Sigit Subiantoro
FTI USAKTI

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERNACANGAN ULANG SARANA JUAL ES GOYANG UNTUK AREA PUSAT PERBELANJAAN Sigit Subiantoro; Dedi Dwi Haryadi; Diana Meliza Stephani
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 8 No. 2 (2011)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1050.914 KB) | DOI: 10.25105/dim.v8i2.992

Abstract

AbstractIndonesia has many cultures that have been exist from long time ago.One of them,which is popular and close to human living, is culinary . With support of simple tools and diverse production methods. Indonesia's traditional food, snack and beverage grown. Es goyang is one of traditional frozen dessert that popular in 80's in Java and some other island. This is, which popular because of its swinging cart, is a roadside frozen desseert that consumed by both child and adult at taht time. But as the time passing, foreign product came and began to replace the existence of national and traditional product. Influence by shopping mall involve, roadside trader began to look shaby and abandoned. It gave a give effect to es goyang' sale as a traditional frozen dessert. The booming of packaged  product gave challenge in term of price, place and quality. Nowdays, kids know about supermarket and it's packaged stick ice much better than traditional ice like es goyang. Es Goyang's consumer disminish and the number of seller too. If this condition keep going , it is not imposible if es goyang wiill be extinct as the time gone. Because of that, there is a need of something that can keep es goyang exist in Indonesia's human living nowdays. Using unique character of es goyang , combine with creative inovation base on people lifestyle, there will be a new creative redesign of es goyang cart which looks more attractive and able to complete with other product nowadays. AbstrakIndonesia meiliki banyak nilai budaya yang sudah ada sejak dulu. Slah satunya yang populer dan dekat dengan kehidupan masyarakat, adalah kuliner. Dengan metode produksi beragam dan alat sederhana, berkembanglah makanan tradisional Indoensia. Esgoyang adalah salah satu jajanan tradisional yang populer tahun 80-an di Jawa dan sekitarnya. Es yang terkenal karena gerobak goyangnya ini merupakan jajanan pinggir jalan yang dikonsumsi baik anak maupun orang tua pada saat itu. Namun seiring berkembagnya waktu, masuknya produk luar mulai menggeser eksistensi produk-produk dalam negeri. DI dorong pula oleh menjamurnya pusat perbelanjaan, pedagang pinggir jalan mulai terlihat kumuh dan ditimggalkan. Hal ini berpengaruh besar pada penjualan es goyang sebagai jajanan tradisional pinggir jalan. Masuknya produk-produk kemasan memberi tantangan dari segi harga, tempat jual, maupun kualitas. anak-anak saat ini lebih mengenal supermarket dengan es kemasannya. Konsuemn es goyang menurun dan membuat jumlah pedagang terus berkirang. Jika hal ini terus menerus berlangsung, bukan tidak mungkin jajanan tradisional ini akan punah seiring berjalannya waktu. Untuk itu dibutuhkan sarana yang dapat mempertahankan eksistensi es goyang di tengah masyarakat saat ini, Dengan membawa ciri-ciri khas es goyang ditambah pendekatan-pendekatan kreatif sesuai lifestyle saat ini, dapat dibuat sarana es goyang baru yang lebih menarik dan mampu bersing dengan produk-produk lainnya 
PERANCANGAN ALAT BANTU PENGERINGAN BAWANG MERAH HASIL PANEN Sigit Subiantoro; Lia Andriani Santoso
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 7 No. 2 (2010)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1535.585 KB) | DOI: 10.25105/dim.v7i2.1042

Abstract

AbstractRed onion ( Allium cepa var. Ascalonicum) is an agricultural product that has high economic value if compared to other types of onions. Red onions is user for seaasoning and medicine  almost in all the countries of the world. Red onion is one of the leading commodities in Indonesia and may people has done intensive research in the several areas and production centers, The red onion is very sensitive to temperature and humadity when compared with other types of onions. Many farmers suffered losses in red onions caused by changes in the weather. The change of weather that causes damage to the onions are usually because of the drying of the onion after harvest is not optimal. From the result of the reseach and analysis that been done, it can be proved that the drying of the red onion is very dependent on the weather. Therefore, paper explains the design process of red onion drying's tool and house that can maximize the drying process with optimize the air circulation and it can protect the red onions from bad weather. Abstrakbawang merah ( Allium cepa var. Ascalonicum) merupakan hasil pertanian yang memiliki nilai ekonomi tinggi juka dibandingkan dengan jenis bawang lainnya. Bawang merah digunakan untuk bumbu dan obat-obatan hampir di semua negara di dunia. Bawang merah adalah salah satu komoditi unggulan di Indonesia dan banyak orang telah melakukan berbagai riset intensif di beberapa daerah dan sentra-sentra produksi. Bawang merah sangat sensitif terhadap suhu dan kelembaban udara bila dibandingkan dengan jenis banwang lainnya. Banyak petani bawang merah menderita kerugian yang disebabkan oleh perubahan cuaca. Perubahan cuaca mengakibatkan kerusakan pada bawang karena proses pengeringan pada bawang merah hasil panen tidak berlangsung optimal. dari hasuil penelitian dan analisa yang telah dilakukan, dapat membuktikan bahwa proses pengeringan bawang merah sangat bergantung pada cuaca. Oleh karena itu pada tulisan ini memaparkan proses perancangan alat dan rumah pengeringan bawang merah yang dapat memaksimalkan proses pengeringan dengan cara mengoptimalkan sirkulasi udara dan dapat melindungi bawang merah dari cuaca buruk