cover
Contact Name
Satriyo Pamungkas
Contact Email
istoria.unbari@gmail.com
Phone
+6285266457808
Journal Mail Official
istoria.unbari@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Batanghari, FKIP Universitas Batanghari Jambi, Jl. Slamet Ryadi, Broni-Jambi, kodepos: 36122
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Istoria : Jurnal Ilmiah Pendidikan Sejarah Universitas Batanghari
ISSN : -     EISSN : 25978845     DOI : http://dx.doi.org/10.33087/istoria
Core Subject : Education, Social,
Istoria: Jurnal Ilmiah Pendidikan Sejarah Universitas Batanghari diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Batanghari. Jurnal ini diterbitkan dua kali setahun, setiap bulan April dan September yang berisi hasil penelitian (lapangan atau studi pustaka) kajian teoretis maupun kajian kritis. Jurnal ini merupakan salah satu media publikasi bagi penelitian dengan kajian terkini dalam bidang sejarah dan pendidikan sejarah yang meliputi ranah sejarah dan pembelajaran sejarah itu sendiri. Dalam penelitian sejarah teoritis dan kritis mencakup sejarah dunia, sejarah Indonesia, dan sejarah lokal sedangkan pada bidang pendidikan sejarah mencakup strategi pembelajaran sejarah, metode pembelajaran sejarah, evaluasi pembelajaran sejarah, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan peningkatan kualitas pendidikan sejarah.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2019): April" : 10 Documents clear
PEREKONOMIAN DESA SUKA DAMAI KECAMATAN MESTONG KABUPATEN MUARO JAMBI 1983-2015 Erika Melyani Siti Heidi Karmela
Istoria: Jurnal Ilmiah Pendidikan Sejarah Universitas Batanghari Vol 3, No 1 (2019): April
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.835 KB) | DOI: 10.33087/istoria.v3i1.49

Abstract

AbstractEconomic activity is a supporter of the development and progress of a region. Likewise in Suka Damai Village which continues to show the development of economic activity from year to year. The agricultural sector, animal husbandry, small business trade, plantations and small industries are the cornerstone of ways for the Suka Damai Village community to fulfill their needs. Some economic sectors in Suka Damai Village experienced changes in the economic system from traditional economic systems to modern economic systems. It can be seen from the supporting tools of the economic activities of the population that they have begun to use heavy equipment such as evcavators, tractors, commpressos. In addition to the landowners have begun to use labor services to help ease their work and to help harvest agricultural and plantation products belonging to farmers. Furthermore, for small businesses themselves, they have used labor such as employees and mechanics. The shape of the building has begun to be permanent (shop). Small and Medium Industries / making tempeh and furniture began to develop where as business actors were IRTs. This shows economic progress in Suka Damai Village.Keywords: Village Economic Sector, Residents of Suka Damai Village AbstrakAktivitas perekonomian merupakan pendukung perkembangan dan kemajuan suatu daerah.Begitu juga di Desa Suka Damai yang terus memperlihatkan perkembangan aktivitas perekonomian dari tahun ke tahunnya.Sektor pertanian, peternakan, perdagangan usaha kecil, perkebunan dan industri kecil menjadi tumpuan cara bagi masyarakat Desa Suka Damai dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Beberapa sektor ekonomi di Desa Suka Damai mengalami perubahan sistem ekonomi dari sistem ekonomi tradisional menjadi sistem ekonomi modern.Hal tersebut dilihat dari alat-alat pendukung aktivitas perekonomian penduduk sudah mulai menggunakan alat berat seperti evcavator, traktor, commpresso. Selain itu para pemilik lahan sudah mulai menggunakan jasa tenaga kerja  untuk membantu meringankan pekerjaannya dan untuk membantu panen hasil pertanian dan perkebunan milik petani.Selanjutnya untuk usaha kecil sendiri, sudah memakai tenaga kerja seperti karyawan dan montir.Bentuk bangunan pun sudah mulai permanen (ruko). Industri Kecil Menengah / pembuatan tempe dan mebel mulai berkembang dimana sebagai pelaku usahanya adalah para IRT. Hal tersebut menunjukkan kemajuan ekonomi di Desa Suka Damai.Kata Kunci : Sektor Perekonomi Desa, Penduduk Desa Suka Damai
MENGENAL SOSOK H. BAKRI GELAR DEPATI SIMPAN NEGERI DISTRICT HOOFDEN PEJUANG KERINCI Deki Syaputra ZE
Istoria: Jurnal Ilmiah Pendidikan Sejarah Universitas Batanghari Vol 3, No 1 (2019): April
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.307 KB) | DOI: 10.33087/istoria.v3i1.55

