cover
Contact Name
Cahaya Rosyidan
Contact Email
cahayarosyidan@trisakti.ac.id
Phone
+6281916319569
Journal Mail Official
jurnal_petro@trisakti.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Gedung D, Lt.4, Universitas Trisakti Jl. Kyai Tapa No. 1 Grogol, Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Petro : Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan
Published by Universitas Trisakti
ISSN : 19070438     EISSN : 26147297     DOI : https://doi.org/10.25105/petro.v11i2.14060
The PETRO Journal is all about the upstream oil and downstream oil and gas industry. Upstream studies focus on production technology, drilling technology, petrophysics, reservoir study, and eor study. Downstream technology focuses on the oil process, managing surface equipment, geothermal, and economic forecast.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 11 No. 4 (2022): DESEMBER" : 6 Documents clear
ANALISIS PENGGUNAAN KULIT JERUK SEBAGAI ADDITIVE SURFAKTAN TERHADAP RECOVERY FACTOR DENGAN METODE COREFLOOD Yusuf Dzaru Bawono; Samsol; Arinda Ristawati
PETRO:Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 11 No. 4 (2022): DESEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/petro.v11i4.13292

Abstract

Penelitian yang dilakukan adalah injeksi surfaktan, dimana surfaktan yang di pilih adalah surfaktan AOS menggunakan konsentrasi rendah untuk menaikan produksi minyak. Penggunaan surfaktan tersebut bertujuan untuk menurunkan interfacial tension atau tegangan antarmuka pada dua fluida, yaitu minyak serta air, sehingga minyak dapan keluar dari pori-pori dari batuan reservoir. Pada penelitian ini digunakan salinitas sebesar 5000 ppm, dan 20000 ppm. Kemudian memakai konsentrasi sebanyak 0.1% dan 0.7%. Lalu variasi dari salinitas dan konsentrasinya ditambahkan kulit jeruk sebanyak 25 ml. Larutan surfaktan AOS dan surfaktan AOS yang diberikan additive kulit jeruk akan dilakukan uji IFT pada suhu 30℃ dan 60℃. Kemudian pada penelitian ini akan dilihat apakah surfaktan yang diberikan additive kulit jeruk apakah efektif dalam meningkatkan recovery factor. Prosedur penelitian diawali dengan pembuatan brine, pembuatan surfaktan, dan penambahan dari kulit jeruk ke surfaktan. Kemudian dilakukan proses saturasi brine dan saturasi minyak, dilanjutkan dengan proses coreflooding. Tujuan utama pada penelitian ini ialah menganalisis pengaruh dari kulit jeruk terhadap recovery factor, dimana hasil akhirnya akan dibandingkan dengan hasil dari surfaktan yang tidak diberikan additive kulit jeruk. Hasilnya membuktikan larutan surfaktan AOS yang diberikan additive kulit jeruk mempunyai nilai recovery factor lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak ditambahkan additive kulit jeruk, dimana pada salinitas 5000 ppm nilai recovery factor surfaktan yang diberikan additive kulit jeruk sebesar 42,86%, dan yang tidak ditambahkan additive kulit jeruk sebesar 39,13%.
PENENTUAN PARAMETER GEOMEKANIKA PADA SUMUR X Teuku Ananda Rizky; Kartika Fajarwati Hartono; Hari Karyadi Oetomo
PETRO:Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 11 No. 4 (2022): DESEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/petro.v11i4.13389

