cover
Contact Name
Elisabeth Tatia Pramajati
Contact Email
elisabethtatia.p@gmail.com
Phone
+62274487711
Journal Mail Official
jai@uajy.ac.id
Editorial Address
Jln. Babarsari No. 5, Caturtunggal, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, DIY 55281
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Atma Inovasia
ISSN : 27759385     EISSN : 27759113     DOI : https://doi.org/10.24002/jai
Jurnal Atma Inovasia (JAI) diharapakan dapat menjadi sarana desiminasi pengabdian dari seluruh civitasakademika berbagai disiplin ilmu tentang berbagai macam inovasi dan solusi-solusi dalam berbagai persoalan dalam masyarakat. JAI diharapkan dapat mengispirasi dan bermanfaat bagi masyarakat secara luas. JAI fokus pada beberapa topik sebagai berikut: Pembelajaran layanan, masyarakat Pengembangan dan pemberdayaan masyarakat Pelatihan, Pemasaran, Teknologi Tepat Guna, Desain Wilayah perbatasan, wilayah kurang maju Layanan pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan Pemberdayaan masyarakat, akses sosial Topik lain terkait pengabdian pada masyarakat
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 38 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2022)" : 38 Documents clear
Pengembangan Potensi Desa Kanigoro Melalui Wisata Pantai Pringjono Serta Penyuluhan Tentang Covid-19 Kristiawan, Yanuarius Benny
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.666 KB) | DOI: 10.24002/jai.v2i2.3989

Abstract

Kanigoro Village is a village that has a lot of beauty, but unfortunately, these beauties are still not exposed. For this reason, the compilers agreed to do two types of work programs in Kanigoro Village; Village Potentials and Pocket Books. Regarding the potential of the village, the compilers choose Pringjono Beach because this beach can be a characteristic of Kanigoro Village. Then the compilers also choose to make a Pocketbook about Covid-19 because the Covid-19 pandemic is still a trend in Indonesia and the world. The purpose of this activity is to provide knowledge of village potential that can be utilized especially in the Kanigoro Village and provide knowledge and understanding of the Covid-19 pandemic which is currently a hot topic. The method that the compilers do is to observe village data through the village website and other information related through news or other official websites. The result of these activities is that Pringjono Beach as the potential of Kanigoro Village expected to advance Kanigoro Village of income and image village. In addition, through the pocketbook “Smart Against Covid-19”, the people of Kanigoro Village also have a proper understanding of the Covid-19 virus, especially the dangers, prevention, and handling.
Pemanfaatan Hutan Pinus Menjadi Tempat Wisata dan Pembuatan Embung Untuk Membantu Pertanian di Desa Wiladeg junedi, sendy
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.552 KB) | DOI: 10.24002/jai.v2i2.4434

Abstract

Wilayah Desa Wiladeg, Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta sebagian besar merupakan area pertanian dengan lahan kosongnya berupa hutan pinus. Area pertanian Desa Wiladeg merupakan area yang kering dikarenakan sumber air yang sedikit. Program pengabdian masyarakat “Pemanfaatan Hutan Pinus Menjadi Taman Wisata Alam” bertujuan agar penduduk Desa Wiladeg dapat mengelola hutan pinus sebagai potensi desa secara lebih luas lagi. Untuk program pengabdian masyarakat yang kedua yaitu “Pembuatan Embung Untuk Membantu Pertanian di Desa Wiladeg” bertujuan untuk memberi pengetahuan dan pemahaman bagi warga Desa Wiladeg terhadap embung sebagai pasokan air untuk lahan pertanian. Kedua program ini disusun dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan memandaatkan data sekunder. Luaran kedua program pengabdian masing-masing berupa ebook dan video yang dapat diakses oleh masyarakat lewat internet. Melalui program pengabdian masyarakat ini, diharapkan warga Desa Wiladeg dapat memanfaatkan potensi desa yang dimiliki untuk pertumbuhan perekonomian desa, serta mampu mencari solusi atas permasalahan desa seperti permasalahan persediaan air.
Pemanfaatan Media Sosial dan E-Commerce Sebagai Upaya Pemasaran Bakmi Jawa di Desa Piyaman junedi, sendy
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.034 KB) | DOI: 10.24002/jai.v2i2.4435

