cover
Contact Name
Guardian Y. Sanjaya
Contact Email
jisph@ugm.ac.id
Phone
+62274-549432
Journal Mail Official
jisph@ugm.ac.id
Editorial Address
Minat SIMKES, R.213 Ged.IKM lt2 Sayap Barat Fakultas Kedokteran UGM Jl. Farmako Sekip Utara Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Information Systems for Public Health
ISSN : 20892683     EISSN : 20892675     DOI : https://doi.org/10.22146/jisph.71292
Core Subject : Health, Science,
Focus and Scope Journal of Information System for Public Health is an open access journal publishing manuscripts related to health information systems, such as: Governance and Leadership • Geographic Information Systems for health performance monitoring • Diseases surveillance system • Health Information Dashboard • National strategic of health information systems • Health information management • Adoption and assimilation of information technology in healthcare services and organizations. • Electronic data security Health Care Delivery • IT innovations in health care services • Standardization of electronic health records • Clinical information systems and clinical decision support systems (quality of care and patient safety) • Telemedicine • Nursing information systems • Radiology information systems • Laboratory information systems Human Resource Development, Innovation and Research • Competencies for information systems education and health informatics • Software and hardware development in healthcare sector • Integration and interoperability of health information systems • Knowledge discovery and data mining Health Financing • Health insurance information systems Medical supply and vaccines • Supply chain management systems • Pharmacy information systems mHealth • m-Health for personal health monitoring and consumer health • m-Health for health care services and health promotion • m-Health for public health surveillance Below is the type of manuscript that will be published: • Original research • Systematic review • Study protocol • Technical advance article • Software article • Case report
Articles 145 Documents
Evaluasi simrs menggunakan metode technology acceptance model (tam) pada bagian rawat inap rsud abepura jayapura provinsi papua Naomi Frolinda Jober
Jurnal Sistem Informasi Kesehatan Masyarakat Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Minat Sistem Informasi Manajemen Kesehatan Fakultas Kedokteran UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jisph.31199

Abstract

Latar Belakang : RSUD Abepura memiliki lokasi yang strategis di jantung Kota Jayapura, Provinsi Papua dan mempunyai peran yang vital. SIMRS yang berjalan baru dalam tahap implementasi dini, dimana belum semua ruangan menggunakan sistem ini, oleh karena itu evaluasi formatif perlu dilakukan terhadap Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit Abepura Jayapura Provinsi Papua.Tujuan : Melakukan evaluasi tentang penerapan SIM RS yang sedang berjalan pada RSUD Abepura Jayapura di Provinsi Papua dengan menggunakan Metode Technology Acceptance Model (TAM)Metode Penelitian : Jenis penelitian ini deskriptif analitik yang bersifat menganalisis dan menyajikan secara sistematik. Subyek dalam penelitian berjumlah 50 orang yang merupakan total populasi. Teknik analisis data dengan SEM menggunakan Stata 13.1.Hasil :. Terdapat  hubungan positif dan signifikan antara perceived ease of  use dengan  perceived of usefulness yaitu nilai koefisien positif (0.4862), p value 0.000, CI 95% (0.329-0.642), terdapat hubungan  positif dan signifikan antara perceived of usefulness dengan attitude toward using  yaitu nilai koefisien positif (0.4481), p value 0.010, CI 95% (0.108-0.787), terdapat hubungan positif tetapi tidak signifikan secara statistik antara perceived ease of  use dengan attitude toward using, yaitu nilai koefisien positif (0.2211), p value 0.086, CI 95% (-0.031-0.474), terdapat hubungan  positif dan signifikan antara attitude toward using dengan actual usage  yaitu nilai koefisien positif (0.6849), p value 0.001, CI 95% (0.278-1.091.Kesimpulan :. Keyakinan bahwa SIMRS dapat diaplikasikan dengan mudah atau tanpa kesulitan berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap sikap terhadap penggunaan SIMRS, menunjukkan bahwa para pengguna masih merasa kesulitan untuk mamakai SIMRS. Keyakinan bahwa SIMRS dapat diaplikasikan dengan mudah atau tanpa kesulitan berpengaruh positif dan signifikan terhadap  keyakinan bahwa SIMRS akan meningkatkan performa pekerjaan. Keyakinan bahwa SIMRS akan meningkatkan performa pekerjaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap sikap terhadap penggunaan SIMRS. Sikap terhadap penggunaan SIMRS berpengaruh positif dan signifikan terhadap penggunaan SIMRS secara aktual.Kata Kunci : Evaluasi, SIMRS, TAM
Penerapan metode case-based reasoning untuk mendiagnosa penyakit gizi buruk Muhd Agussyah Harofy; Abdullah Abdullah; Samsudin Samsudin
Jurnal Sistem Informasi Kesehatan Masyarakat Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Minat Sistem Informasi Manajemen Kesehatan Fakultas Kedokteran UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jisph.32785

