cover
Contact Name
Winarno Budyatmojo
Contact Email
recidive@mail.uns.ac.id
Phone
6281804505866
Journal Mail Official
recidive@mail.uns.ac.id
Editorial Address
Faculty of Law Universitas Sebelas Maret Building Three-Department of Criminal Law, Faculty of Law Universitas Sebelas Maret Ir. Sutami Road No.36A Kentingan,Surakarta 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Recidive : Jurnal Hukum Pidana dan Penanggulangan Kejahatan
Core Subject : Social,
This Journal aims primarily to facilitate undergraduate students paper over current developments on criminal law issues in Indonesia as well as to publish innovative legal construction of the money laudering law, corruption law,criminology, and financial crimes. It provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to public support a greater global exchange of knowledge.
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2014): APRIL" : 12 Documents clear
PENERAPAN MEDIASI PENAL OLEH LEMBAGA KEPOLISIAN DALAM PENANGANAN TINDAK PIDANA KECELAKAAN LALU LINTAS SEBAGAI UPAYA MEWUJUDKAN RESTORATIVE JUSTICE (STUDI DI KEPOLISIAN RESORT KOTA SURAKARTA) Fitri Nuraini; Anggy Eka Cahya
Recidive : Jurnal Hukum Pidana dan Penanggulangan Kejahatan Vol 3, No 1 (2014): APRIL
Publisher : Criminal Law Section Faculty of Law Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/recidive.v3i1.40487

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses penerapan mediasi penal oleh lembaga kepolisian dalam tindak pidana kecelakaan lalu lintas sebagai upaya mewujudkan restorative justice. Dalam penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian hukum empiris untuk memberikan gambaran atau pemaparan atas subjek dan objek penelitian yang berkaitan dengan mediasi penal yang dilakukan kepolisian dalam usaha menyelesaikan perkara tindak pidana kecelakaan lalu lintas.  Sumber data yang diperoleh dari data primer dan data sekunder. Penganalisisan data secara kualitatif dengan interaktif model yaitu komponen reduksi data dan penyajian data dilakukan bersama dengan pengumpulan data, kemudian setelah data terkumpul maka tiga komponen tersebut berinteraksi dan bila kesimpulan dirasakan kurang, maka perlu ada verifikasi dan penelitian kembali mengumpulkan data lapangan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dihasilkan kesimpulan bahwa Unit Laka Lantas Kepolisian Resor Kota Surakarta dalam usaha menyelesaikan tindak pidana kecelakaan lalu lintas melalui mediasi penal adalah penanganan di klasifikasikan berdasarkan tingkat keparahan korban, umumnya penerapan mediasi penal dilakukan pada perkara kecelakaan dengan klasifikasi luka ringan dan kerugian secara materiil saja, akan tetapi dalam penyelesaian perkara kecelakaan lalu lintas dengan klasifikasi sedang dan berat juga dapat di terapkan mediasi penal, namun tidak menggugurkan penuntutan terhadap pelaku. Hambatan kepolisian dalam usaha menyelesaikan tindak pidana kecelakaan lalu lintas melalui mediasi penal adalah adanya benturan kepentingan pelaku dan korban, benturan terhadap sistem pemidanaan yang berlaku serta benturan nilai kepastian hukum.Kata kunci : Tindak Pidana kecelakaan lalu lintas, Mediasi Penal, Kepolisian, Restorative JusticeAbstractThis study aims to determine the application of penal mediation by police agencies in the crime of traffic accident as efforts to achieve restorative justice . In this study, the authors use a kind of empirical legal research to provide an overview or disclosure of subject and object of research related to penal mediation by police in an attempt to resolve the criminal case of traffic accidents. Source of data derived from primary data and secondary data. Analyzing qualitative data with interactive models of components of data reduction and data presentation is done in conjunction with data collection, then after the data is collected, the three components interact and if the conclusion is lacking, it is necessary to verify and research back to collect field data. Based on the results of research and discussion produced the conclusion that the Unit Laka City Police Surakarta in trying to resolve the crime of traffic accident through mediation penal is handling classified based on the severity of victims, generally the application of mediation penal done in case of accidents classified as minor injuries and losses material only, but in the case of a traffic accident settlement with moderate and severe classification can also be applied penal mediation, but does not terminate the prosecution of perpetrators. Police barriers in an effort to resolve crimes of traffic accidents through penal mediation is a conflict of interests of the offender and the victim, the clash against the criminal system and the clash of values   prevailing legal certainty.Keywords: Crime traffic accidents, Penal Mediation, Police, Restorative Justice
ANALISIS PERANAN KORBAN DALAM TERJADINYA KEJAHATAN SEKSUAL TERHADAP ANAK DITINJAU DARI VIKTIMOLOGI (Studi Kasus Putusan Pengadilan Tinggi Semarang Nomor: 50/ Pid.Sus/ 2012/ PT. Smg) Awaliyah Nur Diana Sari; Betha Noor Larossa
Recidive : Jurnal Hukum Pidana dan Penanggulangan Kejahatan Vol 3, No 1 (2014): APRIL
Publisher : Criminal Law Section Faculty of Law Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/recidive.v3i1.40482

