cover
Contact Name
Ismi Mashabai
Contact Email
jurnal.jitsa@uts.ac.id
Phone
+6285218373570
Journal Mail Official
jurnal.jitsa@uts.ac.id
Editorial Address
Universitas Teknologi Sumbawa, Program Studi Teknik Industri. Jl. Raya Olat Maras, Batu Alang, Moyo Hulu, Pernek, Moyohulu, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, kode pos 84371
Location
Kab. sumbawa,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Industri dan Teknologi Samawa (JITSA)
ISSN : 27753158     EISSN : 27238687     DOI : https://doi.org/10.36761/jitsa.v3i2.1898
Core Subject : Engineering,
JITSA (Jurnal Industri & Teknologi Samawa) adalah publikasi ilmiah yang dikelola oleh Program Studi Teknik Industri, Fakultas Rekayasa Sistem, Universitas Teknologi Sumbawa (UTS), Nusa Tenggara Barat. Jurnal JITSA berfokus pada kajian tentang: (1) Sistem Manufaktur, (2) Riset Operasional, (3) Desain dan Pengembangan Produk, (4) Teknologi Manufaktur, (5) Studi Kerja, (6) Ergonomi, (7) Sistem Logistik, (8) Sistem Bisnis, ( 9) Rekayasa Kualitas dan Keandalan, (10) Sistem Informasi dan Manajemen Pengetahuan, (11) Pemodelan Sistem, (12) Optimalisasi Usaha Kecil Menengah (UKM), (13) Optimalisasi Sektor Publik, (14) Pendidikan Teknik Industri.
Articles 2 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 2 (2021): JITSA" : 2 Documents clear
ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BATTERY MENGGUNAKAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ) DI SHOP & DRIVE FATMAWATI JAKARTA SELATAN Ruspendi; Syahreen Nurmutia
JURNAL INDUSTRI DAN TEKNOLOGI SAMAWA Vol 2 No 2 (2021): JITSA
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Rekayasa Sistem

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.64 KB) | DOI: 10.36761/jitsa.v2i2.1276

Abstract

Persediaan merupakan salah satu kegiatan manajemen yang penting yang berhubungan dengan biaya penyimpanan dan pemesanan. Untuk menekan kuantiti dan total biaya persediaan, dilakukan perhitungan dengan Metode EOQ (Economic Order Quantity) dalam proses pengadaan barang dagangan yaitu Battery Mobil dan Battery Motor. EOQ (Economic Order Quantity) adalah suatu model yang menyangkut tentang pengadaan atau persediaan barang pada suatu perusahaan. Dari hasil perhitungan diketahui bahwa kuantiti order yang ekonomis untuk Battery Mobil sebanyak 199 pcs perpesanan, dan Battery Motor sebanyak 68 pcs per pesanan, sedangkan fekuensi pembelian optimum Battery Mobil sebanyak 36 kali per tahun atau sekitar 3 kali per bulan dan Battery Motor sebanyak 14 kali per tahun atau sekitar 1 kali per bulan. Total biaya persediaan dengan Metode EOQ yaitu sebesar Rp 1.153.100, sehingga ada penghematan sekitar 3,9% dari total biaya aktual. Untuk Battery Motor hasil perhitungan total biaya persediaan dengan Metode EOQ yaitu sebesar Rp 369.000, dimana ada penghematan biaya persediaan sebesar 45,6 % dari total biaya aktual.
ANALISIS BEBAN KERJA FISIK PEKERJA HELPER DENGAN METODE NORDIC BODY MAP (NBM) DAN BIOMEKANIKA DI PELINDO III CABANG BADAS KABUPATEN SUMBAWA BESAR Nurul Hudaningsih; Dika Satria Mahardika
JURNAL INDUSTRI DAN TEKNOLOGI SAMAWA Vol 2 No 2 (2021): JITSA
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Rekayasa Sistem

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (815.459 KB)

Abstract

Keselamatan dan kesehatan kerja saat ini penting untuk dijalankan bagi setiap perusahaan agar pekerja dapat bekerja dengan aman dan produktif di lingkungan kerja. Keselamatan dan kesehatan kerja menjadi kewajiban yang harus dipenuhi oleh perusahaan bagi para pekerja. Prioritas utama dalam melakukan aktivitas pekerjaan adalah keselamatan pekerja. Setelah ada jaminan keselamatan pekerja, maka selanjutnya syarat kesehatan pekerja harus dipenuhi. Pemenuhan kesehatan yang prima ini bertujuan agar pekerja dapat produktif dan tidak mengalami gangguan kesehatan. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengalisa beban kerja fisik pekerja helper yang menggunakan Nordic Body Map (NBM) dan Biomekanika sebagai metodenya. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif. Hasil penelitian yaitu dilihat pada potensi beban kerja fisik pekerja helper di area kerja memiliki tingkat beban kerja yang tinggi sehingga dapat menyebabkan resiko cedera pada pekerja helper. Dikarenakan kedua nilai Lifting Index ? 1 dan keluhan dalam pengisisan kuisioner NBM, termasuk dalam tingkatan resiko yang tinggi. Kemudian pada Tingkat keparahan cedera pada otot-otot para pekerja helper yang paling tinggi terjadi pada otot bagian bahu dikarenakan rata-rata penilaian kuisioner berada pada rentang nilai “Tinggi”. Dimana nilai untuk pekerja helper 1 memiliki nilai 88 dan helper 2 memiliki nilai 90. Dimana pemilihan poin (SS) Sangat Sakit lebih dominan dibandingkan dengan pemilihan poin lainnya pada kuisioner NBM.

Page 1 of 1 | Total Record : 2