Abstract

Studi geomekanika memiliki peran yang vital di industri Petroleum, terutama untuk perencanaan kegiatan pemboran dan hydraulic fracturing; dalam hal ini adalah overburden stress (tegasan vertikal) yang mengontrol inisiasi saat perekahan hidrolik dilakukan, tegasan minimum horizontal serta tegasan maximum horizontal yang dapat menentukan arah patahan dimulai dan kemana arah patahan tersebut merambat. Studi tugas akhir ini bertujuan untuk melakukan evaluasi Sumur X di Lapangan Kilua dengan pendekatan reservoir geomekanika. Pendekatan geomekanika yang dilakukan dalam studi ini adalah dengan menghitung parameter geomekanika; yaitu Overburden Stress, Shear Modulus, dan Young Modulus.Adapun data yang digunakan untuk evaluasi sumur X dan untuk mendapatkan parameter geomekanik tersebut adalah data open hole log dan kemudian diolah secara kualitatif dan kuantitatif. Logging sumur dilakukan pada kedalaman 160 ft hingga 640 ft; sedangkan pada kedalaman 450 ft hingga 495 ft adalah zona yang mengandung hidrokarbon. Berdasarkan analisis pendekatan geomekanika yang telah dilakukan, jenis patahan pada Lapangan Kilua adalah Reverse atau sesar naik, hal ini didasarkan pada klasifikasi yang telah ditemukan di Sumur X yaitu Shmax > Shmin > Sv, dan lithologi batuan di sumur X didominasi oleh batuan shale dan memiliki nilai Shear Modulus dan  Young Modulus yang cukup tinggi, sehingga batuan tersebut harus diberikan gaya yang cukup besar untuk proses perekahan hidraulik di kedalaman 450 ft hingga 495 ft.
Evaluasi Perbandingan Keekonomian 30 Sumur Skema PSC Cost Recovery dan Gross Split Lapangan A Adji Nadzif Sidqi Adji; Dr. Ir. Syamsul Irham, MT; Prayang Sunny Yulia, ST, MT
PETRO:Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 11 No. 4 (2022): DESEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/petro.v11i4.14391

Abstract

Pada Agustus 2021, terjadi perubahan kontrak bagi hasil pada lapangan ini, kontrak yang sebelumnya digunakan adalah PSC Cost Recovery, berganti menjadi PSC Gross Split. Perbandingan kontrak inibertujuan untuk mengevaluasi perbandingan kedua model keekonomian tersebut, dan juga untuk menentukan skema yang lebih efisien dan tepat untuk diterapkan pada lapangan A. Serta, menganalisis parameter-parameter yang dapat mempengaruhi indikator keekonomian lapangan A. Hasil dari analisis keekonomian yang telah dilakukan, menunjukkan bahwa skema PSC Gross Split lebih baik dibanding skema PSC Cost Recovery. Untuk PSC Cost Recovery, NPV yang didapat untuk 30 sumur yaitu sebesar 13.848.000 US$, IRR rata-rata sebesar 118%, POT rata-rata sebesar 1,43 tahun, Contractor Takesebesar 20.740.000 US$, dan Government Take sebesar 176.587.000 US$. Sedangkan untuk PSC GrossSplit, NPV yang didapat untuk 30 sumur sebesar 37.906.000 US$, IRR rata-rata sebesar 245%, POTrata-rata sebesar 1,30 tahun, Contractor Take sebesar 52.544.000 US$, dan Government Take sebesar 136.402.000 US$. Analisis sensitivitas yang telah dilakukan menunjukkan bahwa parameter jumlah produksi minyak dan harga minyak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kedua skema
BIBLIOMETRIC ANALYSIS ON NUMERICAL LITHOFACIES IDENTIFICATION FOR RESERVOIR CHARACTERIZATION IN THE PERIOD OF 1980 -2021 Imam Setiaji Ronoatmojo; Muhamad Apriniyadi; Rosmalia Dita Nugraheni; Cahyaningratri Prima Riyandhani; Cahaya Rosyidan Rosyidan; Yarra Sutadiwiria
PETRO:Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 11 No. 4 (2022): DESEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/petro.v11i4.14424

