cover
Contact Name
Andi Taslim Saputra
Contact Email
a.taslim.saputra@unm.ac.id
Phone
+6285251604817
Journal Mail Official
jurnalsureq@unm.ac.id
Editorial Address
Jl Malengkeri Raya
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain
ISSN : -     EISSN : 28301927     DOI : https://doi.org/10.26858/
Sureq Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain mencakup berbagai konsep, ide, praktik, fenomena, dan analisis yang berkaitan dengan topik pengabdian kepada masyarakat yang berbasiskan seni dan desain. Sureq Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain dimaksudkan untuk menyebarkan informasi tentang seni dan desain yang bersumbangsih terhadap masyarakat; oleh karena itu, kita dapat memperoleh banyak hal yang berkaitan dengan implementasi layanan pengabdian terhadap masyarakat serta memajukan teori dan praktik yang terkait dengan segala bentuk pengabdian kepada masyarakat khususnya di bidang Seni dan Desain atau bahkan penemuan pendekatan interdisipliner berkenaan dengan teori dan praktek dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat, termasuk di dalamnya yaitu menyoroti upaya inovatif; memeriksa secara kritis masalah, trend, tantangan, dan peluang yang muncul; dan pelaporan tentang studi dampak di bidang seni, penjangkauan, keterlibatan, penyuluhan, penelitian seni berbasis pengabdian kepada masyarakat, pelatihan partisipatif berbasis pengabdian kepada masyarakat, pengabdian tindakan dan pengabdian masyarakat.
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2023): Juli-Desember" : 13 Documents clear
PELATIHAN DIGITALISASI MANAJEMEN DAN PEMASARAN PRODUK IKM KABUPATEN 50 KOTA Ferry Fernando; Ary Leo Bemana; Aryoni Ananta
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 2, No 2 (2023): Juli-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/srq.v2i2.48640

Abstract

Pelatihan digital adalah suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan individu atau kelompok dalam menggunakan teknologi digital dan memanfaatkannya untuk berbagai keperluan, seperti manajemen, pemasaran, komunikasi, dan pengembangan produk. Pelatihan ini melibatkan pengenalan dan pembelajaran tentang berbagai alat dan platform digital, serta strategi yang efektif dalam mengoptimalkan penggunaan teknologi digital. Pelatihan digital produk IKM adalah suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) dalam menggunakan teknologi digital untuk mengelola dan memasarkan produk mereka. Pelatihan ini melibatkan pengenalan dan pembelajaran tentang berbagai alat dan platform digital yang dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan daya saing produk IKM. Peserta pelatihan akan diberikan pengetahuan dan keterampilan dalam hal branding, pemasaran digital, komunikasi visual, dan penggunaan media sosial. Pelatihan ini bertujuan untuk membantu IKM dalam menghadapi tantangan dan peluang yang ditawarkan oleh era digitalisasi.Pelatihan digitalisasi manajemen dan pemasaran produk IKM Kabupaten 50 Kota bertujuan untuk meningkatkan kapasitas IKM melalui penggunaan teknologi digital. Pelatihan mencakup topik seperti branding, komunikasi visual, pemasaran digital, dan media sosial. Peserta diperkenalkan pada pentingnya literasi digital dan keterampilan dalam mengembangkan dan mempromosikan produk mereka melalui berbagai platform digital. Pelatihan ini menghasilkan peningkatan kesadaran di antara peserta dan pembentukan kerjasama lintas sektor untuk mendukung pengembangan sektor IKM lokal. Para penyelenggara berharap untuk melanjutkan kegiatan pendidikan semacam ini untuk lebih meningkatkan literasi digital dan daya saing di antara IKM.
PENGUATAN NILAI TRADISIONAL MELALUI BOARD GAMES TEATER RAKYAT KONDOBULENG BAGI SISWA UPT SPF SMPN 27 MAKASSAR Asia Ramli; Andi Taslim Saputra; Khaeruddin Khaeruddin; Rahma M
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 2, No 2 (2023): Juli-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/srq.v2i2.52861