Abstract

AbstractThe struggle in expeling invaders from the archipelago (Indonesia) and the struggle in defending the independence of Republic of Indonesia which was proclaimed on August 17, 1945, appearing many prominent figures from various elements of the nation, from military and civilian, theologian, community leaders and traditional leaders with struggling in local, regional and national. Likewise in Kerinci (Kerinci Regency and Sungai Penuh city) appear warrior figure with diverse background such as Depati Parbo who had been decelerated as the Kerinci Hero who struggle in pre-independence era. There were some information recorded in history as a warrior’s figure of seizing and defending Indonesian independence on Bumi Sailae Samudik Tanah Sakti Alam Kerinci and Bumi Sahalun Suhak Salatuh Bdei, including from Custom Stakeholders. As for those who are registered as Custom Stakeholders of freedom, sucah as H. Bakri got the title of Depati Simpan Negeri from Dusun Baru-Sungai Penuh.Keywords: H. Bakri, Figure, KerinciAbstrak Perjuangan mengusir penjajah dari bumi Nusantara (Indonesia)dan perjuagan mempertahankan kemerdekaan RepublikIndonesia yang diproklamirkan pada tanggal 17Agustus 1945, telah melahirkan banyak tokoh pejuang dariberbagai elemen bangsa, baik dari kalangan militer maupunsipil, ulama, tokoh masyarakat dan tokoh adat dengan sekala perjuangan padatinggkat lokal atau daerah maupun nasional. Demikian halnyayang terjadi di daerah Alam Kerinci (Kabupaten Kerinci dan kota Sungai Penuh) telah lahir tokoh pejuang dengan berlatar belakangyang beragam semisal yang bernama Depati Parbo yangtelah ditetapkan sebagai Pahlawan Kerinci yang berjuang pada era pra kemerdekaan. Cukupbanyak tercatat dalam sejarah sebagai tokoh pejuang merebutdan mempertahankan kemerdekaan Indonesia di Bumi Sailae Samudik Tanah Sakti Alam Kerinci dan Bumi Sahalun Suhak Salatuh Bdei, termasuk dari kalangan Pemangku Adat.Adapun yang tercatatsebagai Pemangku Adat pejuang kemerdekaan antara lain adalahH. Bakri gelar Depati/Simpan Negeri yang berasal dari Dusun Baru-Sungai Penuh.Kata Kunci: H. Bakri, Tokoh, Alam Kerinci
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN SEJARAH BERBASIS MACROMEDIA FLASH UNTUK KELAS X PEMINATAN SEKOLAH MENENGAH ATAS ADHIYAKSA KOTA JAMBI Afrida Murni, Satriyo Pamungkas
Istoria: Jurnal Ilmiah Pendidikan Sejarah Universitas Batanghari Vol 3, No 1 (2019): April
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.363 KB) | DOI: 10.33087/istoria.v3i1.51

