cover
Contact Name
Dandi Saputra
Contact Email
saputradandi232@gmail.com
Phone
+6281290496544
Journal Mail Official
stthami@gmail.ac.ic
Editorial Address
Ruko Kencana Bunda No. 89 L & 88 X, Jl. Kamal Raya, RT.4/RW.9, Cengkareng Bar., Kecamatan Cengkareng, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11730
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Voice of HAMI
ISSN : 26220113     EISSN : 26561131     DOI : https://doi.org/10.59830/voh.v7i2.126
Core Subject : Religion, Education,
Voice of HAMI merupakan Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Teologi Hagiasmos Mission, Jakarta. Voice of HAMI merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi yang berkaitan dengan bidang ilmu teologi dan Pendidikan Kristiani, dengan nomor ISSN: 2656-1131 (online), ISSN: 2622-0113 (print), dengan Focus dan Scope: Teologi Biblikal Teologi Sistematika Teologi Pastoral Misiologi Kepemimpinan Kristen Pendidikan Kristiani Voice of Hami menerima artikel dari dosen dan para praktisi teologi yang ahli di bidangnya, dari segala institusi teologi yang ada di seluruh Indonesia, bahkan hingga manca negara. Artikel yang telah memenuhi persyaratan akan dinilai kelayakannya oleh reviewer yang ahli di bidangnya melalui proses double blind-review. Voice of Hami terbit dua kali dalam satu tahun, Pebruari dan Agustus, serta telah di indeks pada: Googles Scholar.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2021): Februari 2021" : 5 Documents clear
Iman Kristen dan Problema Sosial Aritonang, Arthur
Voice of HAMI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 3, No 2 (2021): Februari 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Hagiasmos Mission

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.796 KB) | DOI: 10.59830/voh.v3i2.24

Abstract

Buku ini berisikan sebuah pidato Abraham Kuyper yang berjudul Iman Kristen dan Problema Sosial yang disampaikan pada pembukaan First Christian Social Congress (1891). Pidato tersebut menuai respons positif dari yang mendengar akan pidatonya. Sejak saat itu Kuyper dikenal sebagai seorang tokoh Kristen yang berjuang untuk mengintegrasikan wawasan Iman Kristen ke dalam kehidupan sosial. Pidato Kuyper disampaikan ketika ia menjabat sebagai Perdana Menteri Belanda seabad yang lalu. Meskipun demikian isi pidato tersebut masih tetap relevan bagi gereja di abad ke-21. Untuk itulah tujuan isi pidato itu dibukukan agar dapat menginspirasi, membangkitkan semangat dari gereja-gereja dimasa kini agar turut mengambil bagi dalam upaya mengatasi berbagai problema sosial yang terjadi di masyarakat.
Pentingnya Kepemimpinan Jemaat dan Motivasi Dalam Pelayanan Untuk Kedewasaan Rohani Jemaat Nubatonis, Felipus
Voice of HAMI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 3, No 2 (2021): Februari 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Hagiasmos Mission

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.939 KB) | DOI: 10.59830/voh.v3i2.30

Abstract

Abstract The church is the embodiment of the teachings of Jesus Christ which are not only to be spoken, but must be manifested in real life in society. The direction and goals of the church are shown to the believers who form a fellowship called the church. The leadership of the church is enabled by Christ Jesus to form the fellowship of the church because the fellowship of the church is God's plan. The purpose of the creation of the church on earth is to glorify the name of the Lord Jesus Christ and to motivate each other to be active in serving God and fellow humans, so that the spirituality of the church will increase. The method used in this research is a qualitative method with a literature study approach or literature study. The result of this research is that the spirituality of the Lord's congregation can grow well if the church leaders play an active role in motivating the congregation during their leadership period. The pastor of the congregation as the leader of the congregation optimally and optimally in the pastoral ministry to provide motivation to church members continuously in order to foster spiritual maturity of church members so that they are getting better. Abstrak Gereja merupakan perwujudan dari ajaran Yesus Kristus yang bukan hanya untuk diucapkan, tetapi harus diwujudkan secara nyata dalam kehidupan masyarakat. Arah dan sasaran gereja ditunjukan pada orang-orang percaya yang membentuk suatu persekutuan yang disebut dengan jemaat. Pemimpin jemaat dimampukan oleh Kristus Yesus untuk membentuk persekutuan jemaat karena persekutuan jemaat merupakan rencana Allah. Tujuan terwujudnya jemaat di bumi ialah supaya dapat memuliakan nama Tuhan Yesus Kristus dan saling memberikan motivasi untuk giat dalam melayani Tuhan dan sesama manusia, sehingga spiritualitas jemaat akan semakin meningkat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur atau studi kepustakaan. Hasil penelitian ini ialah kerohanian jemaat Tuhan dapat bertumbuh dengan baik apabila pemimpin jemaat berperan aktif dalam memberikan motivasi kepada jemaat dalam masa kepemimpinannya. Gembala sidang sebagai pemimpin jemaat secara maksimal dan optimal dalam pelayanan penggembalaan untuk memberikan motivasi kepada anggota jemaat secara terus-menerus demi menumbuhkan kedewasaan spiritualitas anggota jemaat supaya semakin baik.
Makna Pengajaran Yesus Tentang "Memberi Minum Secangkir Air Putih" Menurut Matius 10:42 Mau, Marthen; Putralin, Eliantri; Gianto, Gianto
Voice of HAMI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 3, No 2 (2021): Februari 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Hagiasmos Mission

