cover
Contact Name
Nur Evira Anggrainy
Contact Email
nur.bahrain@iain-manado.ac.id
Phone
+6285398951811
Journal Mail Official
jiva.pi@iain-manado.ac.id
Editorial Address
JL. Dr.S.H. Sarundajang Kawasan Ring Road I, Malendeng, Manado 95128
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
JIVA: Journal of Behaviour and Mental Health
ISSN : -     EISSN : 27234363     DOI : http://dx.doi.org/10.30984/jiva
JIVA: Journal of behavior and mental health adalah jurnal peer-reviewed yang diterbitkan dua kali dalam setahun oleh Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Program Studi Psikologi Islam. JIVA merupakan kumpulan artikel yang memuat hasil-hasil penelitian maupun buah pikiran yang berdasarkan keilmuan psikologi. Keilmuan psikologi mengkaji tentang perilaku manusia serta hubungan manusia dengan sekitarnya. Oleh karena itu, JIVA hadir sebagai jurnal yang akan meneliti dan mengkaji masalah maupun fenomena yang dihadapi oleh manusia. JIVA menerima tulisan yang mengkaji keilmuan psikologi, dan setiap naskah tulisan yang masuk kepada para editor diminta untuk mengikuti format yang telah ditentukan. Semua naskah yang masuk, telah melalui peer-reviewer sebelum diterbitkan.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2023)" : 8 Documents clear
APAKAH KECEMASAN MEMILIKI HUBUNGAN DENGAN ORIENTASI MASA DEPAN MAHASISWA? Aris Soleman
JIVA: Journal of Behaviour and Mental Health Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiva.v4i1.2396

Abstract

ABSTRACTMental health problems can happen to anyone, especially students. They can experience anxiety while studying and planning their future orientation. Especially early-semester students who were affected by the covid-19 pandemic. The purpose of this study was to determine the relationship between anxiety and the future orientation of students. This study uses a quantitative approach using Pearson Product Moment Correlation analysis. The subjects of this study were 150 students in Manado and Tomohon City using the Quota Sampling technique. The measurement tools used are the Beck Anxiety Inventory (BAI) and the Future Orientation Scale. The results showed that there was no correlation between anxiety and students' future orientation with a value of r = 0.073 and p = 0.368 > 0.05.Keywords: Anxiety, Future Orientation, Students ABSTRAKPermasalahan kesehatan mental dapat terjadi pada siapa saja khususnya mahasiswa. Mereka dapat mengalami kecemasan selama belajar dan merencanakan orientasi masa depannya. Apalagi mahasiswa semester awal yang terkena dampak pandemi covid-19. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kecemasan dengan orientasi masa depan mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan analisis Pearson Product Moment Correlation. Subjek penelitian ini adalah 150 orang mahasiswa di Kota Manado dan Tomohon dengan menggunakan teknik Quota Sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Beck Anxiety Inventory (BAI) dan Skala Orientasi Masa Depan. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada korelasi antara kecemasan dengan orientasi masa depan mahasiswa dengan nilai r = 0,073 dan p = 0,368 > 0,05.Kata Kunci: Kecemasan, Orientasi Masa Depan, Mahasiswa
SEFL-CONTROL NARAPIDANA REMAJA Siti Aisa; Lukna Ahmad
JIVA: Journal of Behaviour and Mental Health Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiva.v4i1.2398

