cover
Contact Name
Elisabeth Tatia Pramajati
Contact Email
elisabethtatia.p@gmail.com
Phone
+62274487711
Journal Mail Official
jai@uajy.ac.id
Editorial Address
Jln. Babarsari No. 5, Caturtunggal, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, DIY 55281
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Atma Inovasia
ISSN : 27759385     EISSN : 27759113     DOI : https://doi.org/10.24002/jai
Jurnal Atma Inovasia (JAI) diharapakan dapat menjadi sarana desiminasi pengabdian dari seluruh civitasakademika berbagai disiplin ilmu tentang berbagai macam inovasi dan solusi-solusi dalam berbagai persoalan dalam masyarakat. JAI diharapkan dapat mengispirasi dan bermanfaat bagi masyarakat secara luas. JAI fokus pada beberapa topik sebagai berikut: Pembelajaran layanan, masyarakat Pengembangan dan pemberdayaan masyarakat Pelatihan, Pemasaran, Teknologi Tepat Guna, Desain Wilayah perbatasan, wilayah kurang maju Layanan pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan Pemberdayaan masyarakat, akses sosial Topik lain terkait pengabdian pada masyarakat
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 5 (2021)" : 30 Documents clear
Pengolahan Tanaman Singkong Menjadi Produk Es Krim Untuk Masyarakat Desa Kepek Kecamatan Saptosari Kabupaten Gunungkidul Kristiawan, Yanuarius Benny
Jurnal Atma Inovasia Vol. 1 No. 5 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.731 KB) | DOI: 10.24002/jai.v1i5.3992

Abstract

Cassava or cassava is one of the largest food sources in Indonesia. Cassava is an alternative food that is rich in carbohydrates. In Kepek Village, Saptosari District, there are many crops produced from agriculture, namely rice, corn, cassava, peanuts, and soybeans. This journal will discuss the process of making ice cream with cassava-based ingredients, as well as a discussion of the mapping of village potentials owned by Kepek Village, Saptosari District. The method of making cassava ice cream is by utilizing the harvest products owned by Kepek Village, Saptosari District, by peeling and washing cassava. Then do soaking in water for 24 hours. Combine water, coconut milk, cornstarch, sugar, refined salt, sweetened condensed milk, and emulsifier in a saucepan. After that, the ice cream was put in the freezer for 24 hours with a temperature parameter of 4°C. The results of the development of making ice cream using cassava as a base ingredient can find out another effective and interesting process regarding the utilization of agricultural products, namely cassava.
Pengembangan Potensi Desa Krembangan dari Segi Pariwisata dan Olahan Jagung Sasmita, Raymundo Patria Hayu
Jurnal Atma Inovasia Vol. 1 No. 5 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1547.268 KB) | DOI: 10.24002/jai.v1i5.4022

Abstract

Currently , development is not only in urban but until the village .Development activities and community empowerment done to help ease a matter in the community .Potential of the village is a strength , the ability , and the owned and is likely to develop to bolster their people welfare. Krembangan village is one of the villages that can be further explored clearly hold their for their people welfare .Their potential in the village Krembangan is tourism and agriculture who also became one of primary search from the eyes of the people come from .The tourism sector the village are tourism objects Goa Kebon and yields namely secondary crops (corn , rice and other uses) .This journal discuss about the development of tourism objects Goa Kebon with the master plan of several facilities outbound in order to design and manufacturing agricultural products in the form of corn to be changed into a food processed some have economic value. Processing corn to processed foods such as popcorn and chips corn tortilla with using the equipment the kitchen simple but processed can produce value in the market with different kinds of in consideration of excess of these products.
Program Potensi Desa dan Pendayagunaan Bambu Desa Ngalang Kecamatan Gedangsari Kabupaten Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta Dewangga, Dismas Persada
Jurnal Atma Inovasia Vol. 1 No. 5 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.405 KB) | DOI: 10.24002/jai.v1i5.4429

