cover
Contact Name
Ekasatya Aldila Afriansyah
Contact Email
ekasatyafriansyah@institutpendidikan.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
powermathedu@institutpendidikan.ac.id
Editorial Address
Jl. Neptunus Timur 1 Blok K 2 No 53c Komp Margahayu Raya Bandung
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Inovasi Pembelajaran Matematika: PowerMathEdu (PME)
ISSN : 29623952     EISSN : 2962245X     DOI : https://doi.org/10.31980/powermathedu
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Inovasi Pembelajaran Matematika: PowerMathEdu (PME) berisi artikel-artikel mengenai pendidikan matematika berbasis TIK yang ditulis dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah berupa diseminasi hasil penelitian yang dihasilkan oleh ahli, ilmuwan, praktisi, dan mahasiswa dalam bidang Pendidikan Matematika dengan lingkup: -Desain Pembelajaran Matematika -Pengembangan Bahan Ajar ataupun Model Pembelajaran -Pengembangan Media/Aplikasi Pembelajaran Matematika -Alat Peraga Pembelajaran Matematika -Analisis Kesulitan Siswa dalam Pembelajaran -Analisis Penerapan Model/Pendekatan/Metode/Strategi Pembelajaran -Media Pembelajaran berbasis IT -Penelitian Tindakan Kelas -Kreativitas dan Inovasi Pembelajaran Matematika Khusus untuk hasil penelitian, metode penelitian yang digunakan dapat menggunakan penelitian kuantitatif, penelitian kualitatif, penelitian campuran, penelitian pengembangan, penelitian desain, ataupun jenis penelitian lainnya yang berkaitan dengan topik di atas.
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2023)" : 11 Documents clear
Miskonsepsi siswa ditinjau dari tingkat penyelesaian masalah pada materi operasi pecahan Dini Syarifatus Sadiah; Ekasatya Aldila Afriansyah
Jurnal Inovasi Pembelajaran Matematika: PowerMathEdu Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/powermathedu.v2i1.2718

Abstract

AbstractMisconceptions often occur in students who have conceptually misunderstood. This study aim to identify the types of misconceptions and determine the causes of misconceptions in solving fraction operations. The research method used is descriptive qualitative. The subjects of the research were grade VII students who were in Jati Village, Tarogong Kaler District, Garut Regency. The sampling technique of this research is purposive sampling. The data collection technique used is a matter of fractional arithmetic operations, interviews, and peer observation. The data analysis techniques of this research are data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that the types of students’ misconceptions were generalization, calculation, and notation. Misconceptions have a relationship with the level of problem-solving. The causes of misconceptions are students’ lack of interest in learning, students do not practice fraction counting operations, teachers often giving practice questions rather than concept learning, students’ memory is low, students’ inability to link everyday concepts into story questions, and students are not careful in doing their work. Abstrak Miskonsepsi sering terjadi pada siswa yang memiliki kesalahpahaman konsep. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis miskonsepsi dan mengetahui penyebab miskonsepsi dalam menyelesaikan operasi pecahan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII di Desa Jati, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut berjumlah 6 orang siswa. Teknik pengambilan sampel penelitian ini adalah teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah soal operasi hitung pecahan, wawancara, dan observasi teman sejawat. Teknik analisis data penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis miskonsepsi siswa yaitu penggeneralisasian, perhitungan, dan notasi. Miskonsepsi memiliki keterkaitan dengan tingkat penyelesaian masalah. Penyebab miskonsepsi yaitu minat belajar siswa kurang, siswa kurang berlatih operasi hitung pecahan, guru sering memberi latihan soal daripada pembelajaran konsep, daya ingat siswa rendah, ketidakmampuan siswa mengaitkan konsep sehari-hari kedalam bentuk soal cerita dan siswa tidak teliti dalam mengerjakan soal.

Page 2 of 2 | Total Record : 11