cover
Contact Name
Sumartono
Contact Email
mpet.pps@unisma.ac.id
Phone
+62812555860234
Journal Mail Official
mpet.pps@unisma.ac.id
Editorial Address
Jl. Mayjend. Haryono No. 193, Malang, Provinsi Jawa Timur, 65144
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi Peternakan
ISSN : 28091604     EISSN : -     DOI : 10.33474
Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi Peternakan Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi Peternakan diterbitkan oleh Program Studi Magister Peternakan Program Pascasarjana Universitas Islam Malang, sebagai media publikasi hasil penelitian, pengkajian dan pendalaman literatur tentang ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang peternakan. Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi Peternakan diterbitkan dua kali dalam setahun pada bulan Februari, Agustus, Tulisan/karya ilmiah yang diterima belum pernah dipublikasikan atau tidak sedang dipertimbangkan untuk dipublikasikan di jurnal lain.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2020): FEBRUARI" : 5 Documents clear
EVALUASI GENETIK SAPI PERAH PEJANTAN NON SELECTED DAN SELECTED DI UPT PT DAN HMT BATU Cicik Sulistyo Winarni; Mudawamah Mudawamah; Inggit Kentjonowaty
Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi Peternakan Vol 1, No 1 (2020): FEBRUARI
Publisher : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.056 KB)

Abstract

Penelitian dilakukan di UPT PT dan HMT Desa Beji Kecamatan Junrejo Kota Batu untuk mengevaluasi mutu genetik melalui nilai Nilai Pemuliaan (NP) dan Most Probable Producing Ability (MPPA) antara sapi perah pejantan None Selected (NS) dan Selected (S) melalui produktivitas anak betina. Materi penelitian terdiri dari semen beku dari NS 6 ekor dan S 3 ekor, 86 ekor induk, 43 ekor anak betina (NS), dan 43 ekor anak betina (S). Metode penelitian adalah studi kasus dari data sapi perah periode 2014-2017.  Variabel yang diamati adalah berat lahir (BL), berat umur 1,5 tahun (BU1,5) dan lingkar dada umur 1,5 tahun (LDU1,5).  Estimasi  heritabilitas (h²) dan  ripitabilitas (r) dengan metode half sib, analisis data dengan uji t tidak berpasangan.  Hasil penelitian menunjukkan rataan semua sifat dari S berbeda nyata (P<0,01) dibandingkan dengan NS.  Nilai h² dan r berbagai sifat dari kelompok NS dan S adalah kategori rendah.  Kesimpulan adalah rataan semua sifat pada kelompok S lebih tinggi daripada kelompok NS tetapi memenuhi standar nasional bibit sapi perah. Nilai heritabilitas, ripitabilitas, NP dan MPPA semua sifat pada S lebih tinggi daripada NS. Evaluasi genetik pada S dan NS berdasarkan NP dan MPPA adalah berbeda untuk semua sifat kecuali pada BL.Kata kunci: heritabilitas, ripitabilitas, NP, MPPA The aim was to evaluate the genetic quality of None Selected dairy bulls (NS) and Selected (S)  based on daughter productivity through Breeding Value (BV) and Most Probable Producing Ability (MPPA). The research material consisted of frozen semen from NS 6 heads and S 3 heads, 86 cows, 43 daughters (NS), and 43 daughters (S). The research method was a case study of data from 2014-2017 dairy cattle. The observed variables were birth weight (BW), 1.5-year age weight (W1.5) and 1.5-year-old chest circumference (CC1.5). Estimation of heritability (h²) and repeatability (r) used the half-sib method.   Data analysis was unpaired t-test. The results showed the mean of all traits in S was significantly different (P <0.05) compared to NS. The h² and r values of various characteristics of the NS and S groups were in a low category. The conclusion was the average of all traits in the S group was higher than the NS group but met the national standards for dairy bull breeds. Heritability, repeatability, BV and MPPA values were higher in S than NS. Genetic evaluation of S and NS based on BV and MPPA was different rank for all traits except for BW. Key words: heritability, repeatability, BV, MPPA
EKSTRAK DAUN Vernonia amygdalina SEBAGAI PENGGANTI ANTIBIOTIK PADA BROILER TERINFEKSI Salmonella sp Alfan Setya Winurdana; Umi Kalsum; Usman Ali
Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi Peternakan Vol 1, No 1 (2020): FEBRUARI
Publisher : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.211 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi Vernonia amygdalina sebagai pengganti antibiotik pada broiler terinfeksi Salmonella sp. Materi yang digunakan meliputi ekstrak daun Vernonia amygdalina, Broiler strain cobb umur 19 hari, bakteri Salmonella sp, antibiotik Oxytetraciclyn,dan pakan konvensional. Penelitian dilakukan dengan metode percobaan dengan menggunakan rancangan acak kelompok, empat perlakuan dan tiga kelompok. Perlakuan yang digunakan adalah 1ml antibiotik Oxytetraciclyn dan dosis ekstrak daun Vernonia amydalina dengan level P0=  dengan antibiotik P1 = VA 0,5%, P2 = VA 1%, P3 = VA 1,5%. Data yang diperoleh dianalisis dengan anova dan dilanjutkan uji beda nyata terkecil (BNT) jika terdapat pengaruh.               Hasil penelitian menunjukkan penggunaan ekstrak daun Vernonia amygdalina pada broiler terinfeksi Salmonella sp. berpengaruh sangat nyata (p<0,01) terhadap total mikroflora, panjang vili dan jumlah sel eritrosit dan tidak berpengaruh (P>0,05) pada pH dan lebar vili. Rataan total mikroflora log cfu/gram  P0,P,P2 dan P3 berturut-turut 12,12; 11,70; 11,76; dan 11,73. Rataan Panjang vili µm P0,P1,P2 dan P3 berturut-turut 444,15; 718,96; 680,64; dan 735,64. Rataan jumlah sel eritrosit (106 sel/ml) P0,P1,P2 dan P3 yaitu 2,41; 2,56; 2,50 dan 2,96. Rataan pH P0,P1,P2,P3 berturut-turut 6,43; 6,74; 6,40; dan 5,99. Rataan lebar vili berturut-turut µm 101,27; 117,33; 107,72 dan 127,75. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan ekstrak daun Vernonia amygdalina 1,5% memberikan hasil terbaik terhadap total mikroflora, panjang vili dan jumlah eritrosit, namun pada penggunaan 0,5% sudah mampu menggantikan peran antibiotik. Disarankan untuk peningkatan pengganti antibiotik pada penggunaan ekstrak daun Vernonia amygdalina 0,5%.Kata Kunci: Vernonia amygdalina, broiler, mikroflora usus, hostologi ususThe purpose of this research to determine potential of Vernonia amygdalina as antibiotic role on broiler infected Salmonella sp. The materials used were Vernonia amygdalina leaf extract, 48 head Broiler strain cobb aged 19 days, Salmonella sp bacteria, Oxytetraciclyn antibiotics, and feed broiler comercial. The study was conducted by experimental method using a randomized block design with four treatments and three groups. The treatment used 1ml dose of  antibiotic Oxytetraciclyn and three level Vernonia amydalina leaf extract with a level of P0 = with antibiotics, P1 = VA 0,5%, P2 = VA 1%, P3 = VA 1,5%. The data analyzed with ANOVA if those had influence continued with last significant difference test (LSD)The results showed the use of Vernonia amygdalina leaf extract in broiler infected Salmonella sp. significantly effect (P <0,01) on total microflora, villi length and number of erythrocyte cells but not significant (P> 0,05) on pH and villi width. The best result for total mikroflora (P1) 11,70 (log cfu/g). The best result for pH (P3) 5,99. The best result for vili height (P3) 735,64 μm. The best result for vili width (P3) 127,75 μm.  The best result for erythrocyte cells (P3) 2,96 (106 cell/ml). The conclusion is P1 (0,05%) could be replace the role antibiotic on broiler infected Salmonella sp. but P3 (1,5%) give best result on pH, villi height, villi weight, and amount of erythrositeKey words: Vernonia amygdalina,broiler, Gut microflora,intestinal histology
ANALISIS PENGEMBANGAN USAHA SAPI PERAH BERBASIS MANAJEMEN REPRODUKSI PADA KELOMPOK PETERNAK DI KABUPATEN MALANG Moch. Rifa&#039;i; Inggit Kentjonowaty; Umi Kalsum
Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi Peternakan Vol 1, No 1 (2020): FEBRUARI
Publisher : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.183 KB)

Abstract