Abstract

Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini merupakan program kerja yang berfokus pada pengolahan hasil potensi desa dan pengembangan potensi desa. Program kerja ini dilakukan untuk membantu masyarakat desa dalam mengolah dan mengembangkan potensi desa yang dimiliki. Sehingga masyarakat bisa berkreasi dalam mengolah potensi desa dan bisa mengembangkan potensi desa menjadi lebih baik. Tujuan dari program kerja ini adalah untuk meningkatkan perekonomian bagi masyarakat desa serta untuk meningkatkan pengetahuan bagi masyarakat desa agar lebih mengetahui bagaimana cara mengembangkan dan memanfaatkan potensi desa yang dimiliki. Metode yang digunakan dalam program kerja ini adalah mengidentifikasi masalah, studi pustaka dan pengumpulan data, pemrosesan data, dan evaluasi dan penarikan kesimpulan. Hasil yang diharapkan dari program kerja ini adalah pengolahan potensi desa yaitu mengolah bambu menjadi pakaian dan pengembangan fasilitas wisata yang ada di Wisata 4G (Gunung Gentong, Gendangsari, Gunungkidul).
Pengembangan Potensi Desa dan Pemanfaatan Daun Pohon Jati di Desa Gari junedi, sendy
Jurnal Atma Inovasia Vol. 1 No. 5 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.637 KB) | DOI: 10.24002/jai.v1i5.4432

Abstract

Potensi desa adalah hal penting yang harus terus dikembangkan oleh suatu desa. Pengelolaan bertujuan untuk menunjang kualitas sebuah desa serta meningkatkan ekonomi desa tersebut. Hal inilah yang melatarbelakangi penulis untuk menganalisis potensi-potensi yang dapat dikembangkan. Program ini bertujuan untuk menganalisis potensi yang dimiliki Desa Gari, Wonosari, Gunung Kidul serta mencari cara pengembangannya. Mengingat adanya pandemic Covid-19, program dilakukan secara online, dimana seluruh informasi didapat dari data sekunder. Persiapan dan pelaksanaan program dilakukan seminggu sekali secara daring. Survey seperti analisis geografi desa dilakukan menggunakan bantuan Google Maps. Data statistik masyarakat, seperti usia, pekerjaan, status perkawinan, dan agama diambil langsung dari website resmi Desa Gari. Hasil analisis data sekunder menunjukan bahwa potensi yang dimiliki oleh Desa Gari yaitu pohon jati, jambu mete, batu kapur, dan tempat pengolahan gamping (tobong gamping). Keempat potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi produk-produk inovatif berupa tinta, pupuk, pakan ternak dan makanan keripik untuk daun pohon jati. Produk-produk kesehatan untuk batu kapur dan jambu mete, serta tempat wisata edukasi untuk tobong gamping. Dengan penyampaian bentuk-bentuk pengembangan potensi dalam bentuk e-book dan video, diharapkan penduduk desa dapat termotivasi untuk merealisasikan pengembangan potensi Desa Gari.
Pemanfaatan Kelapa sebagai Minyak di Desa Hargotirto, Kecamatan Kokap, Kulon Progo, Yogyakarta Lukisworo, Agustinus Aryo
Jurnal Atma Inovasia Vol. 1 No. 5 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.719 KB) | DOI: 10.24002/jai.v1i5.4439

Abstract

Kuliah Kerja Nyata (KKN) 79 started from April to May 2021 and was held online. In this period of KKN, LPPM distributed all the units into two main area, Kulonprogo area and Gunungkidul area. Both areas are located in Yogyakarta, Indonesia. As part of this KKN, our group was assigned in Hargotirto Village, Kulonprogo. Hargotirto Village itself has so many potencies, such as Gula Semut, Sekrasak Waterfall, Goat Farm, Fruit Commodities, and Coconut. In order to improve people’s creativity and its economic conditions, the utilization of coconut as oil is a great opportunity. The data was obtained by researching through the internet by the village’s website, journals, etc. The purpose of this journal is to provide informations on the utilization of one of the village’s potency, the coconut.
Menjaga Kelestarian Waduk Sermo Lukisworo, Agustinus Aryo
Jurnal Atma Inovasia Vol. 1 No. 5 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1242.228 KB) | DOI: 10.24002/jai.v1i5.4441