Abstract

UPT SPF SMPN 27 Makassar merupakan sekolah menengah atas yang terletak di Kota Makassar Sulawesi Selatan. Sekolah tersebut terletak di zona perang dan daerah dengan tingkat kejahatan tertinggi. Kondisi lingkungan tersebut mempengaruhi tumbuh kembang anak nakal dan pemarah. Berdasarkan pengamatan, sebagian besar anggota UPT SPF SMPN 27 Makassar berasal dari sekitar Sekolah. Sistem perumahan yang akan diterapkan berarti para siswa ini harus datang ke sekolah dari daerah setempat. Siswa ini tergolong sulit dan menimbulkan masalah perilaku bullying. Pernyataan yang direproduksi di atas menjadi perhatian Wakil Kepala Sekolah Seksi dan Humas, UPT SPF SMPN 27 Makassar. Fenomena bullying merupakan masalah yang paling kompleks dan terus terjadi di kalangan siswa sekolah ini. Keadaan ini tidak kunjung sirna karena sifat manusia yang ingin menguasai dan dikuasai. Jumlah pelaku bullying dibandingkan dengan jumlah korban bullying merupakan indikasi bahwa bullying dilakukan oleh banyak individu yang korbannya tidak dapat dibandingkan dengan kelompok pelaku bullying Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat dalam pelatihan Teater Rakyat Kondobuleng pada remaja non-produktif UPT SPF SMPN 27 Makassar di Kota Sulawesi Selatan melalui beberapa tahap sebagai berikut: a) Tahap Sosialisasi.b) Tahap Pengenalan dan Pengarahan. c) Tahap Simulasi Games. d) Tahap Evaluasi.. e) Tahap Penyusunan Laporan. Pada pelatihan, teaterikal ini menyiratkan edukasi pada teks-teks nilai tradisi melalui teater rakyat Kondobuleng dengan kemasan Board Games. Nilai-nilai pemahaman positif ketika melakukan pelatihan Board Games dengan muatan teater rakyat Kondobuleng untuk siswa UPT SPF SMPN 27 Makassar telah meningkat, dari hasil observasi awal sekitar 30 % yang memperlihatkan ketidaktahuan terhadap teater rakyat Kondobuleng. Setelah pelatihan dan hasil evaluasi yang dilakukan, para peserta atau siswa menunjukkan ekspresi yang yang berkaitan dengan Kondobuleng dalam hal tersebut memperlihatkan pengetahuan tentang teater rakyat Kondobuleng meningkat dengan persentase 90 %. Kegiatan ini untuk mengatasi permasalahan yang kompleks bagi remaja non-produktif, maka kami tim pengabdian masyarakat menawarkan sebuah solusi yaitu melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat dengan memberi penguatan nilai tradisional dengan bentuk kemasan board games teater Kondobuleng.
MENTAL STRENGTH MELALUI TERAPI BATIK SULAWESI SELATAN BAGI TAHANAN DI RUMAH TAHANAN KELAS 1 MAKASSAR SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KETAHANAN EMOSIONAL Tri Putri; Andi Nurfadilah; Muhammad Fernanda Putra; Aulia Evawani Nurdin
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 2, No 2 (2023): Juli-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/srq.v2i2.53414

