cover
Contact Name
Farihah
Contact Email
farihah@unimed.ac.id
Phone
+6285375708002
Journal Mail Official
pesona@unimed.ac.id
Editorial Address
Jl. Willem Iskandar / Pasar V, Medan, Sumatera Utara – Indonesia Kotak Pos 1589, Kode Pos 20221
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Pesona.
ISSN : 27771148     EISSN : 27768473     DOI : https://doi.org/10.24114/pesona.v2i1
Core Subject : Education, Art,
PESONA: Jurnal Pendidikan Tata Busana adalah jurnal open-access dengan proses double-blind peer review. Double Blind Peer Review adalah metode penelaahan teman sejawat terhadap sebuah karya ilmiah yang akan dipublikasikan dalam terbitan berkala ilmiah, yang mana identitas reviewer dan penulis disembunyikan, sehingga reviewer tidak mengetahui artikel siapa yang sedang ditelaah dan penulis juga tidak mengetahui siapa yang menelaah artikelnya. Metode ini digunakan untuk menjaga obyektivitas hasil penelaahan. PESONA merupakan jurnal tentang fashion dan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkaitan dengan bidang tata busana. PESONA terbit dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan April dan Oktober. Focus and scope PESONA meliputi pendidikan, pembelajaran, evaluasi, manajemen, teknologi, dan fashion dalam bidang tata busana.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2024): April 2024" : 5 Documents clear
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR PELENGKAP BUSANA BERSIFAT AKSESORIS Nurhijrah, Nurhijrah; Suryana, Syarifah
Pesona. Vol 4, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/pesona.v4i1.58292

Abstract

Penelitian ini merupakan jenis penelitian Research and Development yang menghasilkan sebuah produk yang memiliki potensi dalam meningkatkan pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan pengembangan 4D, yaitu: 1) Define, 2) Design, 3) Develop, 4) Disseminate. Hasil dari penelitian ini berupa bahan ajar yang berjudul "Pelengkap Busana Aksesoris". Pengembangan isi modul ini terdiri dari tiga kegiatan belajar, yaitu materi pelengkap busana aksesoris, jenis-jenis aksesoris, dan cara pemeliharaannya. Evaluasi terhadap pengembangan bahan ajar pelengkap busana bersifat aksesoris dilakukan dengan membagikan soft file beserta instrumen penilaian kepada ahli validasi, yang menghasilkan persentasi sebesar 86,36% berada pada kategori sangat layak dan juga melibatkan 10 panelis mahasiswa Tata Busana yang menghasilkan tingkat persentasi sebesar 88,90% berada pada kategori sangat layak. Dari hasil penelitian secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa "Bahan Ajar Pelengkap Busana Aksesoris" sangat layak dan dapat diterima dengan baik oleh pengguna.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETERLAMBATAN PENYELESAIAN STUDI MAHASISWA PRODI PKK FPP UNP Salsabila, Salsabila; Ernawati, Ernawati
Pesona. Vol 4, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/pesona.v4i1.58293

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya mahasiswa Prodi PKK FPP UNP yang mengalami keterlambatan penyelesaian studi. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) untuk mendeskripsikan pengaruh motivasi terhadap keterlambatan penyelesaian studi mahasiswa Prodi PKK FPP UNP. 2) untuk mendeskripsikan pengaruh kesulitan menemukan masalah penelitian terhadap keterlambatan penyelesaian studi mahasiswa Prodi PKK FPP UN. Penelitian bersifat deskriptif kuantitatif, dengan jumlah sampel 96 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan angket atau kuisioner dan disebarkan melalui Google Form. Pengujian instrumen dalam penelitian ini adalah uji validitas dan reabilitas instrumen. Teknik analisis data yaitu uji analisis deskriptif, uji prasyarat analisis dan analisis Regresi Berganda. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara motivasi dan kesulitan menemukan masalah penelitian terhadap keterlambatan penyelesaian studi mahasiswa Prodi PKK FPP UNP. Hal ini dapat dilihat bahwa motivasi berpengaruh signifikan terhadap keterlambatan penyelesaian studi mahasiswa Prodi PKK FPP UNP sebesar 56,2% dengan kategori sedang, dengan makna semakin tinggi pengaruh motivasi maka keterlambatan penyelesaian studi mahasiswa Prodi PKK FPP UNP juga akan meningkat, begitu juga sebaliknya. Kesulitan menemukan masalah penelitian berpengaruh signifikan terhadap keterlambatan penyelesaian studi mahasiswa Prodi PKK FPP UNP sebesar 80,82% dengan kategori tinggi, dengan makna semakin tinggi pengaruh kesulitan menemukan masalah penelitian maka keterlambatan penyelesaian studi mahasiswa Prodi PKK FPP UNP juga akan meningkat, begitu juga sebaliknya. Secara keseluruhan setiap variabel memberikan pengaruh terhadap keterlambatan penyelesaian studi mahasiswa Prodi PKK FPP UNP.
KESESUAIAN POLA KEMEJA HELEN JOSEPH ARMSTRONG TERHADAP PRIA DEWASA INDONESIA BERTUBUH TINGGI GEMUK Agustazani, Shinta; Ernawati, Ernawati
Pesona. Vol 4, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/pesona.v4i1.58299