Abstract

Adanya pandemi Covid-19 memberikan dampak ekonomi meningkatnya pengangguran dan perubahan metode pemasaran produk dari offline menjadi online. Berdasarkan data sekunder yang dikumpulkan diketahui bahwa sebagian besar penduduk Desa Piyaman, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul merupakan pedagang bakmi Jawa. Meskipun demikian persentase pengangguran di Desa Piyaman cukup tinggi. Maka dari itu untuk meningkatkan penjualan bakmi Jawa dan membuka lapangan pekerjaan bagi penduduk perlu dilakukan pengembangan potensi bakmi Jawa Desa Piyaman. Metode promosi dan pemasaran bakmi Jawa perlu dilakukan secara digital menggunakan media sosial Instagram dan Tokopedia yang merupakan media paling berkembang di Indonesia. Program pengabdian ini dilakukan dengan memperkenalkan penggunaan Instagram dan Tokopedia untuk promosi dan pemasaran digital (e-commerce) bakmi Jawa kepada konsumen yang lebih luas. Selain itu, diperkenalkan juga diversifikasi bakmi frozen untuk menjawab kebutuhan pemasaran bakmi Jawa kepada konsumen di berbagai daerah. Metode pengabdian dilakukan secara kualitatif dengan menganalisa data sekunder. Program dilaksanakan dalam bentuk pembuatan e-book dan video mengenai metode e-commerce dan diversifikasi bakmi frozen.
Pemanfaatan dan Strategi Pemasaran Olahan Tanaman Bambu Ludvianto, Meganusa
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.811 KB) | DOI: 10.24002/jai.v2i2.4450

Abstract

This journal was created to fulfill the requirements for completing Kuliah Kerja Nyata ke 79 (KKN) activity that was carried out by Atma Jaya Yogyakarta University in 2021. The location that was used as the object of KKN for the writing team was Serut village which is in Gedangsari sub-district, Gunungkidul district. , the province of the Special Region of Yogyakarta. The theme raised by the writing team was the potential of Serut village. The writing team searched for data and information about Serut village via the internet by analyzing it through the official Serut village website and other related websites, and several related journals. The writing team found that Serut village's potential is the potential for a tourism village and the potential for natural resources, specifically the producer of Jati wood and bamboo wood. This program is expected to be able to help Serut villagers to be able to further develop the potential of their village.
Pengembangan Potensi Desa menjadi Desa Wisata di Desa Kelor, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul Pratama, Yohanes Mario
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.976 KB) | DOI: 10.24002/jai.v2i2.4455

Abstract

Kuliah Kerja Nyata (KKN) at Universitas Atma Jaya Yogyakarta in the era of the Covid-19 pandemic was carried out online, in other words this year's KKN was carried out without directly engaging in the community or what is called KKN Society 5.0. This activity aims to increase the level of student awareness of social aspects an also to increase motivation and knowledge into the potential development of the surrounding community. Group 39, unit H conducted the KKN in Kelor Village, Karangmojo District, Gunung Kidul Regency. Group 39 had a work program to develop e-books and videos about the potential of Kelor Village regarding the development of Kali Talang and Kali Klepu into tourist villages. In addition, group 39 developed an e-book and video on processing leaves, stems and roots from teak trees. The data collection method is done by collecting (secondary) data, then study it more systematically. This work program is expected to be able to attract tourists so that it can advance Kelor Village.
Desa Karangsari dengan Potensi Perkembangannya Putra Prakasa, S.T., M.Kom., Fedelis Brian
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v2i2.4461