Abstract

ABSTRACTThe phenomenon of criminal behavior was doing by adolescents is the basis of this research. This study aims to determine how much the level of self-control in juvenile prisoners. This study used a quantitative approach with descriptive statistical analysis. This study was held at the Special Guidance Institution for Children Class II X City. Self-control was measured using a scale. This study involved 42 research subjects aged 15-18 years. The results showed that 38.1% of juvenile prisoners had low self-control, 42.9% had moderate self-control, and 19% had high self-control.Keywords: Adolescent, Self-control ABSTRAKFenomena perilaku kriminal yang dilakukan oleh remaja menjadi dasar dalam penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar tingkat self-control pada narapidana remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis statistik deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Kota X. Self-control diukur dengan menggunakan skala. Penelitian ini melibatkan 42 subjek penelitian yang berusia 15-18 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 38,1% narapidana remaja memiliki self-control rendah, 42,9% memiliki self-control sedang dan 19% memiliki self-control tinggi.Kata Kunci: Remaja, Self-control
PENGARUH REGULASI EMOSI DAN DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA TERHADAP RESILIENSI AKADEMIK SISWA Ananda Putri; Nefi Darmayanti; Asih Menanti
JIVA: Journal of Behaviour and Mental Health Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiva.v4i1.2528

Abstract

ABSTRACTThis study aims to determine the effect of emotional regulation and family social support on student academic resilience at MAS Raudhatul Akmal. The subjects in this study were 113 students. Methods of data collection using simple random sampling technique. Academic resilience is measured by a scale of aspects of academic resilience according to Cassidy there are 18 valid items and emotional regulation is measured by a scale of aspects of emotional regulation according to Gross, J.J. & Thompson there are 13 valid items, while family social support is measured by a scale of aspects of family social support according to House there are 28 valid items. Data analysis with multiple regression. The results showed that there was an effect of emotional regulation and family social support on academic resilience with an F count of 19,207. Multiple regression test results 0.000<0.05, and R2 = 0.259. There is an effect of family social support on academic resilience of rx2y 0.333 with p<0.05, and multiple regression test 0.027<0.05. There is an effect of emotional regulation on academic resilience with an rx1y value of 0.474 with p<0.05, as well as a multiple regression test with a result of 0.000<0.05.Keywords: Emotion Regulation, Family Social Support, Academic Resilience  ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh regulasi emosi dan dukungan sosial keluarga terhadap resiliensi akademik siswa di MAS Raudhatul Akmal Kecamatan Batang Kuis Kabupaten Deli Serdang. Subjek dalam penelitian ini 113 siswa. Metode pengumpulan data menggunakan teknik simple random sampling. Resiliensi akademik diukur dengan skala aspek-aspek resiliensi akademik menurut Cassidy ada 18 item valid dan regulasi emosi diukur dengan skala aspek-aspek regulasi emosi menurut Gross, J.J. & Thompson ada 13 item valid, sedangkan dukungan sosial keluarga diukur dengan skala aspek-aspek dukungan sosial keluarga menurut House ada 28 item valid. Analisa data dengan regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh regulasi emosi dan dukungan sosial keluarga terhadap resiliensi akademik dengan nilai F hitung 19.207. Hasil uji regresi berganda 0,000 < 0,05, dan R2 = 0,259. Ada pengaruh dukungan sosial keluarga terhadap resiliensi akademik sebesar rx2y 0.333 dengan p < 0.05, serta uji regresi berganda 0,027 < 0,05. Ada pengaruh regulasi emosi terhadap resiliensi akademik bernilai rx1ysebesar 0.474 dengan p < 0.05, serta uji regresi berganda dengan hasil 0,000 < 0,05.Kata Kunci: Regulasi Emosi, Dukungan Sosial Keluarga, Resiliensi Akademik
KEPUTUSAN DONASI ONLINE DITINJAU DARI PENGARUH TRUST DAN PERSEPSI RISIKO Khairani Zikrinawati; Falikhal Isrounnastiti; Nurul Aiyuda
JIVA: Journal of Behaviour and Mental Health Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiva.v4i1.2533

