Bandung Conference Series: Mining Engineering
Bandung Conference Series: Mining Engineering (BCSME) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Teknik Pertambangan dengan ruang lingkup Analisis sensitivitas Net Present Value (NPV), Anggaran Biaya Crushing Plant, API 5L Grade B, Belt Conveyor, BESR II, Crude Oil, Crushing plant, Dimensi Paritan, Discounted Cash Flow (DCF), Dump Truck, Economic SR, Efisiensi Kerja Cassiterite, Gas, Korosi, Hopper, Internal Rate of Return (IRR), Kapasitas Sump Jalan Angkut, Lifetime Biaya Produksi, Loosematerials, Payback Periode (PBP), Pemompaan, Peringkat Batubara, Pipa Baja Karbon, Crude Oil, Pipa Baja, Pipa Transportasi, Pit Design BWE, Productin Rate Index Crushing Plant, Produktivitas Debit Air, Rencana Reklamasi, Roller, Sisa Umur Pakai Pipa Baja Karbon, Sisa Umur Pakai Pipa Reflektan Vitrinit, Sisa Umur Pakai, Sistem Dewatering, Target Ban, KPH, TUR, Variable Crushing Plan. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles
1 Documents
Search results for
, issue
"97 - 104"
:
1 Documents
clear
Analisis Kestabilan Lereng Tambang Andesit Menggunakan Metode Finite Element Method dengan Pendekatan Strength Reduction Factor di PT Lotus SG Lestari
Moch Ryan Aryandi;
Yuliadi;
Zaenal
Bandung Conference Series: Mining Engineering 97 - 104
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcsme.v6i2.24472
Abstract. Mining activities continuously modify slope geometry, potentially reducing slope stability and increasing the risk of failure. This study aims to analyze the stability of andesite quarry slopes at PT Lotus SG Lestari using the Finite Element Method (FEM) with the Strength Reduction Factor (SRF) approach under static and seismic loading conditions. Primary data consisted of slope geometry measurements, discontinuity mapping using the scanline method, and laboratory testing of rock physical and mechanical properties. Rock mass parameters were determined using RocLab, while seismic loading was represented by a Peak Ground Acceleration (PGA) of 0.4581 g. The results indicate that the rock mass is classified as Good Rock (Class II) with Rock Mass Rating (RMR) values of 81 for SC1 and 82 for SC2. The existing slope geometry produced SRF values of 0.86 (static) and 0.51 (dynamic) for SC1, and 3.16 (static) and 1.02 (dynamic) for SC2, indicating that seismic loading significantly decreases slope stability. The recommended slope geometry consists of a 14 m single slope with a slope angle of 75° for SC1 and 80° for SC2, resulting in SRF values that satisfy the acceptance criteria of the Indonesian Ministry of Energy and Mineral Resources Decree No. 1827 K/30/MEM/2018. Therefore, the proposed geometry is considered safe for implementation at the study area. Abstrak. Kegiatan penambangan menyebabkan perubahan geometri lereng yang berpotensi menurunkan kestabilan lereng dan meningkatkan risiko longsor. Penelitian ini bertujuan menganalisis kestabilan lereng tambang andesit di PT Lotus SG Lestari menggunakan metode Finite Element Method (FEM) dengan pendekatan Strength Reduction Factor (SRF) pada kondisi statis dan dinamis akibat pengaruh gempa. Data yang digunakan meliputi pengukuran geometri lereng, pemetaan bidang diskontinu dengan metode scanline, serta hasil pengujian sifat fisik dan mekanik batuan di laboratorium. Parameter massa batuan diperoleh menggunakan RocLab, sedangkan pembebanan dinamis dimodelkan berdasarkan nilai Peak Ground Acceleration (PGA) sebesar 0,4581 g. Hasil penelitian menunjukkan bahwa massa batuan termasuk dalam kategori Good Rock (Kelas II) dengan nilai Rock Mass Rating (RMR) sebesar 81 pada SC1 dan 82 pada SC2. Geometri lereng aktual menghasilkan nilai SRF sebesar 0,86 (statis) dan 0,51 (dinamis) pada SC1, serta 3,16 (statis) dan 1,02 (dinamis) pada SC2, yang menunjukkan bahwa pembebanan gempa menurunkan kestabilan lereng. Rekomendasi geometri berupa lereng tunggal setinggi 14 m dengan kemiringan 75° pada SC1 dan 80° pada SC2 menghasilkan nilai SRF yang memenuhi kriteria penerimaan berdasarkan Kepmen ESDM Nomor 1827 K/30/MEM/2018, sehingga direkomendasikan untuk diterapkan pada lokasi penelitian.