Abstract

Latar Belakang : Penelitian ini mengembangkan sistem pakar dengan memanfaatkan metode case-based reasoning (CBR) sebagai proses dalam mendiagnosa penyakit gizi buruk kekurangan energi protein (KEP) pada anak.Tujuan : Dengan adanya website sistem pakar ini, para orang tua akan mendapatkan informasi mengenai gizi buruk dengan mudah dan dapat mengetahui apakah anak-anak mereka salah satu penderita gizi buruk atau tidak.Metode : Dalam proses ini digunakan beberapa gejala-gejala untuk menentukan penyakit gizi buruk yang dialami anak dengan usia di bawah lima tahun. Penelitian skripsi ini lebih menitik beratkan kepada bagaimana merancang dan mengimplementasikan program serta dimaksudkan agar memudahkan dalam hal mendiagnosa penyakit gizi buruk KEP. CBR digunakan sebagai metode dalam perhitungan untuk mendiagnosa penyakit gizi buruk KEP untuk anak yang berusia di bawah lima tahun ini. Cara kerja metode CBR ini adalah dengan membandingkan kasus lama dan kasus baru pada gejala-gejala setiap penyakit, setiap gejala penyakit pada kasus lama diberi nilai bobot yang berfungsi untuk menghitung perbandingan kasus lama dan kasus baru dari setiap penyakit.  Hasil : Hasil perhitungan yang memiliki nilai terbesar itulah penyakit yang dialami oleh anak yang berusia di bawah lima tahun tersebut.
Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi simpus di puskesmas kabupaten sragen Meiyana Dianning Rahmawati; Eko Nugroho
Jurnal Sistem Informasi Kesehatan Masyarakat Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Minat Sistem Informasi Manajemen Kesehatan Fakultas Kedokteran UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jisph.33146

Abstract

Latar belakang : Proses pengambilan keputusan di Puskesmas berdasarkan pada data dan informasi yang akurat, cepat dan valid. SIMPUS merupakan salah satu SIK berbasis teknologi yang format pelaporannya disesuaikan dengan SP2TP. Dari 25 Puskesmas di Kabupaten Sragen, 22 Puskesmas telah menjalankan SIMPUS, namun belum semuanya berhasil dalam menjalankan SIMPUS. Hal tersebut membuat peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai faktor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi keberhasilan implementasi SIMPUS di Kabupaten Sragen.Tujuan penelitian : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan  implementasi penggunaan SIMPUS di Puskesmas.Metode : Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional menggunakan pendekatan survei. Populasi penelitian adalah semua karyawan yang menggunakan SIMPUS secara langsung. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner. Faktor-faktor kunci yang dimasukan dalam model penelitian diadopsi dari model critical success factors (CSFs) implementasi Enterprise Systems dan analisa SEM PLS digunakan dalam penelitian ini.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor top management support, vendor support, IT infrastructure dan goverment regulation and support merupakan faktor-faktor yang secara signifikan berpengaruh terhadap keberhasilan implementasi SIMPUS. Adapun faktor change management, project management, education and training dan IT capabilities of staff tidak signifikan berpengaruh terhadap keberhasilan implementasi SIMPUS.Kesimpulan : Implementasi SIMPUS di Puskesmas Kabupaten Sragen akan lebih berhasil dengan memperhatikan faktor top management support, vendor support, IT infrastructure dan goverment regulation and support.
Kesiapan penerapan sistem informasi kesehatan daerah (sikda) generik di kabupaten kolaka nasruddin nasruddin
Jurnal Sistem Informasi Kesehatan Masyarakat Vol 3, No 3 (2018)
Publisher : Minat Sistem Informasi Manajemen Kesehatan Fakultas Kedokteran UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jisph.33165

