cover
Contact Name
Erna Meiliana
Contact Email
ernameiliana@trisakti.ac.id
Phone
+6287840093703
Journal Mail Official
jurnal_dimensi@trisakti.ac.id
Editorial Address
Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Trisakti Jl.Kyai Tapa No.1 Grogol Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain
Published by Universitas Trisakti
ISSN : 25275666     EISSN : 25497782     DOI : https://doi.org/10.25105/dim
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain diterbitkan oleh Fakultas seni Rupa dan Desain. Jurnal ini terbit 2 (dua) kali dalam setahun, yaitu Februari dan September. Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain merupakan jurnal bidang seni dan desain yang terbilang aktif sejak pertama kali diterbitkan dari tahun 2003 sampai sekarang. Menjadi salah satu jurnal seni dan desain yang banyak diminati oleh para penulis dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 2 (2011)" : 9 Documents clear
SEMIOTIKA = ILMU ATAU METODE : TELAAH BUKU ' HANDBOOK OF SEMIOTIK', WINFRIED NOTH, 1995 Farid Abdullah
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 8 No. 2 (2011)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (805.732 KB) | DOI: 10.25105/dim.v8i2.965

Abstract

AbstractThis paper is about Winfried Noth book, title " Handbook of Semitics," 1995. A handbook with ambitious objevtives of dealing with a broad field specturm of research, ranging from Advertising, Architecture, Comic, Photography, Music, Visual Communication , to Zoosemiotics. Aims to this book, as the author describe, s adventurous goal of a topographical survey, of some main areas of theoritical and applied semiotics. In this book, the approach to semiotic adopted is basically descriptive and pluratistic. The history aspect, the present state of the art, intends to be a systematic, comprehensive, and up to date. To understand this handbook, we must be a critical reader and at the end we can draw our own critical conclusion AbstrakTulisan ini adalah ulasan terhadap buku Winfries Noth yang berjudul " Handbook of Semiotics" terbit tahun 1995. Sebagai buku pegangan tentang semiotika, buku ini memiliki rentang kajian yang sangat ambisius, dengan cakupan bidang yang dikaji dari periklanan, arsitektur, komik, fotografi, musik, komunikasi visual, hingga tanda yang dikirimkan oleh hewan. Tujuan dari buku ini seperti yang diuraikan penulisnya, semacam pemetaan dalam semiotika teoritik dan terapan. Pada buku ini ,pendekatan semiotik yang dipakai adalah deskriptif dan pluratistik. Aspek sejarah seni, berusaha disusun secara sistematis, menyeruluh, dan kekinian. Untuk memahami buku pegangan ini,sebagai pembaca kita harus meletakakan diri sebagai pembaca yang kritisdan akhirnya kita dapat memperoleh kesimpulan yang kritis pula
ESTETIKA SENI EROTIS (EROTICA) : REPOSISI OTONOMI DAN HETERONOMI SENI ( UNTUK PERMASALAHAN ESTETIKA SENI EROTIS YANG DIANGGAP PORNOGRAFI) Embun Kenyowati
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 8 No. 2 (2011)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (890.562 KB) | DOI: 10.25105/dim.v8i2.987

Abstract

AbstractThis article discusses and reflect philosophically the aesthetic of erotic art phenomenon with considered as pornography by part of the member of society , which also has caused horizontal real conflict, because it is considered as inferting ethical ( moral) and political domain.Starting from the distiction between the aestheticof art based on the maxim " art for the art'sake " which is requested whether it is an adequate reason for defending the aesthetic of aerotic art. By refering to Jacques Ranciere (born 1940) through as a theory , about the autonomy and heteronomy of art, it is concluded that he probloem of erotic art which considered as pornography not far from the problem in life it self and the going politics that works in society, primarily when the politician nort giving attention to teh politic of  esthetic (aesthetics) but functioning the role of aesthtic to the politics ( politics) and always in the position of controversy and polemik about politic only AbstrakTulisan ini membahas dan mereflesikan secara filosofis. fenomena estetika seni erotis yang dianggap porno oleh sebagai masyarakat, yang telah menimbulka real conflict di tingkat horizontal, karena hal tersebut dianggap sebagai bagian ranah etik (moral) dan politik ( hidup bersama dengan orang lain) Berangkat dari perbedaan antara estetika seni erotis dan pornografi, dalam tulisan inidiuraikan tentang apa itu estetika seni, seni erotis dan porogarfi. Argumen kebesan ekspresi dalam seni, dan otonomi seni yang berdasar  slogan seni untuk seni diuraikan dan dipertanyakan kembali apakah mencukupi sebagai dasar pembelajaran bagi estetika seni erotis. Dengan menacu pada pemiikiran Jaqcus Rancier ( lahair 1940) sebagai metode reflektif, tentang otonomi dan heteronomi seni, disimpulkan bahwa persoalan seni erotis yang dianggap pornografi oleh sebagian masyarakat, tidak lepas dari persoalan kehidupan itu sendiri dan politik yang mewarnai masyarakat, terutama ketika para politisinya tidak memperhatikan politik estetik ( estetika) , melainkan  lebih memainkan peran estetik politik ( politik) yang berkutat di wilayah kontroversi dan polemik belaka
BILAH KERIS JAWA SEBAGAI IDEOFAK Krisnha Hutama
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 8 No. 2 (2011)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1732.276 KB) | DOI: 10.25105/dim.v8i2.988