                    Mayoritas pengembangan ternak di Indonesia masih mengandalkan bisnis ternak rakyat. Untuk merangsang pengembangan bisnis ternak rakyat, perlu ada sentuhan dan dukungan dari pemerintah Indonesia dalam bentuk bimbingan teknis tentang peternakan dan bantuan dengan kuman ternak dan fasilitas ternak melalui kelompok-kelompok peternak. Masalah yang sering dihadapi dalam bisnis ternak rakyat antara lain; manajemen reproduksi yang rendah, manajemen pemeliharaan dan manajemen pemberian pakan yang belum kompatibel dengan teknologi peternakan, biaya pakan tinggi dan modal usaha kecil  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perkembangan sapi perah dalam hal manajemen reproduksi yaitu; Layanan per Konsepsi, Interval Hari Terbuka dan melahirkan melalui peternak kelompok di Kabupaten Malang. Lokasi penelitian dilakukan di Kecamatan Kasembon, Ngantang, Pujon, Lawang dan Ngajum. Metode penelitian adalah studi kasus dengan menyebarkan kuesioner. Materi penelitian ini adalah anggota kelompok penerima sapi perah di 5 kabupaten, yaitu masing-masing kelompok diambil 10 orang dan 10 ekor sapi perah. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah Manajemen Reproduksi; (Layanan per Konsepsi, Hari Terbuka dan Calving Interval). Analisis sifat kuantitatif ternak dan perkembangan reproduksi yang diperoleh kemudian dihitung rata-rata dan standar deviasi kelompok. Untuk mengetahui pengaruh kelompok dan periode laktasi terhadap kinerja reproduksi, analisis varians (ANOVA) digunakan dan analisis varians dilakukan dan dilanjutkan dengan uji LSD.Hasil yang diperoleh dengan nilai rata-rata pelayanan per konsepsi dalam laktasi pertama p eriod 2.56 dan pada periode laktasi kedua 2.1 dan pada periode laktasi ketiga 3.88. Periode laktasi memiliki efek yang sangat signifikan (P <0,01) pada layanan per konsepsi. Selanjutnya, nilai rata-rata Days Terbuka pada periode laktasi pertama adalah 118,42 hari dan pada periode laktasi kedua adalah 98 hari dan pada periode laktasi ketiga adalah 154,3 hari, menunjukkan bahwa periode laktasi memiliki efek yang sangat signifikan pada Days Open. Untuk variabel Calving Interval, nilai rata-rata pada periode laktasi pertama adalah 0 hari dan pada periode laktasi kedua 373 hari dan pada periode laktasi ketiga 434,2 hari. Periode laktasi memiliki efek yang sangat signifikan pada Calving Interval, sedangkan kelompok peternak tidak berpengaruh pada kinerja reproduksi. * Diikuti dengan tes LSD untuk mengetahui perbedaan antara periode laktasi. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa kelompok tidak mempengaruhi kinerja reproduksi tetapi periode laktasi mempengaruhi kinerja reproduksi dalam hal konsepsi layanan, hari buka dan interval melahirkan (2) semakin tinggi periode laktasi semakin tinggi nilai layanan per konsepsi. , hari buka dan interval melahirkan. Berdasarkan nilai dari 5 kelompok yang diteliti, paling banyakkelompok reproduksi yang efisien adalah kelompok 5. Penampilan reproduksi berhubungan dengan manajemen pemeliharaan dan manajemen reproduksi sehingga perlu untuk meningkatkan manajemen pernikahan, catatan, manajemen pakan dan pemberian makanan yang baik.pengembangan populasi sapi perah dalam kelompok pemulia.Kata Kunci : sapi perah, manajemen reproduksi, kelompok peternak.The majority of livestock development in Indonesia still relies on the people's livestock business. To stimulate the development of the people's livestock business, it is necessary to have a touch and support from the Indonesian government in the form of technical guidance on animal husbandry cultivation and  assistance with livestock  germs and  livestock facilities through breeders' groups. Problems  that  are  often  faced  in  the  people's  livestock  business  include; low  reproduction management, maintenance management and feeding management that are not yet compatible with animal husbandry technology, high feed costs and small business capital.The purpose of this study is to analyze the development of dairy cattle in terms of  reproduction management namely; Service per Conception, Days Open and Calving Interval through breeders' groups in Malang Regency. The