Abstract

Latar belakang: Dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di daerah, perlu adanya suatu sistem informasi yang dapat menghasilkan data dan informasi yang berkualitas. SIKDA Generik merupakan suatu sistem informasi dan pengelolaan data berbasis aplikasi yang dapat mengakomodir kebutuhan data dan informasi dari tingkat pelayanan kesehatan. Tahun 2018 Dinas Kesehatan Kabupaten Kolaka akan menerapkan SIKDA Generik 1.4 pada 6 (enam) puskesmas sebagai pilot project. Menilai kesiapan infrastruktur, sumber daya manusia, persepsi dan motivasi, anggaran, serta perencanaan dan kebijakan sebelum menerapkan dapat membantu mencegah kegagalan dalam penerapannya.Metode: Metode deskriptif dengan rancangan studi kasus kualitatif, pengumpulan data melalui wawancara secara mendalam terhadap pengambil keputusan serta tenaga yang akan akan menggunakan SIKDA Generik 1.4, pengisian kuesioner, observasi, serta telaah dokumen. Analisis kesiapan menggunakan instrumen DOQ-IT.Hasil: Kesiapan infrastruktur berada pada kategori II cukup siap, kesiapan sumber daya manusia berada pada kategori II cukup siap, kesiapan persepsi dan motivasi berada pada kategori II cukup siap, kesiapan anggaran berada pada kategori III sangat siap merupakan variabel paling kuat, kesiapan perencanaan dan kebijakan berada pada kategori I belum siap merupakan variabel paling lemah.Kesimpulan: Tingkat kesiapan penerapan SIKDA Generik di Kabupaten Kolaka berada pada kategori II cukup siap dengan skor 23,1 dari 55 skor maksimal. Hal ini mengindikasikan bahwa puskesmas pilot project ini cukup siap untuk menerapkan SIKDA Generik.
Evaluasi sistem informasi manajemen rumah sakit dengan menggunakan metode hot-fit di rumah sakit umum daerah (rsud) Tora Belo Kabupaten Sigi Astria Lolo
Jurnal Sistem Informasi Kesehatan Masyarakat Vol 3, No 3 (2018)
Publisher : Minat Sistem Informasi Manajemen Kesehatan Fakultas Kedokteran UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jisph.33259

Abstract

Latar Belakang : Sesuai dengan peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2013 bahwa semua rumah sakit wajib menyelenggarakan SIMRS. RSUD Tora Belo merupakan rumah sakit tipe non class yang baru berdiri tahun 2015 dan langsung mengimplementasikan SIMRS namun sering menemukan berbagai kendala. Sejak SIMRS diimplementasikan, belum pernah dilakukan evaluasi SIMRS. Oleh karena itu peneliti akan melakukan penelitian dengan mengevaluasi SIMRS di RSUD Tora Belo Sigi menggunakan metode HOT-FIT, kepemimpinan dan regulasi. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk melihat Net benefit terhadap implementasi SIMRS di RSUD Tora Belo Kabupaten SigiMetode Penelitian : Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional untuk mengukur variabel human, organization, technology, leadership dan regulation terhadap net benefit SIMRS di RSUD Tora Belo Sigi. Karena jumlah populasi kurang dari 100 maka sampel diambil dengan menggunakan teknik total sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan SEM PLS dan nama aplikasi yang dipakai adalah SmartPLS versi 3.0.Hasil: Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa ada tiga faktor yang mempengaruhi net benefit yaitu: user satisfaction, organization structure dan regulation. Sedangkan faktor yang tidak memiliki pengaruh terhadap net benefit SIMRS di RSUD Tora Belo adalah: system use, environment organization, system quality, information quality, service quality dan leadership. Kesimpulan : Faktor yang paling berpengaruh dalam keberhasilan net benefit Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit di RSUD Tora Belo Sigi adalah user satisfaction, organization structure dan regulation.Kata Kunci : Evaluasi, HOT-Fit, Kepemimpinan, Net benefit, Regulasi
Evaluasi penerapan konsep integrasi data menggunakan dhis2 di kementerian kesehatan Budi Prihantoro
Jurnal Sistem Informasi Kesehatan Masyarakat Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Minat Sistem Informasi Manajemen Kesehatan Fakultas Kedokteran UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jisph.33959

