran drainase existing sudah tidak dapat melewatkan debit banjir rencana kecuali pada saluran Jalan Kalimantan F1, Jalam Kalimantan F2 dan Jalan Mastrip H1. Jika dilakukan peresapan air, maka diperlukan sumur resapan pada masing-masing ruas dengan total sebanyak 4146 Buah. Kata Kunci : Drainase, sumur, resapan, banjir
Perencanaan Pipa Transmisi Air Baku: Intake Linuh - IPA Bungur PDAM Kabupaten Tapin Moh Abduh; Awan Risdiyanto
Media Teknik Sipil Vol. 20 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jmts.v20i2.14616

Abstract

Intake Bungur mengambil air dari Sungai Tapin untuk memenuhi pasokan air baku Instalasi Pengolahan Air (IPA) Bungur PDAM Kabupaten Tapin. Kondisi kualitas dan fluktuasi muka air sungai pada Intake Bungur menyebabkan pasokan air baku seringkali terganggu pada saat musim kemarau tiba. Dengan adanya pembangunan Bendungan Tapin maka IPA Bungur direncanakan sebagai pusat pengolahan air baku untuk selanjutnya dapat memasok kebutuhan air bersih di sebagian besar wilayah Kabupaten Tapin. Dengan demikian terjadi peningkatan kebutuhan air baku baik karena terjadi penambahan areal layanan maupun proyeksi pertumbuhan penduduk. Kapasitas terpasang IPA Bungur Tahun 2019 adalah sebesar 210 l/dt dengan kapasitas operasi sebesar 170 l/dt dimana terdapat kapasitas sisa sebesar 30 l/dt. Berdasarkan perluasan areal layanan dan proyeksi pertumbuhan penduduk maka diperkirakan dalam 40 tahun ke depan kebutuhan air baku yang harus di sediakan oleh IPA Bungur adalah sebesar 500 l/dt. Untuk memperbaiki pelayanan maka direncanakan sistem transmisi air baku dengan memindahkan intake ke arah hulu Sungai Tapin yaitu di Bendung Linuh sedangkan jaringan pipa transmisi direncanakan pembangunannya secara bertahap dengan metode dua jalur transmisi. Kapasitas masing-masing jalur transmisi direncanakan berdasarkan kebutuhan air baku dari penambahan areal layanan maupun proyeksi pertumbuhan penduduk.
Metode Hidrograf Satuan Sintetis (HSS) Laksono-Erub untuk Banjir Rancangan pada Sungai Plumbon Laksono Djoko Nugroho; Moh Abduh
Media Teknik Sipil Vol. 21 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jmts.v21i1.14618

Abstract

Sungai Plumbon adalah sungai utama dalam DAS Plumbon yang terletak di Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah. DAS Plumbon memiliki luas ± 32 km2 dan panjang sungai utamanya ± 20 km. Pada sungai ini, sering terjadi banjir dan air melimpas di atas tanggul hingga menyebabkan tanggul jebol. Dengan kondisi yang ada, diperlukan metode analisis debit banjir rancangan terbaik pada Sungai Plumbon, sehingga perencanaan bangunan pada Sungai Plumbon sesuai dengan kondisi aktual dilapangan. Adapun metode Hidrograf Satuan Sintetik (HSS) yang digunakan adalah metode HSS Nakayasu, Synder, Gama I, Laksono-Erub dan perhitungan Debit banjir Rancangan dengan debit yang tercatat pada Bendung Plumbon. Dari hasil perhitungan dan analisa debit banjir rancangan pada DAS Plumbon, didapatkan metode HSS Laksono-Erub sebagai metode yang terbaik berdasarkan penyimpangan yang terkecil dari data debit yang tercatat pada Bendung Plumbon selama 10 tahun.
Analisis Cost Performance Index (CPI) dan Schedule Performance Index (SPI) Menggunakan Metode Earned Value (Studi Kasus Pada Proyek Pembangunan Gedung Pasar Bucor Kulon Kabupaten Probolinggo) Rofiq Ali Pribadi; Moh Abduh
Media Teknik Sipil Vol. 20 No. 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jmts.v20i1.14620