Abstract

AbstractMedia is one of the supporting facilities as the efforts of the teacher in the implementation of the lessons can run effectively and efficiently. With the development of computer technology equipped with various software and applications in it that can be used to design and produce a learning media that can be tailored to the needs. One of the softwares that can be used to develop learning media is Macromedia Flash, has various advantages such as text, audio, animation, images, narratives, videos and so on, so as to provide benefits and increase the learning process that is more effective and efficient that impacts student learning outcomes can increase. The media development model used adopts the ADDIE model with Analyze, Design, Development (Implementation), Implementation (Implication), and Evaluation (evaluation). Keywords: Media Development, ADDIE Model, Macromedia Flash. AbstrakMedia merupakan salah satu sarana pendukung sebagai upaya guru dalam pelaksanaan pembalajaran dapat berjalan secara efektif dan efisien. Dengan adanya perkembangan teknologi computer dilengkapi berbagai softwere maupun aplikasi di dalamnya yang dapat dimanfaatkan untuk merancang dan memproduksi suatu media pembelajaran yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Salah satu Softwere yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan media pembelajaran adalah Macromedia Flash, memiliki berbagai keunggulan seperti teks, audio, animasi, gambar, narasi, video dan sebagainya, sehingga dapat memberikan manfaat serta meningkatnya proses pembelajaran yang lebih efektif dan efisien yang berdampakhasil belajar siswa dapat meningkat. Model pengembangan media yang digunakan mengadopsi model ADDIE dengan alur Analyze (analisis), Design (desain), Development (pengembangan), Implementation (Implmentasi), dan Evaluation (evaluasi). Kata Kunci: Pengembangan Media, Model ADDIE, Macromedia Flash,
SEJARAH PERKEBUNAN KOPI DI KECAMATAN JANGKAT KABUPATEN MERANGIN TAHUN 1980-1990 Hardi Supratman
Istoria: Jurnal Ilmiah Pendidikan Sejarah Universitas Batanghari Vol 3, No 1 (2019): April
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.433 KB) | DOI: 10.33087/istoria.v3i1.56

Abstract

AbstractThis paper aims to describe the History of Coffee Plantation in Jangkat Subdistrict, Merangin District during the 1980-1990 period. This is because the existence of coffee plantations in the District of Jangkat has brought economic changes to the local community, where we can see these changes in terms of education, health, housing, income and aspects of the lives of the local community. The research method used is the historical method, including heuristic stages, source criticism, interpretation, and historiography. Historical sources used in the form of documents, books, through library research, and added to the results of interviews. The approach used is an economic approach, referring to the discussion of employment-oriented behavior and allocation of natural resources, and a sociological approach to see relationships or relationships formed between the parties involved, namely among peasants and scoping institutions, as supporting elements of plantations coffee in the District of Jangkat. Keywords: Arabica Coffee, Robusta Coffee, Farmers, District Jangkat, Merangin, Jambi Abstrak Tulisan ini bertujuan untuk menggambarkan Sejarah Perkebunan Kopi di Kecamatan Jangkat, Kabupaten Merangin selama rentang waktu 1980-1990.Hal ini dikarenakan adanya perkebunan kopi di Kecamatan Jangkat telah membawa perubahan perekonomian masyarakat setempat, dimana perubahan ini dapat kita lihat dari segi pendidikan, kesehatan, pemukiman, penghasilan dan segi kehidupan masyarakat setempat.Metode penelitian yang digunakan adalah metode sejarah, meliputi tahapan heuristik, kritik sumber, interprestasi, dan historiografi.Sumber sejarah yang digunakan berupa dokumen, buku-buku, lewat studi kepustakaan, serta ditambah dengan hasil wawancara. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan ekonomi, mengacu pada pembahasan perilaku yang berorientasi pada employment dan alokasi sumber daya alam, dan pendekatan sosiologi untuk melihat hubungan atau relasi yang terbentuk di antara pihak yang terlibat, yaitu antara sesama petani dengan institusi pelingkup, sebagai unsur pendukung dari perkebunan kopi di Kecamatan Jangkat. Kata Kunci:Kopi Arabika, Kopi Robusta, Petani, Kecamatan Jangkat, Merangin, Jambi.
SEJARAH KOMUNITAS KETURUNAN BAFADHAL DI BIDANG PENDIDIKAN ISLAMTAHUN 1937-1967 DI KOTA JAMBI Muthiah Bafadal, NurAgustiningsih
Istoria: Jurnal Ilmiah Pendidikan Sejarah Universitas Batanghari Vol 3, No 1 (2019): April
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.397 KB) | DOI: 10.33087/istoria.v3i1.52