Abstract

Latar Belakang: Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Pasal 168, untuk menyelenggarakan upaya kesehatan yang efektif dan efisien diperlukan informasi kesehatan. Informasi yang berkualitas diperoleh dari pengumpulan data yang baik sehingga menjadi acuan dalam proses manajemen, perencanaan dan pengambilan keputusan. Namun hingga saat ini, SIK yang ada belum mampu menyediakan data dan informasi yang cepat, akurat dan tepat waktu dikarenakan masih adanya fragmentasi sistem informasi, lemahnya manajemen data dan sistem pendukung pengambilan keputusan. Berdasarkan hal tersebut, sejak tahun 2106 Kementerian Kesehatan mengadopsi aplikasi DHIS2 sebagai data repository yang bertujuan mengintegrasikan data, menguatkan proses manajemen data dan bahan pengambilan keputusan di Kementerian Kesehatan.Tujuan: Mendeskripsikan input, proses dan output dalam pelaksanaan integrasi data serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan integrasi data menggunakan DHIS2 di Kementerian Kesehatan sesuai dengan kerangka kerja integrated data repository dari WHO. Metode Penelitian: Deskriptif kualitatif dengan rancangan studi kasus. Data dikumpulkan dengan cara observasi, telaah dokumen dan wawancara mendalam dengan pejabat struktural, staf teknis dan konsultan di Pusdatin Kementerian KesehatanMetode : Deskriptif kualitatif dengan rancangan studi kasus pada penerapan konsep integrasi data berdasarkan kerangka integrated data repository dari WHO.Hasil : Implementasi DHIS2 di Kementerian Kesehatan menggunakan infrastruktur server terpusat yang mendukung kemampuan cloud system. Aplikasi DHIS2 digunakan sebagai alat untuk mengumpulkan data agregate dari berbagai sumber dan menyajikannya dalam tampilan dashboard.  Kebijakan tertulis tentang integrasi data belum ada, saat integrasi disusun hanya berdasarkan kesepakatan antar unit. Regulasi tentang standar pelaksanaan integrasi belum ada, standar kode puskesmas digunakan sebagai standar integrasi data yang bersumber dari puskesmas. Sumber data yang telah diintegrasikan bersumber dari sumber data rutin yaitu aplikasi SIHA, SITT, Keluarga Sehat dan Komdat sedangkan sumber data rutin lainnya dan sumber data non rutin belum diintegrasikan ke DHIS2. Proses pencocokan data antara dashboard DHIS2 dengan sumber data pada aplikasi komdat diperoleh hasil yang sama pada data bulanan dan triwulan sedangkan pada data tahunan masih ditemukan perbedaan.Kesimpulan: Integrasi data menggunakan DHIS2 belum mampu menghasilkan data dan informasi berkualitas yang berasal dari berbagai sumber data sehingga saat ini belum dapat digunakan untuk memperkuat proses manajemen data dan bahan pembuatan kebijakan.
Strategi transformasi digital pada pt. Kimia farma (persero) tbk Aang Royyana
Jurnal Sistem Informasi Kesehatan Masyarakat Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Minat Sistem Informasi Manajemen Kesehatan Fakultas Kedokteran UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jisph.34179