Abstract

Abstract Identity, the Kris functioned as a stabbing weapon. In practice, iti is categorized as a ruket , or a close combat weapon. In its development, the Kris also has other functions . In Javannes traditional culture, Kris is not only considered as a stabbing weapon with a unique shape and beautiful pamor, but also an element of culture based on spiritual ideas. Kris as a cultural product in this study focuses the discussion on the ideofact Abstrak Fungsi keris dalam ide awalnya adalah sebagai senjata tajam yang dipakai untuk menusuk. Dalam penggunaannya, Keris Jawa tergolong jenis senjata ruket, artinya senjata untuk perkelahian jarak dekat. Pada perkembangannya selanjutnya, keris tidak semata-mata dipakai sebagai senjata, tetapi juga untuk memenuhi fungsi ide-ide lainnya. Dalam budaya tradisional Jawa, selain dianggap sebagai senjata tikam yang memiliki keunikan bentuk maupun keindahan pamor, keris juga sebagai kelengkapan budaya yang di bangun berdasarkan ide spiritual. Kajian keris sebagai produk budaya dalam tulisan ini menitikberatkan pembahasan pada sisi ideofak
TINJAUAN TIPOGRAFIS PADA SAMPUL MUKA MAJALAH FEMINA Elda Franzia
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 8 No. 2 (2011)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1280.513 KB) | DOI: 10.25105/dim.v8i2.989

Abstract

Abstract The Typographic Review of Femina Magazine's COver. The changing forms of communication brough us to the developing of printed mass media nowdays. For magazine typography is one of the important visual elemnt in cover, besidea other visual elements such as image, colour and lay out. Not just in convey verbal and visual information to the magazine's readers through massages and idea, but also through conotative meanings Femina magazines has been developing it,s face since first time published until now, including typographic developmnet of it's cover. This typography review of Femina magazine's cover will takes about typeface that used as the identity of Femina and the typeface development in coverline, which are using and the hierarchy in coverline, and also the using of color which affects conotative meaning of cover as a whole. In the end, choosing and the using of typeface on magazine's cover connect to the lifestyle of the readers Abstrak Tinjauan Tipografis pada Sampul Majalah Femina, Perubahan bentuk komunikasi dari lisan menjadi tulisan menghantarkan kita pada perkembangan media massa cetak masa kini. Pada majalah, tipografi merupakan elemen visual penting yang terdapat pada sampul muka, di samping elemn viual lainnya seperti image, warna dan tata letaknya. Melalui tipografi, informasi verbal dan visual disampaikan kepada pembaca majalah tersebut memalui pesan dan gagasan yang dibawanya serta kesan atau citra secara visual yang disampaikan olehnya. Majalah Femina telah mengalami perkembangan dalam perwajahannya sejak awal terbutnya sampai sekarang. termask perkembangan tipografi pada sampul mukanya. Tinjauan tipografis pada sampul muka majalah Femina ini akan membahas mengenai jenis huruf yang digunakan sebagai identitas Femina dan perkembangan jenis huruf yang digunakan sebagai coverline, yaitu penggunaan dan hierarki coverline serta penggunaan warna yang mempengaruhi citra visual dari tampilan keseluruhan. Pemilihan dan penggunaan jenis huruf pada sampul majalah pada akhirnya terkait erat dengan gaya hidup masa kini pembacanya
REPRERSENTASI KONSEP EKOLOGI DI PEMUKIMAN KAUMAN YOGYAKARTA Cama Juli Rianingrum; Agus Sachari
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 8 No. 2 (2011)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (872.546 KB) | DOI: 10.25105/dim.v8i2.991