Abstract

AbstractThe Arab descendants of the mashikh in the city of Jambi have a considerable contribution in developing Islamic education in Jambi City. One that has a big contribution in Islamic education in the city of Jambi, namely Sheikh Ahmad Soufi, was the first person from the Bafadhal tribe to set foot in the city of Jambi around 1138 H / 1725 AD, Arrival of Sheikh Ahmad Soufi to Jambi was said to be at the request of a person named Ash-Sheikh Ahmad Ilyas who was a messenger from the Ottoman Empire. Meanwhile in the field of Islamic Education, one of the figures from the Bafadhal family, namely Sheikh M.O Bafadhal, has reformed Islamic education quite rapidly, which focused on the Al-Khairiyah educational institution in Jambi City since 1959 and focused on aspects: curriculum and religious education. The renewal of education also has an impact on the renewal of the institutional and organizational fields, educational goals, and teaching methodologies to date. Keywords: History of Islamic Education in Jambi City, Role of the Bafadal Community. AbstrakKomunitas keturunan Arab dari kaum masyaikh di kota Jambi memiliki andil yang cukup besar dalam mengembangkan pendidikan Islam di Kota Jambi. Salah satu yang memiliki andil besar dalampendidikan Islam di Kota Jambi yaitu Syekh Ahmad Soufi merupakan orang pertama dari suku Bafadhal yang menginjakkan kakinya di Kota Jambi sekitar tahun 1138 H / 1725 M, Kedatangan Syekh Ahmad Soufi ke Jambi sendiri konon adalah atas permintaan seorang yang bernama Asy-Syeikh Ahmad Ilyas yang merupakan seorang utusan dari Kesultanan Turki Utsmani. Adapun di bidang Pendidikan Islam salah seorang tokoh dari keluarga Bafadhal yaitu Syekh M.O Bafadhal telah melakukan pembaharuan pendidikan Islam yang cukup pesat yang terfokus pada lembaga pendidikan Al-Khairiyah Kota Jambi sejak tahun 1959 dan menitik beratkan pada aspek: kurikulum dan pendidikan agama. Pembaharuan pendidikan tersebut juga berdampak pada terjadinya pembaharuan bidang kelembagaan dan organisasi, tujuan pendidikan,sertametodologi pengajaran hingga saat ini. Kata Kunci : Sejarah Pendidikan Islam Kota Jambi, Peran Komunitas Bafadal. 
TOPENG MERSAM 1940AN HINGGA SETELAH TAHUN 1990 AN Robi Febriansyah
Istoria: Jurnal Ilmiah Pendidikan Sejarah Universitas Batanghari Vol 3, No 1 (2019): April
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.045 KB) | DOI: 10.33087/istoria.v3i1.58

Abstract

AbstractThe existence of mersam masks as a product of culture and economic productsfrom the 1940s until after the 1990s, was intended to see the symbolic meaning of the Mersam Mask as part of the culture and philosophy of the procession procession in the marriage ceremony in Mersam. The existence of elements supporting  Mersam  Mask  culture,  ranging  from  traditional  leaders,  mask wearers, mask craftsmen, and Mersam residents who became spectators of the mask performances. Making the mask influence the economy of the Mersam community by becoming a mask craftsman.the existence of the Mersam Mask is in a fluctuating condition, from function to the time of the show. During the 1940s until after the 1990s there were changes in the function of masks in Mersam from Magico-religious to profane. Meanwhile, the mask show went down in 2009, and began to rise again in 2011. Keywords: Mersam Mask, Magico-Religious, Profane, Culture AbstrakKeberadaan topeng mersam sebagai produk budaya dan produk ekonomi periode1940an hingga setelah tahun 1990an, dimaksudkan untuk melihat makna simbolis dari Topeng Mersam sebagai bagian dari budaya beserta filsofis dari prosesi arak- arakkan dalam upacara perkawinan di Mersam. Adanya unsur-unsur pendukung kebudayaan Topeng Mersam, mulai dari pemuka adat, pemakai topeng, pengrajin topeng, dan Penduduk Mersam yang menjadi penonton pertunjukan topeng. Menjadikan topeng mempengaruhi ekonomi masyarakat Mersam dengan cara menjadi pengrajin topeng. keberadaan Topeng Mersam berada pada kondisi yang fluktuatif  mulai  dari  fungsi,  hingga  waktu  pertunjukannya.  Selama  periode1940an hingga setelah tahun 1990an terjadi perubahan-perubahan fungsi topeng di Mersam mulai dari Magico-religius menjadi profane.Sementara itu waktu pertunjukan topeng mengalami kemunduran tahun 2009, dan mulai bangkit kembali tahun 2011.Kata Kunci : Topeng Mersam, Magico-Religius, Profane, Kebudayaan
GEREJA KATOLIK ST.TERESIA KOTA JAMBI 1935-2011 Aulia Kristina, Ulul Azmi
Istoria: Jurnal Ilmiah Pendidikan Sejarah Universitas Batanghari Vol 3, No 1 (2019): April
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.952 KB) | DOI: 10.33087/istoria.v3i1.53

