cover
Contact Name
Mulyawan Safwandy Nugraha
Contact Email
mulyawan77@gmail.com
Phone
+628121117577
Journal Mail Official
jurnal.lektur@gmail.com
Editorial Address
Gedung kementerian Agama RI lantai 20 Jl. MH. Thamrin No. 6 Kebon Sirih Menteng Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10340
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Lektur Keagamaan
ISSN : 16937139     EISSN : 2620522X     DOI : DOI: 10.31291/jlka
the studies of classic religious manuscripts; the studies of contemporary religious manuscripts; religious history and society; religious archaeology; and religious arts on the scope of Nusantara.
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 15 No 2 (2017)" : 13 Documents clear
Perkembangan dan Tantangan Sosial Kehidupan Perempuan Salafi di Kalimantan Selatan Siti Tarwiyah
Jurnal Lektur Keagamaan Vol 15 No 2 (2017)
Publisher : Center for Research and Development of Religious Literature and Heritage, Agency for Research and Development and Training, Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.481 KB) | DOI: 10.31291/jlk.v15i2.533

Abstract

One important aspect of the Salafi movement is their view of women's position. This purification movement attempts to restore the female khittah as the very symbolic early era of the Islamic Prophethood. Bringing women back into the house, wearing burkas and long robes, a very strict muhrim system, and full adherence to husbands and total sacrifice to the family. This paper attempts to show how the lives of Salafi women in South Kalimantan, especially with regards to their positions and roles in the family and social environment. In the early part, it will be shown how the women became acquainted with Salafism, and then involved, struggle to defend Salafi ideology that is puritanical, asocial and typical Arabism amid pessimism of South Kalimantan society, including how the conflict they encounter in the big family, dilemma in carrying out career and conflict at work. In the end, this article also showa how effort of Salafi women reconcile the conflicts while building social relationships with their surroundings. On the other hand, they keep trying to maintain the purified ideology they believe to be true, behind the burka and the cloak covering their bodies.Keywords: Salafi Women, Burka, Ideology, Banjarmasin Salah satu faham penting dalam gerakan Salafi adalah ideologi mereka tentang posisi perempuan. Gerakan purifikasi ini mencoba mengembalikan khittah perempuan seperti era awal kenabian yang sangat simbolik. Membawa para wanita kembali ke dalam rumah, mengenakan burka dan jubah, sistem muhrim yang sangat ketat, dan ketaatan penuh terhadap suami dan pengorbanan total terhadap keluarga. Tulisan ini mencoba menunjukkan, bagaimana kehidupan perempuan perempuan Salafi di Kalimantan Selatan, terutama berkaitan dengan posisi dan peran mereka dalam keluarga dan lingkungan sosial.Pada bagian awal, akan diperlihatkan bagaimana perempuan-perempuan tersebut berkenalan dengan Salafisme, lalu kemudian melibatkan diri, turut membangun dan ikut berjuang mempertahankan ideologi Salafi yang puritan, asosial dan khas Arabisme di tengah pesimisme masyarakat Kalimantan Selatan, ter­masuk didalamnya bagaimana konflik yang mereka temui dalam keluar­ga besar, dilema dalam menjalankan karir dan konflik dalam pekerjaan.Di bagian akhir, akan ditunjukkan pula bagaimana usaha para wanita Salafi da­lam merekonsiliasi konflik sekaligus membangun hubungan sosial dengan lingkungan sekitarnya, sementara di sisi lain tetap berusaha meme­lihara ideologi purifikasi yang mereka yakini benar, dibalik burka dan jubah yang meliputi mereka.Kata Kunci: Perempuan Wanita Salafi, Burka, Ideologi, Banjar­masin 
Nasionalisme dalam Teks Keagamaan Indonesia Masa Depan Choirul Fuad Yusuf
Jurnal Lektur Keagamaan Vol 15 No 2 (2017)
Publisher : Center for Research and Development of Religious Literature and Heritage, Agency for Research and Development and Training, Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.774 KB) | DOI: 10.31291/jlk.v15i2.534