Abstract

ABSTRACTDonation fundraising is considered as one of the strategies to support the achievement of the Sustainability Development Goals (SDGs). The number of digital donations in Indonesia is also growing. According to the World Giving Index survey, Indonesia is the most generous country. On the other hand, the issue of misappropriation of funds from a donation management institution that is quite popular in Indonesia has arisen, which can influence people's decisions to donate. This study aims to empirically examine the effect of trust and perceived risk on donation decisions. The data collection tools used are the donation decision scale, trust scale, and risk perception scale. The study used simple and multiple regression analysis techniques to see the effect partially and simultaneously. The results showed that there was an influence of trust on donation decisions (p 0.000 <0.05). Perceived risk also influences the decision to donate (p 0.000 < 0.05). Simultaneously trust and perceived risk influence the decision to donate (p 0.000 <0.05) with R Square 0.361. This shows that trust and perceived risk together can influence the decision to donate by 36.1%. Transparency of reports from donation management institutions is urgently needed to increase trust and reduce public risk perceptions, to increase the number of donations.Keywords: Donation decision, trust, perceived riskABSTRAKPenggalangan dana donasi dianggap sebagai salah satu strategi untuk menunjang pencapaian Sustainability Development Goals (SDGs). Angka donasi digital di Indonesia juga kian bertumbuh. Bahkan menurut survey World Giving Index, Indonesia dinobatkan sebagai negara paling dermawan. Di sisi lain, muncul isu penyelewengan dana dari salah satu lembaga pengelola donasi yang cukup populer di Indonesia, sehingga dapat mempengaruhi keputusan masyarakat untuk berdonasi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh trust (kepercayaan) dan persepsi risiko terhadap keputusan donasi. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah skala keputusan donasi, skala trust, dan skala persepsi risiko. Penelitian menggunakan teknik analisis regresi sederhana dan berganda, untuk melihat pengaruh secara parsial dan simultan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh trust terhadap keputusan donasi (p 0.000 < 0.05). Persepsi risiko juga berpengaruh terhadap keputusan donasi (p 0.000 < 0.05). Secara simultan trust dan persepsi risiko berpengaruh terhadap keputusan donasi (p 0.000 < 0.05) dengan R Square 0.361 Hal ini menunjukkan bahwa trust dan persepsi risiko secara bersama-sama dapat mempengaruhi keputusan donasi sebesar 36.1%. Transparansi laporan dari lembaga pengelola donasi sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kepercayaan dan menurunkan persepsi risiko publik, sehingga angka donasi dapat terus meningkat.Kata Kunci: Keputusan donasi, trust, persepsi risiko
RESILIENSI REMAJA KORBAN PERCERAIAN ORANG TUA Edi Gunawan; Rindiani Maramis
JIVA: Journal of Behaviour and Mental Health Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiva.v4i1.2529

Abstract

ABSTRACTParental divorce has an impact on the development of children's resilience abilities. Resilience skills are important for teenagers to have because it help them to rise up and make important efforts to solve problems whenever they experience adversity. This study aims to determine the impact of parental divorce and how the resilience of adolescent victims. This research use qualitative methods with a case study approach to describe how the resilience of adolescent victims towards parental divorce. The research data collection techniques are by observation, interview and documentation. this research uses Reivech and Shatte's resilience theory, namely: such as emotional regulation, impulse control, optimism, analysis of the causes, empathy, self-efficacy and finding solutions. The results of the study show that each individual has an impact of parental divorce, and has different resilience abilities from each aspect.Keywords: Resilience, Divorce Victims, Adolescent ABSTRAKPerceraian orang tua memberikan dampak terhadap perkembangan kemampuan resiliensi anak. Kemampuan resiliensi penting dimiliki oleh remaja karena saat mereka mengalami keterpurukan dapat bangkit dan melakukan upaya yang penting dalam menyelesaikan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak perceraian orang tua dan bagaimana resiliensi remaja korban perceraian orang tua. Metode penelitian ini adalah menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk menggambarkan bagaimana resiliensi remaja korban perceraian orang tua. Metode pengambilan data penelitian adalah dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. dalam penelitian ini menggunakan teori resiliensi Reivech and Shatte, yaitu: regulasi emosi, pengendalian impuls, optimisme, analisis penyebab masalah, empati, efikasi diri dan menemukan jalan keluar. Hasil penelitian bahwa setiap individu terdapat dampak dari perceraian orang tua, dan memiliki kemampuan resiliensi yang berbeda dari tiap aspeknya.Kata Kunci: Resiliensi, Korban Perceraian, Remaja
PROBLEMATIKA STRES AKADEMIK MAHASISWA TAHUN PERTAMA: BAGAIMANA KETERHUBUNGANNYA DENGAN KONSEP DIRI? Anetha Ferderika Juniasi; Arthur Huwae
JIVA: Journal of Behaviour and Mental Health Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiva.v4i1.2530

