Articles
17 Documents
Search results for
, issue
"Vol 4, No 2 (2020): April, Pages 228-521"
:
17 Documents
clear
Pengaruh Model Snowball Throwing terhadap Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar
Redho Ade Putra;
Hadiyanto Hadiyanto;
Ahmad Zikri
Jurnal Basicedu Vol 4, No 2 (2020): April, Pages 228-521
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v4i2.377
Tujuan penelitian ini untuk melihat pengaruh model pembelajaran Snowball Throwing di kelas V SDN 09 Air Pacah. Jenis penelitian adalah Penelitian Eksperimen. Populasinya adalah siswa kelas V dengan jumlah 30 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan purpose sampling. Data penelitian dikumpulkan menggunakan menggunakan tes kemampuan awal dan tes kemampuan akhir. Berdasarkan Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa hasil belajar yang diberikan dalam bentuk tes akhir pada kelas ekperimen lebih baik dari kelas kontrol dengan rata-rata kelas ekperimen 80,42 dan kelas kontrol 71,96.. Dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran snowball thrawing berpengaruh terhadap hasil belajar siswa di Kelas V Sekolah Dasar.
Pengembangan Bahan Ajar Membaca Permulaan dengan Menggunakan Cerita Fabel pada Siswa Sekolah Dasar
Reni Gustiawati;
Darnis Arief;
Ahmad Zikri
Jurnal Basicedu Vol 4, No 2 (2020): April, Pages 228-521
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v4i2.339
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan proses pengembangan bahan ajar membaca permulaan dan menghasilkan bahan ajar membaca permulaan dengan menggunakan cerita Fabel untuk pendidik kelas II yang valid, praktis, dan efektif. Penelitian ini menggunakan penelitian pengembangan berdasarkan model 4D (Define, Design, Develop dan Disseminate). Kevalitan dapat dilhat dari validasi isi, bahasa, penyajian, kegrafikaan dan RPP, keseluruhan 93.10 % dengan kategori sangar valid. Pratikalitas bahan ajar dilihat dari respon pendidik, 98.92 % respon peserta didik 96.15 % sedangkan efektifitas Membaca permulaan persentase 100%. Dapat disimpulkan bahwa bahan ajar membaca permulaan menggunakan cerita Fabel yang dikembangkan layak digunakan dalam membaca permulaan di kelas II SD.
Efektivitas Penggunaan Model Problem Based Learning Dan Model Group Investigation Terhadap Kemampuan Kerjasama Siswa Sekolah Dasar
Bernadetha Titis Wulan Sari;
Firosalia Kristin
Jurnal Basicedu Vol 4, No 2 (2020): April, Pages 228-521
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v4i2.357
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penerapan model PBL dan model GI terhadap kemampuan kerjasama siswa pada pembelajaran IPA SD Negeri Panjang 03 Ambarawa. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas 4 SD Negeri Panjang 03 yang berjumlah 53, yang terbagi atas kelas eksperimen berjumlah 27 siswa dan kelas kontrol berjumlah 26 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi untuk mengetahui kemampuan kerjasama siswa dan studi dokumentasi. Teknik analisis data dengan analisis deskriptif dan analisis inferensial dengan menggunakan bantuan software SPSS versi 25 for windows. Berdasarkan uji t yang telah dilakukan data memiliki nilai signifikansi 0,000 yang artinya kurang dari 0,05, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima, artinya kemampuan kerajasama menggunakan model PBL lebih unggul secara signifikan dibandingkan dengan model GI. Perbedaan kedua model tersebut terlihat dari rerata kedua kelas, pada kelas eksperimen memiliki rerata 83,33 sedangkan kelas kontrol memiliki rerata 71,50, sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan efektivitas kemampuan kerjasama siswa muatan pelajaran IPA kelas 4 dengan menggunakan model Problem Based Learning dan Group Investigation SD Negeri Panjang 03 Ambarawa.
Penerapan Pendekatan Saintifik dan Model Team Games Tournament Terhadap Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar
Albertus Hermawan;
Theresia Sri Rahayu
Jurnal Basicedu Vol 4, No 2 (2020): April, Pages 228-521
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v4i2.386
Abstrak Pembelajaran saintifik menekankan pada proses pencarian pengetahuan dari pada transfer pengetahuan, peserta didik dipandang sebagai subjek pembelajar yang perlu dilibatkan secara aktif dalam proses pembelajaran. Model Team Games Tournament melibatkan peserta didik sebagi tutor sebaya, mengandung unsur permainan yang bisa meningkatkan semangat belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji perbedaan motivasi belajar peserta didik menggunakan model pembelajaran Saintifik dan Team Games Tournament (TGT). Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan menggunakan desain eksperimen semu (quasi eksperimental research). Penelitian dilaksanakan di SD Mukiran 03 dan SD Mukiran 04, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Semarang pada Semester 2 tahun pelajaran 2019 - 2020. Pelaksanaan eksperimen dilakukan di kelas 4, dengan masing – masing sampel sebesar 20 peserta didik. Uji Beda dilakukan dengan metode independent t test untuk mengetahui secara komparatif perbedaan mean rata – rata bermakna antara 2 kelompok. Nilai signifikansi dari kesamaan varians yang diasumsikan dan kesamaan varians yang tidak diasumsikan memperoleh nilai < nilai alpha (0,000 < 0,050). Hasil tersebut menunjukkan bahwa kelompok yang diberi perlakuan menggunakan model pembelajaran saintifik (SDN Mukiran 03) memiliki perbedaan signifikan dengan kelas yang diberi perlakuan menggunakan model pembelajaran team games tournament (SDN Mukiran 04).