Abstract

Rutan Kelas 1 Makassar Sulawesi Selatan, menghadapi masalah kelebihan kapasitas dengan jumlah penghuni yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Situasi ini menciptakan tekanan psikologis pada tahanan yang dapat menyebabkan masalah emosional, terutama depresi. Depresi adalah kondisi emosional yang buruk yang dapat berdampak negatif pada tahanan, termasuk pemikiran irasional dan perilaku merusak, penyebab depresi pada tahanan melibatkan masa tahanan yang panjang dan pengalaman yang tidak menyenangkan. Untuk mengatasi masalah ini, dilakukan terapi membatik berbasis kearifan lokal Sulawesi Selatan sebagai upaya untuk meningkatkan ketahanan emosional tahanan. Terapi ini dilakukan dengan melibatkan tahanan dalam pembuatan batik dengan motif Sulawesi Selatan, yang memiliki makna budaya yang mendalam. Proses terapi membatik melibatkan beberapa tahapan, termasuk pembuatan desain, pelilinan, pewarnaan, penguncian warna, pelorodan, pencucian, dan pengeringan. Pendampingan dilakukan oleh tim dari bidang Seni Rupa dan Psikologi. Hasil kegiatan ini adalah peningkatan ketahanan emosional dan keterampilan membatik bagi tahanan di Rumah Tahanan Kelas 1 Makassar. Keterampilan membatik yang telah dimiliki oleh tahanan dapat dijadikan sebagai modal keterampilan setelah keluar dari rutan kelas 1 Makassar
PELATIHAN TARI PAKARENA BAGI SISWA PENYANDANG TUNARUNGU SLB PEMBINA TK. PROVINSI SULAWESI SELATAN Andi Padalia; Andi Taslim Saputra; Bau Salawati; Satriadi Satriadi; Andi Fauziyah Hijrina Fatimah
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 2, No 2 (2023): Juli-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/srq.v2i2.53790

Abstract

Tarian sangat jarang dibawakan oleh orang-orang tuna rungu.. Meneliti kegiatan sekolah khusus, kami melihat bahwa penyandang  tunarungu jarang mengikuti kegiatan menari.. Berdasarkan data observasi awal, siswa yang mengikuti kegiatan menari jumlahnya tidak lebih banyak dibandingkan siswa yang menari.. Penyandang tunarungu mempunyai sedikit motivasi untuk melakukan kegiatan menari.. Hal inilah yang dialami oleh penyandang tunarungu yang bersekolah di TK SLB Pembina.. Provinsi Sulawesi Selatan.. Hal ini merupakan permasalahan yang memerlukan solusi yang mengantisipasi dan mendorong siswa Tunarungu untuk berpartisipasi dalam menari.. Salah satu kegiatannya adalah penguatan tradisi penyandang tunarungu melalui pelatihan tari profesional yang mengandung nilai budaya lokal, nilai moral, nilai pendidikan, dan nilai hiburan.. Pelatihan tari Expertena dengan konsep permainan dalam bentuk permainan untuk kelompok mitra  sangat cocok untuk membantu siswa sadar dan melestarikan budaya.. Program kegiatan mahasiswa ini menggunakan siklus hidup pengembangan multimedia, metode ini meliputi konsep, desain, pengumpulan dokumentasi.. ,Merakit, Menguji, Mendistribusikan Tari Pakarena dapat digunakan dalam pelatihan khusus untuk merangsang penyandang tunarungu agar berkreasi dan menghidupkan ciri khas dalam konteks identitas daerah.. Tim pengabdian masyarakat kami memberikan solusi penguatan nilai-nilai tradisional dalam bentuk paket tari Pakarena untuk mengatasi permasalahan kompleks yang dihadapi penyandang tunarungu.. Agenda, tujuan, gagasan dan jenis pelatihan dijelaskan pada kegiatan pertama yaitu tahap konsep.. Langkah kedua adalah pengumpulan  dan ringkasan data.. Ketiga, adegan uji coba tari Expertena.. Langkah terakhir ini menjadi wadah untuk mengevaluasi dan mendeskripsikan potensi  peserta pelatihan melalui pemasukan tari Pakarena ke dalam kehidupan  sehari-hari..
PENINGKATAN KREATIFITAS VERBAL DAN FIGURAL PADA SISWA DALAM MENGGAMBAR ILUSTRASI BERTEMA FAUNA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 4 MAJENE Jalil Jalil; Syakhruni Syakhruni; Muhammad Suyudi
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 2, No 2 (2023): Juli-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/srq.v2i2.54166

