Bandung Conference Series: Communication Management
Bandung Conference Series: Communication Management (BCSCM) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Manajemen Komunikasi dengan ruang lingkup diantaranya adalah Awareness, Brand equity, Brand Image, Connecting Community Building, Content Creation, Content Sharing, Daya Tarik Iklan, Drama Televisi, Event, Gaya Hidup, Interior Display, Jingle, Kampanye, Keputusan Pembelian, Keterikatan Pelanggan, Komunikasi antar pribadi, Komunikasi Pemasaran, Konsep Diri, Kredibilitas Komunikator, Kualitas Pelayanan, Literasi Media, Loyalitas Konsumen Manajemen branding, Media Sosial, Minat Beli Konsumen, Online Review, Pemasaran Konten, Penjualan produk, Persepsi Budaya, Personal Branding, Promosi online, Sikap, Store Atmospheredan Layout, Tagline, Terpaan Media, Tindakan Membeli, Transportasi Online, Ujaran Kebencian, Website, Word of Mouth. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles
1 Documents
Search results for
, issue
"681 - 688"
:
1 Documents
clear
Adaptasi Komunikasi dan Homesickness pada Mahasiswa Perantau
Dimas Saputra Zami;
Ratri Rizki Kusumalestari
Bandung Conference Series: Communication Management 681 - 688
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.24847
Out-of-region migrant students at Universitas Islam Bandung (Unisba) face the dual challenge of intercultural communication adaptation and the risk of homesickness, yet the relationship between the two has rarely been examined in an Islamic higher education setting. This study examines the relationship between communication adaptation and the level of homesickness among migrant students from outside West Java at Unisba, including its three dimensions: verbal–nonverbal communication adjustment, anxiety and uncertainty management, and the ability to build social relationships. A quantitative correlational method was used, with data collected through a five-point Likert-scale questionnaire from 103 respondents selected by proportionate stratified random sampling from a population of 830 students. Data were analyzed using Pearson Product Moment correlation and simple linear regression, and confirmed with Spearman correlation. The results show a very strong, significant, and negative relationship between communication adaptation and homesickness (r = −0.884; p < 0.001), with communication adaptation explaining 78.1% of the variance in homesickness. All three dimensions are also negatively and significantly related, the strongest being anxiety and uncertainty management. Communication adaptation thus functions as a protective factor against homesickness. Mahasiswa perantau luar Jawa Barat di Universitas Islam Bandung (Unisba) menghadapi tantangan adaptasi komunikasi antarbudaya sekaligus risiko mengalami homesickness, namun hubungan keduanya masih jarang dikaji dalam konteks perguruan tinggi Islam. Penelitian ini bertujuan menguji hubungan antara adaptasi komunikasi dengan tingkat homesickness pada mahasiswa perantau luar Jawa Barat di Unisba, termasuk ketiga dimensinya: penyesuaian komunikasi verbal–nonverbal, pengelolaan kecemasan dan ketidakpastian, serta kemampuan membangun relasi sosial. Metode yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert 1–5 dari 103 responden yang dipilih menggunakan proportionate stratified random sampling dari populasi 830 mahasiswa. Data dianalisis menggunakan korelasi Pearson Product Moment dan regresi linear sederhana, serta dikonfirmasi dengan korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan hubungan negatif yang sangat kuat dan signifikan antara adaptasi komunikasi dengan homesickness (r = −0,884; p < 0,001), dengan adaptasi komunikasi menjelaskan 78,1% variasi homesickness. Ketiga dimensi adaptasi komunikasi juga berhubungan negatif dan signifikan, dengan dimensi pengelolaan kecemasan dan ketidakpastian sebagai yang terkuat. Adaptasi komunikasi berfungsi sebagai faktor protektif terhadap homesickness.