Abstract

ABSTRACTBeing a student is the most dreamed-of thing, especially for first-year students who have just entered the world of lectures. However, when living life in the world of lectures it is not uncommon to find difficulties in the process. These obstacles make students tend to experience stress. The stress experienced by these students is certainly influenced by a variety of different stressors. Therefore, this study aims to determine the correlation between self-concept and academic stress of first-year students at UKSW. In the study, a correlational quantitative method was used. A total of 302 first-year students at UKSW became participants using the incidental sampling technique. Data collection used Self Concept Scale (α = 0.894) and Academic Stress Scale (α = 0.900). The results prove that the hypothesis is rejected, meaning that self-concept is not significantly negatively related to the academic stress of first-year students at UKSW.Keywords: Self-Concept, Academic Stress, First-year Students.  ABSTRAKMenjadi mahasiswa adalah hal yang paling diimpikan khususnya bagi mahasiswa tahun pertama yang baru memasuki dunia perkuliahan. Namun, ketika menjalani kehidupan di dunia perkuliahan tidak jarang ditemukan kesulitan dalam prosesnya. Hambatan tersebut membuat mahasiswa cenderung rentang mengalami stres. Stres yang dialami mahasiswa tersebut tentunya dipengaruhi oleh berbagai macam stressor yang berbeda. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara konsep diri dengan stres akademik mahasiswa tahun pertama di UKSW. Pada penelitian, menggunakan metode kuantitatif korelasional. Sebanyak 302 orang mahasiswa tahun pertama di UKSW yang menjadi pastisipan dengan menggunakan teknik insidental sampling. Pengumpulan data menggunakan Self Concept Scale (α = 0,894) dan Academic Stress  Scale (α = 0,900). Hasil penelitian membuktikan bahwa hipotesis ditolak, artinya konsep diri tidak berhubungan negatif signifikan dengan stres akademik mahasiswa tahun pertama di UKSW.Kata Kunci : Konsep Diri, Stres Akademik, Mahasiswa tahun pertama.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN STUDENT CENTRED LEARNING (SCL) DAN TEACHER CENTRED LEARNING (TCL) TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA MTs DITINJAU DARI JENIS KELAMIN Endang Indayani; Nefi Darmayanti; Khairina Siregar
JIVA: Journal of Behaviour and Mental Health Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiva.v4i1.2531