Abstract

Kreativitas merupakan kesanggupan untuk berkreasi, menciptakan sesuatu, sebagai sebuah pola pikir, gagasan maupun ide yang muncul pada diri serta penciptaan terhadap hal yang baru. Kreativitas dibagi menjadi dua yaitu kreativitas verbal dan figural Kreativitas verbal yaitu kemampuan untuk membuat kombinasi baru berdasarkan data, informasi atau unsur-unsur yang didapati dari kemungkinan jawaban terhadap satu masalah dan diungkap secara verbal. Sementara kreativitas figural adalah kemampuan untuk memunculkan ide-ide atau gagasan baru melalui gambar yang dibuat. Salah satu kegiatan di sekolah yang dapat meningkatkan kreativitas adalah menggambar. Efek dari kegiatan menggambar yang signifikan baik dalam ranah kreativitas verbal maupun figuratif. Fauna di Indonesia memiliki berbagai macam sebagai sebuah kekayaan. Banyak cerita rakyat kita di Indonesia menggunakan fauna sebagai tokoh cerita. Oleh sebab itu, menggunakan fauna sebagai tokoh sentral dalam cerita dapat memudahkan peserta didik dalam menggambar ilustrasi, sehingga apa yang ia inginkan, apa yang ia senangi, bahkan apa yang tidak disenangi dapat disalurkan dalam bentuk gambar. Atas dasar permasalahan tersebut maka dibuatlah sebuah program kegiatan masyarakat “PKM Pelatihan Menggambar Ilustrasi Bertema Fauna dalam Meningkatkan Kreatifitas Verbal dan Figural pada Peserta didik Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Majene” dengan tujuan menjadikan pelatihan sebagai media untuk meningkatkan kreativitas verbal dan figural peserta didik di SMP Negeri 4 Majene.
PELATIHAN PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH BAGI GURU DI SMA NEGERI 2 MAJENE Pangeran Paita Yunus; Sukarman Sukarman; Irfan Irfan; Hasnawati Hasnawati; Harmin Hatta
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 2, No 2 (2023): Juli-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/srq.v2i2.56561

Abstract

Kemampuan menulis bagi guru sangat penting karena menjadi tuntutan profesi. Bagi pengembangan karir dan untuk tetap belajar, guru wajib memenuhi syarat menulis karya ilmiah. Syarat ini seringkali menjadi penghambat kenaikan jenjang pangkat bagi guru mengingat rendahnya kemampuan dan minat menulis di kalangan guru. Selain menjadi syarat bagi pengembangan karir, menulis juga menjadi sarana bagi pengembangan diri seorang guru. Guru memiliki banyak potensi dan potensi yang dimilikinya akan berkembang secara optimal dengan menulis. Hal ini didukung oleh banyaknya kondisi guru yang memperkuat peluang berkembangnya kemampuan menulis. Kesatu, guru selalu berinteraksi dengan ilmu pengetahuan yang bisa menjadi bahan untuk menulis. Kedua, guru selalu berinteraksi dengan siswa saat kegiatan pembelajaran di kelas yang dapat dijadikan sumber tulisan. Ketiga, guru sering berinteraksi dengan dunia pendidikan dan kebijakannya yang dinamis, selalu menuntut untuk berpikir kritis, mengeluarkan ide-ide inovatifnya. Keempat, banyak peluang                lomba menulis, baik yang diselenggarakan Dinas Pendidikan maupun Departemen Agama sebagai instansi yang menaunginya. Kelima, media massa menyediakan banyak rubrik pendidikan yang memungkinkan bagi guru untuk mengekspresikan gagasan- gagasan inovatifnya. Permasalahan yang tampak pada guru di sekolah menengah, khususnya di SMA Negeri 2 Majene adalah: 1) Pengetahuan guru tentang teknik pembuatan laporan dan pembuatan artIkel penelitian dalam penulisan karya ilmiah masih sangat kurang, 2) Banyak laporan dan artikel penelitian guru yang belum sepenuhnya menggunakan sistem APA, sehingga masih banyak ditemui referensi termuat dalam tubuh karangan, namun tidak ditemukan dalam daftar pustaka. 3) Laporan dan artikel penelitian guru banyak ditemukan menggunakan buku sebagai referensi rujukan, sehingga menyulitkan untuk dimuat di jurnal. 4) Maraknya isu plagiasi dan mudahnya mengakses berbagai informasi melalui dunia maya menjadi   kendala   yang   cukup   berat  bagi guru.    Berdasarkan hal tersebut, dilaksanakan Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat  berupa pelatihan menulis karya ilmiah berupa pembuatan laporan hasil penelitian dan artikel bagi guru di SMA Negeri 2 Majene.
PENINGKATAN KOMPETENSI SENI MELALUI PELATIHAN BATIK DENGAN TEKNIK AQUA PRINT BAGI PESERTA DIDIK DAN GURU SDN PAO-PAO KAB GOWA Satriadi Satriadi; Muh Saleh Husain; Irfan Irfan
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 2, No 2 (2023): Juli-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/srq.v2i2.54029

