cover
Contact Name
Luqman Qurata Aini
Contact Email
luqman.fp@ub.ac.id
Phone
+6281252663348
Journal Mail Official
jurnalhpt@ub.ac.id
Editorial Address
Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Jl. Veteran, Malang 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan)
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23384336     EISSN : 25806459     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jurnalhpt
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Hama dan Penyakit Tumbuhan (Jurnal HPT) memuat naskah artikel yang berkaitan dengan hama dan penyakit tumbuhan, termasuk karakterisasi, deteksi, identifikasi, fisiologi, biokimia, ekologi, epidemiologi, biologi molekuler hama dan patogen tumbuhan, serta pengendaliannya secara kimia dan biologi. Artikel dapat berupa hasil penelitian mutakhir atau temuan terbaru mengenai hama dan penyakit tumbuhan. Naskah artikel yang diterima adalah naskah yang belum pernah dimuat atau tidak sedang dalam proses publikasi pada berkala ilmiah nasional maupun internasional lainnya.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 4 (2021)" : 5 Documents clear
PENGARUH ROGESAN TERHADAP KEANEKARAGAMAN MUSUH ALAMI PADA PERTANAMAN TEBU Rizky Septiyawati; Bambang Tri Rahardjo
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 9 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2021.009.4.2

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman musuh alami pada tanaman tebu yang dilakukan rogesan daun dan yang tidak dilakukan rogesan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus – Oktober 2020 pada lahan tanaman tebu di Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas) yang terletak di Jalan Raya Karangploso Km.4, Kepuh Utara, Kepuharjo, Kec. Karangploso, Malang. Pengamatan musuh alami dilakukan dengan metode yellow sticky trap dan hasilnya dianalisis menggunakan uji T, kemudian dilakukan perhitungan Indeks keragaman (H’), Indeks Kekayaan Jenis (R), Indeks Kemerataan Jenis (E’) dan Indeks Dominansi (D). Hasil penelitian didapatkan sebanyak 10 jenis musuh alami pada lahan pengamatan rogesan dan 7 jenis musuh alami pada lahan non rogesan. Uji T menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan antara jumlah populasi musuh alami yang ditemukan di kedua lahan pengamatan. Nilai H' dan R pada lahan pengamatan rogesan dan non rogesan berada pada kategori sedang. Nilai E memiliki kategori tinggi, baik pada lahan pengamatan rogesan maupun non rogesan. Pada saat yang sama, nilai D pada kedua sistem tidak menunjukkan adanya dominasi. 
EFEKTIFITAS EKSTRAK TANAMAN KELOR (Moringa oleifera Lam.) TERHADAP PENYAKIT BERCAK COKELAT Alternaria sp. PADA TANAMAN TOMAT Athifa Lithiflika K. Yahya; Mintarto Martosudiro; Fery Abdul Choliq
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 9 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2021.009.4.1

Abstract

Tanaman kelor merupakan tanaman perennial yang dapat tumbuh pada musim kemarau maupun musim hujan pada dataran tinggi maupun dataran rendah. Bagian tanaman kelor seperti akar, bunga, kulit batang, batang, daun dan biji kelor memiliki kandungan senyawa yang bersifat antimikroba. Penelitian ini dilakukan untuk menguji bagian ekstrak tanaman kelor dengan berbagai konsentrasi terhadap kemampuan penghambatan secara in vitro dan in vivo serta nilai LC50 terhadap penyakit bercak cokelat Alternaria sp. pada tanaman tomat. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Toksikologi Universitas Brawijaya. Menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF) dengan 12 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diujikan yaitu jenis ekstrak (daun, kulit batang, dan biji kelor) dan taraf konsentrasi (0%, 5%, 7,5% dan 10%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun kelor memiliki efektifitas penghambatan yang paling baik dibanding ekstrak kulit batang kelor dan biji kelor pada pengujian secara in vitro maupun in vivo. Pemberian konsentrasi ekstrak sebesar 7.5% dan 10% memiliki efektifitas penghambatan yang efektif dalam menghambat Alternaria sp. berdasarkan hasil in vitro, in vivo dan perhitungan LC50.
PENGARUH EKSTRAK DAUN SIRIH MERAH (Piper crocatum Linn.) TERHADAP MORTALITAS DAN REPELENSI Riptortus linearis F. (HEMIPTERA : ALYDIDAE) SECARA IN VIVO Danang Wahyu Kresnadi; Rina Rachmawati
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 9 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2021.009.4.4