Abstract

AbstractThe Santa Teresia Jambi Parish Church experienced cultural acculturation and inclusion as outlined in the church building, among others: walls, pillars, roofs, towers and ornaments supporting other worship activities, then the development of the Church of Santa Teresia during the period 1935-2011 can be seen the appearance of church buildings, number of congregations and activities carried out in the church. The church is located on Jalan Raden Mataher, so it can be concluded that the diversity of cultures and building forms of the Catholic Church is not a place of worship but also can do social activities or others. Keywords:Socio-Culture, History, Church of Santa Teresia Jambi. AbstrakGereja Paroki Santa Teresia Jambi mengalami Akulturasi dan inkukturasi budaya yang dituangkan pada bangunan gereja antara lain: dinding, tiang, penyangga, atap, menara dan ornament-ornamen penunjang kegiatan peribadatan lainnya, selanjutnya perkembangan Gereja Paroki Santa Teresia selama priode 1935-2011 dapat dilihat dari penampilan bangunan gereja, jumlah jemaat maupun kegiatan yang dilakukan di gereja. Gereja yang terletak di Jalan Raden Mataher, sehingga dapat disimpulkan bahwa keragaman budaya dan bentuk bangunan Gereja Katolik  bukan sebagai tempat peribadatan tetapi juga bias melakukan kegiatan sosial yang ataupun yang lain. Kata Kunci: Sosial Budaya, Sejarah, Gereja Santa Teresia Jambi.
PERBANDINGAN MODEL PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING DAN TAKE AND GIVETERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS X IPS PADA MATA PELAJARAN EKONOMI DI SMA NEGERI 3 KOTA JAMBI Isma Hardi, Redi Indra Yudha
Istoria: Jurnal Ilmiah Pendidikan Sejarah Universitas Batanghari Vol 3, No 1 (2019): April
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.643 KB) | DOI: 10.33087/istoria.v3i1.57

Abstract

AbstractThis study aims to determine the results and comparisons of the use of snowball throwing and take and give learning models on student learning outcomes on economic subjects in class X IPS in the Public High School 3 of Jambi City. Based on the research activities that have been carried out using the snowball throwing learning model in the control class and using the take and give learning model in the experimental class, it can be seen that the learning outcomes of the control and experimental classes in the initial and second pre-tests, and there are still students who have not reached KKM. However, the post-test in the control class was smaller than the experimental class. Thus, it can be concluded that the take and give learning model can help students focus more on learning and can improve student learning outcomes. Keyword :Snowball Throwing, Take and Give,Learning Outcomes. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil dan perbandingan penggunaan model pembelajaran snowball throwing dan take and give terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas X IPS di SMA Negeri 3 Kota Jambi. Berdasarkan kegiatan penelitian yang telah dilakukan dengan menggunakan model pembelajaran snowball throwingpada kelas kontrol dan menggunakan model pembelajaran take and givepada kelas eksperimen dapat diketahui bahwa hasilbelajarsiswakelaskontroldan eksperimen pada pre-testawal dankedua, sertamasih adasiswa yang belum mencapai KKM. Meskipun demikian, pada pelaksanaan post-test pada kelas control lebih kecil dari kelas eksperimen. Dengan demikian,dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran take and give dapat membantu siswa lebih terfokus dalam belajar dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Kata Kunci : Snowball Throwing, Take and Give, Hasil Belajar.
KEBERADAAN KELOMPOK PENGRAJIN DALAM MEMAJUKAN SEKTOR KERAJINAN DI DESA MUARA JAMBI PERIODE 1994-2013 Wahyu Setiawan, Ujang Hariadi
Istoria: Jurnal Ilmiah Pendidikan Sejarah Universitas Batanghari Vol 3, No 1 (2019): April
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.34 KB) | DOI: 10.33087/istoria.v3i1.50

