Bandung Conference Series: Communication Management
Bandung Conference Series: Communication Management (BCSCM) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Manajemen Komunikasi dengan ruang lingkup diantaranya adalah Awareness, Brand equity, Brand Image, Connecting Community Building, Content Creation, Content Sharing, Daya Tarik Iklan, Drama Televisi, Event, Gaya Hidup, Interior Display, Jingle, Kampanye, Keputusan Pembelian, Keterikatan Pelanggan, Komunikasi antar pribadi, Komunikasi Pemasaran, Konsep Diri, Kredibilitas Komunikator, Kualitas Pelayanan, Literasi Media, Loyalitas Konsumen Manajemen branding, Media Sosial, Minat Beli Konsumen, Online Review, Pemasaran Konten, Penjualan produk, Persepsi Budaya, Personal Branding, Promosi online, Sikap, Store Atmospheredan Layout, Tagline, Terpaan Media, Tindakan Membeli, Transportasi Online, Ujaran Kebencian, Website, Word of Mouth. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles
1 Documents
Search results for
, issue
"871 - 878"
:
1 Documents
clear
Back Stage Tidak Lagi Bebas: Impression Management pada Penggunaan Second Account
Shafa Alivia Azahra;
Indri Rachmawati
Bandung Conference Series: Communication Management 871 - 878
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.25393
The use of Instagram second accounts demonstrates that university students utilize social media not only for sharing information but also for managing self-presentation according to different audience characteristics. This study aims to examine students' self-disclosure practices and impression management through the use of second accounts as a response to differences in self-image on Instagram. A qualitative method with Erving Goffman's Dramaturgical perspective was employed. Data were collected through in-depth interviews and digital observations involving eight university students who actively use Instagram second accounts. The data were analyzed using Miles and Huberman's interactive analysis model. The findings reveal that second accounts provide a space for more open self-disclosure through audience selection, privacy settings, and careful filtering of shared information. However, greater openness does not eliminate impression management. Instead, participants continue to regulate the impressions they convey by adapting their self-presentation to selected audiences. These findings suggest that second accounts should not be understood as completely unrestricted back stages, but rather as spaces of impression management that differ from primary accounts. This study extends the application of Goffman's dramaturgical perspective in digital communication by demonstrating that the distinction between front stage and back stage becomes increasingly fluid within social media interactions. Fenomena penggunaan second account di Instagram menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya memanfaatkan media sosial sebagai ruang berbagi informasi, tetapi juga sebagai sarana mengelola presentasi diri sesuai dengan karakteristik audiens. Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik self-disclosure serta impression management mahasiswa dalam penggunaan second account sebagai respons terhadap perbedaan citra diri di Instagram. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan perspektif Dramaturgi Erving Goffman. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi aktivitas digital terhadap delapan mahasiswa pengguna second account Instagram, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa second account menjadi ruang bagi mahasiswa untuk melakukan self-disclosure yang lebih terbuka melalui pemilihan audiens, pengaturan privasi, dan penyaringan informasi yang dibagikan. Namun, keterbukaan tersebut tidak menghilangkan praktik impression management. Mahasiswa tetap mengelola kesan dengan menyesuaikan bentuk presentasi diri terhadap audiens yang telah dipilih. Temuan ini menunjukkan bahwa second account tidak dapat dipahami sebagai back stage yang sepenuhnya bebas, melainkan sebagai ruang pengelolaan kesan dengan karakteristik yang berbeda dari first account. Penelitian ini memperluas pemahaman mengenai penerapan konsep dramaturgi dalam komunikasi digital dengan menunjukkan bahwa batas antara front stage dan back stage menjadi semakin cair pada penggunaan media sosial.