Abstract

AbstractThis paper aims at analyzing victim’s ivolevements from various perspectives of law in the case of sexual abuse in which a child becomes the victim. The analysis was undergone to the Semarang High Court Decision No.50/Pid.Sus/2012/PT.Smg. This is a doctrinal research which is prescriptive and applied in nature. The nature of this research is aimed at investigating the roles of victim of which child sexual abuse occurred. The investigation is thus based on the Semarang High Court Decision No.50/Pid. Sus/2012/PT.Smg. The research suggests that every conduct done by the victim, either consciously or unconsciously, plays a role in the occurrence of a crime. Factors attached to the victim also determine whether or not a crime succeeds to take place. Certain situation or condition of a victim contributes to stimulate or urge the offender to commit the crime, as well. Referring to the investigated case, the special relationship between the victim and the offender becomes the situation and condition which stimulate the offender to do the sexual abuse by means of persuading and threatening. The victim’s characteristics which are submissive and weak, both physically and psychologically, indicates the victim’s role in the occurrence of sexual abuse.Keywords: Victim’s involvement, Sexual abuse, VictimologyAbstrakTulisan ini bertujuan untuk menganalisis peranan korban dari berbagai perspektif hukum dalam terjadinya kejahatan seksual dengan anak sebagai korban dari tindakan tersebut. Analisis dilakukan terhadap Putusan Pengadilan Tinggi Semarang Nomor: 50/Pid.Sus/2012/PT.Smg. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dogmatik. Sifatnya penelitian adalah penelitian preskriptif  dan terapan Tentu saja sifat penelitian ini diarahkan sepenuhnya guna menelaah bagaimanakah peranan korban dalam terjadinya kejahatan seksual pada anak berdasarkan kasus pada putusan pengadilan Tinggi Semarang Nomor: 50/ Pid.Sus/ 2012/ Pt. Smg. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perilaku yang dilakukan korban, baik secara sadar maupun tak sadar, ikut berpartisipasi dalam terjadinya suatu tindak pidana. Faktor-faktor yang melekat pada diri korban ikut menentukan berhasil atau tidaknya tindak pidana terjadi. Hal inilah yang memicu adanya peranan korban dalam suatu tindak pidana. Situasi dan kondisi tertentu pada korban berpotensi pula merangsang atau mendorong pihak pelaku untuk melakukan tindak pidana. Berdasarkan kasus yang terjadi, hubungan khusus (pacaran) antara korban dan pelaku merupakan situasi dan kondisi yang merangsang pelaku melakukan kejahatan seksual pada korban dengan cara membujuk dan mengancam. Karakteristik korban yang mudah dibujuk dan keadaan mental serta fisik yang lemah merupakan faktor adanya peranan korban dalam terjadinya kejahatan seksual.Kata Kunci : Peranan Korban, Kejahatan Seksual, Viktimologi

Page 2 of 2 | Total Record : 12