Abstract

Desa Karangsari yang berlokasi di kecamatan Semin, Gunungkidul yang memiliki penduduk sebesar 5.456 jiwa. Hasilnya meliputi mengembangkan potensi desa di sektor pariwisata yaitu keberadaan goa dan air terjun yang tentu akan menarik perhatian para turis lokal maupun manca negara, yang kedua melestarikan budaya Desa Karangsari yang merupakan tarian khas desa tersebut yang bernama tari tayub dengan memanfaatkan kemajuan zaman dari segi teknologi informasi media sosial, misalnya YouTube, yang ketiga mengembangkan potensi desa di sektor peternakan yang dimana Desa Karangsari merupakan bagian desa dari kecamatan Semin yang memiliki populasi ternak besar di Kecamatan Semin terbilang besar bila dibandingkan dengan kecamatan lainnya di kabupaten Gunungkidul,  hal ini ditandai dengan pada tahun 2018, populasi ternak mencapai sebanyak 13.254 ekor. Selanjutnya yang keempat mengembangkan potensi desa di sektor pertanian yang dimana mayoritas matapencaharian warga Desa Karangsari adalah petani hal ini didukung dengan Pertanian pada tahun 2018 di Kecamatan Semin mengalami perkembangan yang berarti. Pada tahun itu, Kecamatan Semin tidak mengalami puso sehingga luas panen lahan padi sawah pada tahun 2018 mencapai 3.858,4 hektare dan mayoritas sawah daerah Desa Karangsari adalah sawah tadah hujan, warga Desa Karangsari memiliki potensi panen pertanian yang tinggi, terutama di masa penghujan yang panjang.
Pemanfaatan Potensi Desa di Desa Ngawis, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi DIY Pratama, Yohanes Mario
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.121 KB) | DOI: 10.24002/jai.v2i2.4476

Abstract

Ngawis Village is a village located in Karangmojo District, Gunungkidul Regency, DIY, which has potentials in the field of natural resources that can be developed. The village potentials in Ngawis Village are found in the chili, onion and coconut cultivation in the village. The results of chili, onion and coconut cultivation can be developed into processed products from Ngawis Village. The purpose of the products of Ngawis Village is to increase Ngawis Village’s income and introduce Ngawis Village more widely to Indonesia. In utilizing the village potentials, a pocket book is made to make it easier for the villagers to understand how to develop the village potential that are owned by Ngawis Village.
Pengembangan Destinasi Wisata Edukasi Agrikultur Desa Dengok dengan Media Sosial Prasetyo Jati, Didit Gunawan
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.399 KB) | DOI: 10.24002/jai.v2i2.4486

Abstract

Dengok Village is one of the villages located in Playen District, Gunungkidul. Most of Dengok Village’s residents work as farmers and planters. However, Dengok Village area is dominated by marginal land which is dry and less fertile. Therefore, Dengok Village’s farmers rely on the rainy season to irrigate agricultural land. This causes farmers to only be able to harvest a maximum of two times a year. To increase their income, farmers plant various types of trees on community forest land. The existence of rainfed rice fields and community forests proves that Dengok Village has great potential in the agricultural sector, but has not been fully utilized. Based on these problems, the authors compiled this dedication paper, with the aim of developing agricultural potential of Dengok Village through the formation of agricultural educational tourism destination and its marketing methods, so as to be able to advance the economic welfare of the local population. The method is carried out online by observing data on the internet. The results of the dedication are activity ideas that can be applied in Dengok Village agricultural education tours and marketing tips through social media, so that it is more easily recognized and attracts more people.
Pemanfaatan Limbah dan Pelestarian Ikan di Desa Gading, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta Praharsiwi, Caecilia Santi
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.262 KB) | DOI: 10.24002/jai.v2i2.4491