Abstract

Pelaksanaan suatu proyek sangat jarang ditemui suatu proyek yang berjalan tepat sesuai dengan yang direncanakan. Keterlambatan proyek sering kali menjadi sumber perselisihan dan tuntutan antara pemilik dan kontraktor, sehingga akan menjadi sangat mahal nilainya ditinjau dari sisi kontraktor maupun pemilik. Konsep Earned Value merupakan salah satu alat yang digunakan dalam pengelolaan proyek yang mengintegrasikan biaya dan waktu. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengestimasi waktu yang dibutuhkan dalam menyelesaikan proyek dan mengestimasi biaya akhir proyek. Hasil studi menunjukkan bahwa sampai dengan evaluasi pada minggu ke 12 besarnya nilai ACWP adalah Rp. 700.549.206,41, BCWP adalah Rp. 903.305.976,67, dan BCWS adalah Rp. 1.145.023.561,43. Besarnya nilai varians biaya (CV) adalah Rp. 654.962.726 dan varians jadwal (SV) adalah Rp. –316.788.954. Angka tersebut menunjukkan bahwa biaya yang telah dikeluarkan lebih rendah dari anggaran yang direncanakan, namun pelaksanaan proyek mengalami keterlambatan dibandingkan dengan rencana awal. Besarnya prakiraan biaya ETC (Estimate to Complete) adalah Rp. 537.603.222,04 dan EAC (Estimate at Complete) adalah Rp. 2.344.215.175,38. Lamanya TE (Time Estimate) waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek adalah 8,29 minggu
Studi Stabilitas Bangunan Pengendali Longsor STA 0+080 ROW 22 Bukit Melia, Citra Indah City Bogor Leica Nurlailita; Moh Abduh; Ernawan Setyono
Media Teknik Sipil Vol. 21 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jmts.v21i1.36030

Abstract

Peristiwa tanah longsor atau dikenal sebagai gerakan massa tanah, batuan atau kombinasi keduanya, sering terjadi pada lereng-lereng alam atau buatan, merupakan fenomena alam untuk mencari keseimbangan baru akibat adanya gangguan atau faktor yang mempengaruhi dan menyebabkan  terjadinya pengurangan kuat geser serta peningkatan tegangan geser tanah. Longsor terjadi karena adanya gerakan tanah. Peristiwa longsor pada ROW 22 Bukit Melia Citra Indah City Bogor dengan tinggi lereng 8,5 m memerlukan studi tentang bangunan pengendali longsor. Perhitungan perencanaan ditentukan dengan nilai stabilitas lereng. Dengan adanya perencanaan bangunan pengendali longsor dengan alternatif pilihan berupa penggunaan geotekstile atau pemasangan mikropile. Kebutuhan geotekstile tipe STABILENKA 1000/100 menggunakan 6 lapis dengan lebar 2 m (3 lapis) bentang 8 m, 1 m (2 lapis) bentang 7,75 m, dan 0,5 m (1 lapis) bentang 7,5 sesuai ketinggian lereng yaitu 8,5 m dan panjang bidang longsor 22 m. Sedangkan alternatif penggunaan mikropile dengan jumlah 5 pile dan jarak bentang 2 m, spesifikasi yang digunakan adalah mikropile 30 x 30 cm. Penggunaan geotekstil dan formasi mikropile dapat memberikan nilai keamanan yang memenuhi terutama formasi mikropile terhadap arah melintang sangat menentukan.
Pressure Drop Analysis of Turbine Housing Model with Circular Sliced Pipe for Micro Hydropower Generation Abduh, Moh; Orfa, Lourina Evanale; Sulianto, Sulianto; Iqbal, Khairul
Aceh International Journal of Science and Technology Vol 13, No 2 (2024): August 2024
Publisher : Graduate School of Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/aijst.13.2.37998

Abstract

Energy independence is a government program aiming to meet society's energy needs evenly. Steps to increase energy independence in the new and renewable energy sector include hydro-energy generation. One of the important components of a hydro generator is the penstock pipe and turbine housing, which channels water and then pushes and drives (spins) the turbine with the flow of water to produce electrical energy. The turbine housing flow design innovation must provide a function as an optimal fluid conductor by minimizing the resistance that occurs when fluid flows towards the turbine housing and rotates the turbine optimally. The scope of this research includes analysis of the phenomenon of energy loss flowing in circular pipe slices in hydroelectric power plant turbine housings with influencing factors such as friction, turbulence, and flow resistance, as well as measuring the pressure drop in circular pipe slices. The model developed is a circular slice bend with angles of 180 degrees, 270 degrees, 360 degrees, and 450 degrees, taking into account the optimal curvature ratio (R/D) of 3.5. Based on previous research, 90-degree wedge bends with many slices (n_(90-degree)) 4 to 6 or 4 and pressure drop coefficient (C_(pd-th)) obtained 180-degree (0.333 0.200), 270-degree (0.445 0.277), 360-degree (0.527 0.339), 450-degree (0.587 0.390) with a bend length L, an elevation reduction angle and a 1.5D upstream-downstream elevation difference to avoid contact between the upstream and downstream bends. The results obtained from this research are the slice modules that can be used and the resistance coefficient values that arise from the slice modules. The more slices selected according to the angle of inclination chosen, the smoother the resulting circular bend shape and the lower the resistance value, but the work will be more difficult. The most optimal slice module is the number of slices that allow its implementation, and the resistance coefficient is small. By knowing the optimal resistance coefficient value, the resulting pressure drop can be predicted to maximize the thrust to rotate the turbine.