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (643.374 KB) | DOI: 10.59830/voh.v3i2.28

Abstract

Abstract Water is the primary source of life for humans which needs to be available indefinitely because without water humans will experience physical death. Therefore, humans need to consume enough water in everyday life. The purpose of this research is that humans need to consume water so that the human body remains stable, healthy, strong, and prevents all toxins that can enter the human body at any time. This study used a qualitative research method, by applying the type of grammatical historical method. The results of the analysis in this study can be described, narrated, and implemented in human life. The results of this study are in accordance with the teachings of Jesus in Matthew 10:42 that just giving a cup of water to the poor followers of Jesus, then the giver will be rewarded according to his deeds. Therefore, humans must pay attention to each other in the practice of everyday life to do good deeds to other people, both those who need them and those who don't need them. Abstrak Air merupakan sumber kehidupan primer bagi manusia yang perlu tersedia tanpa batas karena tanpa air manusia akan mengalami kematian secara fisik. Karena itu, manusia perlu mengonsumsi air putih yang cukup dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan dari penelitian ini ialah manusia perlu konsumsi air putih supaya tubuh manusia tetap stabil, sehat, kuat, dan mencegah segala racun yang bisa masuk kapan saja ke dalam tubuh manusia. Penelitian ini digunakan metode penelitian kualitatif, dengan menerapkan tipe metode historikal gramatikal. Hasil analisis dalam penelitian ini dapat dideskripsikan, dinarasikan, dan diimplementasikan dalam kehidupan manusia. Hasil penelitian ini adalah sesuai pengajaran Yesus di dalam Matius 10:42 bahwa memberikan minuman air putih secangkir saja kepada para pengikut Yesus yang hina dina/miskin, maka sang pemberi akan diberikan pahala sesuai perbuatannya. Karena itu, manusia harus saling memperhatikan dalam praktik kehidupan setiap hari untuk melakukan perbuatan baik kepada orang-orang lain, baik mereka yang membutuhkan maupun yang tidak membutuhkan.
Apologi Biblikal atas Tuduhan Yesus, Manusia yang di-Tuhankan Baskoro, Paulus Kunto
Voice of HAMI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 3, No 2 (2021): Februari 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Hagiasmos Mission

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.115 KB) | DOI: 10.59830/voh.v3i2.27

