cover
Contact Name
Restu Tri Handoyo
Contact Email
buletinpsikologi@ugm.ac.id
Phone
+6289527548628
Journal Mail Official
buletinpsikologi@ugm.ac.id
Editorial Address
Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada Unit Research Development and Community Research Faculty of Psychology - Universitas Gadjah Mada - Yogyakarta - Indonesia Building A 2nd Floor Jl. Sosio Humaniora No. 1, Bulaksumur Yogyakarta, 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Buletin Psikologi
ISSN : 08547106     EISSN : 25285858     DOI : https://doi.org/10.22146/buletinpsikologi
Buletin Psikologi focuses on contextualizing psychological concepts or phenomena within the socio-cultural setting of Indonesia through the use of non-empirical study, such as, literature review, systematic review, scoping review, and meta-analysis. It accepts articles that are based on the thorough and systematic examination of psychological constructs from the perspective of Indonesian context. The journal is open access, peer-reviewed, and published biannually. We accept and publishes articles in English and Bahasa Indonesia languages to accommodate our diverse audience in Indonesia and internationally.
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 2 (2002)" : 4 Documents clear
MEMBANGUN KEPERCAYAAN MENUJU INDONESIA MADANI, DEMOKRATIS DAN DAMAI (Sebuah Tinjauan Psikologi Sosial) *) Djamaludin Ancok
Buletin Psikologi Vol 10, No 2 (2002)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.595 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.7451

Abstract

Tulisan ini sesuai dengan judulnya akan membahas masalah kepercayaan (trust) sebagai bahasan pokok dengan mengaitkannya pada upaya membangun masyarakat madani, demokratis dan damai. Pembahasan masalah kepercayaan ini menjadi sangatpenting di saat Indonesia mengalami krisis multi dimensional. Tidak masuknya modal asing ke negara Indonesia adalah dikarenakan tidak adanya kepercayaan (trust) pada pemerintah Indonesia. Ketidakpercayaan pada keefektifan pemerintah Indonesiakarena masing-masing elit politik lebih memikirkan kepentingan golongannya dari pada kepentingan untuk membangun bangsa. Kurangnya dukungan masyarakat pada pemerintah dikarenakan pemerintah sebelumnya telah memberikan bukti yangmenggoyahkan kepercayaan masyarakat pada pemerintah. Demikian pula halnya dengan kekerasan yang hidup dalam masyarakat yang berupa main hakim sendiri dikarenakan masyarakat sudah tidak percaya pada kemampuan aparat pemerintah di dalam menegakkan hukum.
MERINTIS PARADIGMA PEMBELAJARAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI Nasarius Sudaryono
Buletin Psikologi Vol 10, No 2 (2002)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.815 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.7452

Abstract

Akhir-akhir ini dunia pendidikan dasar dan menengah diramaikan oleh dua isu utama. Isu pertama ialah Manajemen Berbasis Sekolah. Inti isu ini ialah idealisme agar setiap sekolah mengembangkan sendiri manajemennya dengan memperhatikan kebutuhan-kebutuhan stakeholders, dan tidak lagi secara penuh bergantung pada birokrasi pemerintah. Melalui model manajemen tersebut, masing-masing sekolah diharapkan mampu membangun akuntabilitas publiknya, hingga setiap unsur yang terlibat dapat pula dilibatkan baik dalam gagasan maupun pembiayaan pendidikan. Isu kedua ialah rencana diberlakukannya Kurikulum Berbasis Kompetensi mulai tahun 2004 nanti. Pada saat ini persiapan pemberlakuan kurikulum tersebut telah sampai pada tahap piloting draft kurikulum di beberapa sekolah di tanah air.
KEMANDIRIAN DAN KEKERASAN TERHADAP ISTRI Puji Astuti
Buletin Psikologi Vol 10, No 2 (2002)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (36.81 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.7453

Abstract

Ketika perempuan masuk dalam lembaga perkawinan, yang dipercayai sebagai perwujudan ideal hubungan cinta antara dua individu, maka deretan pekerjaan seperti melahirkan, mengurus anak, suami dan rumah tangga sudah menanti. Menurut Ratih(2002), tanpa disadari baik oleh istri maupun suami, tugas-tugas tersebut akan mengikat badan, hati dan pikiran perempuan ke rumah sejak ia bangun pagi hingga malam hari. Kadang kala karena desakan kebutuhan ekonomi memang istri diperbolehkan untuk bekerja di luar rumah, tapi ini tidak membebaskan perempuandari kewajiban yang utama. Semua berlangsung teratur, dengan asumsi beginilah seharusnya kehidupan berkeluarga yang normal dan alamiah, dimana suami sebagai pencari nafkah utama dan perempuan sebagai ibu dan pengurus rumah tangga.
SISTEM SATUAN KREDIT SEMESTER UNTUK MEMPERSIAPKAN SARJANA PSIKOLOGI MENGHADAPI ERA GLOBALISASI Asmadi Alsa
Buletin Psikologi Vol 10, No 2 (2002)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.725 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.7454

Abstract

Kualitas pendidikan dan pengajaran di Indonesia lebih rendah dibandingkan dengan banyak negara, termasuk dengan negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara. Selain itu, juga sering kita baca atau dengar berita-berita di media massa bahwa sarjana lulusan perguruan tinggi di dalam negeri tidak siap masuk pasar kerja dan kalah bersaing dengan sarjana lulusan luar negeri. Indikator lain rendahnya mutu pendidikan tinggi di Indonesia adalah semakin meningkatnya kecenderungan lulusan SLTA untuk melanjutkan kuliahnya di luar negeri. Di sisi lain, era globalisasi menuntut kualitas lulusan perguruan tinggi memiliki daya saing tinggi, karena kompetisi akan menjadi semakin ketat dalam memasuki pasar kerja di antara para sarjana, begitu “kran” pasar bebas dibuka.

Page 1 of 1 | Total Record : 4