Pengembangan Media Komik Untuk Meningkatkan Minat Membaca Siswa Sekolah Dasar
Puji Handayani;
Henny Dewi Koeswanti
Jurnal Basicedu Vol 4, No 2 (2020): April, Pages 228-521
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v4i2.365
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat minat membaca pada siswa kelas IV sekolah dasar menggunakan media komik. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian pengembangan atau R&D (research and development). Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas IV SD Negeri Kutowinangun 05 Kecamatan Tingkir Kota Salatiga dengan jumlah 25 siswa. Instrumen penelitian ini berupa lembar validasi untuk ahli media dan lembar angket minat membaca siswa. Setelah dilakukan uji pakar berupa media diperoleh rata-rata 3,75 dengan persentase 79 yang termasuk katogori “tinggi” yang berarti media layak untuk digunakan. Teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif dan teknik statistic uji Mann Whitney. Berdasarkan hasil uji yang dilakukan menggunakan Mann Whitney menunjukkan bahwa Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 atau kurang dari 0,05, sehingga dapat dikatakan bahwa pretest dan posttest terdapat perbedaan yang signifikan. Sehingga dapat dikatakan bahwa media komik dapat meningkatkan minat membaca siswa.
Pengembangan Media Pembelajaran Kereta Membaca Berbasis Kontekstual Learning Siswa Sekolah Dasar
Shinta Herliana;
Indri Anugraheni
Jurnal Basicedu Vol 4, No 2 (2020): April, Pages 228-521
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v4i2.346
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan media pembelajaran kereta membaca untuk meningkatkan literasi berbasis kontekstual learning siswa kelas 1 SD. Penelitian ini dilaksanakan di SD N Ledok 06 Salatiga dengan sampel penelitian sebanyak 13 siswa. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ASSURE Model dengan 6 tahapan yaitu, Analyze Learner, State Objective, Select Method, media or materials, Utilize Media and Materials, Require Learned Participation, dan Evaluate and Revise teknik analisis data kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara, observasi, dan angket. Hasil dari uji validator yang diperoleh dari ahli materi mendapatkan kelayakan sebesar 100% yang berkategori sangat layak, dari ahli media mendapatkan kelayakan sebesar 97% dan mendapatkan kategori sangat layak, dari ahli praktisi mendapatkan kelayakan materi sebesar 73% dan media sebesar 75% dengan kategori layak untuk digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan media kereta membaca terbukti layak untuk digunakan dalam pembelajaran di kelas 1 SD.
Efektivitas Model Problem Based Learning dan Problem Posing terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah di Sekolah Dasar
Ita Safitri;
Endang Endarini
Jurnal Basicedu Vol 4, No 2 (2020): April, Pages 228-521
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v4i2.366
Penelitian ini bertujuan untuk mencari perbedaan pengaruh kemampuan siswa dalam memecahkan masalah pada pembelajaran Tematik dengan menggunakan model pembelajaran problem based learning (PBL) dan model pembelajaran problem posing. Penelitian ini termasuk penelitian quasi eksperimen semu . Uji prasyarat dalam penelitian menunjukkan hasil kedua kelas eksperimen homogen dan berdistribusi normal. Uji T menggunakan uji T Independent Sample Test menunjukkan thitung yaitu 3,941 > 3,976. Dan signifikan 0,00 < 0,05 yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini menunjukkan ada perbedaan efektivitas yang signifikan. Selanjutnya dilakukan uji normalitas yang menunjukkan bahwa model problem based learning lebih efektif dibandingkan dengan model problem posing terhadap kemampuan pemecahan masalah.
