cover
Contact Name
Tri Mei Khasana
Contact Email
trimeikh@gmail.com
Phone
+6289686000300
Journal Mail Official
medika.respati@respati.ac.id
Editorial Address
Universitas Respati Yogyakarta Kampus 2 Jl. Raya Tajem KM.1,5, Maguwoharjo, Depok, Kenayan, Wedomartani, Kec. Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55282
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan
ISSN : 19073887     EISSN : 26851156     DOI : 10.35842/mr.vxxixx.xxx
Core Subject : Health,
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan welcome submission in the area of health sciences and practices. Focus and Scope: Medicine Nursing Midwifery Public Health Nutrition Physiotherapy Health technology The manuscript must be Original Article
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 4 (2017)" : 8 Documents clear
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN PERSEPSI REMAJA TENTANG HUBUNGAN SEKS PRANIKAH SISWA KELAS XI DI SMA N 1 DEPOK, SLEMAN YOGYAKARTA TAHUN 2017 Hotni Sari Haloho; Masruroh Masruroh; Nonik Ayu Wantini
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 12, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.451 KB) | DOI: 10.35842/mr.v12i4.95

Abstract

Latar Belakang: Menurut survei demografi Indonesia, 2012 terjadi peningkatan hubungan seks pranikah remaja yang disebabkan kurangnya pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi remaja terutama tentang hubungan seks pranikah. Dari hasil studi pendahuluan yang dilakukan di SMA N 1 Depok, wawancara 5 orang siswa kelas XI menyatakan bahwa seks pranikah itu merupakan perilaku melakukan hubungan seksual sebelum menikah. Pandangan mereka terhadap sikap bergandengan tangan dengan lawan jenis saat pacaran adalah hal yang wajar. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan persepsi remaja tentang hubungan seks pranikah kelas XI di SMA  N 1 Depok.Metode Penelitian:Penelitian dilaksanakan di SMA  N 1 Depok. Jenis dan rancangan penelitian ini menggunakan deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian adalah siswa SMA N 1 Depok Kelas XI sejumlah 131 responden dengan pengambilan random sampling. Uji statistik yang digunakan univariat dan bivariat (Kendal tau). Hasil: Diketahui sebagian besar (98,5%) responden memiliki pengetahuan baik tentang hubungan seks pranikah sebanyak 129 responden dan sebagian besar (55%) responden  memiliki persepsi yang negatif tentang hubungan seks pranikah sebanyak 72 responden. Dari hasil uji statistic Kendal Tau didapatkan nilai signifikan 0,150 dimana nilai signifikan 0,150 > 0,05, maka Ho diterima dan Ha ditolak.Kesimpulan: Tidak terdapat Hubungan Pengetahuan dengan Persepsi Remaja tentang Hubungan Seks Pranikah Kelas XI di SMA N 1 Depok,Yogyakarta tahun 2017.Kata kunci: Pengetahuan, Persepsi, Hubungan Seks Pranikah
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI PADA BAYI USIA 6-12 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BINTUHAN KABUPATEN KAUR Violita Siska Mutiara
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 12, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.409 KB) | DOI: 10.35842/mr.v12i4.84

Abstract

Makanan pendamping ASI (MP-ASI) adalah makanan atau minuman minuman yang mengandung gizi, diberikan kepada bayi atau anak untuk memenuhi kebutuhan gizinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian makanan pendamping ASI pada bayi usia 6-12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Bintuhan Kabupaten Kaur. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk dipilih menjadi sampel yang akan dijadikan sebagai responden yaitu ibu yang memiliki bayi pada usia 6-12 bulan. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan accidental sampling yaitu pengambilan sampel secara kebetulan atau tidak sengaja yang bertemu dengan peneliti di puskesmas, posyandu, atau daerah pemukiman di sekitarnya, yaitu sebanyak 54 responden. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukan dari 54 orang responden terdapat (1) 53,7 % yang berpendidikan menengah; (2) 46,3 % ibu yang memiliki pengetahuan kurang; (3) 63,0 % ibu yang mendapatkan dukungan suami; (4) 51,9 % pemberian MP-ASI kurang baik; (5) Ada hubungan pendidikan ibu dengan pemberian makanan pendamping ASI pada bayi usia 6-12 bulan, dengan kategori hubungan sedang; (6) Ada hubungan pengetahuan ibu dengan pemberian makanan pendamping ASI pada bayi usia 6- 12 bulan, dengan kategori hubungan sedang; (7) Ada hubungan dukungan suami dengan pemberian makanan pendamping ASI pada bayi usia 6-12 bulan, dengan kategori hubungan sedang. Diharapkan kepada tenaga kesehatan di Puskesmas Bintuhan agar dapat memberikan pendidikan kesehatan pada ibu dan keluarga tentang pemberian makanan pendamping ASI, yaitu tentang menu sehari-hari, higiene dan cara pengolahan makanan, tahapan pemberian makanan pendamping ASI sesuai umur, serta tentang gizi seimbang. Kata Kunci : Makanan pendamping ASI, pendidikan, dukungan suami, pengetahuan.
IDENTIFIKASI FASILITAS SAFETY BUILDING SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KEBAKARAN DI GEDUNG INSTITUSI PERGURUAN TINGGI Azham Umar Abidin; Fahmi R Putranto
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 12, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.376 KB) | DOI: 10.35842/mr.v12i4.77