Abstract

This article aims at: (i) describing condition of Indonesian”s  natio­nalism, (ii) analysing the socio-political effects  of religious texts toward nationalism in Indonesia, and (iii) proposing strategic alternatives for empowering the future Indonesian’s nationalism. Through an inductive-deductive approach, the article highlights that, unavoidably,  globalization has shaped any condusive situation for the growth and development of universal and transnational ideologies. Globalisation of religious text—liberal, radical, and moderate-- has been capable of breeding transna­tionalism ideologies in Indonesia. For the sake of stopping the growth of such destructive ideologies, the use of socio-cultural approach is neces­sarily needed. Which is carried out by (i) controlling and censoring ade­quatrely toward religious texts, and (ii) revitalilizing the constructive religious text legacies, (iii) intensifying and extensifying committment and responsibility of the Goverment, private institution, and society at large to manage any cultural legacies of Nusantara.Key words: globalization, nationalism, religious texts, transnational ideologies,  sociocuktural approach.Artikel ini bertujuan: (i) menggambarkan kondisi nasionalisme Indonesia, (ii) menganalisis pengaruh teks keagamaan transnasional terha­dap nasio­na­lis­me Indonesia, dan (iii) mengusulkan strategi penguat­an nasiona­lis­me Indonesia melalui pendekatan sosial budaya. Dengan menggunakan pendekatan induktif-deduktif, artikel menggaris-bawahi bahwa globalisasi  berdampak kuat terjadinya pertumbuhan dan perkembangan gerakan trans­nasional. Globalisasi teks keagamaan—baik teks liberal, teks radikal mau­pun teks moderat—telah menyuburkan pertumbuhan gerakan transna­sional di Indonesia. Untuk itu, pendekatan sosial budaya menjadi salah satu salah satu cara efektif untuk menang­hambat perkembangan globalisasi faham transnasional, diantara­nya mela­lui: (i) penyaringan, pengontrolan, dan pengawasan terhadap teks keaga­ma­an (ii) revitalisasi khazanah teks-teks keagamaan yang konstruktif bagi nasionalisme Indonesia & NKRI, dan (iii) intensifikasi dan ekstensifikasi program, serta (iv) penguatan komit­men semua pihak—Pemerintah, Peme­rintah Daerah, dan masyarakat.Kata kunci: globalisasi, nasionalisme, teks keagamaan, faham trans­na­sional, pendekatan sosial-budaya. 
Tradisi Islam, Tradisi Arab dan Tradisi Jawa: Membaca Karya dan Pemikiran K.H. Ahmad ar-Rifai Kalisalak Agus Iswanto
Jurnal Lektur Keagamaan Vol 15 No 2 (2017)
Publisher : Center for Research and Development of Religious Literature and Heritage, Agency for Research and Development and Training, Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.761 KB) | DOI: 10.31291/jlk.v15i2.535

Abstract

This article reviews the book of philological research on one of the works of a Javanese ulama, namely K.H. Ahmad ar-Rifai Kalisalak. The work is entitled nazam Tarekat. Aside from being a philological research, which aims to present the text edition of the manuscript of ar-Rifai, this book also examines the context surrounding the author's life and the social function of the text. This book is an example for the research that combines the study of philology and Islamic studies in a research project. This book emphasizes the rich intellectual traditions of the author, Ahmad ar-Rifai, which includes Islamic traditions, Arabic poetry and Javanese poetry. These three traditions, in Gadamer hermeneutic terms, merge to produce a work of the nazam Tarekat. The work of this book can also be an important proof of the contextualization strategy of Islamic preacing in Muslim Nusantara society.Keywords: philology, Indonesian Islamic intellectual tradition, hermeneutic, Ahmad ar-Rifai    Artikel ini mengulas buku yang berupa hasil penelitian filologis tentang salah satu karya dari seorang ulama Jawa, yakni K.H. Ahmad ar-Rifai Kalisalak. Karya tersebut berjudul nazam Tarekat. Selain sebagai sebuah penelitian filologis, yang tujuannya menyajikan edisi teks dari naskah karya ar-Rifai, buku ini juga mengulas konteks yang melingkupi kehidupan sang pengarang dan fungsi sosial dari teks yang dikaji. Buku ini menjadi contoh untuk hasil penelitian yang memadu­kan kajian filologis dan kajian Islam dalam satu proyek penelitian. Buku ini menegaskan tentang kekayaan tradisi intelektual yang dimiliki sang pengarang, Ahmad ar-Rifai, yang meliputi tradisi Islam, tradisi puisi Arab dan puisi Jawa. Ketiga tradisi tersebut, dalam istilah hermeneutik Gadamer, melebur sehingga menghasilkan sebuah karya nazam Tarekat. Karya Buku ini juga dapat menjadi bukti penting tentang strategi kontekstualisasi ajaran Islam dalam masyarakat Muslim Nusantara.Kata kunci: filologi, tradisi intelektual Islam Indonesia, herme­neutik, Ahmad ar-Rifai

Page 2 of 2 | Total Record : 13


Filter by Year

2017 2017