location of the study was conducted in the sub-districts of Kasembon, Ngantang, Pujon, Lawang and Ngajum. The research method is a case study by distributing questionnaires. This research material is a member of a group of dairy cattle recipients in 5 districts, namely each group is taken 10 people and 10 dairy cows. The variables observed in this study were Reproductive Management; (Service per Conception, Days Open and Calving Interval). Analysis of the quantitative nature of livestock and reproductive development obtained was then calculated on average and the standard deviation of the group. To find out the effect of groups and lactation periods on reproductive performance, an analysis of variance (ANOVA) was used and analysis of variance was performed and continued with LSD test.The results obtained by the average value of sevice per conception in the first lactation p eriod 2.56 and in the second lactation period 2.1 and in the third lactation period 3.88. The lactation period had a very significant effect (P <0.01) on service per conception. Furthermore, the average value of Days Open in the first lactation period was 118.42 days and in the second lactation period was 98 days and in the third lactation period was 154.3 days, showing that the lactation period had a very significant effect on Days Open. For the Calving Interval variable, the average value in the first lactation period is 0 days and in the second lactation period 373 days and in the third lactation period 434.2 days. The lactation period has a very significant effect on the Calving Interval, while the breeder group has no effect on reproductive performance. * Followed by LSD test to find out the differences between lactation periods. The conclusions of this study indicate that the group does not affect reproductive performance but the lactation period influences reproductive performance in terms of service p er conception, days open and calving interval (2) the higher the lactation period the higher the value of service per conception, days open and calving interval. By value from the 5 groups studied, the most efficient group of reproduction is group 5. Appearance of reproduction is related to maintenance management and reproduction management so that it is necessary to improve the management of marriages, records, feed management and good feeding development of the dairy cow population in the breeders group.Keywords: dairy cows, reproduction management, breeder groups.
TINGKAT GANGGUAN REPRODUKSI YANG MENYEBABKAN KEGAGALAN KEBUNTINGAN DI KOPERASI AGRO NIAGA (KAN) JABUNG Mohamad Nurul; Sumartono Sumartono; Badat Muwakhid
Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi Peternakan Vol 1, No 1 (2020): FEBRUARI
Publisher : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.981 KB)

Abstract

Usaha peternakan rakyat sapi perah di Indonesia sampai saat ini masih menemui banyak kendala, yang mengakibatkan produktivitas ternak tersebut masih rendah.Salah satu kendala tersebut adalah masih banyaknya gangguan reproduksi dan penyakit reproduksi yang menuju kemajiran pada ternak betina.Akibatnya, efisiensi reproduksi menjadi rendah dan kelambatan perkembangan populasi ternak. Dengan demikian diharapkan perlu adanya pengolahan managemen pemeliharaan ternak sapi yang lebih baik agar reproduksi meningkat sehingga menghasilkan efisiensi reproduksi tinggi yang diikuti dengan produktivitas ternak yang tinggi pula.perkembangan ternak baik ternak sapi pedaging maupun ternak sapi perah di Indonesia kedepan dapat lebih baik, termasuk didalamnya perkembangan ternak di Jawa Tmur sebagai salah satu sentra pengembangan ternak di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kejadian gangguan reproduksi pada ternak sapi perah di wilayah kerja koperasi Agroindustri (KAN) Jabung Kabupaten Malang.               Penelitian ini dilaksanakan di MIN Malang 1 yang beralamatkan di Jalan Bandung 7C, Kecamatan Klojen, Malang 65133, Propinsi Jawa Timur.