Abstract

 Latar Belakang : Teknologi memberikan efek kombinatorial yang mempercepat kemajuan diberbagai aspek baik dibidang bisnis maupun kehidupan bermasyarakat secara eksponensial. Ini adalah konteks dimana inovasi digital kini mengganggu bisnis dan model operasi, dan membuat beberapa dampak yang signifikan terhadap kehidupan sosial masyarakat. Transformasi digital telah menyentuh organisasi di tiga bidang utama, yaitu Pengalaman Pelanggan,Proses Operasional, Model bisnis. PT. Kimia Farma Plant, dalam satu naungan Holding Company yaitu PT. Kimia Farma (Persero) Tbk. Kimia Farma telah bersiap menyambut era digital dengan ditandai dengan peningkatan sistem ERP sebagai salah satu asetnya.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis lingkungan internal dan eksternal bisnis dan Sistem Informasi/Teknologi Informasi (SI/TI), mengidentifikasi portofolio aplikasi saat ini dan masa mendatang, serta membuat sebuah Perencanaan Strategis Sistem Informasi (PSSI) dengan menggunakan Framework Digital Transformation dalam upaya pencapaian visi dan misi PT. Kimia Farma (Persero) Tbk.Metode : Data diperoleh dari hasil wawancara, dan observasi analisis dokumen perusahaan. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu deskriptif dengan kerangka kerja PSSI dari Ward dan Peppard, serta hasil rekomendasi strategis didokumentasikan dengan menggunakan kerangka kerja Transformasi Digital dari Westerman dkk.Hasil : Hasil dari penelitian ini adalah sebuah blueprint terkait strategi bisnis, strategi manajemen SI/TI, strategi SI/TI dan kerangka kerja strategi transformasi digital yang dapat membantu PT Kimia Farma dalam mencapai tujuan strategis perusahaan. Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa terdapat beberapa usulan Model Bisnis Digital, Operasional Proses Digital, Customers Experience digital, serta pengelolaan Transformasi Digital yang dapat diterapkan di perusahaan.Kata Kunci :       Kerangka Kerja Transformasi Digital, Perencanaan Strategis Sistem Informasi, Strategi Bisnis SI, Strategi Manajemen SI/TI, Strategi TI, Portofolio Aplikasi
Analisis spasial kejadian penyakit periodontal berdasarkan faktor sosioekonomi, perilaku, geografis dan lingkungan di kecamatan pundong kabupaten bantul Prayudha Benni Setiawan; Prof. Dr. DEA, DESS Hartono
Jurnal Sistem Informasi Kesehatan Masyarakat Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Minat Sistem Informasi Manajemen Kesehatan Fakultas Kedokteran UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jisph.34810

Abstract

Latar Belakang: Penyakit periodontal adalah kerusakan patologis yang mengenai jaringan pendukung gigi. Patogenesisnya sebagian besar dipengaruhi oleh kondisi sistemik. Selain itu faktor geografis, lingkungan, perilaku kesehatan gigi dan sosiekonomi dapat mempengaruhi individu mengalami penyakit periodontal. Sistem Informasi Geografis (SIG) dapat digunakan untuk menganalisa perbedaan faktor-faktor tersebut, terutama yang berhubungan dengan perbedaan geografis, faktor-faktor demografis, budaya dan lain-lain. Kecamatan Pundong memiliki variasi letak geografis dan sosial ekonomiMetode: Jenis penelitian ini adalah observasional analitik survei dengan disain cross sectional. Subjek penelitian ditetapkan dengan pendekatan Regristry Based Study dimana Puskesmas Pundong sebagai sumber data dasar dalam penelitian ini. Variabel bebas adalah penyakit periodontal, sedangkan variable terikat adalah faktor sosioekonomi, perilaku kesehatan, jarak ke sarana pelayanan kesehatan (geografis) dan pH air (lingkungan). Analisis spasial menggunakan SatScan dan ArcGIS.Hasil: Variabel yang berhubungan secara signifikan dengan keparahan penyakit periodontal yaitu status ekonomi, perilaku menyikat gigi, pH sumber air dan ketinggian tempat (p-value<0,05). Analisis buffer terhadap pelayanan kesehatan, sebagian besar penderita penyakit periodontal bertempat tinggal dekat dengan pelayanan kesehatan. Analisis spasial untuk mengetahui pengelompokan (cluster) kejadian penyakit periodontal, dengan analisis Purely Spatial Poisson Model didapat 1 cluster, terjadi pada 49 penderita dengan radius 2.24 km terdapat di Desa Seloharjo dengan nilai p-value = 1,00. Hal ini dikarenakan pola persebaran penyakit periodontal tidak berdasarkan pada tempat-tempat tertentu. Memiliki annual cases 11.2/100000 penduduk, yang berarti dalam 100000 penduduk memiliki kasus 11.2 orang.Kata Kunci: Penyakit Periodontal, Sosio ekonomi, Perilaku, Geografis, Lingkungan, SIG
Analisis sentimen pada twitter mengenai program imunisasi measles rubella di Indonesia Katrina Feby Lestari; Lutfan Lazuardi
Jurnal Sistem Informasi Kesehatan Masyarakat Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Minat Sistem Informasi Manajemen Kesehatan Fakultas Kedokteran UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jisph.35199