Abstract

Abstract — Gading Village is a village located in Playen District, Gunungkidul, Yogyakarta Special Region. This village has various kinds of potential. Potential for culture, tourism, culinary, agriculture, and even livestock. There is a lot of potential that can be further developed in this village. The culinary and tourism of this village are very unique and attract tourists to visit. Therefore, the village community must pay attention to environmental conditions in taking part in protecting and preserving the natural resources owned by the village. All waste products sourced from livestock can still be developed into processed products, namely in the form of fertilizers. Later this fertilizer can be used again to preserve forests and plantations owned by the village. In addition to preserving plants, the local government has planned to conserve fish in Sendang Mole. Therefore, we offer solutions that can make it easier for residents and local governments to conserve fish. The solution is by making automatic fish feed. Of course this will be very useful and become a solution in preserving the natural resources owned by Gading Village.Keywords — Gading Village, Waste Management, Gunungkidul, Automatic Fish Feed, Conservation. Abstrak — Desa Gading merupakan Desa yang terletak di Kecamatan Playen, Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta. Desa ini memiliki berbagai macam potensi yang dimiliki. Potensi budaya, parawisata, kuliner, pertanian, bahkan pertenakan. Banyak sekali potensi yang dapat dikembangkan lebih lanjut pada desa ini. Kuliner dan parawisata yang dimiliki desa ini sangat unik-unik dan menarik wisatawan untuk berkunjung. Oleh karena itu masyarakat desa harus memerhatikan kondisi lingkungan dalam ikut andil menjaga dan melestarikan sumber daya alam yang dimiliki oleh desa. Seluruh hasil limbah yang bersumber dari ternak masih dapat dikembangkan lagi menjadi produk olahan yaitu berupa pupuk. Yang nantinya pupuk ini dapat digunakan kembali untuk menjaga kelestarian hutan dan perkebunan yang dimiliki oleh desa. Selain melestarikan tanaman, pemerintah setempat sudah merencanakan untuk melesatrikan ikan pada Sendang Mole. Oleh sebab itu, tim menawarkan solusi yang dapat memudahkan para warga dan pemerintah setempat dalam melestarikan ikan. Solusi tersebut adalah dengan pembuatan pakan ikan otomatis. Tentunya hal ini akan sangat bermanfaat dan menjadi hal solutif dalam pelestarian sumber daya alam yang dimiliki oleh Desa Gading. Kata Kunci— Desa Gading, Pengolahan Limbah, Gunungkidul, Pakan Ikan Otomatis, Pelestarian.
Pengolahan Limbah Jagung sebagai Bahan Bakar Alternatif Praharsiwi, Caecilia Santi
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.501 KB) | DOI: 10.24002/jai.v2i2.4492

Abstract

Abstract — Banaran Village is a village located in Playen District, Gunungkidul Regency, Special Region of Yogyakarta. There are a lot of potential from various sectors in Banaran Village, such as the agricultural, tourism and social-culture sector. The agriculturan sector has abundant natural products like corn or maize, while in the tourism sector there is a magnificent  forest called Wanagama Forest  that are home to a variety of flora and fauna. The social-culture sector in this village has 2 cultures that have been carried out from generation to generation, called Gejog Lesung and Tradisi Bersih-Bersih. In terms of potential sector, the authors see that corn has more potential because it can be used as an alternative energy such as bioethanol. The authors use descriptive qualitative methods for preparation of this program by describing the existing data and facts. This program can be use by the people of Banaran Village and inspire them by having new ideas, innovation and knowledge to develop and making bioethanol from corn waste. This program is expected to help people of Banaran Village to become more advanced by developing and running this program, also by using this program the authors hope that it can help Banaran Village by creating new jobs, increasing economic income and encouraging Banaran Village to become known for the program.Keywords — Banaran Village, Wanagama Forest, Corn Waste, Bioethanol Abstrak— Desa Banaran adalah sebuah desa terletak di Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Desa Banaran memiliki banyak potensi dari berbagai sektor, seperti sektor pertanian, pariwisata dan sosial budaya. Sektor pertanian Desa Banaran memiliki hasil alam berupa tanaman jagung yang melimpah, sedangkan  pada sektor pariwisata Desa Banaran mempunyai hutan indah yang menjadi banyak tempat tinggal aneka ragam flora fauna, yaitu Hutan Wanagama. Sektor budaya Desa Banaran memiliki 2 kebudayaan yang telah dilakukan secara turun temurun yaitu Gejog Lesung dan Tradisi Bersih – Bersih. Namun pada segi potensi budaya, penulis melihat adanya potensi lebih dari tanaman jagung karena bisa dimaanfaatkan untuk menjadi bahan bakar alternatif dari bioetanol ini. Penulis menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk penyusunan program kerja ini dengan memaparkan data – data dan fakta yang ada.  Program kerja ini dapat dimaanfaatkan oleh masyarakat Desa Banaran itu sendiri dengan mendapatkan banyak ide, inovasi dan edukasi untuk mengembangkan bio-etanol yang berasal dari limbah tanaman jagung. Program ini diharapkan dapat membantu Desa Banaran menjadi desa yang lebih maju dengan menjalankan dan mengembangkan program ini, serta dengan memanfaatkan program ini semoga dapat membantu masyarakat Desa Banaran dengan membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan pendapatan ekonomi dan mendorong Desa Banaran menjadi terkenal akan program itu.Kata Kunci—.Desa Banaran, Hutan Wanagama, Limbah Jagung, Bioetanol

Page 1 of 4 | Total Record : 38