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this research was to determine the effect of student centered learning (SCL) and teacher centered learning (TCL) models on the learning motivation of MTs students in terms of jenis kelamin. The sample is 80 students of superior class. Collection method with Purposive Sampling technique. The researcher designed a self-designed learning motivation variable questionnaire based on the theoretical aspects of Chernis & Goleman (2001) there were 8 behavioral indicators with 44 items. There are 30 valid and valid items. TCL in the form of a conventional learning model. SCL with STAD type learning model. Data analysis using 2-way Anava. The results of the study concluded that there was a significant difference between the learning motivation of students taught by the SCL and TCL learning models, with a coefficient of F=16,766 with a value of p = 0.000 or p <0.05. There is no difference in learning motivation between female and male students with a coefficient of F = 2.007 with p = 0.161 or p > 0.05. There is no effect of the interaction of the learning model with the jenis kelamin of students on learning motivation with a coefficient of F=0.363 with p>0.05.Keywords: Student Centred Learning (SCL), Teacher Centred Learning (TCL), Learning Motivation, Jenis kelamin ABSTRAKTujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran student centred learning (SCL) dan teacher centred learning (TCL) terhadap motivasi belajar siswa MTs ditinjau dari jenis kelamin. Sampel berjumlah 80 siswa kelas unggulan. Metode pengumpulan dengan tekhnik Purpossive Sampling. Kuesioner variabel motivasi belajar peneliti rancang sendiri berdasarkan aspek teori Chernis & Goleman (2001) ada 8 indikator perilaku dengan 44 item. Item yang valid dan sahih ada 30 item. TCL dalam bentuk model pembelajaran konvensional. SCL dengan model pembelajaran tipe STAD. Analisa data menggunakan Anava 2 Jalur. Hasil penelitian menyimpulkan terdapat perbedaan yang signifikan antara motivasi belajar siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran SCL dengan TCL, dengan koefisien F=16.766 bernilai p=0.000 atau p<0.05. Tidak terdapat perbedaan motivasi belajar antara siswa yang berjenis kelamin perempuan dengan laki-laki dengan koefisien F=2.007 dengan p = 0.161 atau p > 0.05. Tidak ada pengaruh interaksi model pembelajaran dengan jenis kelamin siswa terhadap motivasi belajar dengan koefisien F = 0.363 dengan p > 0.05.Kata Kunci : Model Pembelajaran Student Centred Learning (SCL), Teacher Centred Learning (TCL), Motivasi Belajar, Jenis Kelamin.
KECERDASAN ADVERSITY DAN KECEMASAN MENJELANG BEBAS PADA ANAK BINAAN Isna Farihatul Husna; Zun Azizul Hakim
JIVA: Journal of Behaviour and Mental Health Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiva.v4i1.2532

Abstract

ABSTRACTThe aim of this research is to determine, whether there is a relationship between adversity intelligence and pre-release anxiety among juvenile inmates in class I Blitar juvenile prison or not. Participants in this study are juvenile inmates who will be released within a period of 6 months, with a total of 34 participants. The measuring tool used in this research is the Adversity Response Profile (ARP) scale consisting of 37 items (α = 0.976), the anxiety scale was developed based on the definition or theory expressed by Nolen, consisting of 39 items (α=0.972). The data analysis technique used to prove the hypothesis in this research is the Pearson product-moment correlation technique. The research results indicate that there is a relationship between adversity intelligence and pre-release anxiety in juvenile inmates with a negative correlation (r = 0.724, n = 34, p <0.001). Based on the research findings, it can be interpreted that the higher the level of adversity intelligence, the lower the level of anxiety experienced, and vice versa, if the level of adversity intelligence is low, the level of anxiety will increase.Keywords: adversity intelligence, anxiety, juvenile inmates ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara kecerdasan adversity dengan kecemasan menjelang bebas pada anak binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) kelas I Blitar. Partisipan pada penelitian ini adalah anak binaan yang menjelang bebas dalam rentang waktu 6 bulan dengan jumlah partisipan 34 anak binaan. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah skala Adversity Response Profile (ARP) yang berjumlah 37 aitem (α= 0,976), skala kecemasan disusun berdasarkan definisi atau teori yang diungkapkan oleh Nolen yang berjumlah 39 aitem (α= 0,972). Teknik analisis data yang digunakan untuk membuktikan hipotesis pada penelitian ini adalah teknik korelasi product moment dari Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kecerdasan adversity dengan kecemasan menjelang bebas pada anak binaan dengan korelasi negatif (r = -0,724, n = 34, p < 0,001). Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat diartikan bahwa semakin tinggi tingkat kecerdasan adversity maka semakin rendah tingkat kecemasan yang dialami, begitu pula sebaliknya jika keserdasan adversity rendah maka tingkat kecemasan akan semakin tinggi.  Kata Kunci: anak binaan, kecemasan, kecerdasan adversity

Page 1 of 1 | Total Record : 8