Abstract

In the KKN Periode 79 of Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Kelompok 4 (the Fourth group) of Unit A was assigned to the Hargowilis Village, Kokap, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Due to the spread of Covid-19 pandemic, this period of KKN was held online. Therefore all of this KKN period programs was written upon secondary data. Based on online inquiries, Kelompok 4 has found that Hargowilis has interesting natural resources, and one of it was called Waduk Sermo. Moreover, our findings shows that Waduk Sermo has a crucial problem regarding to waste. Along with becoming an issue for Waduk Sermo’ attractiveness, it also potent to raise ecological problem, especially related to soil fertility. Thus we decided to propose waste management program called 3R that are Reduce, Reuse, and Recycle. We hope that the implementation of this waste processing, aside with increasing environmental hygiene and public health, will also lead to the economic development of Hargowilis.
Strategi Pengelolaan Paket Wisata Desa Karangtengah junedi, sendy
Jurnal Atma Inovasia Vol. 1 No. 5 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.294 KB) | DOI: 10.24002/jai.v1i5.4489

Abstract

Desa Karangtengah, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunung Kidul merupakan desa agraris namun memiliki sumber daya alam goa yang telah dimanfaatkan sebagai obyek wisata. Adanya pandemi Covid-19 menurunkan jumlah wisatawan dan menyebabkan terbengkalainya lokasi wisata desa. Untuk membantu pemerintah dalam menghidupkan kembali sektor pariwisata dan menjawab kebutuhan fisiolgis rekreasi masyarakat, maka program pengabdian masyarakat ini ditujukan untuk mengembangkan potensi wisata desa. Program dijalankan dengan mencari data sekunder dan mengolahnya menjadi upaya yang dapat diterapkan di Desa Karangtengah. Upaya pengembangan obyek wisata dilakukan dengan membuat paket wisata yang memasukan beberapa obyek wisata di desa dan dilengkapi dengan fasilitas kendaraan wisata terbuka serta area penjualan souvenir khas desa. Paket wisata memberikan keuntungan bagi wisatawan untuk mendapatkan rekomendasi obyek wisata Desa Karangtengah, fasilitas transport nyaman yang menghubungkan antar obyek wisata, jadwal perjalanan yang teratur dan pembelian tiket yang mudah. Selain itu juga memberikan peningkatan secara ekonomis bagi penduduk desa di kondisi pandemi. Meskipun demikian pelaksanaan upaya ini harus direncanakan dengan matang dan mendapat dukungan dari dari berbagai pihak baik aparat desa, penduduk desa dan dinas pariwisata daerah.
Cocoa Village Tourism Desa Bunder, Pathuk, Gunung Kidul, Yogyakarta Praharsiwi, Caecilia Santi
Jurnal Atma Inovasia Vol. 1 No. 5 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.731 KB) | DOI: 10.24002/jai.v1i5.4494