Abstract

Latar belakang:  Measles dan Rubella adalah dua penyakit yang sangat menular yang sampai saat ini belum ada obatnya. Imunisasi Measles Rubella (MR) adalah satu-satunya cara mencegah penyakit ini. Sehubungan awal diadakannya pemberian imunisasi MR di Indonesia tahun 2017 menyebabkan banyak orang menyampaikan opininya tentang imunisasi MR di berbagai media sosial, salah satunya melalui twitter. Analisis sentimen twitter dapat digunakan untuk menarik sebuah kesimpulan apakah pandangan masyarakat terhadap program imunisasi MR cenderung positif atau negatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sentimen masyarakat pada twitter mengenai program imunisasi MR di Indonesia.Metode Penelitian: Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif. Subjek penelitian tweets yang menggunakan kata kunci “vaksin”, “imunisasi”, “vaksin mr”, “imunisasi mr”, dan tweets yang menggunakan #vaksinmr, #imunisasimr. Hanya tweets dalam Bahasa Indonesia diambil. Data Januari sampai September 2017 dikumpulkan, dipreprocessing, diklasifikasikan berdasarkan tahap pengetahuan persuasi dan tahap pengambilan keputusan menjadi sentimen positif, netral, dan negatif. Analisis menggunakan tool Rapidminer versi 8.1 dengan metode klasifikasi K-NN.Hasil: Pada tahap pengetahuan dan persuasi, sentimen netral lebih banyak muncul dengan pelabelan manual dan sentimen positif lebih banyak muncul dengan RapidMiner. Pada tahap pengambilan keputusan, sentimen netral lebih banyak muncul dengan pelabelan manual dan RapidMiner.Kesimpulan: Twitter dapat digunakan memprediksi opini masyarakat tentang imunisasi MR di Indonesia. Namun untuk prediksi manual diperlukan waktu banyak sehingga diperlukan tool yang dapat membantu mempercepat prediksi tetapi tool tersebut perlu memperhatikan keseimbangan data latih dan penggunaan dataset yang di dalamnya terdapat kata yang sama. Kata kunci: Analisis Sentimen, Imunisasi, Measles Rubella, Twitter
Implementasi bridging system aplikasi sikda generik dengan p-care bpjs kesehatan di kabupaten lamongan Mochammad Kurniawan; Agus Harjoko
Jurnal Sistem Informasi Kesehatan Masyarakat Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Minat Sistem Informasi Manajemen Kesehatan Fakultas Kedokteran UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jisph.35277

Abstract

Latar Belakang: Puskesmas di wilayah kerja Kabupaten Lamongan telah melakukan implementasi SIKDA Generik sejak tahun 2014 bersamaan dengan implementasi P-Care BPJS Kesehatan. Proses pencatatan rangkap pada dua aplikasi berbeda dengan data yang sama  menyebabkan pekerjaan yang tidak efisien dan menghabiskan waktu. Perlu dilakukan intervensi pengembangan modul bridging pada SIKDA Generik untuk membantu pekerjaan petugas entri puskesmas.Tujuan: Penelitian ini mendeskripsikan implementasi bridging system antara P-Care BPJS Kesehatan dengan SIKDA Generik di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan.Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitaif deskriptif dengan  pendekatan action research karena adanya kegiatan intervensi yang melibatkan mitra yang diteliti. Bentuk intervensi pada penelitian ini, yaitu proses pengembangan bridging pada aplikasi SIKDA Generik dan P-Care BPJS Kesehatan.Hasil: Pengembangan modul bridging system aplikasi SIKDA Generik dengan P-Care BPJS Kesehatan dengan metode Agile Development membantu petugas puskesmas agar tidak melakukan pencatatan rangkap. Sebanyak 90,2% data berhasil menjalankan proses interoperabilitas, sedang 9,8% gagal menjalankan proses interoperabilitas. Interoperabilitas sistem dapat ditingkatkan dari tingkat 2 menjadi tingkat 4 menurut skala LISI.Kata kunci: action research, bridging system, interoperabilitas, P-Care, SIKDA Generik.

Page 7 of 15 | Total Record : 145