Abstract

Bangunan gedung memiliki risiko potensi bahaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Gedung Fakultas X merupakan salah satu bentuk bangunan gedung yang digunakan untuk proses perkuliahan dalam belajar mengajar. Salah satu contoh potensi bahaya yang dapat terjadi pada bangunan gedung adalah kebakaran. Bahaya kebakaran (fire hazard) salah satu hal yang bisa dianggap serius karena akan menimbulkan korban manusia maupun kerugian materil. Beberapa kasus kebakaran juga terjadi di instansi pendidikan yang mengakibatkan banyak kerugian. Berdasarkan hal tersebut perlu dilakukan identifikasi fasilitas safety building untuk meminimalisir risiko potensi bahaya kabakaran di gedung berdasarkan standar keselamatan bangunan. Jenis penelitian ini adalah kualitatif, melakukan observasional pada tempat penelitian dengan menggunakan data primer dan sekunder, data primer berupa observasi dan form checklist. Hasil dari penelitian mengenai fasilitas safety building menunjukan untuk hydrant masuk dalam kategori Baik (B), sedangkan untuk APAR, sprinkler, detector kebakaran, tangga darurat, jalur evakuasi masuk dalam kategori Kurang (K). Kesimpulan dari penelitian ini masih minimnya fasilitas safety building di gedung Fakultas X. Kata Kunci: K3, kebakaran, safety building, institusi pendidikan
FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG OBESITAS PADA BALITA DI POSYANDU TEMUPOH 1 WILAYAH KERJA PUSKESMAS TEGALREJO YOGYAKARTA TAHUN 2017 Lusiana Candra Dewi; Sudarti Sudarti
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 12, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.523 KB) | DOI: 10.35842/mr.v12i4.96

Abstract

Latar Belakang : Obesitas menjadi masalah kesehatan diseluruh dunia, beberapa faktor penyebab obesitas adalah kurangnya pengetahuan orang tua,tingkat pengetahuan orang tua dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya faktor usia, pendidikan dan pekerjaan. Studi pendahuluan dengan wawancara terhadap 10 ibu yang memiliki balita didapatkan dari 10 ibu tersebut hanya 2 orang ibu yang bisa menjawab pertanyaan tentang obesitas dengan benar, sedangkan 3 orang ibu menjawab kurang paham tentang obesitas dan 5 orang ibu tidak bisa menjawab pertanyaan tentang obesitas. Tujuan Penelitian : Mengetahui faktor- faktor apa saja yang berhubungan dengan tingkat pengetahuan ibu tentang obesitas pada balita di Posyandu Temupoh 1 Wilayah Kerja Puskesmas Tegalrejo Yogyakarta.Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik, dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian ini ibu yang memiliki balita sejumlah 44 ibu. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling. Uji statistik yang digunakan adalah Uji Chisquare dan Uji Kendalltau.Hasil Penelitian : Hasil uji statistik dengan menggunakan kendalltau dan chisquare dari faktor-faktor pengetahuan dengan tingkat pengetahuan ibu diperoleh pada faktor pendidikan dengan p- value 0.000, maka ada hubungan antara faktor pendidikan dengan tingkat pengetahuan ibu tentang obesitas pada balita.Kesimpulan : Terdapat hubungan antara faktor pendidikan dengan tingkat pengetahuan ibu yang memiliki balita di Posyandu Temupoh 1 wilayah kerja Puskesmas Tegalrejo Yogyakarta.Kata Kunci : Faktor, Pengetahuan, Obesitas Pada Balita 
HUBUNGAN SIKAP IBU DENGAN STATUS GIZI BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SAWAH LEBAR KOTA BENGKULU Mika Oktarina
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 12, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.529 KB) | DOI: 10.35842/mr.v12i4.85