Abstract

AbtractIn the modern era nowdays, the development process of dwelling is expected to be that of a tranformation, making way for changes while adjusting physical appereances to suit the traditional way of thinking. The end result of such a process is therefore expected to show traces of traditional values, since stepping forward requires also looking back at tradition in creative process to determine meanings, by re-studying the concepts of traditional architecture that environmentally friendly and harmless to natureThe Javannese society is one of cinsiderable ecological ethics Theu process of concept of cultural value derived from nature, believing that they are part of nature's will where human and nature influence each other by creating harmony between the microcosmos ( the house ) and the macrocosmos ( nature) for the sake of mental and physical peace, which is reflected in the design of the Javannese house. The shape of Javannese buildings and their surroundings are an architectural manifestation of the totality of a life statement originating from the manners of placing the self, norm, and human value system among the environmental condition to create harmony aimed at preserving the balance of nature. This is evident is the Kauman village in Yogyakarta ( established 1775) , a traditional village capable of maintaining its originality for nearly three centuries. It remains a calm and clemet housing in the middle of urban Yogyakarta AbstrakDi era modern saat ini, proses pembangunan tempat tinggal diharapkan membawa perubahan, membuat jalan bagi perubahan sementara menyesuaikan penampilan fisik yang sesuai dengan cara berpikir tradisional. Hasi akhir dari prosestersebut diharapkan tetap mempertahankan nilai-nilai tradisional, karena melangkah maju membutuhkan juga melihat kembali tadisi dalam proses kreatif untuk menentukan makna, dengan kembali mempelajari konsep arsitektur tradisional yang ramah lingkungan dan tidak berbahaya bagi lingkungan, Masyarakat Jawa merupakan salah satu etika ekologis yang cukup besar. Mereka memiliki konsep-konsep nilai budaya yang berasal dari alam, percaya bahwa mereka adalah bagian dari kehendak alam, percaya bahwa mereka adalah bagian dari kehendak alam di mana manusia dan alam saling mempengaruhi dengan menciptakan keselarasan antara mirokosmik ( rumah) dna makrokosmos ( alam) demi perdamaian mental dan fisik, yang tercermin dalam desain rumah Jawa. Bentuk bangunan Jawa dan lingkungannya merukan manifestasi arsitektur totalitas penyataan kehidupan yang berasal dari tata cara menempatkan diri , norma, dan sistem nilai manusia anatara kondisi lingkungan untuk menciptakan harmoni yang ertujuan untuk memelihara keseimbangan alam. Hal ini terbukti di desa Kauman di Yogyakarta (didirikan 1775) , sebuah desa tradisional mampu mempertahankan keasliannya selama hampir tiga abad. Ini tetap menjadi perumahan tenang dan sejuk di tengah kota Yogyakarta.
PERNACANGAN ULANG SARANA JUAL ES GOYANG UNTUK AREA PUSAT PERBELANJAAN Sigit Subiantoro; Dedi Dwi Haryadi; Diana Meliza Stephani
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 8 No. 2 (2011)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1050.914 KB) | DOI: 10.25105/dim.v8i2.992

Abstract

AbstractIndonesia has many cultures that have been exist from long time ago.One of them,which is popular and close to human living, is culinary . With support of simple tools and diverse production methods. Indonesia's traditional food, snack and beverage grown. Es goyang is one of traditional frozen dessert that popular in 80's in Java and some other island. This is, which popular because of its swinging cart, is a roadside frozen desseert that consumed by both child and adult at taht time. But as the time passing, foreign product came and began to replace the existence of national and traditional product. Influence by shopping mall involve, roadside trader began to look shaby and abandoned. It gave a give effect to es goyang' sale as a traditional frozen dessert. The booming of packaged  product gave challenge in term of price, place and quality. Nowdays, kids know about supermarket and it's packaged stick ice much better than traditional ice like es goyang. Es Goyang's consumer disminish and the number of seller too. If this condition keep going , it is not imposible if es goyang wiill be extinct as the time gone. Because of that, there is a need of something that can keep es goyang exist in Indonesia's human living nowdays. Using unique character of es goyang , combine with creative inovation base on people lifestyle, there will be a new creative redesign of es goyang cart which looks more attractive and able to complete with other product nowadays. AbstrakIndonesia meiliki banyak nilai budaya yang sudah ada sejak dulu. Slah satunya yang populer dan dekat dengan kehidupan masyarakat, adalah kuliner. Dengan metode produksi beragam dan alat sederhana, berkembanglah makanan tradisional Indoensia. Esgoyang adalah salah satu jajanan tradisional yang populer tahun 80-an di Jawa dan sekitarnya. Es yang terkenal karena gerobak goyangnya ini merupakan jajanan pinggir jalan yang dikonsumsi baik anak maupun orang tua pada saat itu. Namun seiring berkembagnya waktu, masuknya produk luar mulai menggeser eksistensi produk-produk dalam negeri. DI dorong pula oleh menjamurnya pusat perbelanjaan, pedagang pinggir jalan mulai terlihat kumuh dan ditimggalkan. Hal ini berpengaruh besar pada penjualan es goyang sebagai jajanan tradisional pinggir jalan. Masuknya produk-produk kemasan memberi tantangan dari segi harga, tempat jual, maupun kualitas. anak-anak saat ini lebih mengenal supermarket dengan es kemasannya. Konsuemn es goyang menurun dan membuat jumlah pedagang terus berkirang. Jika hal ini terus menerus berlangsung, bukan tidak mungkin jajanan tradisional ini akan punah seiring berjalannya waktu. Untuk itu dibutuhkan sarana yang dapat mempertahankan eksistensi es goyang di tengah masyarakat saat ini, Dengan membawa ciri-ciri khas es goyang ditambah pendekatan-pendekatan kreatif sesuai lifestyle saat ini, dapat dibuat sarana es goyang baru yang lebih menarik dan mampu bersing dengan produk-produk lainnya 
IKLAN DJARUM 76 TEMA JIN: KAJIAN STRUKTUR DAN MAKNA Asidigisianti Surya Patria
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 8 No. 2 (2011)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1056.813 KB) | DOI: 10.25105/dim.v8i2.993

