cover
Contact Name
Eko Pramudya Laksana
Contact Email
publisher@um.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
historiography.journal@um.ac.id
Editorial Address
Gedung A6, Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang Jalan Semarang No. 5, Malang Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Historiography
ISSN : -     EISSN : 27984907     DOI : 10.17977
Core Subject : Humanities, Social,
Historiography: Journal of Indonesian History and Education publish original research papers, conceptual articles, review articles and case studies. The whole spectrum of Indonesian history, historical learning and history education, which includes, but is not limited to education systems, institutions, theories, themes, curriculum, educational values, historical heritage, media and sources of historical learning, and other related topics.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2022)" : 12 Documents clear
Perjanjian damai Helsinki: akhir konflik GAM dan Pemerintah Republik Indonesia 1976-2005 Sahrul Nur Muslim; Abdul Syukur; Muhammad Fakhruddin
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (903.736 KB) | DOI: 10.17977/um081v2i12022p130-144

Abstract

The founding of the Free Aceh Movement by Tengku Hasan Muhammad di Tiro resulted in three decades of conflict between Aceh and the Indonesian government. The conflict ended through a Peace Treaty. The purpose of this study is to find out how the conflict in Aceh can be resolved through a peace agreement. This study uses historical research methods which consist of four stages, namely, heuristics, verification, interpretation, and historiography. The results of the study concluded that the conflict in Aceh between the Government of Indonesia and the Free Aceh Movement was resolved through the Helsinki Peace Agreement on August 15, 2005. The contents of the Helsinki peace agreement are the Aceh government, human rights, amnesty and reintegration, security arrangements, and the establishment of the Aceh Monitoring Mission. Berdirinya Gerakan Aceh Merdeka oleh Tengku Hasan Muhammad di Tiro mengakibatkan konflik terjadi di Aceh dengan Pemerintah Indonesia selama tiga dekade. Konflik berakhir melalui Perjanjian Damai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana konflik di Aceh dapat diselesaikan melalui perjanjian damai. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri empat tahap yaitu, heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian disimpulkan bahwa, konflik di Aceh antara Pemerintah Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka diselesaikan melalui Perjanjian Damai Helsinki pada tanggal 15 Agustus 2005. Isi dari perjanjian damai Helsinki adalah pemerintahan Aceh, hak– hak asasi manusia, amnesti dan reintegrasi, pengaturan keamanan, dan pembentukan Aceh Monitoring Mission.
Revolusi Fisik di Kabupaten Bojonegoro Tahun 1948-1949 Marshanda Fitria Intan
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (719.797 KB) | DOI: 10.17977/um081v2i12022p21-28

Abstract

Datangnya pasukan tentara Belanda ke Karesidenan Bojonegoro yang diawali dengan pendaratan di Pantai Glondong membuat Kabupaten Bojonegoro terancam. Oleh karena itu dilakukanlah upaya perlawanan dengan pembakaran beberapa bangunan penting dan perlawanan dengan kontak senjata. Penghadangan juga dilakukan oleh pasukan pejuang guna menghindari masuknya tentara Belanda ke Desa Temayang yang merupakan pusat markas komando militer. Adapun permasalahan yang dikaji yakni mencakup 1) Kronologi pergerakan Belanda di Kabupaten Bojonegoro masa revolusi fisik (2) Perlawanan dan penghadangan pada masa revolusi fisik di Kabupaten Bojonegoro. (3) Temayang sebagai pusat komando militer pada masa revolusi fisik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang mencakup empat tahap yakni heuristik, verifikasi, interpretasi dan historiografi.

Page 2 of 2 | Total Record : 12