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak daun sirih merah (Piper crocatum Linn) terhadap mortalitas, malformasi, dan repelensi Riptortus linearis. Penelitian dilakukan di Laboratorium Hama Tumbuhan dan Laboratorium Toksikologi Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya. Persiapan penelitian terdiri dari perbanyakan serangga uji kepik polong R. linearis dan pembuatan ekstrak daun sirih merah. Penelitian dilakukan dengan menguji ekstrak daun sirih merah pada konsentrasi 1000 ppm, 2000 ppm, 3000 ppm, 4000 ppm, dan 5000 ppm yang diulang sebanyak 4 kali. Uji secara in vivo dilakukan dengan menyemprotkan ekstrak daun sirih merah pada R.linearis dalam sangkar perlakuan. Serangga uji yang masih hidup setelah aplikasi diamati hingga imago. Hasil pengamatan dianalisis menggunakan ANOVA dan uji lanjut DMRT pada taraf kesalahan 5%. LC50 dan LC90 diuji menggunakan aplikasi Hsin Chi. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak daun sirih merah efektif untuk mematikan, menyebabkan abnormalitas, dan bersifat repelen terhadap R. linearis. Nilai LC50 untuk EDSM adalah 2200ppm. Hasil LC90 adalah 6627 ppm yang digunakan dalam skala lapangan. Nilai LT50 untuk menghasilkan mortalitas 50% adalah 26.08 jam. Malformasi berupa tubuh yang membesar dan bercak-bercak hitam. EDSM memiliki sifat penolak yang kuat, tetapi setelah 24 jam, hal tersebut menurun.
STRATEGI PENGELOLAAN HAMA Nilaparvata lugens Stål (HEMIPTERA: DELPHACIDAE) DAN POPULASI MUSUH ALAMINYA PADA TANAMAN PADI LAHAN IRIGASI MELALUI REKAYASA EKOLOGI (ECOLOGICAL ENGINEERING) Joko Pilianto; Gatot Mudjiono; Mochammad Syamsul Hadi
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 9 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2021.009.4.3

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan rekayasa ekologi terhadap populasi Nilaparvata lugens atau wereng batang coklat (WBC) dan musuh alaminya. Penelitian dilaksanakan di Dusun Mampil, Desa Penganten, Kecamatan Balen, Bojonegoro. Dalam penelitian ini terdapat dua perlakuan yaitu lahan dengan rekayasa ekologi (RE) dan konvensional atau non rekayasa ekologi (non RE). Pada lahan RE, dilakukan penanaman tanaman refugia berupa wijen (Sesamum indicum), pacar air (Impatiens blasamina), kacang hijau (Vigna radiata), dan jagung (Zea mays) di area pematang. Selanjutnya, dilakukan pemberian bahan organik dan aplikasi agen hayati (Beauveria bassiana, Bacillus sp., Tricoderma sp., dan Plant Growth Promoting Rhizobacteria). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan RE secara nyata meningkatkan populasi musuh alami WBC yang ditunjukkan dengan jumlah individu musuh alami yang lebih tinggi pada perlakuan RE daripada non RE. Jumlah musuh alami pada lahan RE dan non RE secara berurutan adalah 587 ekor/petak dan 170 ekor/petak. Secara umum, dibandingkan dengan lahan non RE, perlakuan RE secara nyata menurunkan populasi WBC. Rata-rata populasi WBC pada lahan RE dan non RE masing-masing adalah 2,1 dan 2,9 ekor/rumpun.
EFIKASI FUNGISIDA MAJEMUK (BAHAN AKTIF: BENALAXYL 8% DAN MANCOZEB 65%) TERHADAP PENYAKIT DOWNY MILDEW (Pseudoperonospora cubensis) PADA TANAMAN SEMANGKA SECARA IN VITRO Intan Sugiarti Permatasari; Liliek Sulistyowati; Muhammad Akhid Syibli
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 9 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2021.009.4.5

Abstract

Penyakit Downy mildew yang disebabkan jamur Pseudoperonospora cubensis, masih menjadi kendala utama produksi semangka di Indonesia. Pengendalian menggunakan fungisida sintetik masih menjadi pilihan utama para petani hingga saat ini. Penelitian ini dilakukan untuk menguji efektivitas fungisida majemuk bahan aktif Mankozeb 65% dan Benalaksil 8% secara in vitro dalam menekan daya hidup jamur P. cubensis pada daun semangka. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Penyakit Tumbuhan, Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan konsentrasi dan 3 fungisida yang berbeda yaitu mankozeb, benalaksil, dan campuran mankozeb+benalaksil dengan ulangan 4 kali. Variabel yang diamati adalah persentase sporangium jamur P. cubensis utuh dan rusak setelah aplikasi, Tingkat Hambatan Relatif (THR), dan sifat aktivitas fungisida majemuk yang ditentukan berdasarkan nilai Nisbah Ko-toksisitas (NK).  Hasil pengamatan diketahui bahwa sporangium P. cubensis berbentuk oval dan berwarna abu-abu keunguan. Sporangium nampak menggerombol disekitar jaringan stomata. Pada penelitian ini, semua perlakuan fungisida dapat merusak sporangium P. cubensis. Presentase sporangium utuh paling rendah ditemukan pada perlakuan fungisida majemuk (mankozeb dan benalaksil) dengan dosis 0,6 g/l yaitu sebesar 15,19%. Nilai THR paling tinggi sebesar 58% ditemukan pada aplikasi fungisida majemuk (mankozeb dan benalaksil). Berdasarkan hasil perhitungan nilai NK, diketahui bahwa fungisida majemuk (mankozeb dan benalaksil) mempunyai sifat sinergistik (NK ≥ 1) yang mampu merusak sporangium P. cubensis yang utuh.

Page 1 of 1 | Total Record : 5