Abstract

AbstractThe handicraft sector is part of the industrial sector ranging from home industries to small industries that can drive the progress and development of rural areas. The development of the craft sector cannot be separated from the role of groups of craftsmen through creative ideas to produce a variety of handicraft products that can bring profit, coupled with the potential of an area that can attract visitors to come. In the end, work as craftsmen can certainly be an economic activity, especially for the population. Such conditions occur in the village of Muaro Jambi which continues to move and turn into a tourist area with the ensemble of muaro jambi, and supported by available raw materials in the surrounding environment. This encourages residents of Muara Jambi Village to make handicrafts in the form of cultural products in limited quantities. Therefore, the craft sector in Muara Jambi village was also supported by the tourism sector which needed local handicraft products to be used as souvenirs and authentic souvenirs for local craftsmen. Keywords: Handicraft Sector, Muaro Jambi Village Community AbstrakSektor kerajinan marupakan bagian dari sektor industri mulai dari industri rumah tangga hingga industri kecil yang dapatmendorong kemajuan dan perkembangan daerah pedesaan. Berkembangnya sektor kerajinan tidak lepas dari peran kelompok pengrajin melalui ide-ide kreatif untuk memproduksi berbagai produk kerajinan yang dapat mendatangkan keuntungan, ditambah dengan adanya potensi suatu daerah yang dapat menarik pengunjung untuk datang.Pada akhirnya pekerjaan sebagai pengrajin tentu dapat menjadi aktivitas ekonomi terutama bagi masyarakat penduduknya.Kondisi demikian terjadi di Desa Muaro Jambi yang terus bergerak dan berubah menjadi kawasan wisata dengan adanya percandian muaro jambi, serta didukung bahan baku yang tersedia dilingkungan sekitar. Hal tersebut mendorong penduduk Desa Muara Jambi membuat kerajinan berupa produk budaya dalam jumlah yang terbatas.Oleh karena itu sektor kerajinan di desa muara jambi ternyata juga didukung sektor pariwisata yang membutuhkan produk-produk kerajinan setempat untuk dijadikan sovenir dan buah tangan asli buatang pengrajin setempat. Kata Kunci : Sektor Kerajinan, Masyarakat Desa Muaro Jambi
SEJARAH TRADISI ADATISTIADAT PERNIKAHAN MASYARAKAT BATAK TOBA DI KOTA JAMBI 1957-an SAMPAI 1999-an Kristina Aulia, Ferryanto
Istoria: Jurnal Ilmiah Pendidikan Sejarah Universitas Batanghari Vol 3, No 1 (2019): April
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.119 KB) | DOI: 10.33087/istoria.v3i1.54

Abstract

AbstractMarriage custom is a sacred worship and is different between each tribe in the community, because it is a heritage that comes from the ancestors so it must be preserved and preserved until the life to come. One of the tribes in Jambi province is the Toba Batak tribe which has a marriage tradition that is still preserved even though it is far from its place of origin. This is because in order to keep what is inherited from their ancestors. However, along with developments in a society, there have been changes and developments in the customs of Batba Toba marriage in Jambi City. Keywords: Changes and Developments, customs of Batak Toba in Jambi City. AbstrakAdat istiadat pernikahan merupakan suatu ibadah yang sakral serta berbeda antara setiap suku yang ada di masyarakat, karena merupakan peninggalan yang berasal dari para leluhur sehingga harus dijaga dan dilestarikan sampai kehidupan yang akan datang. Salah satu suku yang ada di provinsi jambi yaitu suku batak toba yang memiliki adat istiadat pernikahan yang tetap dilestarikan walaupun jauh dari tempat asalnya. Hal tersebut dikarenakan agar tetap menjaga apa yang diturunkan dari para leluhurnya. Namun seiring perkembangan yang terjadi di suatu masyarakat, terjadi perubahan dan perkembangan pada adat istiadat pernikahan batak toba di Kota Jambi. Kata Kunci : Perubahan dan Perkembangan, adat istiadat batak toba Kota Jambi 

Page 1 of 1 | Total Record : 10