Abstract

Guru kelas yang ada pada sekolah mitra memiliki kendala dalam pengajaran. Kita tau bersama bahwa guru kelas adalah guru yang bertanggung jawab pada kelas di sebuah sekolah dasar. Biasanya guru kelas mengajarkan pengetahuan umum di kelas yang menjadi tanggung jawabnya kecuali pelajaran tertentu misalnya pelajaran olahraga, pendidikan agama dan pendidikan seni budaya. Kendala yang biasa dihadapi oleh guru kelas adalah mereka harus mengisi kelas jika guru bidang studi tersebut tidak hadir. Jika guru seni budaya tidak masuk tugas guru kelas adalah mengisi kelas tersebut dengan memberikan materi seni tentunya. Sementara tidak semua guru kelas memiliki kompetensi untuk mengajarkan seni di kelas. Akibatnya, guru biasanya memberikan tugas menyanyi atau langsung menggambar. Kondisi seperti itu tentunya juga harus menuntut kreatifitas seni guru yang bersangkutan. Metode pelaksanaan kegiatan workshop meliputi; 1) Materi ceramah mengenai gambaran tentang batik Formika dengan teknik aqua print dan penjelasan mengenai teknik-teknik pembuatan Aqua print. 2) demonstrasi atau Praktek langsung pembuatan batik formika di depan para peserta workshop, 3) Diskusi dan tanya jawab seputar hal hal teknis pembuatan batik formika. Setelah kegiatan workshop ini, diharapkan ada perkembangan pada mitra dalam hal (a) Melatih kreativitas guru SD Negeri Pao-pao Kab. Gowa dalam membuat string masker hijab, (b) Menumbuhkan sikap percaya diri pada diri pada guru SD Negeri Pao-pao Kab. Gowa, (c) peningkatkan pemahaman dan kemampuan guru agar dapat menjadi guru produktif di lingkungan sekolah dasar dengan mengembangan keterampilan membua batik formika dengan teknik Aqua Print.
PELATIHAN TARI KREASI GALLANG BALLE SEBAGAI SARANA EDUKASI TENTANG KESETARAAN GENDER PADA SISWI SMA NEGERI 2 MAJENE SULAWESI BARAT Syakhruni Syakhruni; Heriyati Yatim; Jalil Jalil; Prusdianto Prusdianto
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 2, No 2 (2023): Juli-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/srq.v2i2.54209

Abstract

Gender merupakan perspesi atau cara pandang terhadap laki-laki atau perempuan yang tidak didasari kepada perbedaan biologis yaitu jenis kelamin. Gender pada semua aspek kehidupan manusia menciptakan perbedaan antara laki-laki dan perempuan termasuk kreasi sosial dengan posisi perempuan lebih rendah dibanding laki-laki. Sulawesi Barat memiliki masyarakat ekonomi kelas bawah yang didominasi oleh gender perempuan dikarenakan keterbatasan akses mereka lebih sedikit dibanding gender laki-laki. Oleh sebab itu, penting untuk memberikan edukasi terhadap masyarakat tentang kesetaraan gender. Seni tari adalah bentuk media edukasi yang berkaitan dengan norma-norma atau nilai-nilai yang perlu dikembangkan, dieksplisitkan, dan dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari. Atas dasar permasalahan tersebut maka dibuatlah sebuah program kegiatan masyarakat “PKM Pelatihan Tari Kreasi Gallang Balle dalam Mengedukasi Kesetaraan Gender Pada Siswi Sma Negeri 2 Majene Sulawesi Barat” dengan tujuan menjadikan pelatihan tari sebagai media untuk memberikan edukasi tentang kesetaraan gender sehingga mempengaruhi cara pandang mereka kepada diri sendiri sebagai perempuan maupun perempuan-perempuan lainnya.
PELATIHAN PEMBUATAN MUSIK IRINGAN PERTUNJUKAN TEATER PADA KELOMPOK TEATER KAMPUS MAHASISWA (TERKAM) FAKULTAS SENI DAN DESAIN UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR Andi Ihsan; Muhammad Zia Ulhaq; Andi Fauziyah Hijrina Fatimah; Muhammad Syafruddin Akmal; Harmin Hatta
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 2, No 2 (2023): Juli-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/srq.v2i2.56941