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa MIN Malang 1 adalah madrasah yang dikelola secara efektif. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober – Desmber 2018 pada usaha peternakan sapi perah rakyat di wilayah kerja KAN Jabung Kabupaten Malang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di koperasi agro niaga jabung ditemukan dari jumlah populsi ditemukan  prosentase 5,0 endometritis, 3,3 hypofungsi dan 1,7 anestrus.               Endometritis merupakan peradangan pada endometrium dan membran mukosa uterus yang sering disebabkan oleh adanya infeksi bakteri. Menurut Noakes et al. (2001), endometritis dan metritis merupakan salah satu penyebab kemajiran pada ternak. Hipofungsi ovaria adalah kurang atau tidak berfungsinya ovaria dalam menghasilkan ovum secara rutin, karena tidak terbentuk folikel dan tidak ada ovulasi, sehingga juga tidak timbul gejala birahi.Anestrus merupakan suatu keadaan pada hewan betina yang tidak menunjukkan gejala estrus dalam jangka waktu yang lama.Tidak adanya gejala estrus tersebut dapat disebabkan tidak munculnya hormin FSH sehingga ternak tersebut tidak bunting bahkan menjadi kemajiran.               Berdasarkan hasil penelitian ini kepada petugas IB di harapkan lebih memperhatikan sterelisasi alat IB yang di gunakan dan peran aktif kepada peternak untuk dapat mengenali berbagai macam perubahan abnormal pada siklus reproduksi ternaknya sehingga tidak menimbulkan kemajiran serta kepada pihak managemen untuk dapat memperhatikan tentang kebutuhan alat-alat IB yang digunakan setiap hari. Kata kunci : managemen Reproduksi, Penyakit Reproduksi, KebuntinganEnterprises farm people cow dairy in Indonesia until the time is still encountered many obstacles, which resuted in the produtivity of livestock are still low, One of the obstcles that are still many disturbances of reproduction and diseases of reprudution that towards infertility in catlle females, As a result, efficienncy, efficiency reproducsi be low and kelambat early developmen of a populationof livesstokck.Premisesn thus expected to need the procesing management of the maintenence of livestock catlle are much batter so that reproduction increases thus generating efficiencyof reproduction high which is followed by the productivitivity of livestock that heigh anyway. The development of livestock both livestock cattle meat and dairy in Indonesia in the future can be batter, including therein the development of livestock in Jawa Timur as one of the centers of development of livestock in Indonesia. The study is intended to determine the level of incidence of disorders of reproduction in cattle cow dairy in the area of work cooperatives Agro- indutry (KAN) Jabung regency of Makang.Research is carried out in the month October – Desember 2018 on a business breeding cow dairy people in the area work KAN Jabung regency of Malang.  The  results of the study have demontrated that in a cooperative agro- commerce Jabung found from the number of populasi found the percentage of 5.0 endometritis, 3,3 hypofungsi and 1,7 anestrus.Endometritis is an inflammation of the endometrium and the membrance mucosa of the unterus which is often coused by the pressense of infectious bacteria . According to Noaks et al. (2001), endrometritis and metritis are one of the couses of poverty in livertock. Hypofunction ovarian is lacking or not functioning of ovarian to produce ova are routine , because not formed follicles and not no ovulation, so it also does not arise symptoms of lust.Anesstrus is a state of the animals females who do not show symptoms of estrus in the period of time that old room. No their symptoms of estrus that can be coused by not appearing hormin FSH so that animals are not pregnant even be infertility. Besed on the results of the research have the clerk IB in expected more attention to sterilization appartarus IB in use and the role of the active to the farmers to be able to recognize the various kinds of changes abnormal in the cycle of reproduction of the cattle, so that does not cause infertility as well as to the management to be able to pay attention abaout the need for tools IB which is used every day.Keywords : Reproductive management, Reproctive diseace, pregnancy