Abstract

Status gizi adalah ekspresi dari keadaan keseimbangan dalam bentuk variabel tertentu atau perwujudan dari nutriture dalam bentuk variabel tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari hubungan sikap ibu dengan status gizi balita di Wilayah Kerja Puskesmas Sawah Lebar Kota Bengkulu.Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian adalah seluruh ibu yang mempunyai balita berumur 0-60 Bulan di wilayah kerja Puskesmas Sawah Lebar dan sampel dalam penelitian ini diambil dengan tehnik accidental sampling yaitu 157 responden.Teknik pengumpulan data yaitu data primer meliputi berat badan balita yang di ukur dengan timbangan injak dan sikap ibu yang diperoleh dengan cara membagikan kuesioner dan data sekunder diperoleh dari buku register. Hasil penelitian ini berdasarkan analisis univariat : (1) Dari 157 responden terdapat 72 balita (45,9 %) memiliki status gizi kurang, 78 balita (49,7 %) memiliki status gizi baik, dan 7 balita (4,4 %) memiliki status gizi lebih, (2) Dari 157 responden terdapat  84 ibu (53,5 %) memiliki sikap negatif dan 73 ibu (46,5 %) memiliki sikap positif di Wilayah Kerja Puskesmas Sawah Lebar; (3) Dari analisis bivariat yaitu ada hubungan antara sikap ibu dengan status gizi balita di Wilayah Kerja Puskesmas Sawah Lebar Kota Bengkulu. Diharapkan kepada petugas kesehatan agar dapat meningkatkan pengembangan program promosi kesehatan dan memberikan penyuluhan kepada masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan tentang pemberian ASI eksklusif, MPASI, Pemanfaatan jenis makanan lain yang ada disekitar pekarangan rumah sebagai MPASI serta mengajak kader untuk berperan dalam kegiatan DDST Kata Kunci :Sikap Ibu, Status Gizi Balita
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN SIKAP DALAM PENANGANAN KEGAWATDARURATAN MATERNAL DAN NEONATAL DI DUSUN GEBANG I, PLUMBON, TEMON, KULON PROGO, YOGYAKARTA Eko Mindarsih
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 12, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.576 KB) | DOI: 10.35842/mr.v12i4.80

Abstract

Latar Belakang: Dukungan keluarga sangat berpengaruh besar dalam pengambilan keputusan dalam penanganan kasus kegawatdaruratan maternal dan neonatal. Pada masyarakat tertentu kepala keluarga paling dominan didalam pengambilan keputusan. Dukungan yang baik dilaporkan 28% lebih kecil kemungkinan persalinan dengan SC, 31% lebih kecil penggunaan oksitosin, 9% lebih kecil meminta obat pengurang nyeri dan 34% lebih kecil kemungkinan merasa negatif terhadap proses persalinan.Sikap adalah gejala yang timbul dari dalam diri seseorang yang berdimensi efektif berupa kecenderungan untuk mereaksi atau merespon dengan cara yang relatif tetap terhadap objek orang, barang dan sebagainya baik secara positif maupun negatif. Dusun Gebang I, terdiri dari 47 Kepala Keluarga, pada tahun 2016 telah meberikan konstribusi kematian Maternal dan Neonatal. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan sikap dalam penanganan kegawatdaruratan maternal neonatal. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik korelasi. Uji statistik menggunakan, Pendekatan waktu yang digunakan adalah cross sectional. Menggunakan purposiv sampling. Hasil: Karakteristik responden mayoritas berpendidikan menengah, berumur >60 tahun dan bekerja sebagai petani.Dukungan keluarga tentang penanganan kegawatdaruratan maternal neonatal dalam kategori mendukung, sikap tentang penanganan kegawatdaruratan maternal neonatal dalam kategori positif. Analisis bivariat menggunakan chi square p value sebesar 0,04. Kesimpulan: Ada Hubungan Dukungan Keluarga dengan Sikap dalam Penanganan Kegawatdaruratan Maternal Neonatal. Kata Kunci : dukungan, keluarga, sikap
PEMBERDAYAAN SURVIVOR TB DALAM PROGRAM DOTS Sulidah Sulidah; Dewy Haryanti Parman
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 12, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.875 KB) | DOI: 10.35842/mr.v12i4.82