Abstract

Musik merupakan hasil ungkapan rasa dari seseorang yang dituangkan melalui bunyi. Dalam dunia teater musik merupakan hal yang penting diketahui karena merupakan bagian dari pendukung suasana pada naskah yang akan dipentaskan. Teater kampus sebagai salah-satu wadah pengembangan bakat teater telah memiliki banyak prestasi, namun belum memiliki keterampilan dalam membuat musik iringan pertunjukan teater. Hal ini tentunya mempengaruhi efektifitas serta anggaran dalam membuat sebuah pertujukan teater. Perlunya pelatihan pembuatan musik teater pada kelompok teater kampus (TERKAM) agar mereka memiliki pengetahuan serta keterampilan dalam melengkapi bakat teater mereka, sehingga dalam penggarapan sebuah pertunjukan mulai dari naskah, dialog, sampai pada musik iringan pendukungnya menjadi satu kesatuan dan tentunya berpengaruh pada minat pesertanya. Rumusan masalah yaitu: (1)bagaimana permasalahan mitra terhadap musik iringan pertunjukan teater pada kelompok Teater Kampus (TERKAM) di FSD UNM,(2)Bagaimana prosedur pelatihan pembuatan musik iringan pertunjukan teater pada kelompok teater kampus (TERKAM) di FSD UNM. Metode yang digunakan adalah ceramah, demonstrasi, latihan yang menggunakan beberapa alat musik sebagai pendukung pelatihan tersebut. Hasil yang dicapai meliputi pengenalan konsep dasar musik secara umu, pembuatan musik iringan dengan penggunaan alat musik, sampai pada tahap pertunjukan seluruhnya mencapai hasil yang maksimal.
PELATIHAN TARI TRADISIONAL BAGI MASYARAKAT LORONG DI KOTA MAKASSAR Rahma M; Bau Salawati; Asia Ramli; Arifin Manggau; Andi Padalia
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 2, No 2 (2023): Juli-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/srq.v2i2.54079

Abstract

Pelatihan Tari Tradisional bagi masyarakat lorong di Kota makssar merupakan kegiatan pengabdian pada masyarakat yang bertujuan untuk memberi penguatan kearifan lokal bagi masyarakat lorong. Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan untuk mendekatkan seni khususnya seni tari ke masyarakat juga menumbuhkan dan menguatkan pemahaman tentang kearifan lokal Sulawesi Selatan khususnya etnis Makassar. Hal ini dilakukan sebagai salah satu upaya memfilter budaya-budaya asing yang masuk dengan pesat ke masayarakat melalui berbagai media sosial. Pelatihan Tari Padduppa dipilih mengingat tari ii merupakan tari yang menggambarkan bagaimana masyarakat etika dan adat Bugis Makassar dalam menjamu tamu, diharapkan melalui pelatihan ini masyarakat memperoleh pemahaman tetang budaya dan adat istiadat Bugis-Makassar selain mengembangkan keterampilan menari, pengembangan keterampilan ini juga dilakukan sebagai salah bentuk rekreasi bagi masayarakat terlepas dari rutinitas keseharian mereka

Page 1 of 2 | Total Record : 13