Abstract

AbstrakIn Djarum 76 commercial can be studies visually and verbally. Visually, the figure which is shown as an icon is a genie with Javanesse full set cloth, with beskap ( Javannese shirt) dan blangkon ( Javanese hat) , in the background also pictured mauntains and rice field. The figureis similing with an open arms like asking to join. Verbally is written as slogan shown culture acculturation between Indonesia and English AbstrakPada iklan Djarum 76 dilihat dari aspek visual dan verbal. Secara visual figur yang dimunculkan pada iklan sebagai ikon adalah jin dengan busana orang Jawa dengan lengkap dengan beskap dan blangkon disertai latar belakang pegunungan dan persawahan khas tanah Jawa. Dengan senyum dan tangan terbuka lebar seperti megajak. Aspek verbal berupa slogan yang digunakan terdapat akulturasi budaya antara Indonesia Inggris denga salah satu katanya mengadaptasi bahasa Inggris
PERIODISASI POLA-POLA PERUBAHAN PADA TENUN ULOS BATAK TOBA DI SUMATERA UTARA DAN TENUN GRINGSING DI TENGANAN BALI AGA DARI ABAD KE-19 SAMPAI ABAD KE-20 Ganal Rudiyanto
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 8 No. 2 (2011)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1360.294 KB) | DOI: 10.25105/dim.v8i2.994

Abstract

Abstract The changes that occur in community are also caused by human factors as an indicator. Nevertheless technology indicators and economic needs appear to be dominant in accelerating in the mid-19th century, a tendency towards a shift or change. these changes can run slowly and progressivelyThis paper describes the weaving looms culture periodicity of Toba Bataknese adn Balinese that began in modern times, the 19th century until the 20th century. Abstrak Bagaimanapun perubahan yang terjadi di dalam masyarakat juga disebabkan oleh banyak faktor-faktor sebagai suatu indikator . Walupun demikian indikator teknologi dan kebutuhan ekonomi napmak lebih dominan memberikan percepatan pada pertengahann abad ke-19, kecenderungan ke arah terjadinya pergeseran atau perubahan. Perubahan itu dapat berjalan secara progresif dan perlahan.Tulisan ini menggambarkan periodisasi budaya tenun Batak Toba dan Tenun Bali ini dimulai pada zaman modern, abad ke 19 sampai abad ke -20
BIOGRAFI DESAK NYOMAN SUARTI SEBUAH PERJALANAN HIDUP SEORANG SENIWATI BALI Gihon Nugrahadi
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 8 No. 2 (2011)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1445.607 KB) | DOI: 10.25105/dim.v8i2.1043

Abstract

Abstract Biography as a story about the life of a person able to bring a lot of wisdoms and lesson about the stunggle of life. Desak Nyoman Suarti born in Mas Ubud Pangosekn, is a woman and an artist who came from a poor family. Nowdays, she is recognized as a dancer, painter , musician, jewelery designer, as well as a successful enterpreneur. Bali with the charam of nature , for goodness and hospitality of the people, and beatiful cultural traditions is successfully invited foreign tourist with the local population occured, including of a love affair between Suarti and George, a tourist from the United State Abstrak Biografi tentang kehidupan seseorang mampu membawa banyak kebijaksanaan dan pelajaran mengenai perjuangan hidup. Desak Nyoman Suarti, yang lahir di Mas Ubud Pengosekan , adalah seniman wanita yang berasal dari keluarga miskin. saai ini , ia diakui sebagai seorang penari, pelukis, musisi, perancang perhiasan, serta pengusaha sukses. Bali denga pesona alam, kebaikan dan keramahan orang-orangnya, serta tradisi indah berhasil mengundangf turis asing mengunjungi pulau tersebut, sehingga kontak anatara para turis asing dengan penduduk lokal yang terjadi  ermasuk pula hubungn cinta antara Suarti dan George seorang turis dari Amerika Serikat

Page 1 of 1 | Total Record : 9