cover
Contact Name
Nurona Azizah
Contact Email
nurona.azizah@ub.ac.id
Phone
+6281216566802
Journal Mail Official
jkn@ub.ac.id
Editorial Address
Gedung Keperawatan, Jl. Puncak Dieng, Kunci, Kalisongo, Kec. Dau, Malang, Jawa Timur 65151
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Nursing Science Update
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 28297075     EISSN : 28290003     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jik
Core Subject : Health,
Journal of Nursing Science Update (JNSU) [formerly known as Jurnal Ilmu Keperawatan: Journal of Nursing Science] is a media to share scientific studies about nursing published by the Department of Nursing, Faculty of Health Science, Universitas Brawijaya. This journal covered basic nursing sciences, pediatric nursing, medical surgical nursing, maternity nursing, emergency nursing, mental health nursing, community nursing, family nursing, gerontic nursing, and nursing, and health policy. This journal is delimited into topics related to original research, reviews, case studies, and letter to the editor, which contribute to the development of the nursing scientific field. We aim to promote the development of nursing research into clinical evidence in practice. Our audience is the national and international nursing community, educators, health professionals, policymakers, and interested public members worldwide.
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2013)" : 14 Documents clear
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN MANAJEMEN DIRI PADA PASIEN YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI RUANG HEMODIALISIS RSUP DR HASAN SADIKIN BANDUNG Tina Handayani Nasution; Helwiyah Ropi; Ria Eviyantini Sitorus
Journal of Nursing Science Update (JNSU) Vol. 1 No. 2 (2013)
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Health Sciencce, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.585 KB)

Abstract

Manajemen diri yang efektif merupakan hal penting dalam pengelolaan pasien penyakit ginjal terminal yang menjalani hemodialisis. Ada banyak faktor yang bisa berhubungan dengan manajemen diri pada pasien penyakit ginjal terminal yang menjalani hemodialisis. Penelitian ini bertujuan untuk menguji faktor – fakor yang berhubungan dengan manajemen diri pada pasien yang menjalani hemodialisis di ruang hemodialisis RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. Desain penelitian cross sectional, jumlah sampel 48 pasien, dengan tehnik concecutive sampling dan pengumpulan data menggunakan kuesioner data demografi, kuesioner pembiayaan, kuesioner nilai, kuesioner Zung Self Rating Anxiety Scale dan kuesioner manajemen diri. Analisa data menggunakan chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara usia (p=0,492), jenis kelamin (p = 0,546), status pernikahan (p = 0,572), pendidikan (p= 0,059) dan lamanya menjalani hemodialisis ( p = 0,262) dengan manajemen diri. Sementara faktor – faktor yang berhubungan dengan manajemen diri pada pasien yang menjalani hemodialisis pada penelitian ini adalah pembiayaan (p = 0,023), nilai – nilai terkait hemodialisis yang dimiliki pasien (p = 0,046) dan kecemasan (p=0,022). Sehingga dapat disimpulkan bahwa faktor – faktor tersebutlah yang berhubungan dengan manajemen diri pada pasien penyakit ginjal terminal yang menjalani hemodialisis. Berdasarkan hal tersebut maka perlu adanya program edukasi secara rutin menggunakan berbagai media seperti media lifleat atau audiovisual untuk meningkatkan manajemen diri pada pasien yang menjalani hemodialisis.   Kata kunci: Analisis faktor, manajemen diri, hemodialisis
PENGARUH BERMAIN DENGAN MEWARNAI TERHADAP PENURUNAN SKOR PERILAKU MALADAPTIF ANAK USIA PRASEKOLAH (3-5 TAHUN) YANG MENGALAMI HOSPITALISASI DI RUMAH SAKIT KABUPATEN KEDIRI Rinik Eko Kapti; Ahsan Ahsan; Ana Istiqomah
Journal of Nursing Science Update (JNSU) Vol. 1 No. 2 (2013)
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Health Sciencce, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.189 KB)