Abstract

Abstract —  Patuk District is an area in Gunungkidul Regency which has one of the villages, namely Bunder Village. Bunder Village has potential that can be developed both physically and non-physically. Bunder Village also has seven hamlets, consisting of Bunder, Ngepung, Widoro Wetan, Widoro Kulon, Gambiran and Plosokerep hamlets. Bunder Village has the potential of a large cocoa pod producing village and and various beauty of nature that can be developed and packaged into a cocoa tourism village. This community service program regarding the potential of this village aims to increase the awareness of villagers to protect, maintain and develop the potential of their village and aims to develop the existing cocoa plantation in the village into a new tourism village in Gunung Kidul. The method used by the group is literature review by collecting all secondary data on the Internet. The result we got was the development of Cacao Village Tourism which is a combination of several potentials such as cocoa gardens and home industry with the hope of improving the economy of the Bunder Village community and elevating the name of Bunder Village as a Cocoa Tourism Village in Yogyakarta. Keywords — potentials, Cocoa, Developed, Bunder Village. Abstrak— Kecamatan Patuk merupakan wilayah di Kabupaten Gunungkidul yang memiliki salah satu desa yaitu Desa Bunder. Desa Bunder memiliki potensi yang dapat dikembangkan baik dari segi fisik dan non fisik. Desa Bunder juga memiliki 7 wilayah dusun, yang terdiri atas Dusun Bunder, Ngepung, Widoro Wetan, Widoro Kulon, Gambiran dan Plosokerep.  Desa Bunder memiliki potensi desa penghasil buah kakao yang besar dan berbagai keindahan alam yang dapat dikembangkan dan dikemas menjadi desa wisata kakao. Program pengabdian masyarakat mengenai potensi desa ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran warga desa untuk menjaga, memelihara serta mengembangkan potensi desa mereka serta bertujuan untuk mengembangan perkebukan kakao yang ada di desa tersebut menjadi sebuah desa wisata baru yang ada di gunung kidul. Metode yang dilakukan kelompok yaitu kajian pustaka dengan mengumpulkan seluruh  data sekunder yang ada di Internet. Hasil yang kami peroleh ialah pengembangan Cacao Village Tourism yang merupakan gabungan dari beberapa potensi seperti kebun kakao dan home industry dengan harapan unutk meningkatkan ekonomi masyarakat Desa Bunder dan mengangkat nama Desa Bunder sebagai Desa Wisata kakao di Yogyakarta. Kata Kunci— Potensi, Kokoa,  Program, Desa Bunder
Pengolahan sabun berbahan dasar susu kambing sebagai potensi usaha di Desa Logandeng Praharsiwi, Caecilia Santi
Jurnal Atma Inovasia Vol. 1 No. 5 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.579 KB) | DOI: 10.24002/jai.v1i5.4495

Abstract

Abstract — Logandeng Village is located in Playen District, Gunung Kidul, Yogyakarta. This village is well known because every person or tourists who want to travel to Gunung Kidul Beach will pass it. Logandeng Village has several village products that have been developed, including processed food and handicraft products. This village, which is mostly farmland, is not making use of the yields of this potential. Therefore, this study aims to develop village potential that focuses on livestock products, namely processed goat milk which is used as natural soap as its basic ingredient.Keywords — Goat Milk, Natural Soap, Logandeng Village, Yogyakarta Abstrak — Desa Logandeng terletak di Kecamatan Playen, Gunung Kidul, Yogyakarta. Desa ini cukup dikenal karena setiap orang atau wisatawan yang hendak berpergian ke Pantai Gunung Kidul akan melewatinya. Desa Logandeng memiliki beberapa produk desa yang sudah dikembangkan, antara lain hasil olahan berupa makanan dan olahan kerajinan tangan. Desa ini yang sebagian besar merupakan lahan peternakan justru kurang memanfaatkan hasil dari potensi tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan potensi desa yang berfokus pada hasil peternakan yaitu olahan susu kambing yang dijadikan sabun alami sebagai bahan dasarnya.Kata Kunci — Susu kambing, Sabun Alami, Desa Logandeng, Yogyakarta
Peranan KKN sebagai Perwujudan Penerapan Pengetahuan Tentang Pengolahan Jagung kepada Masyarakat Desa Bleberan, Kabupaten Gunungkidul Prasetyo Jati, Didit Gunawan
Jurnal Atma Inovasia Vol. 1 No. 5 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.978 KB) | DOI: 10.24002/jai.v1i5.4496

Abstract

Kuliah Kerja Nyata (KKN) is an educational activity in higher education as a form of academic activity related to community service programs. One of the villages is the location for organizing KKN , namely Bleberan Village, Playen District, Gunungkidul, D.I. Yogyakarta. The result of food crops with the largest commodity in this village is corn. This can be seen as a big enough potential for the people of Bleberan Village. One of the products that is very likely to be produced from the corn plant is food products. Easy-to-cultivate corn plants also allow rural communities to carry out the processing process independently. Therefore, the role of KKN as a manifestation of the application of knowledge about corn processing is important for the people of Bleberan Village. It is intended that the villagers can further develop and maximize the processing of corn and economical commercial value that can help build the economy in the Bleberan Village. The method used in this journal is qualitative research. The method of collecting data sources used is using secondary data collection methods collected via the internet, documentation of the conversations of the author's team through online means such as Whatsapp groups and Microsoft Teams, as well as references from other sources.

Page 1 of 3 | Total Record : 30