Abstract

Jesus is a phenomenal person and character in the journey of the story of human life. For believers, Jesus is a glorious person and has tremendous authority as Lord and Savior. Believers must have firm belief in the person of Jesus. However, in the course of theological understanding, the person of Jesus underwent extraordinary debates, eventually emerging ideas that were very contrary to the truth of the Bible or the Word of God. One of the misconceptions about Jesus, is that Jesus is a man who is deified. This is an understanding that is still a bitter issue today among non-believers, as well as in some Christian groups. Through the descriptive qualitative method with the literature study approach, the author describes the purpose of biblical aplogetics for the debate about the person of Jesus, so it must be taken seriously again from the basic truth of the Bible which is the foundation of believers as well as evidence of historical facts that cannot be denied. This study seeks to describe and discuss the correct principles about Jesus as God and not Jesus as a human being who was deified based on the Bible or the Word of God. So that the greatest hope of this research, everyone realizes and believes that Jesus is also a true God. In terms of the truth of God's Word. Abstrak Yesus adalah pribadi serta tokoh yang sangat fenomenal dalam perjalanan kisah kehidupan manusia. Bagi orang percaya, Yesus adalah pribadi yang mulia dan memiliki otoritas yang dahsyat sebagai Tuhan dan Juruselamat. Orang percaya harus memiliki keyakinan teguh akan pribadi Yesus. Namun dalam perjalanan pemahaman teologis, pribadi Yesus mengalami perdebatan yang luar biasa dengan akhirnya muncul paham-paham yang sangat bertolak belakang dengan kebenaran Alkitab atau Firman Tuhan. Salah satu pemahaman yang salah tentang Yesus, adalah Yesus adalah manusia yang di-Tuhankan. Ini menjadi pemahaman yang sampai hari ini masih menjadi persoalan sengit dikalangan orang-orang yang belum percaya Yesus, maupun dalam beberapa kelompok Kristen. Melalui metode kulaitatif dseskriptif dengan pendekatan studi pustaka penulis mendeskripsikan tujuan aplogetika biblika bagi perdebatan tentang pribadi Yesus, maka harus kembali diperhatikan secara serius dari dasar kebenaran Alkitab yang menjadi pondasi orang percaya serta bukti fakta sejarah yang pasti tidak bisa dipungkiri kebenarannya. Penelitian ini berusaha memaparkan dan membahas prinsip-prinsip yang benar tentang Yesus adalah Tuhan dan bukan Yesus adalah manusia yang di-Tuhankan dengan berdasarkan Alkitab atau Firman Allah. Sehingga harapan terbesar dari penelitian ini, setiap orang menyadari dan percaya bahwa Yesus juga adalah Allah yang sejati. Dengan ditinjau dari kebenaran Firman Tuhan.
Urgensi Keterlibatan Pendeta Dalam Politik Praktis Amid, Markus
Voice of HAMI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 3, No 2 (2021): Februari 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Hagiasmos Mission

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (746.952 KB) | DOI: 10.59830/voh.v3i2.29

Abstract

Abstract This study aims to obtain and find data, research facts and their validity from the involvement of pastors in practical politics. Contribution to ethical leadership knowledge based on Christian values. The social activities carried out by pastors, be it in the scope of education, culture, economy to politics by a few people are interpreted as an effort to serve and as part of the lifestyle inherent in believers because the Bible of Matthew mentions the terms salt and light of the world. The functionality of salt and light to illuminate and exert constructive influence is a necessity in the midst of a deadlock in government and its derivative institutions. Therefore, pastors are not only focused on serving the congregation but also need to serve in government, including in the political field. The method used in this research is a qualitative method with a literature study approach or literature study. The result of this research is that pastors need to be involved in practical politics in order to become salt and light in their place of service. So, the more loyal pastors are in bringing light to the world, there will be great trust from the public towards politicians and even prospective Christian leaders who will wrestle in politics today. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memeroleh dan menemukan data, fakta riset dan keabsahannya dari keterlibatan pendeta dalam politik praktis. Kontribusi dalam pengetahuan kepemimpinan etis berdasarkan nilai-nilai kekristenan. Aktivitas sosial yang dilakukan oleh pendeta, baik itu pada cakupan pendidikan, budaya, ekonomi hingga kepada politik oleh segelintir orang dimaknai sebagai upaya melayani dan sebagai bagian dari gaya hidup yang melekat dalam diri orang percaya oleh karena Kitab Injil Matius menyebut istilah garam dan terang dunia. Fungsionalitas garam dan terang dapat menerangi dan memberikan pengaruh konstruktif merupakan kebutuhan di tengah-tengah kebuntuan dalam pemerintahan dan lembaga turunannya. Karena itu, pendeta tidak hanya fokus untuk melayani jemaat tetapi juga perlu melakukan pelayanan di pemerintahan termasuk di bidang politik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur atau studi kepustakaan. Hasil penelitian ini adalah pendeta perlu melibatkan diri dalam politik praktis supaya menjadi garam dan terang di tempat pengabdiannya. Jadi, pendeta semakin setia dalam membawa terang bagi dunia, maka akan ada kepercayaan besar dari masyarakat terhadap para politikus bahkan calon pemimpin Kristen yang akan bergelut di bidang politik pada masa kini.

Page 1 of 1 | Total Record : 5