Abstract

The term "electrofacies" was introduced in 1980 by Serra and Abbott, it had been developed promptly since 2009. The development was triggered predominantly by wireline logging technology and artificial intelligence technology. The electrofacies categorization was intended to facilitate the study of reservoir characterization. However, it is difficult to formulate deterministically, due to the uniqueness of the depositional environment and geological processes that involve many physical properties. At least, there are 369 articles which were obtained from Scopus sources in the period of 1980 - 2021. In this bibliometric analysis, we regrouped the articles into four groups, i.e. “pattern recognition” “facies analysis”, “objectives” and “quality”. This grouping was attained on the methods of co-occurences, co-authorship, citation analysis and bibliographic coupling using VOSviewer software. The distance and coupling between themes will determine the level of quality and quantity of discussion between them. The quality of the objective resides in the certainty value of the lithology controlled by transportation or diagenetic events. For example, sand and shale which are siliciclastic lithology will have a higher degree of certainty than carbonate rocks. Therefore, the wide gap occurred during the application of artificial intelligence, especially for complex facies and uncertain geological conditions. The application of artificial intelligence is not solely functional without involving geological analysis. The implication is some researchs are still needed from this point of view, so the electrofacies role cannot be independent without developing models of the diagenetic process.
ANALISIS PERPINDAHAN PANAS HEAT EXCHANGER TIPE SHELL AND TUBE PADA GAS TURBINE GENERATOR Sefilra Andalucia
PETRO:Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 11 No. 4 (2022): DESEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/petro.v11i4.15345

Abstract

Proses perpindahan kalor pada dunia industri pada saat ini, merupakan proses kunci kerja dalam suatu mesin, karena semua mesin bekerja dalam temperatur yang cukup tinggi. Salah satu alat penukar kalor (Heat Exchanger), yang digunakan untuk menukar kalor antara fluida kerja yang memiliki perbedaan temperatur. Oleh karena itulah penggunaan heat exchanger perlu diperhatikan performanya secara teratur karena penggunaan heat exchanger dengan performa buruk dapat berakibat pada kegagalan pada heat exchanger dan dapat merugikan salah satu caranya adalah dengan menjaga performa heat exchanger tetap bekerja dengan baik. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa performa heat exchanger jenis shell and tube sebagai pendingin oli pada gas turbine generator di PLTGU Gunung Megang. Dimana heat exchanger ini bekerja, dengan menngunakan air sebagai media pendinginnya. Dari data yang diperoleh, hasil analisa performa heat exchanger ini didapat laju perpindahan panas teoritis sebesar 780055,1 watt sedangkan sebesar pada aktual sebesar 1577482 watt. Sehingga didapat keefektifitasan heat excahnger tersebut selama heat exchanger tersebut bekerja adalah sebesar 202%, dimana dari hasil analisa tersebut dapat dikatakan bahwa heat exchanger bekerja melebihi efisiensi 100% yang dapat menyebabkan kurangnya masa pakai alat tersebut.
EVALUASI PERMASALAHAN GAS LOCK PADA SUMUR MT-02 DI LAPANGAN MT DENGAN METODE SENSITIVITAS FREKUENSI VSD Irvan Saputra; Eriska Eklezia Dwi Saputri; Hadziqul Abror; Riska Laksmita Sari; Welayaturromadhona
PETRO:Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 11 No. 4 (2022): DESEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/petro.v11i4.15441

Abstract

Lapangan MT berlokasi di Tuban, Jawa Timur. Sumur MT-02 merupakan salah satu sumur di lapangan MT yang menggunakan Electrical Submersible Pump (ESP). Dalam pengoperasian pompa ESP di sumur MT-02 sering terjadi permasalahan gas lock. Permasalahan ini ditandai dengan kandungan free gas yang tinggi dan ikut terproduksi yang terakumulasi masuk ke dalam pompa. Apabila free gas cukup banyak ikut terproduksi pada sumur, maka efisiensi pompa mengalami penurunan dan menimbulkan permasalahan pada pompa. Untuk menangani permasalahan gas lock ini, salah satunya adalah dengan mengontrol rate produksi fluida. Hal tersebut dapat dilakukan dengan mengaplikasikan sensitivitas frekuensi Variable Speed Drive (VSD) pada sumur. Dengan perubahan frekuensi yang dapat diatur melalui Variable Speed Drive, maka rate produksi fluida dapat dikontrol sehingga dapat ditentukan rate optimum produksi fluida dimana jumlah free gas yang terproduksi masuk ke dalam pompa tidak mengganggu kinerja pompa dan mencegah terjadinya indikasi gas lock pada sumur. Hasil sensitivitas frekuensi VSD menunjukkan bahwa frekuensi optimum untuk mencegah terjadinya gas lock di sumur MT-02 berada di rentang ≤ 59,47 Hz.

Page 1 of 1 | Total Record : 6