PENGARUH LAMA PEMERAMAN TERHADAP KUALITAS YOGHURT DENGAN BERBAGAI KONSENTRASI SARI PATI IKAT SILANG Supiyah Puteri Ramdhani; Inggit Kentjonowaty; Mudawamah Mudawamah
Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi Peternakan Vol 1, No 1 (2020): FEBRUARI
Publisher : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.299 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh lama pemeraman terhadap kualitas yoghurt dengan berbagai konsentrasi sari pati ikat silang. Materi penelitian adalah susu segar, starter, pati sagu modifikasi. Peralatan yang digunakan panci pasteurisasi, spatula, termometer, timbangan digital, gelas ukur, kertas label, toples pemeraman, beaker glass. Metode penelitian adalah eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang di berikan yaitu : P0=  Tanpa penambahan pati sagu modifikasi ikat silang, P2=  Penambahan pati sagu modifikasi ikat silang sebanyak 2 %, P4= 4 %. Dengan lama pemeraman yang di berikan yaitu : L12= Lama pemeraman 12 jam, L24= 24 jam, L36= 36 jam. Data di analisis dengan analisis SPSS dan di lanjut dengan Uji LSD untuk yang berpengaruh.               Hasil penelitian menunjukan bahwa Lama pemeraman tidak mempengaruhi P>0,05 viskositas, sineresis, kadar keasaman, total BAL. Penambahan sari pati ikat silang mempengaruhi P<0,05 viskositas, sineresis, kadar keasaman dan juga total BAL. Terdapat interaksi P<0,05 antara penambahan pati dan lama pemeraman pada viskositas, sineresis, dan juga total BAL. Perlakuan terbaik yaitu P4L36 dengan penambahan pati 4% dan lama pemeraman 36 jam.               Kesimpulan Lama pemeraman tidak memberikan pengaruh terhadap kualitas yoghurt, sedangkan penambahan sari pati ikat silang memberikan pengaruh terhadap viskositas, sineresis. Untuk mengetahui lebih dalam tentang BAL dengan penambahan sari pati disarankan penelitian lebih lanjut tentang kemampuan bakteri asam laktat dalam menggunakan sari pati ikat silang dengan lama fermentasi yang optimum pada suhu ruang dan suhu refrigator.Kata kunci : Yoghurt, Sari pati ikat silang, Viskositas, Sineresis This study aims to analyze the effect of ripening duration on the quality of yogurt with various concentrations of cross-linked starch extract. Research material is fresh milk, starter, modified sago starch. Equipment used for pasteurization pans, spatulas, thermometers, digital scales, measuring cups, label paper, curing jars, beaker glass. The research method was an experiment using a completely randomized design (CRD) factorial pattern with 3 treatments and 3 replications. The treatments given were: P0 = without the addition of crosslinked modified sago starch, P2 = addition of crosslinked modified sago starch as much as 2%, P4 = 4%. With a long curing given, namely: L12 = curing duration 12 hours, L24 = 24 hours, L36 = 36 hours. Data were analyzed by SPSS analysis and followed by LSD test for influential people.The results showed that duration of ripening did not affect P> 0.05 viscosity, syneresis, acidity, total LAB. The addition of crosslinked starch extract affected P <0.05 viscosity, syneresis, acidity and also total LAB. There was an interaction of P <0.05 between starch addition and ripening duration on viscosity, syneresis, and also total LAB. The best treatment is P4L36 with the addition of 4% starch and ripening duration of 36 hours.Conclusion The duration of ripening did not influence the quality of yogurt, while the addition of cross-tied starch extract gave an effect on viscosity, syneresis. To find out more about LAB with the addition of starch extract it is recommended further research on the ability of lactic acid bacteria to use cross-linked starch extract with optimum fermentation time at room temperature and refrigator temperature.Keywords: Yogurt, Cross-linked Starch, Viscosity, Sineresis

Page 1 of 1 | Total Record : 5