Penerapan Model Pembelajaran Inquiry dan Discovery Learning Ditinjau dari Keterampilan Berpikir Kritis Pada Mata Pelajaran Matematika Di Sekolah Dasar
Diah Eka Pratiwi;
Mawardi Mawardi
Jurnal Basicedu Vol 4, No 2 (2020): April, Pages 228-521
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v4i2.345
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keterampilan berpikir kritis yang signifikan pada mata pelajaran Matematika dalam pembelajaran menggunakan model pembelajaran Inquiry dan Discovery Learning. Jenis penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment dengan desain nonequivalent control group design. Populasi penelitian adalah Gugus Bawono Kec. Bawen Kab. Semarang dengan sampel kelas 4 SDN Bawen 01, SDN Asinan 02, dan SDN Bawen 04 sejumlah 66 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen rubrik keterampilan berpikir kritis terintegrasi soal uraian. Teknik analisis data menggunakan uji t dengan teknik Independent Sample T Test. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tingkat keterampilan berpikir kritis dalam pembelajaran menggunkan model Inquiry lebih tinggi dari Discovery Learning. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji t yang menunjukkan nilai Probabilitas 0,000 karena nilai probabilitas tersebut ˂ 0,05, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya terdapat perbedaan yang signifikan dalam model pembelajaran Inquiry dan Discovery Learning terhadap keterampilan berpikir kritis pada pelajaran matematika
Peningkatan Pembelajaran Matematika Melalui Strategi Berbasis Masalah di Sekolah Dasar
Dwi Wulan Suci;
Taufina Taufina
Jurnal Basicedu Vol 4, No 2 (2020): April, Pages 228-521
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v4i2.371
Pengamatan dilaksanakan pada sebuah Sekolah Dasar di kota Padang, dengan mengamati pembelajaran matematika di kelas V, Saat membelajarkan matematika guru memperkenalkan siswa dengan rumus-rumus dalam pembelajaran matematika dan meminta siswa menyelesaikan masalah dari rumus-rumus yang telah disampaikan. Siswa diminta mengingat rumus dan konsep dalam pembelajaran matematika. Dalam hal ini guru memberikan langsung informasi kepada peserta didik. Siswa tidak dibiasakan dihadapkan pada pemecahan masalah matematika dalam pembelajaran tersebut. sehingga rumus, konsep yang didapatkan siswa penerapannya tidak begitu dirasakan siswa dalam kehidupannya sehari-hari. Sehingga peneliti tertarik untuk memperbaiki pembelajaran matematika tersebut, dengan menggunakan Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah (SPBM) yaitu suatu strategi pembelajaran yang menghadapkan siswa pada permasalahan dalam kehidupan sehari-hari, yang dalam menyelesaikan masalah tersebut membutuhkan rumus dan konsep matematika, sehingga dapat menambah pengetahuan, keterampilan siswa menyelesaikan masalah dalam kehidupannya. Adapun langkah-langkah dalam SPBM antara lain : a) Memberikan permasalahan kepada siswa ,b) Mengorganisasikan siswa dalam pembelajaran guna untuk mengumpulkan data untuk menyelesaikan masalah, c) Membimbing siswa melakukan penyelesaian masalah, d) Menghasilkan karya berupa penyelesaian masalah, e) Analisis dan evaluasi hasil dan kinerja siswa. Setelah diambil data hasil tindakan pengamatan terhadap aktivitas guru dan siswa yang telah dilaksanakan, diperoleh hasil untuk aktivitas guru pada siklus 1 baik dan siklus 2 mencapai sangat baik. Sedangkan siswa siklus 1 baik dan siklus 2 sangat baik.
Penggunaan Metode Problem Solving untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Penilaian Pendidikan Kewarganegaraan Peserta Didik di Sekolah Dasar
Tri Juna Irawana;
Taufina Taufina
Jurnal Basicedu Vol 4, No 2 (2020): April, Pages 228-521
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v4i2.367
Pendidikan Kewarganegaraan adalah salah satu mata pelajaran di Sekolah Dasar. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan memiliki tujuan agar peserta didik dapat menerapkan ilmu yang diperolehnya di dalam dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan Kewarganegaraan bukan hanya mata pelajaran yang hapalan yang dianggap oleh sebahagian orang. Karena permasalahan ini peneliti melakukan penelitian tentang pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Berdasarkan pengamatan di Sekolah Dasar terlihat pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dilaksanakan dengan metode ceramah saja kemudian siswa ditugaskan menghapal materi. Hal ini menyebabkan motivasi belajar dan hasil penilaian pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan kurang memuaskan. Karena permasalahan tersebut peneliti melakukan Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan metode pemecahan masalah atau metode problem solving. Penelitian ini menggunakan langkah-langkah mtode pemecahan masalah atau problem solving. Adapun langkah penggunaan metode pemecahan masalah atau problem solving secara garis besar adalah: menentukan masalah, mencari data untuk menyelesaikan permasalahan, mendapat jawaban sementara dalam penyelesaian masalah, menguji jawaban sementara dan mengambil kesimpulan dari penyelesaian masalah tersebut. Dengan menggunakan metode pemecahan masalah atau metode problem solving ini dapat membuat anak aktif dan bersemangat dalam pembelajaran, tidak hanya monoton dan membosankan. Kemudian hasil penilaian pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan menjadi meningkat. Hal ini dapat dilihat banyak peserta didik yang nilainya sudah di atas kriteria ketuntasan minimal.