Abstract

Bermain dengan mewarnai merupakan suatu kegiatan yang bertujuan untuk menghilangkan ketegangan dan memperoleh kesenangan pada anak yang mengalami hospitalisasi dengan cara memberikan intervensi berupa coretan warna pada gambar. Pemberian intervensi ini akan memberikan efek relaksasi pada tubuh serta dapat memberikan rangsang emosi di sistem limbic, sehingga terjadi pengontrolan perilaku maladaptif di hipotalamus. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bermain dengan mewarnai terhadap penurunan skor perilaku maladaptif anak usia prasekolah (3-5 tahun) yang mengalami hospitalisasi. Adapun desain penelitian yang digunakan yaitu experimental design dengan pendekatan pre test-post test with control group yang memberikan perlakuan bermain dengan mewarnai pada kelompok perlakuan, sedangkan kelompok kontrol mendapatkan intervensi standar dari rumah sakit. Responden dalam penelitian berusia 3-5 tahun yang berjumlah 20 responden yang terbagi dalam dua kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Dari penjelasan tersebut, dapat diketahui bahwa variabel bebas dalam penelitian ini adalah bermain dengan mewarnai, sedangkan variabel terikatnya yaitu perilaku maladaptif. Untuk mendapatkan data dalam penelitian ini, digunakan lembar kuesioner yang kemudian dianalisa dengan menggunakan uji Paired t test dan Independent t test. Berdasarkan uji Paired t test didapatkan nilai P = 0,000 yang mengindikasikan H1 diterima. Sementara itu, pada uji Independent t test didapatkan nilai P­ = 0,032 yang mengindikasikan hasil berbeda. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh bermain dengan mewarnai terhadap penurunan skor perilaku maladaptif anak usia prasekolah (3-5 tahun) yang mengalami hospitalisasi di Rumah Sakit Kabupaten Kediri. Dari hasil penelitian tersebut, disarankan agar perawat pediatrik, dan orang tua memberikan intervensi bermain dengan mewarnai secara rutin selama anak menjalani rawat inap, agar dapat meminimalisasi perilaku maladaptif pada anak tersebut.   Kata kunci : Bermain dengan Mewarnai, Skor Perilaku Maladaptif, Anak Usia Prasekolah (3-5 tahun)
HUBUNGAN PERAN KADER KESEHATAN DENGAN TINGKAT KUALITAS HIDUP LANJUT USIA Setyoadi Setyoadi; Ahsan Ahsan; Alif Yanur Abidin
Journal of Nursing Science Update (JNSU) Vol. 1 No. 2 (2013)
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Health Sciencce, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.14 KB)

Abstract

Pertambahan jumlah Lanjut Usia (lansia) di Indonesia diperkirakan sebagai pertumbuhan lansia yang tercepat di dunia. Meningkatnya jumlah lansia tidak lepas dari proses penuaan beserta masalahnya. Salah satu solusi yang dilakukan perawat untuk meningkatkan kualitas hidup lansia yaitu dengan melakukan promosi kesehatan untuk mengorganisasi dan memberikan asuhan keperawatan bagi lansia melalui kegiatan posyandu lansia dengan mengoptimalkan kader kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan peran kader dengan upaya peningkatan kualitas hidup lansia di Desa Landungsari. Desain penelitian adalah deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Dengan metode purposive sampling, berjumlah 15 orang kader dan 30 lansia. Pengumpulan data mengunakan kuisioner dari WHOQOL-BREF. Analisis data dengan uji statistik Spearman didapatkan nilai p = 0,05 (0,000 > 0,05) , yang menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan peran kader dengan tingkat kualitas hidup lansia. Hasil penelitian menyimpulkan adanya hubungan yang signifikan peran kader dengan tingkat kualitas hidup lansia karena peran kader yang sudah baik berpengaruh terhadap tingkat kualitas hidup lansia dikarenakan kader selalu memberikan dukungan positif dan memberikan edukasi kepada lansia untuk melakukan pemeriksaan kesehatan rutin. Disarankan bagi kader untuk dilibatkan dalam penyuluhan kesehatan di Posyandu, bila kader masih belum berani menyampaikan materi penyuluhan maka perlu diberikan bimbingan dan motivasi serta dicarikan solusi yang tepat.   Kata Kunci : Lansia, Peran Kader, Tingkat Kualitas Hidup Lansia
PLAGUE AS A BIOLOGICAL WEAPON OF MASS DESTRUCTION Dewi Kartikawati Ningsih
Journal of Nursing Science Update (JNSU) Vol. 1 No. 2 (2013)
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Health Sciencce, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.936 KB)

Abstract

Indonesia is an archipelago country lies on the pacific ring of fire, which has a greater risk for disaster due to its geographic location. Indonesia had experienced both natural disaster and man made disaster. However, now days man made disaster often occurred that lead towards destruction of human mankind. Modern weapon of mass destruction are either nuclear, biological or chemical can bring a huge damage to societies and civilization.  The method used in this literature review was collected and analyzed the article of biological weapon of mass destruction. Articles collected through electronic databases such as CINAHL; ScienceDirect; Center for Disease Control (CDC); American Medical Association (AMA); National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIH) and textbook of emergency preparedness response. The criteria of articles have full text and published in the period of time between 2004-2014. In this article mainly focused on explaining plague as a biological weapon of mass destruction that including description of the agents, historical background occurring plague as a biological organism, historical use plague as a weapon of mass destruction (WMD), transmission/dispersion/incubation, diagnosis and treatment, detection, responder safety consideration, environmental impact, medical surge consideration and future implications. The huge number of casualties due to sudden event can cause increasing demand for health care resources including facilities, health care providers, hospital resources, infrastructures and other resources. Preparing for medical surge are always in the first priority and can be consisting medical services facilities, medical care providers, hospital resources as well as infrastructures. During tremendous outbreak health care center will probably run out of space, furthermore it is essential to establish the alternate care facilities such as school, mosque, churches, community center, mall, government building, stadium, medical professional offices and so forth to deal with large casualties. In addition, totally eliminating plague is less possible, and so improving prophylactic and therapeutic antibiotic regimen as well as rapid diagnostic and technical laboratory microbiology standards are essential to response plague outbreak. Key word: plague, biological weapon of mass destruction, bioterrorism-related epidemics

Page 2 of 2 | Total Record : 14