Abstract

Pada dasarnya bentuk tubuh pria Amerika lebih besar daripada bentuk tubuh pria Indonesia. Penelitian ini untuk mengungkap apakah pola sistem Helen Joseph Armstrong sesuai atau tidak untuk pria dewasa Indonesia bertubuh tinggi gemuk yang berusia 24 tahun dengan tinggi 175 cm dan berat 90 kg, yang mana ukuran ini hampir mendekati tinggi dan berat badan rata-rata pria dewasa Amerika. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian terapan. Objek penelitian yaitu pola kemeja sistem Helen Joseph Armstrong. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Penilaian dilakukan oleh 3 orang panelis yang ahli dalam bidang busana pria atau konstruksi pola kemeja menurut (Setyaningsih, Dwi, & Sari 2010). Panelis pada penelitian ini adalah pemilik usaha tailor. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola kemeja sistem Helen Joseph Armstrong saat dilakukan fitting I terdapat 8 kelemahan yaitu, pada sisi kemeja longgar 5 cm, panjang kemeja pada sisi lebih pendek 5 cm, panjang kemeja pada tengah muka dan tengah belakang lebih panjang 2 cm, lebar punggung sempit 1 cm, lingkar leher pada bahu tertinggi longgar 1 cm, tinggi puncak lengan turun 2 cm, bisep/lengan terbesar longgar 2,5 cm, ujung lengan dan manset sempit 2 cm. Kesesuaian pola kemeja sistem Helen Joseph Armstrong diperoleh dengan cara menyesuaikan kelemahan-kelemahan yang ditemukan pada fitting II. Pola ini sudah sesuai dan dapat digunakan oleh pria dewasa Indonesia bertubuh tinggi gemuk.
PEMBERDAYAAN IBU RUMAH TANGGA MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN TAPLAK MEJA DARI PERCA KAIN Suryana, Syarifah; Nurhijrah, Nurhijrah
Pesona. Vol 4, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/pesona.v4i1.58300

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian Tindakan yang bertujuan untuk mengetahui 1) Gambaran pelaksanaan pelatihan pembuatan taplak meja di Kecamatan Pamboang dan 2) Efektifitas pelaksanaan pelatihan pembuatan taplak meja dari perca kain. Subjek penelitian adalah ibu rumah tangga dengan jumlah sampel sebanyak 10 orang yang dipilih secara sampling purposive. Data penelitian diperoleh dengan observasi, dokumentasi, angket dan tes. Teknik analisis data menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa: 1) Pemberdayaan ibu rumah tangga di Kecamatan Pamboang melalui pelatihan pembuatan taplak meja dilakukan sebanyak 2 kali pertemuan dengan jumlah peserta sepuluh orang. Terdapat tiga tahapan dalam pelaksanaan pelatihan ini yaitu : tahap perencanaan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi 2) Keefektifan pelatihan pembuatan taplak meja dari perca kain dilihat dari hasil belajar peserta pelatihan yaitu: hasil penilaian proses pelatihan memperoleh nilai sangat tinggi, hasil tes unjuk kerja peserta pelatihan dalam pembuatan taplak meja memperoleh nilai kategori tinggi dan hasil analisis data respon peserta terhadap pelatihan pembuatan taplak meja terbagi atas tiga aspek yakni: respon peserta terhadap pelatihan, respon respon peserta terhadap instruktur dan respon peserta terhadap kenyamanan pelatihan memperoleh nilai kategori sangat baik.
PERBEDAAN MORDAN JERUK NIPIS DAN JERUK PURUT TERHADAP HASIL TEKNIK ECOPRINT DAUN PEPAYA JEPANG (CNIDOSCOLUS ACONITIFOLIUS) PADA BAHAN LINEN Sevira, Nawang; Ernawati, Ernawati
Pesona. Vol 4, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/pesona.v4i1.58281

Abstract

Penelitian ini menggunakan daun pepaya jepang yang memiliki bentuk daun indah sehingga memenuhi syarat sebagai sumber warna dan bentuk alami Ecoprint. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nama warna (Hue), kejelasan bentuk daun, dan ketahanan luntur warna yang dihasilkan dari Ecoprint daun pepaya jepang (Cnidoscolus Aconitifolius) pada bahan Linen dengan mordan jeruk nipis dan jeruk purut. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Jenis data yang digunakan berupa data primer. Ecoprint daun pepaya jepang dengan mordan jeruk nipis pada lembar daun menghasilkan nama warna (Hue) Dim Olive Green dengan kode #717D21, pada ibu tulang daun menghasilkan nama warna (Hue) Canary Yellow dengan kode #E1DBA8, pada tulang cabang daun menghasilkan nama warna (Hue) Canary Yellow dengan kode #DEDB94. Hasil Ecoprint dengan  mordan jeruk purut pada lembar daun menghasilkan nama warna (Hue) Avocado Green dengan kode #687C00, pada ibu tulang daun menghasilkan nama warna (Hue) Pale Golden dengan kode #DBD69C, dan pada tulang cabang daun menghasilkan nama warna (Hue) Canary Yellow dengan kode #D8E188. Kejelasan bentuk daun mordan jeruk nipis dan jeruk purut termasuk dalam kategori jelas. Ketahanan luntur warna dengan mordan jeruk nipis pada 1 kali pencucian warna tidak mengalami perubahan, pada 3 kali pencucian warna terlihat sedikit berubah, dan pada 5 kali pencucian warna terlihat berubah. Ketahanan luntur warna dengan mordan jeruk purut pada 1 kali pencucian warna terlihat sedikit berubah, pada 3 kali pencucian warna terlihat berubah, dan pada 5 kali pencucian warna terlihat sangat berubah.

Page 1 of 1 | Total Record : 5