Abstract

Tuberkulosis masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di dunia termasuk Indonesia. Kemajuan penanggulangan TB melalui penerapan strategi DOTS belum mampu mengeradikasi kasus TB. Pemilihan PMO yang berasal dari anggota keluarga penderita terbukti kurang efektif meskipun sudah berdampak positif. Diperlukan terobosan dan inovasi baru untuk meningkatkan capaian target program. Kajian ini bertujuan untuk membuktikan efektifitas pemberdayaan survivor TB dalam program DOTS. Pemberdayaan survivor TB dilakukan setelah diberikan pelatihan sebagai kader PMO. Jenis kajian ini adalah deskriptif korelatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi kajian ini adalah seluruh mantan penderita tuberkulosis yang telah sembuh dalam wilayah kerja Puskesmas Karang Rejo dan Puskesmas Sebengkok Kota Tarakan. Subyek kajian ini berjumlah 25 orang yang diambil dengan teknik purposive sampling dengan kriteria inklusi bersedia menjadi kader PMO dan pernah tercatat sebagai pasien yang menjalani pengobatan TB hingga sembuh. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar observasi pencapaian target program TB berupa cakupan penemuan kasus baru, angka konversi, angka kesembuhan, angka drop out, dan angka TB-RO. Observasi dilakukan setelah survivor TB menjalankan tugas sebagai Kader PMO dibandingkan dengan data trimester sebelumnya untuk selanjutnya dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Temuan kajian teridentifikasi pemberdayaan survivor TB mampu meningkatkan cakupan penemuan kasus baru, sedang indikator angka konversi, angka kesembuhan, angka drop out dan pasien TB-RO belum teridentifikasi. Hasil analisis membuktikan terdapat hubungan yang bermakna untuk pemberdayaan survivor TB dalam program DOTS terhadap peningkatan sebagian target program. Kata kunci : Survivor TB, DOTS, PMO. 
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TERHADAP PHBS DI RUMAH TANGGA DENGAN PERILAKU MEROKOK DALAM RUMAH KEPALA RUMAH TANGGA DI DUSUN KARANGNONGKO YOGYAKARTA Heni Trisnowati; Stefandri Suryatno Daduk
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 12, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.488 KB) | DOI: 10.35842/mr.v12i4.94

Abstract

Latar belakang : Merokok dalam rumah merupakan indikator PHBS terendah dengan persentase 55,4% dan masih menjadi masalah kesehatan saat ini di Yogyakarta. Berdasarkan survei pendahuluan di lokasi penelitian, dari 10 rumah tangga yang disurvei terdapat 7 (70%) rumah tangga yang anggota keluarganya merokok dalam rumah. Hal ini bertentangan dengan salah satu indikator PHBS yaitu semua orang agar tidak merokok di dalam rumah terutama bila berdekatan dengan ibu hamil, dan bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap kepala rumah tangga terhadap PHBS rumah tangga dengan perilaku merokok dalam rumah.Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi adalah kepala keluarga di Dusun Karangnongko yang berjumlah 68 orang. Selanjutnya digunakan sampel total sampling sejumlah populasi. Analisis data menggunakan sistem komputer dan menggunakan uji chi square. Hasil. Pengetahuan kepala rumah tangga tentang PHBS Rumah Tangga sebagian besar  dalam  kategori kurang dan cukup yaitu sebanyak 54 orang (79,4%). Mayoritas kepala rumah tangga tidak mendukung PHBS Rumah Tangga yaitu sebanyak 39 orang (57,4%). Ada 60 (88,2%) orang merokok di dalam rumah. Selanjutnya berdasarkan uji chi square terdapat hubungan pengetahuan kepala rumah tangga tentang PHBS rumah tangga dengan perilaku merokok dalam rumah dan ada hubungan ikap terhadap PHBS rumah tangga dengan perilaku merokok dalam rumah dengan P value secara masing-masing 0,000 dan 0,004 (p < 0,005).Kesimpulan:.Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap terhadap PHBS rumah tangga dengan perilaku merokok dalam rumah pada kepala rumah tangga di Dusun Karangnongko, Yogyakarta. Semakin tinggi pengetahuan dan sikap mendukung PHBS rumah tangga maka perilaku merokok semakin berkurang. Kata Kunci:  pengetahuan, sikap, PHBS Rumah tangga, perilaku merokok

Page 1 of 1 | Total Record : 8