cover
Contact Name
Satriyo Pamungkas
Contact Email
istoria.unbari@gmail.com
Phone
+6285266457808
Journal Mail Official
istoria.unbari@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Batanghari, FKIP Universitas Batanghari Jambi, Jl. Slamet Ryadi, Broni-Jambi, kodepos: 36122
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Istoria : Jurnal Ilmiah Pendidikan Sejarah Universitas Batanghari
ISSN : -     EISSN : 25978845     DOI : http://dx.doi.org/10.33087/istoria
Core Subject : Education, Social,
Istoria: Jurnal Ilmiah Pendidikan Sejarah Universitas Batanghari diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Batanghari. Jurnal ini diterbitkan dua kali setahun, setiap bulan April dan September yang berisi hasil penelitian (lapangan atau studi pustaka) kajian teoretis maupun kajian kritis. Jurnal ini merupakan salah satu media publikasi bagi penelitian dengan kajian terkini dalam bidang sejarah dan pendidikan sejarah yang meliputi ranah sejarah dan pembelajaran sejarah itu sendiri. Dalam penelitian sejarah teoritis dan kritis mencakup sejarah dunia, sejarah Indonesia, dan sejarah lokal sedangkan pada bidang pendidikan sejarah mencakup strategi pembelajaran sejarah, metode pembelajaran sejarah, evaluasi pembelajaran sejarah, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan peningkatan kualitas pendidikan sejarah.
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2021): April" : 11 Documents clear
ARSITEKTUR MASJID AL-IKHSANIAH OLAK KEMANG 1880-2010 Nur Agustiningsih, Yulia Isca Ambarwati,
Istoria: Jurnal Ilmiah Pendidikan Sejarah Universitas Batanghari Vol 5, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.9 KB) | DOI: 10.33087/istoria.v5i1.101

Abstract

AbstrakMasjid di setiap daerah mempunyai perbedaan dan ciri khusus dari segi arsitekturnya, dalam segi arsitektur sering terjadi akulturasi budaya dengan budaya lokal maupun budaya asing. Arsitektur adalah salah satu seni kebudayaan yang menyentuh segi kemanusiaan secara langsung, yang dengan sendirinya mengandung faktor pelaksanaan kehidupan manusia. Hal tersebut dapat berupa gambaran dari corak kehidupan masyarakat dengan segala kelengkapannya seperti masa kehidupannya, latar belakangnya, pembentukan kebudayaanserta bagaimana kehidupan tersebut direalisasikan ke dalam bentuk-bentuk fisik bangunan, karya seni dan bentuk kepercayaan. Masjid Al-Ikhsaniah merupakan masjid tertua di kota Jambi didirikan pada tahun 1880 oleh Sayyid Idrus bin Hasan Al-Jufri. Sayyid Idrus, seorang tokoh penyebar Islam di Jambi dengan gelar Pangeran Wiro Kusumo. Masjid Batu ini didirikan Sayyid Idrus  untuk memenuhi fungsi tempat ibadah dan syiar agama Islam bagi masyarakat seberang kota Jambi. Dari segi arsitektur masjid Al–Ikhsaniah merupakan perpaduan budaya Hindu dan Islam. Budaya hindu terlihat dari bentuk atap mesjid yang lebih identik dengan bentuk rumah joglo dan meru di Bali. Sedangkan budaya Arab yang berpadu dengan budaya lokal tergambar dalam lengkungan halus gaya kaligrafi, mimbar, tiang, menara dan lengkungan-lengkungan hiasan jendela. Perpaduan budaya ini menjadi ciri khas Masjid Al–Ikhaniah Olak kemang.Kata Kunci: Arsitektur, Mesjid Al-Ikhsaniah. AbstractMosques in each region have differences and special characteristics in terms of architecture, in terms of architecture there is often cultural acculturation with local and foreign cultures. Architecture is one of the cultural arts that touches humanity directly, which in itself contains factors for the implementation of human life. This can be in the form of a description of the style of community life with all its features such as the period of its life, its background, the formation of culture and how that life is realized into physical forms of buildings, works of art and forms of belief. Al-Ikhsaniah Mosque is the oldest mosque in Jambi city, founded in 1880 by Sayyid Idrus bin Hasan Al-Jufri. Sayyid Idrus, a figure who spread Islam in Jambi with the title Pangeran Wiro Kusumo. This Stone Mosque was founded by Sayyid Idrus to fulfill the function of a place of worship and the syiar of Islam for people across the city of Jambi. In terms of architecture, the Al-Ikhsaniah mosque is a blend of Hindu and Islamic culture. Hindu culture can be seen from the shape of the roof of the mosque which is more identical to the shape of the joglo and meru houses in Bali. Meanwhile, Arabic culture which blends with local culture is depicted in the subtle arches of the calligraphy style, pulpit, pillars, towers and window ornaments. This cultural blend is the hallmark of the Masjid Al-Ikhaniah Olak Kemang.Keywords: Architecture, Al-Ikhsaniah Mosque.

Page 2 of 2 | Total Record : 11